Sebuah Memoar Musikal
Oleh : Alberthiene Endah
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2007
Tebal : 373 halaman
Christian Rahadi lahir di Jakarta pada tanggal 16 September 1949. Masa kecil Chrisye, nama akrab dari Christian Rahadi, seperti anak lain umumnya, bersekolah, bermain dengan teman-temain dan lain sebagainya.
Sepulang sekolah salah satu hobi Chrisye adalah bermain musik, dia terinpirasi dengan pemusik di jaman itu yaitu Frank Sinatra dan Beattles. Terutama saat tetangganya yaitu keluarga Nasution yang juga gandrung akan musik, mereka mempunyai band yang bernama Sabda Nada. Terkadang Chrisye mencoba memegang alat musik yang ada, dan alat pertama yang Chrisye coba adalah gitar bass.
Suatu ketika pemain bass Sabda Nada yang akan manggung sakit, lalu mereka mengajak Chrisye yang saat itu selain sering menonton saat Sabda Nada latihan juga tahu bahwa Chrisye dapat memainkan gitar bass.
Akhirnya Chrisye sering latihan dengan band Sabda Nada yang akhirnya merubah nama band menjadi Gipsy Band pada tahun 1969. Puncak dari band ini adalah saat dapat order manggung selama 1 tahun di Amerika pada tahun 1973.
Setelah kembali manggung dari Amerika, Guruh Sukarno Putra bergabung dengan Gipsy Band. Pada saat ini Chrisye menemukan vokal suaranya yang menjadi ciri khasnya sampai sekarang, yaitu penyanyi dengan suara lembut tapi berenergi.
Pada tahun 1975 Guruh Gipsy band yang dikomandani oleh Guruh Sukarno Putra melakukan rekaman yang sangat unik di jamannya yang dilakukan dengan sangat perfeksionis. Album Guruh Gipsy ini memperkenalkan ke publik bahwa Chrisye adalah seorang penyanyi bukan lagi personel band.
Pada tahun 1976 di Radio Prambors, mengadakan Lomba Cipta Lagu Remaja, dimana Sys NS menawari Chrisye untuk mengikuti lomba ini dengan menyanyikan lagu Lilin-Lilin Kecil ciptaan dari James F. Sundah. Dimana akhirnya pada lomba tersebut Chrisye tidak meraih juara pertama. Namun lagu Lilin-Lilin Kecil masuk dalam album pemenang di urutan ke-9.
Album tersebut memang tidak meledak, namun diluar dugaan lagu Lilin-Lilin Kecil yang dinyanyikan Chrisye meledak dan selalu diputar di radio-radio.
Disinilah titik balik Chrisye menjadi tenar dan menjadi legenda pemusik di Indonesia.
Belajar adalah sarana memperbarui diri, tanpa belajar kita akan terperangkap pada masa lalu
Thursday, March 20, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Featured Post
Related Posts
-
Oleh : National Geograhic Penerbit : Kompas Gramedia, Desember 2013 Tebal : 13 halaman Candi Kalasan dan Candi Ratu Baka. Jejak Sejarah Ag...
-
Memupuk Masa Depan Ramah Lingkungan bagi Si Buah Hati Oleh : Manda Aufochs Gillespie Penerbit : Metagraf, 2015 Tebal : 280 halaman Green at...
-
Edisi Kedua Oleh : I Nyoman Pujawan & Mahendrawathi ER Penerbit : Guna Widya, 2010 Tebal : 320 halaman Buku ini tepat bagi ak...
-
A Practical Manual for Job-Hunters and Career-Changers Oleh : Richard N. Bolles Penerbit : Ten Speed Press, 2005 Tebal : 400 halaman Outsour...
No comments:
Post a Comment