Thursday, April 13, 2006

Trump

The Way to The Top
Nasihat Bisnis Terbaik yang Pernah Saya Dapatkan


Oleh : Donald Trump

Penerbit : PT Bhuana Ilmu Populer, 2006
Tebal : 278 halaman


Seorang setenar dan sehebat Donald Trump pun bertanya dan belajar bisnis kepada orang lain. Ya, dalam buku ini terdapat 154 saran dan nasihat dari 154 pengusaha lain yang sukses.

Menurut Donald Trump, di untuk menjalankan bisnis Amerika akan membutuhkan kerja keras, kecerdasan dan ketekunan yang sama dengan yang dibutuhkan dengan seorang CEO perusahaan Fortune 500 yang memiliki banyak sumberdaya.

Nasihat pertama yang membekas di batin saya adalah dari Gerard J. Arpey, Presiden dan CEO American Airlines, yaitu " Pinjamlah uang di kala anda bisa, bukan di saat anda membutuhkannya".

Nasihat kedua yang juga mengena adalah dari Angelica Berrie, CEO Russ Berrie and Company Inc, yaitu bahwa "Jangan takut berbuat kesalahan, kamu selalu bisa memperbaikinya setelah itu, yang penting adalah mengumpulkan fakta-fakta dan membuat keputusan".

Nasihat ketiga dari Michael J. Critelli, Chairman dan CEO Pitney Bowes Inc, beliau berkata "Sadarlah bahwa imbalan dari kesuksesan mungkin saja terlambat".


Sukses Bekerja Hidup Sejahtera


Oleh : Uken Junaedi, SE. Ak

Penerbit : Dimensi Publisher, 2005
Tebal : 164 halaman


Sering kita mengeluh tidak sejahtera, sering kita mengeluh kapan kaya, tetapi kita hanyalah mengeluh dan mengeluh. Tidak ada perubahan cara bekerja, tidak ada perubahan dalam berpikir.

Bekerja kita asal-asalan, asal melewati waktu dan asal selesai. Tidak peduli kontribusi apa yang sudah kita berikan. Prestasi apa yang telah kita torehkan.

Kesuksesan tidak datang tiba-tiba, kesejahteraan tidak datang dari langit. Ikhtiar harus disempurnakan, niat harus diluruskan.

24 jam sehari, hampir 1/3 sampai 1/2 waktu kita digunakan untuk bekerja keras. Akan tetapi mengapa banyak orang yang sudah bekerja keras tapu hidupnya tidak pernah maju. Rupanya bekerja keras saja tidak cukup. Bekerja keras yang diiringi dengan bekerja cerdas, bekerja tangkas dan bekerja ikhlas adalah rumusnya.

Bekerja keras adalah bekerja dengan cara memaksimalkan kemampuan yang ada terutama peran energi atau tenaga yang dominan, dibanding prestasi lainnya, interval waktu untuk bekerja lebih panjang daripada interval waktu untuk istirahat.

Bekerja cerdas adalah bekerja dengan menggunakan kemampuan berpikir, kemampuan menganalisis dan kemampuan menyimpulkan masalah yang lebih dominan. Karena itu mampu mencari metode yang terbaik, dibandingkan dengan potensi lainnya, seperti potensi tenaga atau otot juga kelebihan hartanya.

Bekerja ikhlas adalah bekerja dengan berusaha melaksanakan program kerja sebaik mungkin dan merupakan tanggung jawab yang diembannya dimana yang benar-benar berhak menilai hasil prestasi kerjanya hanyalah Tuhan Yang Maha Adil yang telah menciptakannya. Penilaian orang lain tidaklah terlalu menjadi perhatiannya.

Bekerja tangkas adalah bekerja dengan segala potensi kemampuan yang telah dikuasainya termasuk menemukan metode yang baik dan benar, ideal hasil kerja sesuai target perusahaan akan berusaha diwujudkan tanpa mengesampingkan realitas yang terjadi pada proses pengerjaannya.

Tuesday, April 4, 2006

Kiprah Para Jawara

Seri Kekayaan yang Tersembunyi


Oleh : Kompas

Penerbit : Buku Kompas, 2003
Tebal : 207 halaman


Berisi 36 kisah para manusia yang berjuang menjadi yang terbaik. Diantaranya adalah yang patutu diteladani adalah Abdul Rahman. Bermula dari pembuat dan pedagang tempe sayur di kota Ngawi seperti yang lainnya.

Lalu Abdul Rahman melihat bahwa semakin banyak pembuat dan pedagang tempe seperti dirinya. Sehingga Abdul Rahman mempunyai ide yang berbeda dengan yang lainnya.

Abdul Rahman lalu melakukan eksperimen masih tetap dengan berbahan dasar tempe. Dia melakukan diversifikasi makanan, yaitu berupa keripik tempe. Hal tersebut terjadi pada tahun 1982.

Ternyata keripik tempe yang telah dia buat tidak semudah membalikkan telapak tangan dalam menjualnya. Karena di kala itu memang tidak umum makan keripik tempe, yang ada hanya keripik singkong dan keripik pisang.

Namun pada akhirnya buah kerja kerasnya terlihat dengan semakin banyaknya pembeli yang mencari keripik tempe buatannya. Sekarang sudah banyak tetangga kanan kirinya yang menjadi pembuat serta pedagang seperti dirinya, yaitu keripik tempe.

Dari Pikulan ke Restoran

Seri Kekayaan yang Tersembunyi

Oleh : Kompas

Penerbit : Buku Kompas, 2001
Tebal : 209 halaman


Buku ini merupakan kumpulan artikel dan kisah sukses 36 orang yang merintis usaha dengan perjalanan dalam kehidupan mereka yang penuh suka dan duka, jatuh bangun serta keringat dan air mata.

Kisah pertama adalah Widyanto yang saat sekolah di bangku SMP sambil berjualan bakso demi meringankan beban kedua orang tuanya. Saat lepas dari bangku SMA, Widyanto mencoba peruntungannya dengan pergi ke ibukota Jakarta.

Namun mencari kerja di Jakarta tidaklah semudah yang dia bayangkan. Kalaupun dapat pekerjaan tidaklah sesuai dengan yang diharapkan.

Sambil mencari kerja, Widyanto berusaha berjualan bakso, sebagai usaha yang pernah menjadi pengalamannya. Semula Widyanto menjajakan daganganya dengan berkeliling di daerah Pejompongan, Senayan, Kemandoran, hingga Kebon Jeruk.

Usaha baksonya tidak dinyana ternyata disukai oleh banyak orang.

Sehingga akhirnya Widyanto membuka lapak di Lapangan Tembak pada tahun 1983. Dengan mengambil karyawan dari kampungnya, Wonogiri usaha Widyanto berkembang hingga terdapat 12 outlet di Jabodetabek.

Saturday, April 1, 2006

Sikap Kerja 5S



Oleh : Takashi Osada

Penerbit : PPM, 2004
Tebal : 198 halaman


Di Jepang tidak ada minyak dalam tanah, tidak ada tambang bijih besi yang luas, tambang batu bara sedikit dan tidak ekonomis, hutannya kurus sehingga negeri Jepang tidak dapat menghasilkan cukup makanan bagi rakyatnya.

Dikarenakan tidak adanya sumber daya yang melimpah tersebut, orang Jepang akhirnya menyadari bahwa tidak ada yang diperoleh dengan gratis untuk itu harus bersedia belajar dengan sungguh-sungguh.

Sehingga usaha kooperatif banyak yang terkenal dan dipelajari misalnya gugus mutu yang diorginisir, program pengendalian mutu terpadu, kaizen, proses pabrikan tepat waktu atau just in time.

Kesemuanya itu mempunyai dasar sebagai langkah pertama yang cukup sederhana, yaitu 5S. Gerakan 5S dirancang untuk menghilangkan pemborosan. Aktivitasnya terbagi menjadi 5, yaitu

Seiri = Pemilahan
Seiton = Penataan
Seiso = Pembersihan
Seiketsu = Pemantapan
Shitsuke = Pembiasaan

5S mudah dipahami namun butuh kegigihan dan kebulatan tekada dalam menerapkannya. Untuk itu perlu usaha terus menerus dan kesanggupan untuk melihat apa yang penting dan memberikan perhatian secara mendetail.

5S mungkin tidak memberikan hasil yang dramatis
5S memberikan hasil dalam istilah praktek kerja yang lebih mudah
5S memberikan hasil dalam hal berkurangnya pemborosan waktu
5S memberikan produktivitas yang lebih tinggi
5S memberikan mutu yang lebih baik

Untuk itu 5S harus dilaksanakan sebagai usaha terpadu di seluruh perusahaan, tidak hanya pada karyawan pabrik, namun juga dari kalangan manajemen.

Featured Post

Rahasia Nusantara

Candi Misterius Wangsa Syailendra Penulis : Asisi Suhariyanto Penerbit : GagasMedia, 2024 Tebal : 274 halaman Budaya bukan sekedar kesenian ...

Related Posts