Oleh : Klaus Schwab and Thierry Malleret
Belajar adalah sarana memperbarui diri, tanpa belajar kita akan terperangkap pada masa lalu
Kode Bentuk Kehidupan Manusia
Oleh : Kazuo Murakami
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2019
Tebal : 152 halaman
Pertanian yang menggunakan banyak pestisida dan pupuk bertentangan dengan alam dan ada kekhawatiran tentang matinya tanah. Bagi bumi tanah merupakan jasad, seperti tubuh bagi manusia. Begitu pula dengan makanan transgenik.
Makanan transgenik merupakan makanan dari tanaman dimana deret gennya telah diubah atau disisipi gen baru dari tanaman lain atau gen bakteri sehingga menghasilkan tanaman dengan karakter dan fungsi baru.
Jika makanan yang tidak alamiah hasil rekayasa di ruang eksperimen sains masuk ke dalam tubuh, artinya kita telah memasukkan sesuatu yang menentang hukum alam yang dikhawatirkan dapat merugikan kesehatan.
Berawal dari premis bahwasanya banyak gen yang masih tertidur, untuk itu kita perlu mengetahui tombol on/off dari gen tersebut dimana ternyata tergantung pada lingkungan. Dan tidak hanya karena faktor lingkungan, namun juga bisa berubah karena cara membawa perasaan atau efek psikologis.
Di tahun 2000 teknologi telah maju berkembang pesat sehingga kita bisa mengetahui pembacaan gen tentang bentuk tubuh, sifat alamiah tubuh, sifat dan bakat anak yang mirip dengan orang tuanya karena gen tersebut telah diwariskan dari orang tua ke anak.
Yang mirip antara orang tua dan anak misalnya mulai dari penampilan fisik, wajah, suara, kebiasaan, sifat, tindakan dan sifat individual lainnya tersebut disimpan oleh gen sebagai sumber informasi yang disimpan sebagai DNA dalam kromosom sel.
Jasad atau tubuh manusia terbentuk dari kumpulan sel dimana sel ini merupakan satuan terkecil bentuk kehidupan. Di tengah sel terdapat bagian yang disebut dengan inti sel, di dalam inti sel terdapat 2 buah kromosom yang jumlahnya 23 pasang, dimana kromosom 1 hingga 22 sama, dan pada kromosom ke 23 yang berbeda, yaitu pada laki-laki satu kromosom X dan satu kromosom Y, sedangkan pada wanita dua-duanya kromosom X.
Masing-masing kromosom berbentuk benang tipis panjang yang terdapat protein berbentuk bola yang dinamai histon dan 2 buah benang seperti rantai. Kromosom ini merupakan paket DNA yang sangat rapat dan melingkar di sekitar protein khusus yang disebut histon tadi.
DNA (Deoxyribonucleic Acid) adalah molekul panjang yang membentuk dasar dari kromosom. DNA berfungsi sebagai cetak biru kehidupan karena mengandung semua instruksi genetik untuk membangun dan menjalankan tubuh.
Gen adalah segmen pendek DNA yang menyimpan instruksi untuk membuat protein. Protein inilah yang berperan dalam hampir semua proses biologis
Sehingga bisa dikatakan bahwa gen merupakan blueprint tubuh atau jasad manusia yang menjadi data perintah dasar yang mengatur kelahiran hingga fungsi tubuh manusia.
Dalam sebuah penelitian efek olahraga pada gen, jelas sebagai fakta bahwa salah satu faktor lingkungan, stimulan fisik dari luar berpengaruh pada on/off gen dalam tubuh. Dimana olahraga atau peregangan merupakan stres yang diberikan terhadap tubuh yang dapat mempengaruhi kerja gen.
Dengan olahraga maka kerja gen yang terkait metabolisme unsur tulang menjadi aktif.
Namun diantara stres terhadap tubuh yang terkuat adalah kondisi kelaparan. Oleh sebab itu puasa cukup dianjurkan dalam agama maupun dalam dunia kedokteran, karena sangat berpengaruh bagi on/off gen.
Dalam sebuah kasus seseorang yang terkena TBC, sebelumnya dikatakan pengobatan terbaik adalah dengan suplai gizi, namun setelah dicoba berbagai suplai gizi ternyata gagal. Lalu saat mencoba pengobatan Timur dan disarankan dengan terapi puasa, ternyata penyakit TBC yang dideritanya berangsur-angsur membaik. Besar kemungkinan kerja gen yang terkait tersebut menjadi menyala karena puasa dapat menekan tombol on/off.
Berkebalikan dari itu, ada beberapa hal yang dapat mengakibatkan kerusakan pada gen yang disebabkan oleh faktor kimiawi, yaitu misalnya alkohol, penggunaan obat tertentu, keracunan arsenik, dan juga asap rokok.
Substansi ini jika masuk ke dalam tubuh dapat berubah struktur dalam liver lalu mengacaukan kerja gen sel normal kemudian bertambah banyak sehingga dapat memicu kanker atau juga dapat menyebabkan lahirnya anak-anak cacat bawaan.
Dapat dikatakan bahwa penyakit dewasa ini disebut sebagai penyakit gaya hidup yang dipicu oleh kebiasaan.
Kedepan dalam tataran gen, maka pengobatan order made atau "mencocokkan baju dengan tubuh" akan dapat semakin akurat dalam penyembuhan. Misalnya jika kita terkena flu, gen virus yang menjangkiti dan gen dari pasien akan menjadi informasi untuk disesuaikan bagi resep obat yang order made yang sesuai dengan karakter fisik pasien sehingga akan lebih efektif dalam mengatasi virus tersebut.
Tidak ada keraguan bahwa sikap ceria, santai dan tidak meributkan hal kecil dapat menyalakan gen baik dan berkaitan dengan kebahagian serta kesehatan. Sehingga tertawa bukan karena senang, namun senang karena tertawa. Artinya kunci menjadi bahagia adalah berlaku bahagia.
10 Tren Utama yang Membentuk Ulang Dunia 10 Tahun ke Depan
Oleh : James Canton, Ph.D
Penerbit : Pustaka Alvabet, 2010
Tebal : 480 halaman
Sejak tahun 2002 pemimpin dunia telah membicarakan tantangan-tantangan besar zaman dengan memikirkan masa depan dengan cara yang berbeda.
Hal ini juga dipicu oleh peristiwa 9/11 yang pada akhirnya mengubah cara Amerika dalam memandang masa depan terhadap ketidakpastian karena pada peristiwa tersebut menyerang simbol ekonomi dan simbol militer Amerika.
Sehingga peristiwa tersebut mampu memporak-porandakan realitas terhadap optimisme sebelumnya yang nyaris tak terbatas.
Kelemahan lainnya adalah pada kinerja database komputer, pasokan pangan nasional.
Pada intinya keadaan sudah berubah.
Dan kita belum belum cukup sigap mengantisipasinya. Untuk itu perlu pemahaman baru tentang masa depan yang membutuhkan tindakan konkret untuk pencegahan krisis tersebut dengan melahirkan visi-visi baru.
Salah satu masa depan yang ekstrem adalah krisis energi dan perubahan iklim.
Strategi Marketing Communication Masa Depan
Oleh : John E. Kennedy
Penerbit : PT Bhuana Ilmu Populer, 2009
Tebal : 100 halaman
Teori bisnis menurut Peter F. Drucker memiliki 3 asumsi, yaitu asumsi tentang lingkungan, organisasi dan kompetisi. Berbicara mengenai lingkungan seharusnya bukan lagi masuk dalam CSR (Corporate Social Respobsibility) namun masuk ke dalam CER (Corporate Environmental Responsibility).
Karena jika lingkungan masuk ke dalam CSR maka akan melemahkan program perbaikan lingkungan itu sendiri. Program lingkungan perbaikan lingkungan misalnya penanaman pohon, pembangunan sumber air bersih dan mengembalikan areal ke kondisi semula.
Penggunaan produk dan proses produksinya berdampak besar terhadap pemanasan global. Termasuk juga produktivitas dan ledakan penduduk juga merupakan faktor penyebab kerusakan lingkungan dan pemanasan global.
Dampak kerusakan lingkungan tersebut misalnya perubahan iklim, hujan asam, racun di lingkungan, racun dalam tubuh manusia dan sumberdaya alam menipis. Selain itu perubahan iklim global juga menyebabkan meluasnya kawasan tandus dan kelangkaan air tawar.
Kerusakan lingkungan seperti pembalakan liar (illegal lodging) yang menimpa Indonesia disebabkan salah satunya karena krisis moneter Asia 1997-1998.
Pemanasan global merupakan peristiwa meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi yang ditandai dengan perbedaan suhu antara siang dan malam di Bumi yang tidak terlalu jauh lagi, hal ini disebut dengan efek rumah kaca (green house effect) yang dikenalkan oleh Joseph Fourier pada tahun 1824.
Efek rumah kaca menyebabkan saat ini suhu Bumi telah meningkat rata-rata 1-5 derajat Celcus. Padahal kenaikan suhu 0.5 derajat Celcius dapat mengangkat air milyaran meter kubik. Dan diperkirakan pada tahun 2030 diperkirakan suhu Bumi akan naik sebesar 1.5 - 4.5 derajat Celcius.
Kesemuanya kondisi ini dimulai saat revolusi industri, meskipun revolusi industri bukan satu-satunya penyebab, namun revolusi di bidang pertanian juga memberikan kontribusi yang cukup besar.
Perusahaan diharapkan menjadi agen lingkungan hidup (agent of environment) dan generasi hijau (green generation) yang berfungsi sebagai pengelola sumberdaya alam berbasis lingkungan sehingga perusahaan berpeluang memenangkan persaingan masa sekarang dan masa depan.
Bisnis berbasis lingkungan tidak akan menghambat produktivitas namun akan sejalan dengan menjaga kualitas lingkungan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan mengurangi dampak pencemaran seperti limbah air dan tanah.
Konsep bisnis berbasis lingkungan ini digunakan oleh the green community atau praktisi pemasaran dan komunikasi pemasaran. Produk dengan memiliki konsep berbasis lingkungan akan memiliki karakter yang mengarah pada green lifestyle yang menggunakan isu lingkungan hidup sebagai daya tarik pesan.
Oleh : Gatot Sudaryanto
Penerbit : Promise, 2013
Tebal : 144 halaman
Warrior Diet pernah menjadi fenomena di Amerika Serikat yaitu diet ketat ala prajurit yang tetap rajin berolah raga meski tetap menjaga asupan makanan. Metode diet ini ditawarkan oleh Ori Hofmekler dengan memiliki 2 periode yaitu periode undereating (puasa) dan periode overeating (jendela makan).
Juga dikenal Intermitten Fasting atau puasa berselang dimana sebenarnya nenek moyang kita jaman dahulu telah menerapkannya karena pada jaman dahulu hanya ada sedikit makanan sehingga dahulu hanya makan besar 1x dalam sehari.
Deddy Corbuzier mengadaptasi metode kuno dari biarawan Shaolin yang menjadi sopir saat di Tiongkok yang disebutkan dengan OCD, yaitu Obsessive Corbuzier Diet, dengan beberapa aturan diantaranya adalah tidak disarankan sarapan karena dapat menghambat pembakaran lemak, lalu kita boleh minum asalkan minuman dengan kandungan 0 kalori.
Makan pagi dapat membuat kita kelaparan seharian, membuat kita mengantuk dan dapat menurunkan pembakaran lemak jika dibandingkan dengan makan malam. Sehingga disarankan dalam OCD untuk menunda makan sampai siang.
Meski perut kosong saat pagi, tapi kita bisa tetap berolahraga. Meski begitu kita perlu takut akan kehilangan massa otot, karena massa otot baru akan hilang jika tidak terpakai. Saat olahraga dengan perut kosong maka yang dibakar adalah cadangan lemak dalam tubuh.
Olah raga selama 30 menit dengan berjalan santai dapat membakar sebanyak 97 kalori, berjalan cepat dapat membakar 167 kalori, sedangkan dengan berlari dapat membakar 256 - 403 kalori.
Sedangkan makan malam sejatinya tidak membuat gemuk, karena yang perlu diperhatikan adalah kalori bukan jam makan. Bahkan makan malam dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki sel yang rusak karena energi terkuras. Namun tetap diperhatikan untuk tidak ngemil di malam hari dan akhiri makan malam 2 jam sebelum tidur.
Lalu ada istilah baru Obsessive Fasting Diet sebagai gabungan antara Intermitten Fasting dengan Corbuzier Diet.
Dalam melakukan diet kita sebaiknya juga melakukan diet gula selain agar terhindar dari diabetes juga pengawet dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Kita bisa menggunakan alternatif seperti menyantap buah.
Segelas teh manis mengandung 200 kalori. Sedangkan popcorn yang kita makan saat nonton setara dengan 1005 kalori.
Tips lainnya adalah kunyah makanan secara perlahan, hindari junk food, usahakan makanan yang rendah kalori terlebih dahulu, gunakan piring kecil, batasi gula dan garam, serta minum air 8 gelas per hari.
Perlu diingat bahwa kita bisa makan apa saja tapi tidak boleh rakus, dreadful but paradoxal.
Dengan menjalankan diet dan olahraga maka tubuh kita akan lebih ramping, kuat dan sehat, sedangkan kebalikannya jika kita tidak aktif maka tubuh akan semakin gemuk dan sering sakit.
Maaf, Tak ada gambar indah untuk perubahan iklim
Oleh : National Geographic
Penerbit : PT Gramedia Percetakan, 2015
Tebal : 130 halaman
Beberapa orang masih memandang perubahan iklim seperti memandang perbaikan mobil, yaitu mereka tahu seharusnya mereka peduli.
Manajemen Bisnis Berkonsep Ramah Lingkungan
Oleh : Dr. Agus Sugiarto, Ir. Lieli Suharti & Prof Christantius Dwiatmadja
Penerbit : Gava Media, 2021
Tebal : 144 halaman
Green Business adalah aktivitas bisnis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup serta dengan meminimalkan laju kerusakan lingkungan hidup.
Perilaku ramah lingkungan memiliki 6 prinsip, yaitu Recycle, Recovery, Reduce, Reuse, Refine dan Retrieve Energy.
Untuk menerapkannya, kita membutuhkan Planning, yaitu upaya untuk menentukan hal yang hendak dicapai untuk tujuan di masa depan yang dituangkan dalam visi dan misi perusahaan.
Kemudian kita melakukan Organizing yaitu mengorganisasikan sumber daya yang meliputi manusia, uang, material, mesin, metode dan pasar.
Yang tidak kalah penting adalah Leading atau Actuating yaitu memimpin dengan mempengaruhi, mengarahkan, memotivasi dan mengawasi orang lain dalam menjalankan tugas yang telah direncanakan untuk mencapai sasaran dan tujuan.
Dan yang terakhir adalah Controlling, yaitu memantau dan mengevaluasi apakah strategi dan organisasi sudah sesuai dengan yang dikehendaki atau harus dirubah bahkan ditingkatkan.
Green manufacture atau green production adalah sistem mengintegrasikan desain produk dan proses pada perencanaan dan kontrol manufaktur dengan mengindentifikasi, mengukur, menilai dan mengelola aliran dengan mengurangi dan meminimalisir dampak lingkungan termasuk dalam memaksimalkan efisiensi penggunaan energi dan mengurangi tingkat polusi.
Green product adalah produk yang berwawasan lingkungan dengan mengurangi efek-efek yang mencemari lingkungan.
Produk ramah lingkungan adalah produk yang terbuat dari bahan ramah lingkungan sehingga tidak memiliki potensi merusak lingkungan.
Green marketing adalah pemasaran produk ramah lingkungan termasuk pengemasan dan pelabelan serta dalam strategi periklanan termasuk juga meningkatkan kesadaran. Label yang dimaksud adalah label ramah lingkungan atau eco-label dan iklan ramah lingkungan atau environmental advertisement.
300 Cara Bijak Ramah Lingkungan dan Menghemat Uang
Oleh : Mien R. Uno & Siti Gretiani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2011
Tebal : 273 halaman
Buku ini ditulis oleh Mien R. Uno, yang merupakan ibunda dari Sandiaga Uno. Banyak sekali prestasi dan penghargaan yang diterima oleh beliau dan salah satunya adalah nama beliau masuk dalam daftar 99 wanita paling berpengaruh di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2017.
Beberapa etiket hijau yang mencerminkan bahwa kita peduli terhadap lingkungan sebagai bentuk nyata penyelamatan bumi adalah sebagai berikut:
For a Living Planet
Oleh : WWF Indonesia
Penerbit : Power Switch Indonesia, 2005
Tebal : 38 halaman
Cuaca adalah gejala alam yang terjadi dan berubah dalam waktu yang singkat, misalnya perubahan harian temperatur, kelembapan dan angin.
Sedangkan iklim adalah keadaan rata-rata cuaca di suatu daerah dalam jangka waktu yang panjang dan baru berubah dalam kurun waktu yang lama, misalnya iklim panas, iklim dingin, iklim tropis dan iklim subtropis.
Pemanasan Global atau global warming adalah kenaikan rata-rata suhu bumi akibat dari aktifitas manusia yang melepas gas rumah kaca ke atmosfer sehingga merubah pola iklim dunia yang disebut dengan perubahan iklim atau Climate Change.
Gas rumah kaca terjadi mirip dengan panel kaca di rumah kaca, yaitu dimana jenis gas tertentu yang mempunyai kemampuan menahan panas matahari, dalam jumlah yang wajar hal ini baik bagi makhluk hidup agar bumi tidak terlalu dingin, namun jika naik terlalu banyak dapat menyebabkan bumi semakin dan terlalu panas untuk ditinggali.
Panduan Konsumen dalam Memilih Produk Pangan Hijau
Oleh : Consumer International
Penerbit : Piramedia, 2005
Tebal : 115 halaman
Greenpeace merupakan gerakan lingkungan tingkat internasional yang gigih dalam melawan pengurasan sumber daya alam yang dapat mengancam ketersediaan dan keanekaragaman sumber daya alam.
Salah satu gerakan lingkungan hidup adalah green consumerism atau gerakan konsumen hijau, yaitu usaha untuk menyebarluaskan penerapan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.
Klaim yang dapat mendorong konsumen untuk memilih pangan dengan kepercayaan guna mendukung produksi dan konsumsi berkelanjutan disebut dengan klaim pangan hijau.
Asociatia Pentru Protectia Consumatorilor din Romania (APC) melakukan survey pelabelan pangan pada tahun 2000-2001 dengan hasil hanya 35% yang memenuhi persyaratan nasional.
Zveza Potronikov Slovenije pada tahun 2001 juga mengadakan survey tentang pemahaman konsumen terhadap label pangan, hasilnya 72% tidak mematuhi persyaratan peraturan yang berlaku.
Codex Alimentarius, bagian dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia, dan Organisasi Kesehatan Dunia sejak tahun 1979 memberikan standar dan panduan internasional untuk klaim, pelabelan dan pengemasan pangan.
Label dan klaim tersebut merupakan alat komunikasi dan nilai tambah bagi konsumen. Diharapkan dengan klaim pangan hijau tersebut konsumen akan terdorong untuk membeli produk yang berkelanjutan, sehingga akan terjadi perubahan perilaku pasar dan pembangunan yang berkelanjutan.
Tren produk pangan hijau akan meningkatkan kepedulian konsumen akan produk pangan yang ramah lingkungan, menyehatkan, nyaman dan berkelanjutan.
Di Indonesia sendiri telah diatur pada Undang-undang no 7 tahun 1996 tentang Pangan. Lalu juga ada Undang-undang no 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Kemudian ada juga Peraturan Pemerintah no 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan.
Green food product juga banyak diklaim oleh produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang yang menggunakan plastik atau kaleng dari logam. Hal ini diatur oleh standar internasional ISO 14021 pasal 7.7 yang menyatakan bahwa klaim produk yang recycleable harus disertai informasi mengenai fasilitas daur ulang.
Maka akan ada konsekuensi produsen dan distributor untuk menyediakan anggaran dalam hal pengumpulan dan pemilahan pada kemasan bekas.
Refleksi Kritis Anak Indonesia tentang Krisis Lingkungan Hidup
Oleh : Alfinda Agyputri, Tiffany Deshiant Pawetry, Nuri Mandan Sari, Raisa Aurora, Vicko Gestantyo Anugraha, Vierna Tasya Wensatama, Adhiah Juliarti Harahap, Vera Astuti, Nicky Putri Santoso, Yudistira Riyadi Timotius, Nurul Khusnul Khotimah, I.G.A Sri Gayatri Kancana Dewi, Gadis Wulandari, Stevy Liura, Winner Indi Manega, Gladistria Putri Paputungan, Dela Nila Wijaya, Azmi Farah Fairuzya, Astari Mahfira, Nityaningrum
Penerbit : Aksara Pustaka, 2008
Tebal : 136 halaman
Anak sudah seharusnya diberi porsi untuk menyampaikan gagasan, aspirasi, kritik dan harapan karena mereka lah yang akan menghadapi masa depan dengan dampak dari kerusakan lingkungan akibat dari pemanasan global atau global warming dan perubahan iklim atau climate change.
Kerusakan lingkungan merupakan masalah dalam lingkungan hidup yang mencakup lingkungan alam dan lingkungan sosial. Hal ini dikarenakan kita merasa bahwa lingkungan hidup bukan lah milik kita sehingga kita tidak merasa memiliki perasaan untuk menjaga dan memeliharanya.
Kita seringkali menganggap bahwa lingkungan hidup sudah memang seharusnya ada untuk kita dan mendukung perikehidupan kita (take it for granted) tanpa menyadari bahwa di balik segala sesuatu yang lingkungan hidup berikan kepada kita terdapat tanggung jawab yang besar.
Bencana alam sesungguhnya merupakan akibat dari manusia sehingga merusak keseimbangan ekonomi akibat banyaknya rantai ekosistem yang terputus dan kemudian merugikan secara ekonomis dan bahkan menimbulkan bencana alam.
Pemanfaatan rantai ekosistem yang tepat dapat memberikan manfaat ekonomi lebih tinggi, memperkecil ketergantungan input dan menjaga kelestarian alam.
Rantai ekosistem yang terintegrasi dapat menciptakan produktivitas yang optimal, efisien dan berkelanjutan.
Namun, kita sebagai aktivis tidak hanya sebatas membuat artikel, sekedar isyarat dan sebatas kata.
Kita harus bergerak nyata, misalnya dnegan membuat tempat sampah yang layak, membuat lubang biopori untuk membuat sampah organik dan menggunakan mesin dengan bahan bakar biofuel sehingga dapat mengurangi efek rumah kaca, serta menanam sebutir benih pohon.
Pengantar Komprehensif tentang Pemanasan Global
Oleh : Dadang Rusbiantoro
Penerbit : O2 Penembahan Yogyakarta, 2008
Tebal : 114 halaman
Sebuah film dokumenter yang layak kita tonton mengenai pemanasan global atau global warming yang berjudul The Inconvinet Truth yang mendapatkan penghargaan Academy Award atau Oscar pada tahun 2006.
Pemanasan global adalah akibat dari Efek Rumah Kaca yang dapat menimbulkan perubahan suhu udara, curah hujan dan musim.
Efek Rumah Kaca adalah penyebab akumulasi panas di atmosfer yang dapat menyebabkan perubahan iklim global.
Gas-gas yang menjadi penyebab Efek Rumah Kaca adalah karbondioksida dan metana yang menjadi perangkap radiasi dari sinar matahari sehingga gas ini menyerap dan memantulkan kembali akibatnya bumi semakin menghangat, mekanisme ini sama seperti yang terjadi di rumah-rumah kaca perkebunan di negara sub-tropis.
Iklim adalah kondisi rata-rata suhu, curah hujan, tekanan udara dan angin dalam jangka waktu yang panjang (30-100 tahun) atau inter centennial pada suatu wilayah.
Saat ini bumi sedang mengalami perubahan iklim atau climate change yaitu seperti banjir, longsor, kekeringan, gagal panen, gagal tanam, kebakaran hutan, gelombang pasang, dan angin puting beliung.
Dunia menyadari ini sehingga kemudian diadakan pertemuan pada tanggal 1 hingga 10 Desember 1997 yang diikuti oleh 2.200 delegasi dari 158 negara yang menghasilkan Protokol Kyoto, dimana negara-negara akan berkomitmen untuk mengurangi emisi karbondioksida dan 5 gas rumah kaca melalui metodologi untuk menghitung penurunan emisi.
Terdapat 3 mekanisme dalam Protokol Kyoto, yaitu Clean Development Mechanisme, Joint Implementation dan Emision Trading.
Bagi negara berkembang tidak ada kewajiban untuk menurunkan emisi, namun harus melaporkan emisi melalui kegiatan inventarisasi dengan metode yang telah ditentukan. Hal ini dikarenakan mitigasi perubahan iklim bagi negara berkembang masih merupakan langkah yang mewah yang memerlukan teknologi tinggi dan dana yang besar.
Contoh dari perusahaan besar dari negara maju yang menerapkan green company, misalnya:
Langkah Mudah Menyelamatkan Bumi dari Kisah-kisah Inspiratif Seorang Duta Lingkungan
Oleh : Valerina Daniel
Penerbit : Mizan Media Utama, 2009
Tebal : 237 halaman
Valerina Daniel adalah runner up Putri Indonesia tahun 2005 yang kemudian didaulat oleh sebuah LSM untuk menjadi Putri Puspa dan Lingkungan.
Tanda-tanda climate change atau perubahan iklim sudah sering nampak, mulai dari pergeseran musim kemarau dan musim hujan, ombak tinggi, kekeringan, banjir hingga angin puting beliung.
Matahari pun semakin tidak ramah, berjemur dibawah matahari dapat menyebabkan penyakit kanker kulit karena sinar ultraviolet.
Hal ini dikarenakan global warming atau pemanasan global yang disebabkan oleh gas rumah kaca, sehingga selimut bumi menjadi semakin tebal. Normalnya konsentrasi gas rumah kaca adalah 350 ppm, namun pada tahun 2007 saja terjadi kenaikan menjadi 430 ppm.
Gas rumah kaca ini terdiri dari CO2 (75%) yang dihasilkan kegiatan industri dan transportasi, lalu CH4 (18%) yang dihasilkan dari pembusukan materi organik, kemudian CFC (14%) yang dihasilkan dari kulkas dan Ac.
Data dari WWF, sektor transportasi sendiri menyumbang sebesar 37% emisi CO2 yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Sedangkan listrik menyumbang sebesar 19% untuk emisi CO2.
Dalam 1 tahun, lebih dari 30 milyar Kwh listrik terbuang sia-sia akibat dari kita lupa mematikan komputer dan monitor.
Status Lingkungan Hidup Indonesia tahun 2007 menyatakan bahwa pada kurun waktu tahun 2000 hingga 2006, setiap tahun Indonesia kehilangan hutan seluas 1,09 juta hektar.
Hutan tropis sebagai penyedia oksigen dunia dalam waktu 15 tahun, yaitu sejak tahun 1982 hingga tahun 1997, telah terjadi kebakaran hutan yang telah menghanguskan seluas 4.339.419 hektar di Indonesia.
Diperkirakan pada tahun 2030 nanti permukaan air laut akan naik 8 hingga 29 cm yang ini dapat menyebabkan 2000 pulau akan lenyap. Hal ini juga akan memundurkan garis pantai sehingga juga akan menghilangkan mata pencaharian beberapa orang di pesisir pantai.
Untuk itu kita perlu menerapkan konsep go green sebagai cara easy green living, yaitu dengan replace (mengganti dengan produk yang ramah lingkungan), lalu reduce (mengurangi sampah), kemudian reuse (menggunakan kembali sisa sampah) dan recycle (mendaur ulang).
Selain itu juga kita perlu hemat energi listrik, hemat BBM, hindari plastik dan tanam pohon.
Kantong plastik harus sangat kita hindari, karena kebanyakan kantong plastik tersebut berakhir menjadi sampah. Padahal plastik membutuhkan hingga 1000 tahun agar terurai secara alami, bandingkan dengan kantong kertas yang dapat terurai hanya dalam 1 minggu hingga 1 bulan saja.
Sekitar 3% plastik di dunia berakhir di laut, hal ini dapat membahayakan ekosistem laut. Belum lagi banyak binatang laut yang mati karena tersangku atau menelan plastik.
Dan hanya 1% saja plastik yang dapat didaur ulang.
Untuk memahami hal tersebut kita perlu mengetahui beberapa kode plastik mulai dari (1) PET, (2) Hdpe, (3) Pvc, (4) Ldpe, (5) Pp, (6) PS, dan (7) Pc, San, Abs dan Nylon.
Event besar dunia yang bisa menjadi contoh salah satunya Piala Dunia tahun 2006 di Jerman yang bekerja sama dengan Unep, badan PBB bidang lingkungan yang membuat program green goal dengan 4 sektor yaitu air, sampah, energi dan mobilitas.
Panduan Keberlanjutan (Sustainability)
Oleh : Leonard Tiopan Panjaitan, S.sos, MT, CSRS, CSRA
Penerbit : Penebar Plus, 2015
Tebal : 148 halaman
Climate change atau perubahan iklim merupakan pembuktian dari hukum alam yaitu hukum kekekalan energi yang dikemukakan oleh James Prescott Joule yang kita sebagai Hukum Termodinamika Pertama yaitu energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, namun energi hanya dapat diubah atau dikonversi dari satu bentuk ke bentuk yang lain atau dari satu energi ke energi yang lain.
Climate change disebabkan oleh terjadinya greenhouse gases atau gas rumah kaca yang diakibatkan dari karbondioksida, metan dan nitrogen dioksida yang dikeluarkan dari asap knalpot kendaraan, cerobong asap pabrik dan kebakaran hutan.
Ketiga gas rumah kaca tersebut tertinggal dan menumpuk di atmosfer sehingga kemudian menjebak sinar ultraviolet yang masuk ke bumi sehingga kemudian menimbulkan efek rumah kaca.
Untuk itulah diperlukan pendekatan Sustainability Business atau bisnis berkelanjutan adalah bisnis yang bertanggung jawab dengan menjaga keseimbangan lingkungan dan keadilan sosial. Sustainability berasal dari bahasa Latin dari kata sustinere yang mempunyai arti bertahan lama atau berkelanjutan. Berkelanjutan disini dengan pendekatan 3P yaitu People atau society, Profit atau economy dan Planet atau environment.
Memupuk Masa Depan Ramah Lingkungan bagi Si Buah Hati
Oleh : Manda Aufochs Gillespie
Penerbit : Metagraf, 2015
Tebal : 280 halaman
Green atau hijau sekarang tidak hanya sekedar salah satu warna, namun green bergeser menjadi mempunyai arti baru yaitu ramah lingkungan. Konsep green sejatinya bukan hal baru. Jika kita melihat dan mengingat kembali nenek dan kakek kita, sebenarnya mereka sudah menerapkan konsep green tersebut.
Nenek kakek kita senantiasa memakai ulang, mendaur ulang dan tidak banyak menggunakan barang. Memang benar bahwasanya keadaan lah yang membuat nenek kakek kita untuk menjadi ramah lingkungan.
Namun seiring waktu berjalan perubahan terus terjadi dengan sangat cepat. Kota-kota saat ini berusaha untuk beradaptasi dengan perubahan iklim. Dan sekarang sudah saatnya kita kembali kepada kesederhanaan hidup.
Contoh sederhana yang bisa kita lakukan adalah kembali menggunakan popok kain alih-alih menggunakan popok sekali pakai. Kenapa? Karena buang air di celana bukan merupakan sifat dasar manusia. Maka menjadi langkah yang tepat dan sehat untuk berhenti memakai popok sejak dini.
Tidak hanya popok, masalah mainan anak juga harus diperhatikan. Anak-anak masa kini memiliki terlalu banyak mainan. Sehingga mainan anak jumlahnya lebih banyak tetapi tidak untuk kualitas yang menjadi semakin lebih rendah.
Hal ini harus segera dihindari dan dikurangi. Tentu saja hal ini bisa dilakukan. Karena menginginkan banyak barang merupakan kebiasaan yang dipelajari, sehingga dapat dihilangkan.
Kita harus melakukan perubahan dari dunia yang lebih kecil, yaitu di rumah kita sendiri. Terlebih anak-anak merupakan pengharapan kita, mereka adalah masa depan kita. Benih memang masa lalu pohon, namun benih juga merupakan masa depan pohon.
Contoh yang lain adalah menghindari junk food dan berhenti minum kopi menggunakan gelas styrofoam yang sekali pakai.
Industrialisasi produksi makanan adalah penyebab perubahan drastis yang terjadi. Pada tahun 1940, populasi manusia di planet bumi hanya berkisar 2,5 miliar jiwa, namun saat ini jumlahnya membengkak menjadi 7 miliar jiwa.
Pertanian adalah sektor yang paling banyak menggunakan petroleum di dunia, sekaligus menjadi sumber pencemaran terbesar yang akhirnya menjadi penghasil emisi gas rumah kaca terbesar.
Oleh : Surna Tjahja Djajadiningrat, Yeni Hendriani, Melia Famiola
Penerbit : Rekayasa Sains, 2014
Tebal : 242 halaman
Di akhir abad ke-20 sudah timbul kesadaran manusia dengan aksi mengkoreksi proses industrialisasi oleh kaum environmentalis yang mengusung 3 pilar utama yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Kesemuanya tersebut terangkum dengan tajuk Green Economy atau Ekonomi Hijau yang diyakini menjadi solusi atas permasalahan lingkungan yang ada.
Gerakan tersebut akhirnya memuncak dengan disepakatinya Kyoto Protocol tentang perubahan iklim oleh United Nation Framework Convention on Climate Change yang menjadi referensi penting bagi negara-negara dalam rangka melakukan pembangunan tanpa merusak lingkungan sambil menurunkan emisi gas rumah kaca.
Green Economy merupakan paradigma pembangunan yang didasarkan pada resources efficiency (efisiensi sumber daya), sustainable consumption and production pattern (pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan) serta internalization the externalities (internalisasi biaya lingkungan dan sosial).
Paradigma ini menggusur paradigma ekonomi sebelumnya dengan memusatkan perhatian pada value (nilai).
Karena dirasa gratis sehingga terjadi eksploitasi besar-besaran. Hal ini dikarenakan ada anggapan bahwa obyek yang tanpa harga adalah "infinite".
Ada ide penerapan pajak lingkungan yang dengan melakukan pungutan yang dikenakan terhadap input dan output yang berkaitan dengan dampak lingkungan dengan tujuan agar dikurangi produksi zat pencemar sekaligus terkumpul dana yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lingkungan.
Jika sebelumnya kita mengenal konsep zero defect dengan pendekatan metode Total Quality Control dan Total Quality Management, lalu kemudian kita mengenal konsep zero inventory dengan pendekatan metode Just In Time dan Kanban, maka sekarang ini kita harus mengenal konsep zero emmision (nir-limbah), yaitu suatu konsep yang meniru tatanan lingkungan (ekosistem) yang tidak mengenal limbah, dimana limbah dari satu unsur akan dimanfaatkan oleh unsur lainnya.
Karena alam sebenarnya tidak mengenal sampah, sekali lagi karena di alam setiap output atau keluaran dari suatu proses menjadi input atau asupan bagi proses yang lain.
Latar belakang konsep green economy adalah apa yang disebut dengan "tragedy of pie commons" yaitu samudera, udara, ikan di laut, air tanah, hutan sebagai common property resources (sumber daya milik bersama) dimana berjuta-juta orang merasa menjadi pemilik yang mempunyai hak yang sama untuk memanfaatkan sumber daya milik bersama tadi, sehingga tidak ada aturan yang membatasi sehingga tidak ada mekanisme keseimbangan.
Solusi yang Kita Miliki dan Terobosan yang Kita Perlukan
Oleh : Bill Gates
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2021
Tebal : 251 halaman
Pada jaman pra-industri, sebelum sekitar abad ke-18, siklus karbon bumi kemungkinan seimbang, dalam artian tumbuhan menyerap karbon kira-kira sebanyak dengan apa yang dikeluarkan. Lalu kemudian kita menggunakan bahan bakar fosil yang terbuat dan yang tersimpan di bawah tanah yang berupa minyak, batu bara dan gas alam. Emisi gas rumah kaca naik drastis pada tahun 1850-an.
Sejumlah 51 milyar ton gas rumah kaca yang dibuang ke atmosfer setiap tahunnya. Gas rumah kaca ini akan menjebab panas sehingga menyebabkan suhu menjadi naik, lalu berujung pada perubahan iklim hingga bencana iklim yang berdampak negatif pada lingkungan dan manusia.
Untuk itu, tidak cukup jika kita hanya mengurangi emisi karbon, namun harus menghilangkannya. Karena dengan penurunan emisi menjadi 50% pun tidak akan menghentikan kenaikan suhu dan tidak akan dapat saja, hanya sekedar memperlambat saja.
Perlu diketahui, kenaikan suhu 2 derajat Celcius saja akan dapat banyak menyebabkan masalah. Saat ini, rata-rata global sudah naik kisaran 1 derajat Celcius dibandingkan jaman pra-industri. Diperkirakan akan naik hingga 3 derajat di pertengahan abad ke-21, dan 4-8 derajat Celcius di akhir abad ke-21.
Adalah Bill Gates, yang selama ini kita kenal sebagai expert di perangkat lunak, namun dimulai tahun 2000-an hingga saat ini aktif berbicara di depan umum, menulis buku dalam wadah Gates Foundation yang salah satu fokusnya pada bidang kesehatan global, yang juga berhubungan dengan kemiskinan energi.
Mengenai kesehatan global, apa yang terjadi di dunia sejak tahun 2020, yaitu Pandemi coronavirus, telah diingatkan oleh Bill Gates pada tahun 2015 saat beliau memberikan kuliah TEDx bahwa kita perlu membuat sistem untuk mendeteksi dan menanggapi wabah yang dapat menyebabkan pandemi secara global.
Karena pandemi tersebut menyebabkan kegiatan ekonomi melambat, gas rumah kaca juga berkurang 5% sehingga hanya menjadi 48-49 milyar ton karbon, namun untuk mencapai hal tersebut cukup mahal, dimana 1 juta orang meninggal dan puluhan juta orang kehilangan pekerjaan. Jumlah tambahan tingkat kematian global sekitar 14 per 100.000 orang per tahun.
Dalam perubahan iklim, sejatinya kelompok miskin yang dirugikan, misalnya mulai dari kondisi rentan, kekeringan hingga banjir. Perubahan iklim meliputi kejadian gelombang panas, kenaikan jumlah badai dan badai semakin parah. Diperkirakan perubahan iklim ini dapat menyebabkan jumlah tambahan tingkat kematian global sekitar 75 per 100.000 orang per tahun.
Sebanyak 27 persen dari semua emisi gas rumah kaca disebabkan oleh energi listrik yang berasal dari bahan bakar fosil, untuk itu kita disarankan menggunakan energi angin dan surya sebagai sumber energi terbarukan yang masih belum banyak digarap.
Namun, harus diingat masih tersisa 73%.
Bahan bakar fosil sangat akrab dan dekat dengan kita, dimulai dari plastik yang terkandung pada sikat gigi kita berasal dari minyak bumi. Beras dan roti yang kita makan saat sarapan pagi juga mempunyai kaitan dengan bahan bakar fosil, mulai dari pupuk, bensin dan sapi. Sebagian bahan baju yang kita kenakan dibuat dari turunan minyak bumi, kertas yang kita pakai dari pohon yang kita tebang juga menyebabkan emisi karbon. Dunia saat ini mengkonsumsi minyak sebanyak 4 miliar galon per hari.
Berkat inisiasi Bill Gates, akhirnya terbentuk kelompok Breakthrough Energy Coalition, yaitu berkumpulnya 26 investor yang kemudian menjadi organisasi Breakthrough Energy yang kemudian juga beserta 24 negara-negara meluncurkan Mission Innovation di konferensi iklim PBB di Paris pada tahun 2015.
Breakthrough Energy, mempunyai website breakthroughenergy.org, akan mendanai teknologi yang mampu menghilangkan setidaknya 500 juta ton per tahun, yaitu sekitar 1 persen emisi global per tahun.
Persetujuan Paris tersebut menyepakati bahwa 190 lebih negara setuju akan membatasi emisi, diperkirakan pada tahun 2030, dapat mengurangi 12 persen emisi karbon, yaitu sekitar 3 - 6 milyar ton emisi.
Eropa mengurangi jejak karbon sektor penerbangan setara 17 juta ton per tahun, atau sekitar 0,03 persen dari emisi global per tahun.
4 persen emisi global dari sapi.
10 persen emisi global dari pembuatan semen dan baja.
16 persen emisi global dari transportasi.
27 persen emisi global dari listrik.
Sapi? ya benar. Di dunia terdapat 1 milyar sapi yang mengeluarkan gas metana dari sendawa dan kentut setara 2 milyar ton karbondioksida.
Lambat laun solusi iklim inovatif telah diminati, karena selain dampak positif yang bagi manusia dan lingkungan, juga perusahaan dan industri nol karbon akan menjadi pemimpin ekonomi global di masa mendatang.
Solusi sederhana adalah penanaman hutan mangrove, karena pohon ini dapat hidup di air bergaram yang mempunyai beberapa fungsi, mulai dari mengurangi luapan air, mencegah banjir rob, melindungi habitat ikan hingga dapat memperbaiki mutu air. Hutan mangrove secara global dunia dapat menghindari kerugian akibat banjir hingga $80 milyar per tahun. Hutan mangrove lebih murah daripada kita membangun pemecah ombak.
Hingga solusi yang lebih kompleks, geoengineering, untuk mengkompensasi pemanasan akibat gas rumah kaca dengan mengurangi jumlah cahaya matahari yang masuk ke bumi sekitar 1 persen, yaitu dengan mendistribusi zarah-zarah sangat halus di lapisan atas atmosfer bumi. Lainnya adalah membuat awan menjadi berwarna cerah dengan menyemprotkan garam sehingga dapat mendinginkan bumi.
Dalam mengatasi perubahan iklim ini, semua harus bekerja sama, harus saling membantu. Membantu pihak lain juga merupakan demi kepentingan kita sendiri, karena suhu tidak akan berhenti naik di Asia jika di emisi tidak berhenti naik di Afrika misalnya. Semua saling terkait.
Untuk itu Revolusi Hijau harus segera digalakkan.
Oleh : Hermawan Kartajaya Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2015 Tebal : 239 halaman Marketing 1.0 : Product centric marketing, dimana obj...