Thursday, March 20, 2008

Baby Language

Mengajarkan Bahasa Isyarat kepada Bayi


Oleh : Monta Z. Briant

Penerbit : PT Bhuana Ilmu Populer, 2004
Tebal : 183 halaman


Pernah mengalami mempunyai bayi yang menangis tampa menginginkan sesuatu namun tidak dapat diungkapkannya karena kendala belum bisa bicara?

Pasti hati kita sedih karena ingin memenuhi keinginannya namun tidak bisa.

Oleh karena itu hadirlah buku ini, yang membantu agar anak mudah mengungkapkan dan berkomunikasi dengan kita sebagai orang tuanya. Dan orang tua pun dapat mengerti dan memahami segala yang diutarakan oleh sang anak.

Disarankan dalam mengajari bayi melakukan bahasa isyarat sekaligus kita mengucapkan kata yang kita maksud, sehingga bayi akan lebih cepat dan mudah mempelajari kata yang hendak diucapkan. Dan juga perlu dikombinasikan kata yang kita isyaratkan dengan ekspresi wajah.

Misalnya bahasa yang ingin diucapkan adalah berhenti, maka bahasa isyarat yang kita gunakan adalah sisi telapak tangan yang satu bergerak cepat ke bawah yang satunya mewakili sesuatu yang berhenti dengan cepat.

Lalu contoh lain misalnya dingin, bahasa isyarat yang kita gunakan adalah bahu agak membungkuk dan tangan mengepal seperti sedang kedinginan.

Chrisye

Sebuah Memoar Musikal


Oleh : Alberthiene Endah

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2007
Tebal : 373 halaman


Christian Rahadi lahir di Jakarta pada tanggal 16 September 1949. Masa kecil Chrisye, nama akrab dari Christian Rahadi, seperti anak lain umumnya, bersekolah, bermain dengan teman-temain dan lain sebagainya.

Sepulang sekolah salah satu hobi Chrisye adalah bermain musik, dia terinpirasi dengan pemusik di jaman itu yaitu Frank Sinatra dan Beattles. Terutama saat tetangganya yaitu keluarga Nasution yang juga gandrung akan musik, mereka mempunyai band yang bernama Sabda Nada. Terkadang Chrisye mencoba memegang alat musik yang ada, dan alat pertama yang Chrisye coba adalah gitar bass.

Suatu ketika pemain bass Sabda Nada yang akan manggung sakit, lalu mereka mengajak Chrisye yang saat itu selain sering menonton saat Sabda Nada latihan juga tahu bahwa Chrisye dapat memainkan gitar bass.

Akhirnya Chrisye sering latihan dengan band Sabda Nada yang akhirnya merubah nama band menjadi Gipsy Band pada tahun 1969. Puncak dari band ini adalah saat dapat order manggung selama 1 tahun di Amerika pada tahun 1973.

Setelah kembali manggung dari Amerika, Guruh Sukarno Putra bergabung dengan Gipsy Band. Pada saat ini Chrisye menemukan vokal suaranya yang menjadi ciri khasnya sampai sekarang, yaitu penyanyi dengan suara lembut tapi berenergi.

Pada tahun 1975 Guruh Gipsy band yang dikomandani oleh Guruh Sukarno Putra melakukan rekaman yang sangat unik di jamannya yang dilakukan dengan sangat perfeksionis. Album Guruh Gipsy ini memperkenalkan ke publik bahwa Chrisye adalah seorang penyanyi bukan lagi personel band.

Pada tahun 1976 di Radio Prambors, mengadakan Lomba Cipta Lagu Remaja, dimana Sys NS menawari Chrisye untuk mengikuti lomba ini dengan menyanyikan lagu Lilin-Lilin Kecil ciptaan dari James F. Sundah. Dimana akhirnya pada lomba tersebut Chrisye tidak meraih juara pertama. Namun lagu Lilin-Lilin Kecil masuk dalam album pemenang di urutan ke-9.

Album tersebut memang tidak meledak, namun diluar dugaan lagu Lilin-Lilin Kecil yang dinyanyikan Chrisye meledak dan selalu diputar di radio-radio.

Disinilah titik balik Chrisye menjadi tenar dan menjadi legenda pemusik di Indonesia.

Sunday, March 16, 2008

Intelegensi Anak

Jurus Jitu Mengasah Otak Si Kecil


Oleh : Djoko Subinarto

Penerbit : Nexx Media Inc, 2005
Tebal : 127 halaman


Mempunyai anak memang suatu anugerah terindah yang pernah dimiliki. Namun jangan lupa kewajiban kita untuk merawat dan mengasuh anak.

Kewajiban merawat anak tidak dianggap sepele, terutama dalam mengasuh anak yang beranjak batita (bayi tiga tahun) hingga balita (bayi lima tahun). Karena ibarat kertas mereka masih putih, yang akan menjadi berwarna tergantung kita sebagai orang tuanya.

Untuk itu kita harusnya mempunyai pendekatan metode dalam pengasuhan anak. Salah satu buku panduan dalam mengasuh anak sekaligus mengasah otak anak adalah buku ini.

Salah satu hal yang menarik dalam buku ini adalah bagaimana sikap kita terhadap anak agar anak menghadapi resiko sehingga anak kita mempunyai pengalaman dan tantangan baru. Tidak perlu terlalu khawatir  terhadap resiko yang akan dihadapi si anak, asalkan tidak menyangkut keselamatan jiwa. Misalnya kita coba membiarkan anak yang tampak frustasi karena gagal menghidupkan mainan barunya. Kita tidak boleh terburu-buru ikut campur dengan memberi tawaran dengan "Sini, papa bantu kamu". Hal ini kan meruntuhkan mental dan rasa percaya diri sang anak dan akan menimbulkan ketergantungan.

Featured Post

Rahasia Nusantara

Candi Misterius Wangsa Syailendra Penulis : Asisi Suhariyanto Penerbit : GagasMedia, 2024 Tebal : 274 halaman Budaya bukan sekedar kesenian ...

Related Posts