Sunday, February 7, 2021

Your Journey to be The Ultimate U


Oleh : Rene Suhardono

Penerbit : PT Kompas Media Nusantara, 2011

Tebal : 260 halaman


Pekerjaan adalah alat, sementara karier adalah totalitas.

Itulah ungkapan yang cukup menampar dan menyadarkan aku dalam meniti karier. Bukan hanya dalam buku ini saja Rene berhasil memikirkan ulang mengenai arti kata bekerja, namun juga dari buku sebelumnya, yaitu buku Your Job is Not Your Career.

Banyak sekali petikan kata dan frase yang sangat mengena di hati. Beberapa diantaranya aku catat dalam artikel disini.

Salah satunya adalah sebagai sesama anak tunggal, kita sama-sama awam terhadap sibling rivalry, yang terkadang menyulitkan saat berinteraksi sehingga muncul kesan terlalu angkuh.

Tidak semua interaksi harus berujung pada kesepahaman dan kesepakatan, namun dalam diskusi akan semakin memperkaya pemahaman.

Proses adalah proses berkelanjutan yang menjadikan diri sendiri dalam versi terbaik. Tahu, paham dan mampu bukanlah tujuan, namun work-in-progress dari kehidupan. Pendidikan bukan tentang what to learn, namun how to learn.

Passion tidak sama dengan hobby, ungkapan yang tepat adalah hobby adalah pekarangan passion. Menguangkan passion bermula dari kita menyakini cerita hidup sendiri. Namun dalam karier faktor passion saja tidak cukup, ada pertimbangan bisnis, dinamika organisasi, kebutuhan mendapatkan pengajuan dan komplikasi lainnya.

Karier adalah tentang pemenuhan kebahagiaan dan ketercapaian (fulfillment). Karier mempunyai tujuan kebahagian dan makna. Oleh karena itu karier setidaknya harus dijalankan dengan passion (what you enjoy the most), purpose (what matters the most) dan values (what we believe in life).

Saat berbicara itu adalah mengenai apa yang telah kita ketahui, namun saat mendengar itu adalah yang diketahui oleh orang lain.

Visi adalah sinergi antara passion, purpose dan talenta.

Loyalitas paling berharga adalah kontribusi, bukan sekedar setia seiring waktu.

Sukses adalah jujur, syukur dan hening akan keberhasilan diri yang terbaik (self-best).

Work life balance bukan sekedar pembagian waktu, namun juga mengenai prioritas diri dan prioritas dalam hidup, terutama bahwa pencapaian dan peruntukan kerja itu sendiri adalah untuk keluarga.

Thursday, February 4, 2021

Henry Ford dan Ford

Kisah Sukses Bisnis


Oleh : Michael Pollard

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 1998

Tebal : 95 halaman


Henry Ford lahir pada tanggal 30 Juli 1863 di Greenfield, Michigan.

Pada tahun 1865 baru berakhir Perang Saudara di Amerika, sehingga kebutuhan meningkat terutama dalam bidang keterampilan manufakturing. Saat ini juga ditandai generasi baru Amerika yang lebi tertarik pada masa depan industri daripada sektor pertanian.

Begitu juga Henry Ford yang lebih tertarik pada hal mekanik seperti memperbaiki engsel pintu, hingga alat pemotong. Termasuk juga jam, gerakan roda, pegas dan bandul. Usia 16 tahun Henry Ford telah bekerja sebagai montir.

Orang tua Henry Ford mengajari hidup hemat, menghindari pemborosan, menghargai kerja keras yang nanti akan membawa gaya manajemen dari kepemimpinan Henry Ford. Saat muda, Ford selalu lebih serius, bersemangat. Dia tidak suka minuman keras dan merokok.

Tahun 1896, mobil Ford pertama berhasil diluncurkan.

Tahun 1899, berdirilah Detroit Automobile Company.

Tahun 1900, perusahaan Henry Ford dililit hutang lalu dibubarkan. Lalu berdirilah Henry Ford Company.

Tahun 1901, mobil balap Henry Ford memenangkan juara balapan, dengan rekor kecepatan 147 km per jam.

Tahun 1903, muncul gagasan dari Henry Ford untuk membuat mobil yang siap pakai. Kemudian berdirilah Fort Motor Company. Perusahaan ini menyadari perlunya cara kerja yang efisien, mengurangi waktu tunggu dengan membuat konsep konveyor sehingga meningkatkan produktifitas.

Tahun 1905. Henry Ford mengumumkan akan membuat 10.000 unit mobil dengan harga $ 400 per unit. Banyak direktur yang kecewa dan keluar, sehingga Fort lalu membeli saham-saham mereka.

Tahun 1915, modal Fort tumbuh menjadi 29 juta dollar dari semula 900 dollar di tahun 1903.

Tahun 1927, mobil Fort model T yang ke 15.007.033 keluar dari perakitan sebagai mobil terakhir model tersebut.

Prinsip pertama dan utama dalam produksi massal adalah "pekerjaan harus dibawa kepada pekerja".


Featured Post

Rahasia Nusantara

Candi Misterius Wangsa Syailendra Penulis : Asisi Suhariyanto Penerbit : GagasMedia, 2024 Tebal : 274 halaman Budaya bukan sekedar kesenian ...

Related Posts