Wednesday, July 26, 2023

Babad Tanah Jawi

Penulis : W.L. Olthof

Penerbit : Buku Seru, 2017

Tebal : 800 halaman


Naskah Babad Tanah Jawi diterjemahkan dari buku yang berjudul Punika Serat Babad Tanah Jawi Wiwit Saking Nabi Adam Doemoegi ing Taoen 1647 ini disusun oleh W. L. Olthof di Belanda pada tahun 1941.

Tulisan dalam Babad Tanah Jawi ditulis oleh kerajaan Mataram yang isinya adalah silsilah raja-raja Mataram dengan menarik garis silsilah awal Nabi Adam, lalu silsilah dewa agama Hindu, tokoh Mahabharata, cerita Panji di Kediri hingga berakhir pada masa Kartasura.

Juga ada cerita mengenai Raja Brawijaya yang saat mendengar kabar bahwa banyak orang yang takluk kepada Sunan Giri, lalu Brawijaya mengutus patih Gajah Mada untuk mendatangi Sunan Giri. Pertempuran pun terjadi. Banyak prajurit dari Majapahit tewas, dan sisanya lari pulang ke Majapahit.

Di kemudian hari Sunan Giri meninggal dunia, lalu diganti oleh Sunan Parapen, cucunya. Mendengar hal ini raja Brawijaya memberi perintah kembali kepada patih Gajah Mada untuk merebut Giri. Sunan Parapen yang kalah kemudian mengungsi ke pantai.

Di lain hari, raja Brawijaya teringat akan putranya yang tinggal di Bintara. Singkat cerita Bintara kemudian hari akan berdiri kerajaan yang menjadi awal orang Jawa beragama Islam. Dengan raja yang pertama adalah Raden Patah yang menjadi raja Demak dengan gelar Senapati Jimbun Ngabdur Rahman Panembahan Palembang Sajidin Panatagama.

Wednesday, July 19, 2023

Bisnis Tanpa Tapi

Engga Pakai Nanti

Oleh : Ilnayuti Sari

Penerbit : CV Artha Kreasi Aksara, 2014

Tebal : 178 halaman


Apa pun bisnis yang ingin dan akan dijalani, kerjakanlah secepatnya sekarang, jangan nanti. Serta kerjakan saja tanpa banyak tapi.

Bisa jadi ide bisnis sudah ada di benak kepala kita, hanya saja kita tidak berani memulai.

Segera temukan role model bisnis yang ada.

Lalu amati, tiru dan modifikasi.


Tuesday, July 11, 2023

Filosofi Teras


Oleh : Henry Manampiring
Penerbit : PT Kompas Media Nusantara, 2019
Tebal : 312 halaman

Akhir-akhir ini banyak orang yang dilanda Major Depressive Disorder, yaitu istilah medis untuk penyakit depresi yang ditandai dengan kemurungan dengan bawaan sedih dan negative thinking serta selalu berpikir skenario jelek sehingga sering punya pikiran buruk, cemas dan tidak semangat.

Berdasarkan Survei Khawatir Nasional pada tahun 2017, generasi milenial yaitu orang yang lahir dalam kurun waktu tahun 1980 hingga 2000 merasa khawatir tentang hidup sebanyak 63%.

Merasa bahwa manusia saling menyakiti, saling menyinggung dan menyebalkan.

Kekhawatiran sehari-hari ini tidak bisa dianggap remeh.

Karena sumber dari segala kekhawatiran, keresahan ada di dalam pikiran kita. Dimana semua emosi dipicu oleh penilaian, opini dan persepsi kita sendiri.

Jangan biarkan dan jangan ijinkan kuasa kepada orang lain untuk mengganggu kita, karena sesungguhnya kita sepenuhnya yang bisa menentukan apakah kita akan terganggu oleh perilaku orang lain.

Balas dendam yang terbaik adalah dengan tidak berubah menjadi seperti sang pelaku. Stand your ground. Meskipun orang lain tersebut merupakan orang yang sangat judes, pemarah, tidak ramah dan tidak sopan. Kita harus tetap ramah.

Bahkan kita harus mengasihani, karena bisa jadi orang lain tersebut berbuat salah dan jahat seperti itu akibat ketidaktahuan (ignorant) atau dia tidak tahu bahwa dia tidak tahu.

Namun, tentu saja ada batasnya. Ibarat buah atau sayur terdapat ketimun pahit. Yang harus kita hindari bahkan kita buang. Begitu juga teman, ada teman palsu yang merupakan tipe manusia terburuk yang dapat mencelakakan kita, yang memiliki sifat toxic dan dapat merusak mental. 

Dan perlu diingat bahwasanya, bukan stress yang membunuh kita, namun reaksi atau respon kita terhadap stress yang dapat membahayakan diri kita sendiri.

Hal ini tidak bisa diselesaikan melalui aspek biologi yaitu obat saja, namun juga harus diselesaikan dengan faktor sosial dan psikologi. Kita bisa belajar dan mendalami apa yang disebut dengan Filosofi Teras.

Dengan menjalankan apa yang di dalam dari Filosofi Teras kita akan bisa merasa lebih tenang, damai, tidak mudah stress dan marah-marah.

Adalah Zeno seorang filsuf  pada tahun 300 SM yang mengajarkan filosofinya sendiri di teras berpilar yang dalam bahasa Yunani disebut dengan stoa. Sehingga ajarannya disebut dengan Stoisisme atau Filosofi Teras.

Ajaran Zeno diterapkan oleh Kaisar Marcus Aurelius yang merupakan salah satu dari 5 Kaisar yang Baik atau The Five Good Emperors.

Dalam Filosofi Teras, kebahagiaan bukanlah tujuan utama, namun lebih pada menekankan hal mengendalikan emosi negatif dan mengasah kebajikan dengan menggunakan nalar dan rasio, serta menjalani hidup sebaik-baiknya sesuai dengan peruntukan kita.

Kebahagian adalah efek samping ketika kita dapat memaknai hidup kita sendiri, sehingga tidak ada formula tunggal untuk mencapai kebahagiaan.

Atau yang bisa kita sebut dengan in accordance with nature (hidup selaras dengan alam).

Filosofi Teras lebih menekankan pada rasionalitas sebagai fitur unik yang dimiliki oleh manusia. Oleh karena itu kita jangan mengikuti hawa nafsu saja.

Sedangkan faktor sosial, manusia sebagai makhluk sosial seyogyanya tidak mengisolasi diri dan tidak memutuskan hubungan dengan sesama manusia. Untuk itu kita harus dapat hidup berdampingan dengan baik dalam masyarakat.

Hal-hal yang ada berada dalam kendali kita memiliki sifat merdeka, tidak terikat serta tidak terhambat. Sebaliknya dengan hal-hal diluar kendali kita seperti opini orang lain, perbuatan orang lain, bahkan termasuk kekayaan kita sendiri dan kesehatan kita sendiri. Jika kita menggantungkan kebahagiaan pada hal diluar kendali kita, maka hal termasuk merupakan hal yang tidak rasional yang dapat menjadikan kita sebagai budak. 

Mengenai kekayaan seseorang yang merupakan hal diluar kendali kita, sebelumnya kita harus mampu membedakannya dengan kualitas pribadi dari seseorang.

Dengan memahami 2 hal diatas, maka dapat kita ketahui bahwa kebahagiaan sejati hanya datang dari dalam. Dan kita tidak boleh menggantungkan kebahagiaan kepada sesuatu yang sewaktu-waktu bisa hilang.

Oleh sebab itu dalam Filosofi Teras ada yang lebih nikmat dari keinginan yang telah terpenuhi, yaitu tiadanya keinginan itu sendiri. Sehingga sangat penting kita benar-benar dapat mengenali apa yang kita inginkan.

Karena keinginan itu mendera, dan dapat membuat kita menjadi terobsesi.

Ini bukanlah pembenaran diri, atau menghibur diri jika ada sesuatu hal yang tidak kita capai.

Berbeda.

Terakhir, peristiwa negatif yang kita alami, anggaplah sebagai ujian, yang merupakan kesempatan untuk menjadikan kita sebagai diri pribadi yang lebih baik.

Kemenangan atas ujian atau cobaan tersebut seperti kesusahan hidup dapat kita peroleh dengan bertahan (endure) dan membuat lawan menjadi "lelah".

Tuesday, July 4, 2023

The Richest Man in Babylon

Oleh : George S. Clason

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2000

Tebal : 199 halaman


Minat yang lebih besar terhadap pekerjaan, konsentrasi yang lebih besar terhadap tugas dan pekerjaan, keuletan yang lebih besar dari usaha merupakan kunci sukses dalam bekerja. Namun hal-hal tersebut diatas tidaklah cukup.

Jika kehidupan kita tidak lebih dari sekedar hidup saja, artinya kita telah gagal mempelajari hukum-hukum dalam mengatur tumbuh dan kembangnya kekayaan. Sehingga bisa dikatakan jauh dari kata berhasil.

Keberhasilan adalah pencapaian dari usaha dan kemampuan kita, dengan persiapan yang tepat sebagai kunci dari keberhasilan tersebut.

Kita bisa meniru teladan dari orang-orang dari Babylonia Kuno yang terkenal bahwa penduduk Babylonia merupakan orang-orang yang cerdas dan pemikir yang ulet. Sehingga menjadikan Babylonia Kuno sebagai kota terkaya dan terkuat di zamannya.

Orang yang berhasil terutama dalam hal kekayaan pada umumnya saat masa mudanya telah berkontemplasi dan melihat banyak hal baik yang dapat membuat kita bahagia dan puas, dan kekayaan merupakan kekuatan serta dapat meningkatkan kebahagian dan kepuasaan tersebut.

Perlu diingat bahwa orang yang berhasil dan yang tidak sama-sama memiliki waktu yang banyak dan berkelimpahan. Orang yang tidak berhasil hanya akan membiarkan waktu berlalu begitu saja. Dan anak muda tentunya memiliki waktu yang berkelimpahan.

Pikiran anak muda bagaikan sinar cemerlang yang memancar seperti meteor, sedangkan kebijaksanaan orang tua seperti bintang yang bersinar tanpa berubah yang dapat menjadi gantungan penunjuk arah.

Jalan menuju kekayaan yang pertama adalah membayar diri sendiri dengan cara menyimpan sebagian pendapatan untuk disisihkan bagi diri sendiri, jumlah setidaknya adalah sepersepuluh atau 10 persen. Lalu berusahalah untuk menyesuaikan diri untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan 90 persen pendapatan.

Pengeluaran yang perlu memang akan selalu berubah sejalan dengan pendapatan yang kita peroleh, kecuali jika kita mau menentangnya. Untuk itu jangan kita kacaukan "pengeluaran yang perlu" dengan keinginan-keinginan kita. Karena keinginan akan terus berkembang tiada henti.

Untuk itu buatlah anggaran, dengan membuat dan menulis anggaran maka kita dapat mewujudkan keinginan yang paling didambakan, dan dengan mencatat anggaran maka akan terlihat celah-celah kebocoran dari keuangan kita. 

Jika kita disiplin dan jujur pada diri sendiri tentang kebutuhan hidup, maka kita tidak akan merasa kekurangan. Kebenaran dan kejujuran selalu sederhana. Kebenaran akan mengantar orang untuk keluar dari berbagai kesulitan dan berderap maju menuju gerbang keberhasilan.

Tips kuno dan tradisional yang perlu kita camkan adalah miliki rumah sendiri, agar biaya yang kita keluarkan untuk tempat tinggal tidak akan menguap sia-sia.

Berikutnya kita membuat agar emas bekerja kepada kita. Ibaratnya bangunlah sebuah pasukan dari budak-budak emas. Namun jangan salah jalan dengan sembarangan investasi. Jika membutuhkan nasihat tentang perhiasan datanglah ke pedagang permata, jika menginginkan nasihat tentang domba pergilah ke penggembala.

Untuk itu bergabunglah dengan orang-orang dan usaha-usaha yang keberhasilannya telah terbukti mantap sehingga harta kita dapat memberikan hasil berlimpah berkat keahlian orang tersebut.

Karena prinsip investasi adalah mengamankan modal pokok harta kita, dibalik itu terdapat resiko kemungkinan untuk kerugian. Untuk itu pelajari dengan benar kemampuan investasi membayar kembali dan kenali bahaya-bahaya yang mengikuti.

Kemujuran menunggu orang yang mau menerima peluang. Untuk membangun bisnis harus ada permulaannya. Dan keberanian mengambil langkah awal adalah kemujuran itu sendiri. Karena peluang tidak mau menunggu orang yang lamban. Sehingga kemujuran dapat dipikat dengan menangkap peluang.

Featured Post

The Jesus Family Tomb

Related Posts