Friday, January 28, 2022

Green Industry

Oleh : Dr. Arif Zulkifli, ST. MM.

Penerbit : Salemba Teknika, 2018

Tebal : 386 halaman


Pada tahun 1972 dilaksanakan Konferensi Stockholm dengan tema Only One Earth. Kemudian disusul dalam oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dikukuhkan tanggal 5 Juni sebagai hari lingkungan hidup atau World Environment Day. Serta lahir UNEP yaitu United Nations Environment Programme yang menjadi motor pelaksanaan sustainable development.

Tahun 1987 WCED (The World Commission on Environment and Development) mengeluarkan konsep sustainable development melalui Our Common Future dengan prinsip justice as fairness

Pada tahun 1992 diadakan UNCED (United Nations Conference on Environment and Development) dengan hasil Agenda 21 yaitu program luas untuk berinventasi di masa depan dengan tujuan menciptakan keselamatan, keamanan dan hidup yang bermartabat, salah satunya adalah pendekatan ekologi dengan memadukan konsep pengelolaan limbah konservatif dan konsep lingkungan yang disebut dengan green industry.

Green industry atau industri hijau adalah industri dimana dalam proses produksi mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan dengan kelestarian lingkungan hidup.

Sustainable development atau pembangunan berkelanjutan adalah upaya memadukan lingkungan hidup, sosial dan ekonomi dalam strategi pembangunan agar keutuhan lingkungan hidup dapat terjaga demi kesejahteraan hingga generasi masa depan.

Pembangunan berkelanjutan ini berkonsentrasi pada 3 pilar yaitu People, Planet dan Profit atau yang dikenal dengan 3P atau the triple bottom line of 21st century business

Sustainable manufacturing merupakan suatu pendekatan dalam menciptakan produk yang bebas polusi, hemat sumber daya alam, hemat energi, ekonomis dan aman bagi karyawan, masyarakat dan pelanggan.

Green planning mencakup 5 nilai lingkungan, yaitu diantaranya:

  • In front of process
  • Life cycle assesment (LCA)
  • Ruang terbuka hijau (RTH)
  • Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL)
  • Asuransi lingkungan

Sedangkan dalam green process mencakup 5 nilai lingkungan, yaitu sebagai berikut: 

  • Produksi bersih
  • Ekoefisiensi
  • Energi alternatif
  • Minimisasi
  • Reuse

Green Product dan pengolahan limbah mencakup 2 nilai lingkungan yaitu 

  • Green product / produk hijau
  • Limbah (cradle to grave and recycle)

Green selling mencakup pembahasan nilai lingkungan yaitu prinsip pencemar membayar (polluter pays principle).

Green customer service mencakup 5 nilai lingkungan, yaitu

  • Baku mutu lingkungan
  • Audit lingkungan
  • Sistem manajemen lingkungan (SML) ISO 14001
  • Proper
  • Corporate Social Responsibility (CSR)

 

Tuesday, January 18, 2022

Balanced Score Card

Suatu Pendekatan dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah

Oleh : Dr. Dadang Dally, M.SI

Penerbit : PT Remaka Rosdakarya, 2014

Tebal : 111 halaman


Buku ini berisi tentang hal yang sama dengan buku sebelumnya yaitu Balanced Scorecard yang tidak saja ditinjau dari sudut teoritis namun juga tinjauan praktis berupa pengalaman memimpin dunia pendidikan.

Balanced Score Card merupakan metode yang dikembangkan oleh Robert Kaplan dan David Norton untuk mengukur kinerja dalam tujuan mewujudkan tujuan dari perusahaan yang kemudian diintegrasikan dengan manajemen strategik.

Robert Kaplan dan David Norton menyimpulkan bahwa Balanced Score Card akan sukses jika digunakan untuk mendorong proses perubahan. Dalam evolusinya Balanced Scorecard mengalami pengkristalisasi menjadi Strategy Focused Organisation


Featured Post

Rahasia Nusantara

Candi Misterius Wangsa Syailendra Penulis : Asisi Suhariyanto Penerbit : GagasMedia, 2024 Tebal : 274 halaman Budaya bukan sekedar kesenian ...

Related Posts