Tuesday, May 22, 2012

Why We Do It

Upaya Menalar Perilaku individu ketika Berinteraksi dengan Ilmu Ekonomi


Oleh : Hidajat Hendarsjah

Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2009
Tebal : 118 halaman


Disini terdapat 18 studi kasus yang dikupas oleh penulis, dimana setiap kasus tersebut kadang susah dinalar, untuk itu kenapa perlu adanya study.

Misalnya adalah dalam halaman 99, dijelaskan dengan judul yang sangat mudah dipahami yaitu "Sudah Naik Gaji, Kok Masih Korupsi?".

Hal ini sulit dinalar tapi banyak kita temui. Para pesakitan di hotel rodeo yang terjerat karena kasus korupsi rata-rata mempunyai gaji yang sudah cukup tinggi plus latar pendidikan yang tinggi pula. Lalu apa yang salah dari tindakan korupsi ini.

Memang untuk menekan angka korupsi jika hanya dilakukan dengan meningkatkan jumlah gaji atau insentif tapi tidak dibarengi dengan penataan lingkungan kerja yang menghargai prestasi maka hanya berpengaruh dalam jangka pendek saja.

Penataan lingkungan kerja akan menghidupkan moral semua karyawan sehingga niscaya dapat mengurangi angka korupsi yang menjadi musuh bersama.

Saturday, May 12, 2012

Steve Jobs

Stay Hungry Stay Foolish
iMemoriam Sang Inovator Visioner


Oleh : tim grad

Penerbit : Gradien Mediatama
Tebal : 120 halaman


-------
Steve Jobs, seorang tokoh ikonik dalam dunia teknologi dan bisnis, adalah pendiri Apple Inc. dan salah satu inovator terbesar dalam sejarah industri komputer dan gadget. Meskipun beliau telah meninggalkan dunia ini pada tahun 2011, warisannya tetap hidup melalui produk-produk revolusioner yang telah mengubah cara kita hidup dan bekerja. Motivasi hidupnya, terutama motto "Stay Hungry, Stay Foolish," terus menginspirasi generasi setelahnya.

Steve Jobs lahir pada 24 Februari 1955, di San Francisco, California. Pada tahun 1976, bersama dengan Steve Wozniak dan Ronald Wayne, Jobs mendirikan Apple Computer di garasi orangtuanya. Apple I, komputer pertama yang mereka buat, menandai awal dari revolusi komputer pribadi.

Namun, pada tahun 1985, Jobs dipecat dari Apple setelah konflik internal. Meskipun demikian, kegigihan dan semangat inovasinya tidak padam. Ia mendirikan perusahaan komputer NeXT dan mengakuisisi The Graphics Group, yang kemudian menjadi Pixar Animation Studios. Jobs terus mengukir prestasi di luar dugaan, dengan film "Toy Story" yang diproduksi oleh Pixar menjadi film animasi pertama yang sukses secara komersial.

Pada tahun 1996, Apple mengalami kesulitan finansial dan kehilangan arah inovatifnya. Dalam situasi sulit ini, Apple mengakuisisi NeXT, dan pada tahun 1997, Steve Jobs kembali ke perusahaan yang ia dirikan. Kembalinya Jobs menjadi katalisator untuk transformasi besar-besaran.

Motto "Stay Hungry, Stay Foolish" menjadi terkenal melalui pidato komencemen Steve Jobs di Universitas Stanford pada tahun 2005. Pidato ini mencerminkan filosofi hidupnya yang mengajak orang untuk tetap lapar akan pengetahuan dan pengalaman, serta tetap berani mengambil risiko.

Di bawah kepemimpinan Jobs, Apple merilis sejumlah produk ikonik seperti iPod, iPhone, dan iPad. Inovasi desain dan fokus pada pengalaman pengguna menjadi ciri khas produk-produk Apple. Visinya yang jauh ke depan membantu perusahaan menjadi salah satu pemimpin global di industri teknologi.

Setelah pulang ke Apple, Jobs mengarahkan perusahaan untuk meluncurkan serangkaian produk yang mengguncang pasar. Inovasi tersebut tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat menyatu dengan kehidupan sehari-hari manusia.

Steve Jobs meninggal pada 5 Oktober 2011, meninggalkan warisan yang tak terhapuskan di dunia teknologi. iMemoriam untuk sang inovator visioner ini adalah penghargaan atas dedikasinya untuk mengubah dunia melalui teknologi yang revolusioner. Pemikiran terbuka, kreativitas tanpa batas, dan keberanian untuk menghadapi ketidakpastian adalah warisan berharga yang terus mengilhami para inovator masa kini.

Stay Hungry, Stay Foolish — motto itu tetap menjadi panggilan untuk terus mencari, belajar, dan berani bermimpi. Seiring berjalannya waktu, Steve Jobs tidak hanya menjadi tokoh dalam sejarah teknologi, tetapi juga sosok yang mengajarkan kita tentang pentingnya mempertahankan semangat inovasi dan keberanian dalam menghadapi perubahan.

-------

Steve Jobs tidak menyelesaikan kuliahnya, setelah putus kuliah dari Reed College di Oregon, pada usia 21 tahun, Steve Jobs mengambil langkah penting untuk bekerja dengan Steve Wozniak, teman SMA yang berusia beberapa tahun lebih tua.

Steve Wozniak dikenal sebagai seorang jenius komputer. Mereka bekerja sama membangun usaha bersama dengan berkantor di garasi rumah orang tua Steve Jobs, di Lembah Silikon. Apple Computer dibentuk pada 1 April setelah mereka berkreasi dengan menghasilkan circuit board computer.

Lalu mengapa nama buah apel digunakan sebagai nama perusahaan Steve Jobs. Berikut beberapa fakta yang berhubungan dengan pemberian nama Apple.

Steve Jobs pernah bekerja selama musim panas di perkebunan apel.
Steve Jobs mengagumi label rekaman Beatles, yakni Apple.
Steve Jobs merasa buah apel adalah buah yang paling smepurna.

Sedangkan untuk logo, mereka sempat memutuskan menggunakan pohon dan banner yang mengatakan Apple Computer. Namun Steve Jobs mengatakan bahwa di butuh logo yang lebih sederhana. Mereka pun memilih buah apel seperti logo sekarang, tapi buah apel yang utuh yang tanpa digigit. Karena merasa bentuknya seperti buah jeruk, maka diputuskan dimodifikasi menjadi apel yang digigit.

Salah satu ucapan dari Steve Jobs yang dikenang adalah saat memberi pidato di Stanford University pada tahun 2005, yaitu "Anda harus menemukan apa yang Anda sukai.Dan itu benar adanya berkenaan dengan pekerjaan Anda. Pekerjaan Anda akan mengisi sebagian besar hidup Anda, dan satu-satunya cara untuk benar-benar puas adalah melakukan apa yang Anda yakini sebagai pekerjaan besar. Dan satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah mencintai apa yang Anda kerjakan.


#sinopsisbuku #resensibuku

Featured Post

The Jesus Family Tomb

Related Posts