Sunday, January 12, 2014

Supply Chain Management

Edisi Kedua


Oleh : I Nyoman Pujawan & Mahendrawathi ER

Penerbit : Guna Widya, 2010
Tebal : 320 halaman


Buku ini tepat bagi akademisi dan praktisi yang ingin mempelajari Supply Chain Management, daftar isi dari buku ini adalah sebagai berikut
  1. Pengantar tentang Supply Chain Management
  2. Strategi Supply Chain
  3. Perancangan Produk Baru dalam Perspektif Supply Chain Management
  4. Merancang Jaringan Supply Chain
  5. Pengelolaan Permintaan dan Perencanaan Produk
  6. Mengelola Persediaan pad Supply Chain
  7. Manajemen Pengadaan
  8. Manajemen Transportasi dan Distribusi
  9. Distorsi dan Bullwhip Effect
  10. Pengukuran Kinerja Supply Chain
  11. Teknologi Informasi dalam Manajemen Rantai Pasok
  12. Internasional Supply Chain

-------
Supply Chain Management (SCM) atau Manajemen Rantai Pasok adalah pendekatan terintegrasi untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan alur barang, jasa, informasi, dan dana dari pemasok hingga konsumen akhir. SCM mencakup semua aktivitas yang terlibat dalam mengubah bahan mentah menjadi produk jadi dan mengirimkannya ke pelanggan.

Tujuan utama SCM adalah menciptakan nilai tambah untuk pelanggan sambil mengurangi biaya operasional dan meningkatkan keuntungan. Melalui kolaborasi yang baik antara pemasok, produsen, distributor, dan pelanggan, SCM dapat meningkatkan respons terhadap pasar, meminimalkan risiko, dan memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan.

Strategi Supply Chain (SC) merujuk pada rencana jangka panjang yang dirancang untuk mencapai tujuan bisnis melalui optimalisasi rantai pasok. Strategi ini melibatkan pemilihan metode, proses, dan alat yang tepat untuk mengelola aktivitas dalam rantai pasok guna mencapai efisiensi, responsibilitas, dan nilai tambah yang maksimal. 

Strategi Supply Chain yang efektif harus selaras dengan tujuan bisnis umum, dan dapat beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungan bisnis atau pasar. Perusahaan yang menerapkan strategi ini dengan baik dapat mencapai efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Perancangan Produk Baru (New Product Design) adalah proses menciptakan produk atau layanan yang memenuhi kebutuhan pelanggan dan memberikan nilai tambah. Dalam perspektif Supply Chain Management (SCM), perancangan produk baru memiliki dampak signifikan pada efisiensi dan kinerja keseluruhan rantai pasok. 

Melalui pendekatan yang terintegrasi antara perancangan produk baru dan SCM, perusahaan dapat mencapai efisiensi operasional, mengurangi risiko pasokan, dan meningkatkan responsibilitas terhadap perubahan pasar. Integrasi yang baik antara tim perancangan produk, manajemen produksi, dan rantai pasok dapat menghasilkan produk yang lebih kompetitif dan responsif terhadap permintaan pelanggan.

Merancang jaringan supply chain melibatkan penentuan struktur dan konfigurasi dari keseluruhan rantai pasok perusahaan. Tujuan utamanya adalah menciptakan jaringan yang efisien, responsif, dan beradaptasi dengan perubahan permintaan dan kondisi pasar. 

Merancang jaringan supply chain yang optimal membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dan mempertimbangkan berbagai elemen yang saling terkait. Dengan merancang jaringan yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan responsibilitas terhadap perubahan pasar, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Pengelolaan Permintaan dan Perencanaan Produk merupakan aspek kritis dalam Supply Chain Management (SCM). Mereka berkaitan dengan cara perusahaan merespon dan merencanakan untuk memenuhi permintaan pelanggan dengan efisien. 

Pengelolaan Permintaan dan Perencanaan Produk harus diintegrasikan dengan baik untuk mencapai keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Prediksi permintaan yang akurat membantu dalam perencanaan produk yang tepat, sementara strategi perencanaan produk yang baik memastikan ketersediaan produk saat dibutuhkan.

Dengan pengelolaan permintaan dan perencanaan produk yang baik, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, mengoptimalkan rantai pasok, dan mencapai keunggulan kompetitif dalam pasar yang dinamis.

Manajemen Pengadaan adalah suatu pendekatan strategis dan operasional untuk mengelola seluruh proses pengadaan barang dan jasa yang diperlukan oleh suatu organisasi. Hal ini melibatkan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengelolaan berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh barang atau jasa dengan efisien dan efektif. 

Manajemen Pengadaan yang efektif dapat membantu organisasi mencapai penghematan biaya, meningkatkan efisiensi, dan memastikan keberlanjutan pasokan yang andal. Selain itu, manajemen pengadaan yang baik juga mendukung citra perusahaan dalam hal transparansi, keadilan, dan keberlanjutan.

Manajemen Transportasi dan Distribusi merupakan bagian penting dari Supply Chain Management (SCM) yang bertanggung jawab atas perencanaan, implementasi, dan pengendalian aliran barang dari pemasok hingga pelanggan. Proses ini mencakup aktivitas transportasi fisik dan distribusi barang secara efisien dan efektif. 

Manajemen Transportasi dan Distribusi yang efektif dapat membantu meningkatkan ketersediaan produk, mengurangi biaya operasional, dan memberikan layanan pelanggan yang lebih baik. Selain itu, integrasi teknologi dan strategi keberlanjutan dalam manajemen transportasi dan distribusi dapat membantu mencapai efisiensi dan responsibilitas yang lebih baik.

Teknologi Informasi (TI) memainkan peran kunci dalam meningkatkan efisiensi, ketepatan waktu, dan visibilitas dalam Manajemen Rantai Pasok (SCM). Penerapan teknologi informasi yang tepat dapat membantu perusahaan mengoptimalkan operasi mereka, mengurangi biaya, dan meningkatkan responsibilitas terhadap perubahan pasar. 

Penerapan teknologi informasi yang canggih ini membantu perusahaan dalam mengelola rantai pasok mereka secara lebih efisien, responsif, dan adaptif terhadap perubahan pasar. Dengan akses ke informasi yang lebih baik dan otomatisasi proses, perusahaan dapat mencapai efisiensi operasional yang lebih tinggi dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan.

Friday, January 10, 2014

Bicaralah Agar Diperhitungkan

Cara Berlatih untuk Berbicara dan Menyajikan Ide dalam Sebuah Tulisan


Oleh : Lutfi Khaerudin, dkk
Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2014
Tebal : 135 halaman


Agar diperhitungkan kita memang harus berbicara sekaligus menulis. Tidak selalu content is king, atau isi adalah yang terpenting, namun presentasi juga haruslah baik. Pilihan kata atau diksi yang variatif juga menunjukkan pembendaharaan kata-kata dan menunjukkan associative inteligence.

Tulisan menunjukkan kecerdasan, kekayaan pengetahuan yang bersumber dari bacaan, pengalaman hidup dan harapan serta jati diri dari penulis.

Untuk sukses maka kita harus tetap berjalan menuju ujung jalan dan disiplin. Untuk sukses kita harus senantiasa menabur benih, menyiangi, menyiram dan memupuknya hingga berbuah manis.

Kita juga harus sering mencoba, berlatih dan terus berlatih sehingga semakin terbiasa untuk melakukannya. Berani bermimpi, berani mencoba, berani tanpa putus asa dan rasa takut. Jika gagal maka coba lagi hingga bisa.

Ledakkan kekuatan pikiran dengan autosugesti diri secara terus menerus dan visualisasikan impian kita senyata mungkin. Karena apa yang dibayangkan oleh pikiran kita dan kita yakini, maka pasti akan terwujud.

Saat mimpi dan sukses menjadi terwujud, maka saat itu rasa syukur kepada Tuhan tiada henti.


Featured Post

The Jesus Family Tomb

Related Posts