Saturday, May 19, 2018

Bakat + Usaha = Sukses

Oleh : Erick Namara

Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2015
Tebal : halaman 246



Konsekuensi mengejar kesuksesan adalah bekerja keras, mengurangi waktu bersenang-senang, berlatih, belajar dan lembur misalnya. Banyak orang yang menghindari hal tersebut sehingga orang yang sukses jumlah cukup sedikit.

Untuk sukses tujuan adalah hal pertama yang harus ditentukan, ibaratnya lomba lari tanpa garis finish sehingga pelari tidak akan tahu dari mana dan sampai dimana lomba akan berakhir.

Selain itu kita perlu berpikir out of the box, bahkan without the box.

Kecerdasan tidak melulu mengenai mata pelajaran yang ada di sekolah, misalnya matematika, karena menurut Howard Gardner setidaknya terdapat 8 jenis kecerdasan manusia, yaitu :
  1. Linguistik
  2. Matematis
  3. Visual/spasial
  4. Kinestetis
  5. Musikal
  6. Interpersonal
  7. Intrapersonal
  8. Intuisi
Bahkan banyak orang sukses yang drop out dari sekolah, konon datanya adalah 9 dan 10 orang terkaya di dunia adalah drop out dari sekolah.

Sehingga banyak cara menuju kesuksesan, ibarat pepatah dari Kaisar Nero "All roads lead to Rome", alias banyak jalan menuju Roma.

Kesuksesan tidak bisa dicapai dengan mengkhayal.

Untuk mencapai kita harus mampu menentukan prioritas, Sean Covey membaginya menjadi 4 kuadran, yaitu :
  • Kuadran 1 : Penting Mendesak, orang yang suka menunda-nunda
  • Kuadran 2 : Penting Tidak Mendesak, orang yang suka menentukan prioritas
  • Kuadran 3 : Tidak Penting Mendesak, orang yang "Yes-Man"
  • Kuadran 4 : Tidak Penting Tidak Mendesak, orang pemalas
Selain prioritas kita juga harus mempunyai jadwal, jika kita tidak mampu mengelola jadwal maka dapat menurunkan integritas karena misalnya tidak dapat memenuhi jadwal meeting.

Prioritas dan jadwal masih belum cukup, masih terdapat faktor lainnya yaitu disiplin.

Saat akan mengejar kesuksesan kita harus menyadari bahwa kita akan menemui kendala untuk itu kita harus menyadari resiko yang akan dihadapi.

Salah satu resiko yang akan dihadapi adalah kegagalan, dalam menyikapi kegagalan tersebut kita harus mempunyai mental tahan banting. Sikap mental tahan banting yang bisa kita teladani adalah Michael Jordan, sang legenda basket, dimana dia menyebutkan pernah 3000 kali gagal menjaringkan bola, 26 kali gagal melakukan tembakan terakhir saat final, dan 300 kali berkontribusi dalam kekalahan timnya, meskipun begitu dia dalah pemain basket terhebat sepanjang masa.

Terdapat data statistik yang menarik untuk dikuak, yaitu mengenai data 100 orang kaya, yaitu:
  • 74% berasal dari pebisnis
  • 10% berasal dari profesional
  • 10% dari karyawan (yaitu CEO)
  • 6% lain-lain
Agar menjadi orang kaya seperti diatas kita perlu mengetahui cara mengelola uang, yaitu misalnya tips dari Tung Desem Waringin, yaitu:
  • 10% untuk investasi
  • 20% untuk saving atau cadangan hidup
  • 70% untuk biaya hidup
Salah satu invetasi yang menguntungkan adalah properti, dimana nilai properti tidak tergantung oleh inflasi, selain itu harganya cenderung terus meningkat.

#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku

Featured Post

Rahasia Nusantara

Candi Misterius Wangsa Syailendra Penulis : Asisi Suhariyanto Penerbit : GagasMedia, 2024 Tebal : 274 halaman Budaya bukan sekedar kesenian ...

Related Posts