Saturday, July 23, 2016

Al-Khawarizmi

Sang Penemu Aljabar


Oleh : Corona Bezina

Penerbit : PT Gramedia, 2013
Tebal : 119 halaman


Mempunyai nama lengkap Abu Ja'far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi atau terkadang juga dikenal dengan al-Khowarizmi atau al-Khawarizmi atau al-Khwarizimi atau el-Chawarizmi.

Al-Khawarizmi merupakan ahli matematika, ahli astronomi dan ahli geografi.

Al-Khawarizmi lahir sekitar tahun 780 Masehi sesaat sebelum Harun ar-Rasyid menjadi khalifah, yang diperkirakan lahir dan berasal di Khorezm tepatnya di Asia, selatan laut Aral yang menjadi propinsi dari kerajaan Persia dan sekarang menjadi kota Khiva di Uzbekistan.

Al-Khawarizmi dikenal dengan buku Kitab al-Jabr wal-Muqabalah atau Buku Ringkasan mengenai Perhitungan dengan Penyelesaian dan Penyeimbangan. Dari buku ini maka salah satu cabang matematika diberi nama Aljabar.

Buku Al-Khawarizmi yang lain yang terkenal dan yang telah diterjemahkan dalam bahasa latin adalah Algoritmi de Numero Indorum atau Al-Khawarizmi Mengenai Seni Perhitungan Hindia, yang kemudian nama Al-Khawarizmi diterjemahkan pula menjadi Alchoarismi, Algorismi, Algorismus, Algorisme, Algoritmi, Algorism dan Algoritm atau kita lebih mengenalnya menjadi Algoritma.

Al-Khawarizmi bergabung di Bait al-Hikmah yang menjadi ahli astronomi yang salah satu proyeknya adalah mengukur keliling bumi dengan mengasumsikan bahwa bumi itu bulat dan dengan menggunakan operasi hitung derajat terestrial.

Dengan menggunakan derajat terestrial tersebut didapatkan bahwa keliling bumi adalah 32.831 km dan garis tengah bumi adalah 10.461 km.

Pada masa modern ini diketahui dengan perhitungan dan dengan peralatan teknologi yang lebih canggih didapatkan bahwa keliling bumi adalah 40.076 km dan garis tengah bumi adalah 12.714 km.

-

Al-Khawarizmi: Pionir Matematika dan Ilmu Pengetahuan.
Dalam sejarah ilmu pengetahuan dan matematika, nama Al-Khawarizmi bersinar terang sebagai salah satu tokoh penting yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan pengetahuan manusia. Dikenal sebagai bapak aljabar dan seorang polymath Muslim pada masa kejayaan peradaban Islam, Al-Khawarizmi adalah figur yang menginspirasi berbagai disiplin ilmu.

Kehidupan Awal dan Pendidikan.
Al-Khawarizmi, nama lengkapnya Muhammad bin Musa al-Khwarizmi, lahir sekitar tahun 780 M di Khwarezm, sebuah wilayah yang saat ini terletak di Uzbekistan. Meskipun sedikit yang diketahui tentang kehidupan pribadinya, namun karyanya yang monumental memberikan gambaran akan intelektualitas dan kecemerlangan pikirannya.

Dia menerima pendidikan yang kokoh di bidang matematika, astronomi, dan ilmu pengetahuan lainnya, di bawah naungan peradaban Islam yang berkembang pesat pada masanya. Kemudian, Al-Khawarizmi pindah ke Baghdad, ibu kota kekhalifahan Abbasiyah, di mana ia menjadi anggota di House of Wisdom (Bait al-Hikmah), sebuah pusat pembelajaran yang mendukung perkembangan ilmu pengetahuan.

Kontribusi Ilmiah.
Salah satu kontribusi terbesar Al-Khawarizmi adalah dalam bidang matematika. Karyanya yang paling terkenal, "Al-Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wal-Muqabala" (Buku Ringkas tentang Kalkulus dengan Penggantian dan Persamaan), membuka pintu bagi perkembangan aljabar. Kata "al-Jabr" dalam judul karyanya menjadi asal muasal kata "aljabar", sebuah cabang matematika yang mempelajari penyelesaian persamaan dan masalah terkait.

Selain itu, dia juga membuat kontribusi penting dalam matematika aritmetika dan trigonometri. Karyanya di bidang algoritma dan matematika telah memberikan fondasi penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan modern. Konsep-konsep yang dia tuliskan mempengaruhi pemikiran matematika dan ilmiah selama berabad-abad, bahkan hingga saat ini.

Warisan dan Pengaruh.
Warisan Al-Khawarizmi tidak hanya tercermin dalam kontribusi matematikanya, tetapi juga dalam cara dia mempromosikan dan melestarikan ilmu pengetahuan. Dia tidak hanya seorang matematikawan yang ulung tetapi juga seorang filsuf dan ahli astronomi. Karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin selama Abad Pertengahan Eropa, memperkenalkan konsep-konsep penting matematika ke dunia Barat.

Pengaruh Al-Khawarizmi tidak hanya terbatas pada matematika. Dia juga memberikan sumbangan berharga dalam bidang geografi, astronomi, dan filsafat. Karyanya dalam pengembangan metode-metode perhitungan dan pengukuran waktu memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan navigasi dan eksplorasi.

Al-Khawarizmi adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah ilmu pengetahuan. Karya-karyanya telah membangun fondasi bagi banyak disiplin ilmu, dan warisannya terus memberikan inspirasi bagi generasi-generasi ilmuwan dan matematikawan selanjutnya. Melalui dedikasi dan kontribusinya yang tak ternilai, Al-Khawarizmi tidak hanya menjadi legenda dalam sejarah matematika, tetapi juga seorang pemimpin intelektual yang memperkaya peradaban manusia.

Saturday, July 16, 2016

World History

Sejarah Lengkap Dunia


Oleh : Hutton Webster Phd

Penerbit :  Indoliterasi, 2016
Tebal : 732 halaman


Membaca ringkasan buku ini dihalaman cover belakang serasa kita kembali duduk di bangku SMA belajar mengenai sejarah. Bedanya apa yang kita pelajari berbuku-buku sekarang diringkas menjadi 1 buku yang cukup tebal.

Buku ini merangkum peristiwa sejarah yang tercatat yang pernah terjadi di muka bumi menjadi 21 bab. Yaitu diantaranya
  1. Masa prasejarah
  2. Oriental kuno
  3. Yunani
  4. Roma
  5. Abad pertengahan
  6. Peradaban abad pertengahan
  7. Renains
  8. Abad ketujuhbelas dan kedelapan belas di Eropa
  9. Perdagangan dan koloni-koloni selama abad ke-17 dan ke-18
  10. Rezim lama
  11. Era revolusi dan Napoleonik
  12. Gerakan demokrasi di Eropa (1815 - 1848)
  13. Gerakan nasional di Eropa (1848 - 1871)
  14. Kerajaan Inggris dan kekaisaran Inggris
  15. Negara-negara kontinental
  16. Ekspansi kolonial dan politik dunia
  17. Revolusi Industri
  18. Peradaban modern
  19. Hubungan internasional (1871 - 1914)
  20. Perang dunia (1914 - 1918)
  21. Pemulihan dunia (1919 - 1921)

Pada bab masa prasejarah dijelaskan bahwa bumi mengalami 3 jaman besar, yaitu Jaman Primer, Jaman Sekunder dan Jaman Tertiary.

Pada jaman Primer, mulai muncul tanaman seperti rumput laut, lumut hingga muncul tanaman-tanaman besar yang sekarang menjadi batu bara.

Pada jaman Sekunder, mulai muncul reptil raksasa.

Dan pada jaman Tertiary, iklim bumi adalah semi-tropis dan pada jaman ini terjadi perubahan iklim besar sehingga disebut juga dengan Jaman Es.

Kemudian jaman berikutnya adalah Paleolithikum atau Jaman Batu Tua, dimana manusia mulai membuat alat dari batu menjadi kapak batu, pisau, mata tombak dan alat bor.

Dilanjutkan dengan jaman Neolithikum atau Jaman Batu Muda, dimana manusia mulai mengasah dan menghaluskan peralatan dari batu.

Berikutnya adalah Jaman Logam.

Dimulai dari tahun 4000 SM dimana Mesir kuno telah mampu membuat jarum dan alat paham dari logam dengan cara melebur bijih tembaga kasar.

Tahun 3000 SM mereka menambahkan sedikit timah kedalam logam tembaga sehingga logam menjadi logam perunggu yang lebih keras.

Tahun 1500 SM orang Mesir kuno menggunakan logam besi yang lebih keras dan kuat.

Setelah jaman tersebut manusia menyebar sehingga terdapat 3 varietas utama manusia, yaitu Negroid (Ras Hitam), Mongoloid (Ras Kuning) dan Kaukasian (Ras Putih).

Penyebaran Negroid ada di selatan Afrika, Sahara, India selatan, Nugini. Mongoloid ada di Asia utara, timur dan tengah, kepulauan Malaya dan kepulauan Pasifik. Sedangkan Kaukasian ada di Eropa, Afrika Utara dan Asia barat daya.

Dari 3 varietas utama tersebut juga terdapat varietas lain yaitu Australia (Negroid dan Kaukasian), Polynesia Mongoloid (Kaukasian dan Negroid).

Begitu pula bahasa juga memiliki keragaman seperti halnya dengan ras. Bahasa juga digolongkan menjadi 3 besar, yaitu bahasa Hamitic yang digunakan di Afrika utara dan timur misalnya Mesir kuno. Kemudian bahasa Semitic yang digunakan oleh bangsa Babylonia, Assyria, Yahudi, Phoenicia dan Arab. Dan terakhir adalah bahasa Indo-Eropa yang digunakan oleh bangsa di India dan Eropa.

Featured Post

Rahasia Nusantara

Candi Misterius Wangsa Syailendra Penulis : Asisi Suhariyanto Penerbit : GagasMedia, 2024 Tebal : 274 halaman Budaya bukan sekedar kesenian ...

Related Posts