Wednesday, February 23, 2011

The Definitive Drucker

Tantangan Para Eksekutif Masa Depan
Nasihat Terakhir dari Bapak Manajemen Modern


Penulis : Elizabeth Haas Edersheim

Penerbit : PT Bhuana Ilmu Populer, 2008
Tebal : 334 halaman


Dunia manajemen itu datar hanya jika Anda memiliki sudut pandang secara industrial. Jika Anda hanya menginginkan biaya yang paling rendah, kemampuan akan muncul di setiap di dunia ini untuk mendapatkan biaya yang paling rendah.

Namun biaya bukanlah satu-satunya pertimbangan di dunia industri.

Pada abad ke-21, bisnis berada di dunia Lego. Perusahaan dibangun dari balok-balok Lego, yaitu Lego manusia, Lego produk dan Lego gagasan.

Dell adalah contoh klasik dari pabrikan Lego. Perusahaan itu telah mengatur penawarannya sedemikian rupa sehingga customer dapat memesan komputer sesuai dengan keinginannya masing-masing.

Amazon memberi contoh tentang pendekatan Lego dalam bidang ritel, perusahaan itu berhubungan dengan vendor-vendor lain yang memiliki keahlian dalam mebuat segala berbagai hal dari buku pelajaran hingga mainan.

Bisnis yang kita kenal dulu telah lenyap. Perusahaan tidak lagi menjual produk, mereka menjual pengalaman. Tidak ada lagi kompetitor, yang ada hanya solusi yang lebih baik dan lebih banyak pilihan yang dapat disatukan dengan lebih banyak cara.


#sinopsisbuku #resensibuku

Thursday, February 3, 2011

Makrifat Cinta Ahmad Dhani


Penulis : Agus Wahyudi

Penerbit : Narasi, 2010
Tebal : 92 halaman

Ahmad Dhani merupakan sosok yang kontroversial. Ditengah ketenarannya sebagai seorang musisi, banyak yang menilai bahwa sosoknya angkuh, arogan, mau menang sendiri.

Tak hanya itu, beberapa pemikirannya kerap dianggap sebagian masyarakat membawa ajaran yang sesat. Ini mungkin disebabkan lirik-lirik lagu Ahmad Dhani mengangkat ajaran sufisme.

Ahmad Dhani memang banyak terpengaruhi ajaran-ajaran sufisme sepertiRabi'ah al-Adawiyyah, Husain Manshur al-Hallaj, Abu Hamid al-Ghazali, Abdul Qadir al-Jilani, Ibn 'Arabi, Jalaluddin Rumi dan Syekh Siti Jenar.

Dimana pengaruh sufisme itu mengandung konsep manunggaling kawula-Gusti. Sebuah konsep satu kesatuan antara hamba (makhluk) dengan Tuhannya.


#sinopsisbuku #resensibuku

The Paradox of Choice

Why more is less
(Mengapa lebih itu justru kurang)


Oleh : Barry Schwartz

Penerbit : PT Bhuana Ilmu Populer, 2004
Tebal : 330 halaman


Tentu kita pernah bingung memilih saat akan membeli suatu produk. Bukan dikarenakan produk yang akan dibeli itu tidak ada stock atau tidak ada pilihan. Tapi lebih dikarenakan produk yang ada sangat amat banyak sekali.

Sehingga dikarenakan produk sejenis sangat banyak dan beragam, maka seorang konsumen akan kebingungan untuk menentukan pilihan.

Berbeda jika segala sesuatu itu simple dan sederhana. Sehingga pembeli tidak akan mengalami kebingungan. Memang benar bahwa mengapa lebih itu justru kurang.

Featured Post

The Jesus Family Tomb

Related Posts