Thursday, June 16, 2005

Muhammad, A Biography of the Prophet

Muhammad sang Nabi, sebuah biografi kritis


Penulis : Karen Armstrong

Penerbit : Risalah Gusti, 2004
Tebal : 409 halaman

Buku yang ditulis oleh Karen Armstrong ini dimulai dari kisah Muhammad versi orang Barat yang mendapatkan referensi Sang Nabi yang tidak benar, tidak akurat dan tidak lengkap. Sehingga digambarkan Muhammad sebagai musuh.

Lalu Karen Armstrong mengupas Muhammad sebagai utusan Allah mulai dari jaman jahiliyah saat kelahiran Muhammad tahun 570. Tahun tersebut disebut tahun Gajah dimana terdapat peristiwa bangsa Abyssinia yang iri pada sukses komersial Mekkah dan mencoba menjajah kota itu. Bangsa Abyssinia membawa pasukan gajah namun ketika gajah itu tiba di daerah yang disucikan di luar kota, gajah itu jatuh pada lututnya dan menolah berpindah atau bergerak, kemudian Tuhan mengirimkan segerombolan burung dari pantai yang menjatuhkan kerikil-kerikil beracun pada bangsa Abyssinia.

Di tahun 605 sebelum masa kenabiannya, posisi Muhammad mulai mengalami peningkatan. Terutama Muhammad dikenal sebagai orang dermawan dan baik hati kepada para fakir miskin. Puncaknya adalah saat orang-orang Quraisy melakukan perbaikan di Kabah. Saat selesai terjadi perselisihan dan perebutan klan Quraisy yang hendak meletakkan kembali Hajar Aswad. Dan seketika itu muncul Muhammad yang kembali dari perniagaan dan memberi solusi yang cerdik dan cerdas. Muhammad meletakkan Hajar Aswad di tengah-tengah jubah lalu diangkat bersama-sama oleh masing-masing klan Quraisy di tepi-tepi jubah.

Tahun 622 terjadi peristiwa yang jarang terjadi di Arab, yaitu hijrah atau pindah dari Mekkah ke Madinah. Dengan adanya hijrah bukan hanya terjadi perubahan geografi tapi juga perubahan cara pandang ummat sebagai komunitas yang berdasarkan pada agama, bukan persaudaraan saja. Sehingga Islam sejak saat itu mulai menjadi suatu kekuatan pemersatu.

Di tahun 632, sebelum Nabi Muhammad meninggal, ditahun yang sama beliau mengumumkan akan memimpin ibadah haji tahun itu dimana haji tersebut merupakan haji terakhir beliau yang disebut dengan Haji Wada' (Perpisahan).

Featured Post

Rahasia Nusantara

Candi Misterius Wangsa Syailendra Penulis : Asisi Suhariyanto Penerbit : GagasMedia, 2024 Tebal : 274 halaman Budaya bukan sekedar kesenian ...

Related Posts