Thursday, December 9, 2021

Green Mama

Memupuk Masa Depan Ramah Lingkungan bagi Si Buah Hati


Oleh : Manda Aufochs Gillespie

Penerbit : Metagraf, 2015

Tebal : 280 halaman

Green atau hijau sekarang tidak hanya sekedar salah satu warna, namun green bergeser menjadi mempunyai arti baru yaitu ramah lingkungan. Konsep green sejatinya bukan hal baru. Jika kita melihat dan mengingat kembali nenek dan kakek kita, sebenarnya mereka sudah menerapkan konsep green tersebut.

Nenek kakek kita senantiasa memakai ulang, mendaur ulang dan tidak banyak menggunakan barang. Memang benar bahwasanya keadaan lah yang membuat nenek kakek kita untuk menjadi ramah lingkungan.

Namun seiring waktu berjalan perubahan terus terjadi dengan sangat cepat. Kota-kota saat ini berusaha untuk beradaptasi dengan perubahan iklim. Dan sekarang sudah saatnya kita kembali kepada kesederhanaan hidup.

Contoh sederhana yang bisa kita lakukan adalah kembali menggunakan popok kain alih-alih menggunakan popok sekali pakai. Kenapa? Karena buang air di celana bukan merupakan sifat dasar manusia. Maka menjadi langkah yang tepat dan sehat untuk berhenti memakai popok sejak dini.

Tidak hanya popok, masalah mainan anak juga harus diperhatikan. Anak-anak masa kini memiliki terlalu banyak mainan. Sehingga mainan anak jumlahnya lebih banyak tetapi tidak untuk kualitas yang menjadi semakin lebih rendah.

Hal ini harus segera dihindari dan dikurangi. Tentu saja hal ini bisa dilakukan. Karena menginginkan banyak barang merupakan kebiasaan yang dipelajari, sehingga dapat dihilangkan.

Kita harus melakukan perubahan dari dunia yang lebih kecil, yaitu di rumah kita sendiri. Terlebih anak-anak merupakan pengharapan kita, mereka adalah masa depan kita. Benih memang masa lalu pohon, namun benih juga merupakan masa depan pohon.

Contoh yang lain adalah menghindari junk food dan berhenti minum kopi menggunakan gelas styrofoam yang sekali pakai.

Industrialisasi produksi makanan adalah penyebab perubahan drastis yang terjadi. Pada tahun 1940, populasi manusia di planet bumi hanya berkisar 2,5 miliar jiwa, namun saat ini jumlahnya membengkak menjadi 7 miliar jiwa.

Pertanian adalah sektor yang paling banyak menggunakan petroleum di dunia, sekaligus menjadi sumber pencemaran terbesar yang akhirnya menjadi penghasil emisi gas rumah kaca terbesar.

Featured Post

The Jesus Family Tomb

Related Posts