Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Wednesday, June 18, 2025

Jejak Jokowi di Gayo

Oleh : Khalisuddin & Murizal Hamzah

Penerbit : Bandar Publishing, 2019

Tebal : 200 halaman


Buku Jejak Jokowi di Gayo, ditulis oleh Khalisuddin dan Murizal Hamzah (Bandar Publishing, 2015), mengangkat kisah masa muda Presiden Joko Widodo—sebelum terkenal sebagai kepala negara. Berdasarkan wawancara dengan rekan-rekan semasa bekerja di PT Kertas Kraft Aceh (KKA) pada 1986–1988, mereka menggambarkan sosok Jokowi saat itu sebagai “Joko” yang sederhana, jujur, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan sejak muda.

Jokowi, lulusan Kehutanan UGM tahun 1985, dipercaya menjadi Kepala Divisi Konstruksi Perumahan di Aceh Tengah serta menetap di kampung Bale Atu dan Karang Rejo—yang ia sebut sebagai "kampung kedua". 

Ia hidup sederhana, berbaur dengan masyarakat, memimpin tim, sekaligus dikenal bijak dan penuh perhatian. Rekan-rekannya mengenang akhlak baiknya: kerap tak terlibat tawar-menawar, selalu menghitung bahan dengan teliti, dan berinteraksi dengan ramah.

Selain kiprahnya sebagai pegawai, buku ini juga menyinggung perannya dalam kegiatan sosial—seperti menjadi manajer tim sepak bola PT KKA dan berqurban massal saat Idul Adha, menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royongnya.

Gaji pertama Jokowi di PT KKA pada tahun 1986 adalah Rp 225.000, hal ini terungkap dalam buku ini pada Bab 2 halaman 13.

Pada tanggal 24 Desember 1986, Jokowi menikah, dan setelah seminggu kemudian istrinya diboyong ke Gayo.

Saat Gibran Rakabuming Raka lahir pada tanggal 1 Oktober 1987, tidak lama kemudian akhir tahun 1987, Jokowi resign dari PT KKA.

Pada bab 12, halaman 97, terpampang foto Jokowi muda yang sedang menghadiri pesta pernikahan Mahmuddin dengan Ruswadani 

Wednesday, April 16, 2025

Batavia

Kisah Jakarta Tempo Dulu

Oleh : Intisari

Penerbit : Intisari, 1988


Buku Batavia: Kisah Jakarta Tempo Doeloe merupakan kumpulan artikel yang diterbitkan oleh majalah Intisari pada tahun 1988, dalam rangka memperingati ulang tahun Jakarta ke-461. Disunting oleh Threes Susilastuti, buku ini menghimpun tulisan-tulisan dari berbagai penulis seperti Irawati, Junus Nur Arif, Mary Jane, Mulyawan Karim, Siswadhi, Anu Trh, dan Tota Tobing. Dengan total 192 halaman, buku ini menyajikan kisah-kisah menarik tentang sejarah dan kehidupan masyarakat Batavia, yang kini dikenal sebagai Jakarta.

Melalui narasi yang ringan dan informatif, buku ini mengajak pembaca untuk menelusuri jejak sejarah kota Batavia. Dari kisah Oey Tambahsia, seorang pemuda kaya keturunan Tionghoa yang terkenal karena gaya hidup mewahnya hingga akhirnya dihukum mati, hingga legenda Si Pitung, tokoh Betawi yang dikenal sebagai "Robin Hood" lokal dengan kemampuan menghilang secara gaib. Buku ini juga menggambarkan perkembangan kota Batavia dari sebuah benteng di daerah Pasar Ikan yang kemudian berkembang ke selatan, melahirkan kawasan-kawasan seperti Pasar Senen, Tanah Abang, dan Weltevreden.

Selain itu, buku ini menyoroti kehidupan sosial masyarakat Batavia, termasuk gaya hidup mewah kalangan atas, penggunaan air dari Kali Ciliwung oleh orang Belanda, serta keberadaan gedung-gedung megah seperti hotel, gedung kesenian, dan pertemuan yang menjadi simbol kemakmuran saat itu. Beberapa bangunan tersebut masih berdiri hingga kini, seperti Museum Fatahillah yang dulunya merupakan Balai Kota Batavia.

Buku ini juga membahas berbagai aspek budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat Batavia, seperti transportasi dengan trem dan perahu, hiburan seperti bioskop bisu dan musik tanjidor, serta pengaruh budaya Portugis dan Prancis. Dengan ilustrasi dan foto-foto menarik, Batavia: Kisah Jakarta Tempo Doeloe menjadi sumber informasi yang berharga bagi siapa saja yang ingin memahami sejarah dan perkembangan Jakarta dari masa ke masa.

Wednesday, March 26, 2025

Jelajah Jawadwipa

 


Oleh : National Geograhic

Penerbit : Kompas Gramedia, Desember 2013

Tebal : 13 halaman


Candi Kalasan dan Candi Ratu Baka.

Jejak Sejarah Agama dan Kekuasaan di Tanah Jawa.

Sejarah peradaban Nusantara menyimpan banyak jejak kebesaran kerajaan-kerajaan masa lampau, terutama yang berkaitan dengan agama dan kekuasaan. Dua situs penting yang menjadi bukti perkembangan agama Buddha dan Hindu di Jawa adalah Candi Kalasan dan Candi Ratu Baka. Keberadaan kedua candi ini dikaitkan dengan dua prasasti penting, yaitu Prasasti Kalasan (778 Masehi) dan Prasasti Abhayagiri Wihara (792 Masehi), yang mencatat peran raja-raja Mataram Kuno dalam pembangunan tempat ibadah serta penyebaran agama Buddha dan Hindu.


Candi Kalasan dan Prasasti Kalasan (778 Masehi).

Titah Rakai Panangkaran untuk Dewi Tara.

Candi Kalasan terletak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dan merupakan salah satu candi Buddha tertua di Jawa. Candi ini didirikan pada masa pemerintahan Maharaja Tejapurnapana Panangkaran, atau yang lebih dikenal sebagai Rakai Panangkaran dari Wangsa Sailendra. Keberadaan candi ini dikonfirmasi oleh Prasasti Kalasan, yang bertarikh 778 Masehi, ditulis dalam aksara Pranagari dan berbahasa Sanskerta.

Dalam prasasti ini disebutkan bahwa Rakai Panangkaran membangun sebuah wihara yang didedikasikan untuk Dewi Tara, salah satu bodhisattva penting dalam ajaran Buddha Mahayana. Titah ini muncul setelah penganut Buddha Mahayana, yang kemungkinan besar berasal dari Wangsa Sailendra, mengajukan permohonan kepada raja untuk membangun tempat pemujaan. Sebagai bentuk penghormatan, raja pun merestui pembangunan candi yang megah serta wihara bagi para biksu.

Candi Kalasan memiliki arsitektur khas Buddha dengan ornamen yang kaya akan seni ukir. Salah satu ciri khasnya adalah keberadaan vajralepa, semacam lapisan pelindung yang digunakan untuk melapisi bagian luar candi. Hal ini menunjukkan kemajuan teknologi bangunan pada masa itu. Selain sebagai tempat ibadah, Candi Kalasan juga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha di kawasan Mataram Kuno.


Candi Ratu Baka dan Prasasti Abhayagiri Wihara (792 Masehi). 

Warisan Rakai Pikatan.

Candi Ratu Baka, atau yang lebih sering disebut Kraton Ratu Baka, merupakan kompleks reruntuhan yang terletak di perbukitan sebelah selatan Prambanan, Yogyakarta. Berbeda dengan candi lainnya, kompleks ini lebih menyerupai sisa-sisa sebuah istana atau pusat pemerintahan daripada tempat ibadah.

Keberadaan Candi Ratu Baka dikaitkan dengan Prasasti Abhayagiri Wihara yang berangka tahun 792 Masehi. Prasasti ini menyebutkan bahwa raja yang memerintah saat itu adalah Rakai Pikatan, seorang penguasa dari Wangsa Sanjaya yang kelak berperan besar dalam kebangkitan agama Hindu di Jawa. Dalam prasasti ini, disebutkan bahwa di atas perbukitan didirikan sebuah wihara bernama Abhayagiri, yang berarti “biara di bukit tanpa ketakutan.” Tempat ini kemungkinan besar berfungsi sebagai pusat meditasi dan pembelajaran bagi para biksu Buddha Mahayana.

Candi Ratu Baka memiliki beberapa bangunan penting, seperti gapura besar, pendopo, candi kecil, dan sumur suci, yang menunjukkan fungsinya sebagai kompleks kerajaan. Meskipun banyak yang percaya bahwa tempat ini adalah istana raja, ada juga teori yang menyatakan bahwa ini adalah tempat pertapaan bagi raja atau kaum bangsawan yang ingin menjalani kehidupan spiritual.


Peran Rakai Panangkaran dan Rakai Pikatan dalam Sejarah Mataram Kuno.

Keberadaan Prasasti Kalasan dan Prasasti Abhayagiri Wihara mencerminkan persaingan serta kerja sama antara dua dinasti besar di Jawa kala itu: Wangsa Sailendra yang beragama Buddha Mahayana dan Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu Siwa. Rakai Panangkaran, meskipun berasal dari Wangsa Sanjaya, dikenal sebagai raja yang bersikap toleran terhadap penganut Buddha. Ia bahkan memberikan izin pembangunan Candi Kalasan sebagai penghormatan terhadap ajaran Buddha.

Sementara itu, Rakai Pikatan, yang berasal dari Wangsa Sanjaya, kemudian menikahi Pramodhawardhani dari Wangsa Sailendra. Perkawinan politik ini berperan dalam menyatukan kedua wangsa dan mengubah dominasi agama di Jawa, dari yang semula dikuasai Buddha Mahayana menjadi Hindu Siwa. Di bawah pemerintahannya, terjadi kebangkitan Hindu, yang ditandai dengan pembangunan Candi Prambanan.


Candi Kalasan dan Candi Ratu Baka merupakan bukti penting dari sejarah agama dan politik di Jawa pada abad ke-8 Masehi. Prasasti Kalasan menegaskan peran Rakai Panangkaran dalam mendukung perkembangan Buddha Mahayana, sementara Prasasti Abhayagiri Wihara mencatat pengaruh Rakai Pikatan dalam membangun pusat spiritual di Ratu Baka. Kedua situs ini mencerminkan toleransi serta interaksi antara agama Buddha dan Hindu di Jawa kuno, sekaligus menjadi jejak kejayaan peradaban Mataram Kuno.

Wednesday, January 15, 2025

Gerpolek

Gerilya - Politik - Ekonomi

Oleh : Tan Malaka
Penerbit : Narasi, 2018
Tebal : 139 halaman



Gerpolek (Gerilya - Politik - Ekonomi) adalah salah satu karya monumental Tan Malaka, seorang pemikir revolusioner Indonesia, yang ditulis pada tahun 1948. Buku ini mencerminkan pandangan Tan Malaka tentang strategi perjuangan kemerdekaan, khususnya dalam konteks perang gerilya melawan kolonialisme. Dengan memadukan aspek militer, politik, dan ekonomi, Gerpolek menjadi panduan strategis bagi para pejuang kemerdekaan dalam menghadapi tantangan yang kompleks pada masa itu.

Dalam buku ini, Tan Malaka menjelaskan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya membutuhkan kekuatan militer, tetapi juga harus didukung oleh pemahaman yang mendalam tentang politik dan ekonomi. Ia menyatakan bahwa gerilya, sebagai taktik militer, harus dijalankan dengan prinsip fleksibilitas dan adaptasi terhadap situasi di lapangan. Perang gerilya bukan sekadar pertempuran fisik, melainkan juga melibatkan perjuangan ideologis yang bertujuan untuk memenangkan hati rakyat.

Di sisi politik, Tan Malaka menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat dan visi yang jelas dalam menggerakkan rakyat untuk mendukung perjuangan. Ia mengingatkan bahwa tanpa kepercayaan dan dukungan rakyat, gerakan kemerdekaan tidak akan berhasil. Oleh karena itu, integritas moral dan keberpihakan pada kepentingan rakyat menjadi syarat mutlak bagi pemimpin dalam perjuangan revolusioner.

Bulan Mei 1948, kita mendengar nama sayap kanan, sayap kiri dan aliran lebih kiri dari kiri. PKI sudah pecah menjadi 3 yaitu PKI Lama, PKI Merah dan PKI. 

Bagi Sang Gerilya yang membela 100% serta penyitaan hak milik musuh, adalah satu kesempatan bagus yang seolah-olah jatuh dari langit yang dihadiahkan kepada rakyat Indonesia untuk melakukan kewajiban yang luhur serta menjalankan pekerjaan yang suci murni.

Cuma manusia goblok yang tiada mengerti akan kesempatan yang bagus itu dan cuma manusia pengecut atau curang yang tiada ingin melakukan pekerjaan yang berat tetapi bermanfaat buat masyarakat sekarang dan di hari depan.

Perang besar yang kita kebal diantaranya, perang Kurawa melawan Pandawa, panglima Widjaya melawan tentara Kubilai Khan di daerah Kediri, Diponegoro, Teuku Umar dan Tuanku Imam Bonjol melawan Belanda, tentara Iskandar melawan Persia, Hannibal melawan tentara Romawi, tentara Napoleon melawan Inggris Serikat, dan tentara Jerman Serikat melawan Sekutu dalam Perang Dunia Pertama dan Kedua.

Arti pembelaan itu tiadalah diam menunggu musuh begitu saja dengan senjata di tangan. Pepatah kemiliteran yang manjur berbunyi "Pertahanan yang sebaik-baiknya adalah yang dilakukan dengan menyerang".

Dengan berubah atau bertukarnya keempatnya anasir itu dari zaman biadab ke zaman Julius Caesar, dari zaman Julius Caesar ke zaman Napoleon, dan dari zaman Napoleon ke masa Perang Dunia Pertama dan Kedua maka berubah dan bertukarlah pula siasat membela dan menyerang itu.

Perang adalah kelanjutan politik. Tapi siasat perang haruslah dibedakan dengan politik.

Panglima perang yang ulung di zaman purbakala, seperti Iskandar, Julius Caesar, Hannibal, Genghis Khan dan Timurleng semuanya menganut paham yang pasti tenang siasat menyerang untuk memperoleh kemenangan.

Begitu cepat dan begitu sekonyong-konyongnya Julius Caesar menjalankan hukuman menyerang dan mencatatkan seluruh peristiwa perang tersebut dengan 3 kata saja, yaitu Vini, Vidi, Vici (saya lihat, saya gempur, saya taklukkan).

Aspek ekonomi dalam buku ini juga menjadi perhatian utama. Tan Malaka mengajarkan bahwa perang gerilya memerlukan kemandirian ekonomi agar tidak bergantung pada sumber daya luar. Ia menekankan perlunya pengelolaan sumber daya yang efisien dan pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung kebutuhan logistik dan operasional perang. Dalam pandangannya, ketahanan ekonomi adalah bagian integral dari keberhasilan perang gerilya.

Gerpolek bukan hanya sebuah panduan teknis untuk perang gerilya, tetapi juga sebuah karya yang mencerminkan pemikiran visioner Tan Malaka tentang bagaimana membangun sebuah bangsa yang merdeka, mandiri, dan berdaulat. Meskipun ditulis dalam konteks perjuangan melawan kolonialisme, buku ini tetap relevan hingga hari ini, terutama dalam memahami pentingnya sinergi antara aspek militer, politik, dan ekonomi dalam menghadapi tantangan nasional.

Buku Gerpolek adalah warisan intelektual yang menggambarkan kedalaman pemikiran dan semangat perjuangan Tan Malaka. Dengan mengintegrasikan strategi militer, visi politik, dan kemandirian ekonomi, buku ini memberikan panduan yang holistik bagi perjuangan revolusioner. Tan Malaka tidak hanya mengajarkan cara berperang, tetapi juga bagaimana membangun fondasi sebuah bangsa yang kuat. Bagi siapa saja yang tertarik pada sejarah perjuangan Indonesia dan pemikiran revolusioner, Gerpolek adalah bacaan yang wajib untuk dipelajari.

Wednesday, December 25, 2024

Seven Theories of Religion

Tujuh Teori Agama Paling Berpengaruh

Oleh : Daniel L. Pals

Penerbit : Ircisod, 2018

Tebal : 492 halaman

Agama menjadi pendamai kekuatan manusia menjadi jawaban atas pertanyaan apakah kekuatan yang mengendalikan dunia berbentuk kesadaran dan personal. Sebuah jawaban yang dianggap berseberangan dengan magis dan sains. Karena alam selamanya akan diatur oleh hukum alam mekanis.

Di jaman kuno, di saat kondisi alam tidak berjalan sesuai dengan harapan mereka, masyarakat primitif akan berpikir dan berusaha memahami alam dengan jalan pertama yang mereka tempuh sebagai magis atau sympathetic magic.

Magis dibangun berdasarkan asumsi bahwa ketika satu ritual atau perbuatan dilakukan secara tepat, maka akibat yang akan dimunculkannya juga pasti akan terwujud seperti yang diharapkan.

Sedangkan agama memilih jalan yang agak berbeda dengan apa yang ditempuh magis. Meski keduanya sama-sama didefinisikan sebagai kepercayaan terhadap kekuatan spiritual. Dalam agama sesuatu yang supernatural dan disebut Tuhan.

Agama pada akhirnya tidak akan terlihat sebagai sesuatu yang tanpa sosok (impersonal) yang bisa diketahui secara pasti, karena agama juga dituliskan oleh hukum alam, bahkan mungkin hanya keyakinan dan tingkah laku pribadi yang bisa dijelaskan dengan baik.

-

Seven Theories of Religion karya Daniel L. Pals membahas tujuh teori utama tentang asal-usul dan fungsi agama dalam masyarakat yang memberikan pengantar komprehensif terhadap teori-teori yang dikembangkan oleh beberapa pemikir terkemuka dalam studi agama dan ilmu sosial sehingga dapat memberikan pemahaman mendalam tentang teori-teori yang mendasari studi agama. 

Beberapa diantaranya menyatakan bahwa agama adalah kepercayaan terhadap supranatural, yang memandang agama sebagai evolusi dari pemikiran manusia tentang supranatural, dari animisme hingga agama yang lebih kompleks.

Agama juga dianggap sebagai fenomena sosial sebagai refleksi dari masyarakat dan berfungsi untuk memelihara solidaritas sosial.

Kemudian Sigmund Freud menyatakan bahwa agama sebagai ilusi psikologis proyeksi dari kebutuhan manusia untuk mengatasi kecemasan dan ketakutan terhadap dunia.

Lalu Karl Marx menganggap bahwa agama sebagai opium bagi rakyat untuk mempertahankan status quo, mengalihkan perhatian kelas pekerja dari eksploitasi yang mereka alami.

Dan Max Weber berkata bahwa agama sebagai katalisator perubahan sosial dimana hal ini mengeksplorasi hubungan antara agama, khususnya Protestantisme, dengan perkembangan kapitalisme modern.

Pendapat yang lain memandang agama sebagai simbol budaya yang memberikan makna terhadap kehidupan manusia dan membantu individu memahami dunia mereka. Serta agama sebagai pengalaman yang sakral dalam dimensi spiritual agama, dengan fokus pada bagaimana agama memberikan pengalaman tentang yang sakral kepada manusia.

Seven Theories of Religion adalah buku yang sangat informatif bagi siapa saja yang ingin memahami agama dari berbagai perspektif. Daniel L. Pals berhasil memberikan tinjauan yang jelas dan terstruktur tentang teori-teori utama dalam studi agama, sekaligus mengundang pembaca untuk berpikir kritis. Buku ini cocok untuk mahasiswa, peneliti, dan siapa saja yang tertarik pada kajian agama, filsafat, dan ilmu sosial.

Wednesday, November 20, 2024

Candide

Optimisme Dalam Hidup

Oleh : Voltaire

Penerbit : Iris, 2009

Tebal : 244 halaman

Voltaire seakan tak habis menentang arus gagasan pada masanya bahwa dunia diciptakan dalam bentuk terbaiknya. Candide yang naif, secara harfiah ditendang keluar dari rumah tempatnya menghabiskan masa kanak-kanak ketika secara tidak adil dituduh memiliki rasa kepada pujaan hatinya, Nona Cunegonde.

Namun Dr Pangloss, seorang filsuf berpendidikan, telah mengajarinya suatu pandangan positif bahwa semuanya terjadi demi yang terbaik.

Melalui pengalaman dan kemalangannya yang beraneka ragam, Candide meyakini kebenaran yang dipercayai Pangloss ini, bahkan ketika menghadapi contoh-contoh yang menggelikan tentang ketidakadilan, penderitaan, dan keputusasaan. 

Wednesday, October 30, 2024

Neraka di Stalingrad

Oleh : Franz Schneider & Charles Gullans

Penerbit : Narasi, 2007

Tebal : 154 halaman

Akhir musim panas 1941, Hitler menyerbu Rusia melalui operasi Barbarossa. Hitler yakin sebelum Natal ia akan mengusir Stalin dari Kremlin, Moskow. Namun musuh Hitler di Rusia bukan cuma Red Army, tetapi juga cuaca.

Pada musim dingin yang menggigit, pasukan Jerman tertahan di Stalingrad. Tanpa perbekalan makanan dan amunisi, ratusan ribu tentara Jerman dikepung pasukan Rusia.

Wednesday, August 14, 2024

Cerita Rakyat Jember

Oleh : Sri Setyowati Brodjo

Penerbit : Grasindo, 2007

Tebal : 50 halaman

Dalam ini dibahas 10 cerita seputar kota Jember dalam bahasa Jawa, yaitu diantaranya adalah

  1. Mula bukane aran Jember
  2. Pesisir pasir putih
  3. Asal-usule watu kodhok lan Gunung Kajang
  4. Asal-usule Desa Bangsalsari
  5. Pangeran Puger lan Dewi Sari
  6. Dewi Teratai
  7. Kraton Mayang ing pralaya
  8. Ragil Kuning
  9. Pasatrone Gunung Loro
  10. Kedhung Sukma Ilang

Wednesday, August 7, 2024

Borobudur

Candiku yang Megah

Oleh : M. Basrowi

Penerbit : CV Pamularsih

Borobudur merupakan Candi Buddha yang berasal dari kata Bara (yang berasal dari kata asrama atau bihara) dan Budur (karena letaknya yang berada di atas bukit).

Borobudur juga berasal dari kata Sambharabudhara.

Pada candi Borobudur terdapat relief yang dibaca sesuai arah jarum jam yang disebut dengan mapradaksina, dimana dalam bahasa Sanskerta daksina mempunyai arti timur.

Wednesday, May 29, 2024

The Jesus Family Tomb

Oleh : Simcha Jacobovici, Charles Pellegrino

Penerbit : OnRead-Books Publisher, 2007

Tebal : 2007


Laporan penggalian pendahulu Otoritas Kepurbakalaan Israel ditulis oleh Amos Kloner, seorang profesor arkeologi di Universitas Bar-Ilan Israel. 

Kloner memisahkan diri dari klaim yang dibuat dalam film dokumenter tersebut. Ia mengatakan bahwa tidak benar jika menyebutnya sebagai "informasi yang belum pernah dilaporkan sebelumnya" dan bahwa ia telah menerbitkan semua rinciannya di jurnal Antiqot pada tahun 1996. Ia tidak mengatakan bahwa itu adalah makam keluarga Yesus.

Prasasti yang digambarkan sebagai Yeshua` bar Yehosef adalah yang paling diperdebatkan.

Enam dari sembilan osuarium yang tersisa mempunyai prasasti. 

The Lost Tomb of Jesus berpendapat bahwa tiga di antaranya membawa nama tokoh dari Perjanjian Baru. 

Arti dari prasasti tersebut masih diperdebatkan.

-

Buku ini mengisahkan penemuan kontroversial sebuah makam kuno di Talpiot, Yerusalem, yang diyakini oleh penulis sebagai makam keluarga Yesus dari Nazaret. Penemuan ini memicu perdebatan luas karena implikasinya terhadap sejarah dan keyakinan Kristen.

Pada tahun 1980, saat pembangunan kompleks perumahan di Talpiot, para pekerja konstruksi secara tidak sengaja menemukan sebuah makam batu yang berisi sepuluh ossuarium (kotak tulang) dari abad pertama Masehi. Enam di antaranya memiliki inskripsi nama-nama yang familiar dalam tradisi Kristen: "Yeshua bar Yehosef" (Yesus anak Yusuf), "Maria", "Yose" (diminutif dari Yusuf), "Yehuda bar Yeshua" (Yehuda anak Yesus), "Mariamene e Mara" (yang oleh penulis diidentifikasi sebagai Maria Magdalena), dan "Matya" (Matias). Awalnya, para arkeolog menganggap kesamaan nama-nama tersebut sebagai kebetulan semata dan tidak melanjutkan penyelidikan lebih lanjut.

Dua puluh lima tahun kemudian, Simcha Jacobovici, seorang jurnalis investigatif, bersama Charles Pellegrino, memutuskan untuk menyelidiki kembali makam tersebut. Mereka melakukan berbagai analisis ilmiah, termasuk uji DNA dan studi patina (lapisan mineral) pada ossuarium, untuk menentukan hubungan antarindividu yang dimakamkan di sana. Salah satu temuan kontroversial mereka adalah klaim bahwa ossuarium yang bertuliskan "Yehuda bar Yeshua" menunjukkan bahwa Yesus memiliki seorang anak bernama Yehuda. Selain itu, mereka mengaitkan ossuarium "Mariamene e Mara" dengan Maria Magdalena, berdasarkan referensi dalam teks Gnostik abad ke-4, Acts of Philip.

Penulis juga mengemukakan bahwa ossuarium yang sebelumnya ditemukan secara terpisah dan bertuliskan "Yakobus anak Yusuf, saudara Yesus" sebenarnya berasal dari makam Talpiot. Mereka mendasarkan klaim ini pada kesamaan patina antara ossuarium Yakobus dan yang ditemukan di Talpiot. Namun, klaim ini dibantah oleh beberapa arkeolog, termasuk Prof. Amos Kloner, yang menyatakan bahwa ossuarium ke-10 dari makam Talpiot tidak memiliki inskripsi dan berbeda ukurannya, sehingga tidak mungkin merupakan ossuarium Yakobus.

Buku ini, bersama dengan film dokumenter The Lost Tomb of Jesus yang dirilis bersamaan, memicu kontroversi besar di kalangan akademisi, teolog, dan masyarakat umum. Banyak ahli arkeologi dan teologi menolak klaim penulis, menganggapnya sebagai spekulasi yang tidak didukung bukti kuat. Mereka menyoroti bahwa nama-nama seperti Yesus, Maria, dan Yusuf sangat umum pada masa itu, sehingga keberadaan mereka dalam satu makam tidak dapat dijadikan bukti definitif. Selain itu, asosiasi antara "Mariamene e Mara" dengan Maria Magdalena dianggap lemah karena kurangnya bukti historis yang mendukung.

The Jesus Family Tomb menawarkan narasi yang memadukan arkeologi, sejarah, dan investigasi ilmiah untuk menantang pemahaman tradisional tentang kehidupan dan kematian Yesus. Meskipun banyak klaim dalam buku ini diperdebatkan dan ditolak oleh komunitas akademik, karya ini tetap menarik bagi mereka yang tertarik pada eksplorasi alternatif terhadap sejarah awal Kekristenan.

Wednesday, May 22, 2024

Secret of Mary Magdalene

Oleh : Dan Burstein & Arne J. De Keijzer

Penerbit : OnRead Book Publisher, 2008

Tebal : 401 halaman


Maria Magdalena adalah kisah tentang wanita yang paling disalahpahami dalam sejarah, buku ini membahas salah satu misteri yang menentukan dalam dua milenium terakhir. 

Dengan memanfaatkan ilmu arkeologi dan alkitabiah terbaru, Dan Burstein dan Arne De Keijzer mengungkap kisah lengkap Maria Magdalena, mulai dari kehidupannya di gereja Kristen mula-mula hingga perannya yang penting dalam kebangkitan Yesus. 

Selain mengungkap misteri kehidupan dan pelayanannya, Secret of Mary Magdalene memberikan gambaran unik tentang tempat Maria Magdalena dalam sejarah agama Kristen.

Buku ini mencakup serangkaian ide dan pertanyaan menarik yang menggugah pikiran. 

Siapakah Maria Magdalena yang bersejarah? 

Apa maksudnya selama dua ribu tahun terakhir? 

Apa artinya bagi kita hari ini?


-


Secrets of Mary Magdalene adalah sebuah karya non-fiksi yang mengeksplorasi kehidupan, peran, dan mitos yang mengelilingi sosok Maria Magdalena, salah satu tokoh yang paling misterius dan sering kali disalahpahami dalam sejarah Kristen. Ditulis oleh Dan Burstein dan Arne J. De Keijzer, buku ini berfokus pada bagaimana persepsi tentang Mary Magdalene telah berubah dari zaman ke zaman, mulai dari teks-teks Alkitab hingga budaya populer modern.


Buku ini menyajikan pandangan multidisiplin tentang Maria Magdalena, termasuk wawancara dengan para ahli teologi, sejarawan, novelis, dan arkeolog, yang menyoroti bagaimana citra dan peran Maria Magdalena telah dimanipulasi, terutama dalam kaitannya dengan peran perempuan dalam agama dan masyarakat. Buku ini tidak hanya memberikan perspektif sejarah tetapi juga memperkenalkan pandangan alternatif tentang siapa Maria Magdalena sebenarnya.


Isi dan Struktur Buku

Buku ini terdiri dari beberapa esai dan wawancara dari berbagai penulis dan pemikir yang membahas berbagai aspek kehidupan dan citra Maria Magdalena. Secrets of Mary Magdalene mencoba menggali “kebenaran” di balik misteri yang mengelilinginya dengan pendekatan kritis dan ilmiah.


1. Maria Magdalena dalam Kitab Injil: Buku ini memulai diskusi dengan menelaah bagaimana Maria Magdalena digambarkan dalam Kitab Injil. Dalam kitab-kitab Injil, Maria Magdalena disebut sebagai salah satu pengikut Yesus yang sangat setia, yang hadir selama penyaliban dan merupakan saksi pertama kebangkitan Yesus. Namun, teks-teks Alkitab sangat terbatas dalam memberikan detail tentang kehidupannya, dan informasi ini kemudian menjadi dasar bagi berbagai interpretasi selama berabad-abad.


2. Transformasi Citra Maria Magdalena: Pada Abad Pertengahan, gereja Katolik mulai menggambarkan Maria Magdalena sebagai seorang mantan pelacur yang bertobat, meskipun Injil tidak secara eksplisit menyebutkan hal ini. Buku ini menguraikan bagaimana citra ini diciptakan oleh gereja untuk mempromosikan nilai-nilai tertentu dan mendiskreditkan peran perempuan dalam gereja dan agama. Namun, beberapa teks Gnostik, seperti Injil Maria, menunjukkan bahwa Maria Magdalena mungkin memiliki peran yang jauh lebih penting sebagai salah satu murid terdekat Yesus dan bahkan sebagai pemimpin spiritual.


3. Maria Magdalena dalam Gnostisisme: Salah satu bagian penting dari buku ini adalah eksplorasi tentang teks-teks Gnostik, yang ditemukan di Nag Hammadi pada pertengahan abad ke-20. Dalam teks-teks ini, Maria Magdalena digambarkan bukan hanya sebagai murid, tetapi juga sebagai seorang tokoh spiritual yang penting, yang memiliki wawasan mendalam tentang ajaran-ajaran Yesus. Buku ini mengulas bagaimana pemahaman ini menantang interpretasi tradisional dan patriarkal tentang peran perempuan dalam agama.


4. Pengaruh dalam Budaya Populer: Secrets of Mary Magdalene juga menyoroti bagaimana sosok Maria Magdalena telah berubah dalam budaya populer. Dari lukisan abad pertengahan hingga novel modern seperti The Da Vinci Code, Maria Magdalena terus menjadi tokoh yang diperdebatkan dan direpresentasikan dalam berbagai cara. Buku ini menyelami pengaruh Maria Magdalena dalam seni, sastra, dan film, serta bagaimana minat terhadap dirinya terus berkembang.


5. Pemahaman Kontemporer tentang Maria Magdalena: Di bagian akhir, buku ini memperkenalkan perspektif feminis dan modern yang melihat Maria Magdalena sebagai simbol kekuatan spiritual dan perlawanan terhadap patriarki. Banyak penulis dan pemikir kontemporer melihat Maria Magdalena sebagai ikon pemberdayaan perempuan, yang mendorong wacana tentang kesetaraan gender dalam agama dan spiritualitas.


Tema Utama

1. Pemahaman Ulang atas Sejarah Maria Magdalena: Salah satu tema utama buku ini adalah bagaimana Maria Magdalena direpresentasikan secara keliru dalam sejarah Kristen tradisional. Penulis buku ini berusaha untuk “memperbaiki” catatan sejarah dengan memaparkan bukti-bukti yang menunjukkan peran penting Maria Magdalena sebagai pemimpin spiritual dalam gerakan Yesus.


2. Kritik terhadap Gereja dan Patriarki: Buku ini juga mengkritik bagaimana gereja Katolik dan sistem patriarki secara luas telah mendistorsi citra Maria Magdalena sebagai cara untuk menekan peran perempuan dalam agama. Dengan menggambarkan dia sebagai sosok berdosa yang telah bertobat, gereja berusaha untuk memperkuat doktrin yang mendukung subordinasi perempuan.


3. Kebangkitan Femininisme Spiritual: Penulis juga membahas bagaimana kebangkitan minat terhadap Maria Magdalena di zaman modern merupakan bagian dari gerakan spiritual feminis. Maria Magdalena kini dianggap sebagai simbol perempuan yang memiliki kekuatan spiritual, wawasan, dan kebijaksanaan, dan peran ini sangat berbeda dari citra yang selama ini dipromosikan oleh agama tradisional.


Secrets of Mary Magdalene adalah buku yang menawarkan perspektif baru tentang salah satu tokoh paling misterius dalam sejarah Kristen. Buku ini menggabungkan penelitian sejarah, teologi, dan budaya populer untuk memberikan pandangan yang lebih lengkap tentang siapa Maria Magdalena sebenarnya. Dengan menyajikan berbagai sudut pandang dari ahli teologi, feminis, dan sejarawan, buku ini memberikan kesempatan bagi pembaca untuk merenungkan kembali peran Maria Magdalena dalam sejarah dan dampaknya terhadap pemahaman kita tentang agama, spiritualitas, dan peran perempuan dalam tradisi agama.

Wednesday, May 15, 2024

The Lost Gospel

Oleh : Herbert Krosney

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2006

Tebal : 344 halaman


Buku ini mengungkapkan kisah yang menarik dan diteliti secara mendalam ini mengungkap kebenaran di balik salah satu arkeologi Kristen Yahudi terbesar abad ini, yaitu sebuah manuskrip papirus, atau kodeks, berusia 1.600 tahun yang berisi satu-satunya Injil Yudas yang masih ada. 

Herbert Krosney menelusuri perjalanan mustahil Injil yang terlupakan dari pasir gurun Mesir melintasi tiga benua, yaitu sebuah perjalanan yang akan membawanya melewati dunia bawah perdagangan barang antik internasional, sehingga papirus yang hancur akhirnya dibuat untuk melepaskan rahasianya. 

Papirus ini konon terjual 2 kali, hilang sekali dan disembunyikan dalam brankas di Long Island selama 16 tahun, kisah perjalanan menakjubkan Injil Yudas dari gua dekat tepi Sungai Nil.

Apakah salah satu penjahat terhebat dalam sejarah benar-benar salah satu pahlawan terhebat? 

Apakah Yudas Iskariot benar-benar pengkhianat Yesus Kristus? 

Dengan ditemukannya Injil berusia 1.600 tahun, akankah kita mendapatkan jawabannya?

Wednesday, May 8, 2024

Opus Dei

Menguak Mitos dan Realitas Organisasi Paling Kontroversial dalam Gereja Katolik

Oleh : John L. Allen, Jr.

Penerbit : Pustaka Alvabet, 2009

Tebal : 498 halaman


Buku ini merupakan investigasi jurnalistik terhadap organisasi yang sangat rahasia dan kontroversial yang berusaha mengungkap pengaruh signifikannya di Vatikan dan terhadap politik Gereja Katolik.

Opus Dei mempunyai arti “karya Tuhan” merupakan perkumpulan umat Katolik internasional yang sering dicap sebagai konservatif yang mencari kesempurnaan pribadi Kristiani dan berusaha menerapkan cita-cita Kristiani dalam pekerjaan mereka dan dalam masyarakat secara keseluruhan. 

Opus Dei didirikan di Spanyol pada tahun 1928, yang sekarang mempunyai 84.000 anggota dengan 1.600 di antaranya adalah imam di 80 negara. 

Kelompok ini dituduh mempromosikan agenda politik sayap kanan dan praktik aliran sesat, perekrutan yang agresif, mencuci otak anggota baru, dan mengisolasi anggota dari keluarga mereka. 

Ketenarannya meningkat dengan diterbitkannya buku terlaris The Da Vinci Code, dimana  Opus Dei memainkan peran penting dan jahat dalam novel tersebut.

John Allen memisahkan mitos dan fakta di Opus Dei. 

Allen mengungkapkan kekuatan luar biasa yang dimiliki Opus Dei dalam membentuk kebijakan Vatikan dan menyajikan pandangan rinci mengenai keseluruhan jaringan Opus Dei, yang mencakup orang-orang yang menduduki posisi penting dalam politik, perbankan, akademisi, dan bidang berpengaruh lainnya. 

Allen menggambarkan ritual-ritual misterius yang dilakukan untuk melestarikan dan mempromosikan tradisi spiritual yang aneh dan meresahkan bagi kepekaan modern.

-

Opus Dei didirikan oleh Saint Josemaría Escrivá, di Spanyol pada tahun 1928. Opus Dei didirikan dengan tujuan membantu orang-orang awam, khususnya kaum profesional dan pekerja, untuk menjalani kehidupan yang suci di tengah aktivitas sehari-hari mereka. Dijelaskan dengan lengkap tentang motivasi spiritual dan visi Escrivá yang kemudian berkembang menjadi organisasi internasional.

Salah satu elemen kunci yang dijelaskan oleh Allen dalam buku ini adalah struktur keanggotaan Opus Dei. Opus Dei memiliki beberapa jenis anggota, termasuk numerary (anggota penuh yang biasanya hidup selibat), supernumerary (anggota yang kebanyakan adalah orang-orang yang sudah menikah), dan associate. Dijelaskan bagaimana hierarki internal ini bekerja, serta peran dari prelatus yang memimpin organisasi tersebut, dan tentang pusat-pusat Opus Dei yang tersebar di seluruh dunia dan bagaimana mereka menjalankan misi mereka.

Diulas secara mendetail tentang ritual dan praktik keagamaan dalam Opus Dei, termasuk konsep "sanctification of work" atau pengudusan melalui pekerjaan sehari-hari. Juga kontroversi tentang praktik “mortifikasi tubuh” (penyiksaan diri sebagai bentuk penebusan dosa), yang sering kali menjadi fokus kritik dari luar. Ia memberikan penjelasan bahwa praktik ini dilakukan secara sukarela oleh beberapa anggota, tetapi sering disalahpahami atau dilebih-lebihkan oleh pihak luar.

Yang paling menarik adalah kajian tentang pengaruh Opus Dei dalam dunia politik dan sosial. Di beberapa negara, terutama di Spanyol dan Amerika Latin, Opus Dei telah memiliki pengaruh besar dalam bidang politik, bisnis, dan pendidikan. Buku ini membahas beberapa tokoh terkenal yang terkait dengan Opus Dei, serta peran mereka dalam pemerintahan dan kebijakan publik. Allen juga menyoroti kritik yang menyebut Opus Dei sebagai "tangan tersembunyi" yang memengaruhi berbagai keputusan politik di beberapa negara.

Beberapa kritik utama termasuk tuduhan tentang sifat rahasia dan elitis organisasi, tuduhan pengendalian kehidupan pribadi para anggotanya, hingga keterlibatan mereka dalam politik konservatif. Namun, penulis juga memberikan keseimbangan dengan menjelaskan sudut pandang Opus Dei dan bagaimana mereka menanggapi kritik tersebut.

Salah satu alasan utama mengapa Opus Dei menjadi terkenal di mata masyarakat umum adalah karena munculnya buku The Da Vinci Code karya Dan Brown, yang menggambarkan Opus Dei sebagai organisasi rahasia yang penuh konspirasi dan ritual gelap. 

Tuesday, April 30, 2024

Rahasia Nusantara

Candi Misterius Wangsa Syailendra

Penulis : Asisi Suhariyanto

Penerbit : GagasMedia, 2024

Tebal : 274 halaman

Budaya bukan sekedar kesenian biasa, namun budaya merupakan jati diri bangsa yang dapat menjahit keberagaman, dalam konteks bangsa Indonesia, sehingga budaya ini mampu membuat nusantara tetap utuh hingga saat ini.

Dan itulah yang membuat Asisi Suhariyanto dalam Asisi Channel banyak melakukan perjalanan melakukan penelisikan ke candi-candi dalam upaya mengungkap jati diri nusantara dari sebuah kemaharajaan Jawa Kuno.

Pada abad ke-8 hingga abad ke-10, yang dikenal sebagai Klasik Tua, pada jaman itu orang-orang Jawa Kuno membangun candi Borobudur dan candi Prambanan serta candi yang lain yang mempunyai ukuran besar dan kolosal.

Tulisan pertama buku ini adalah Candi yang berada di pegunungan Dieng, konon berdasarkan laporan dari Raffles dalam buku History of Java, berdasarkan Cornelius yang ditugaskan Raffles pada tahun 1814, banyak candi yang terendam danau yang berjumlah 400 reruntuhan candi.

Para arsitektur candi di Jawa memang dididik di India, namun mereka sebagai local genius tidak serta merta menelan mentah konsep dari asalnya, namun terdapat pengembangan tersendiri sehingga menjadikan candi di nusantara unik dan khas. Hal ini bisa dilihat di komplek percandian di Dieng.

Berikutnya yang dibahas adalah kompleks Candi Pringapus dan Situs Liyangan yang berada di lereng Gunung Sindoro. Diperkirakan dibangun pada abad ke-8 hingga 9 Masehi. Cerita bersejarah dari keduanya diperkuat juga oleh Prasasti Rukam (907 Masehi) dan Prasasti Mantyasih (907 Masehi).

Candi yang diceritakan selanjutnya membuat aku ingin kesana, yaitu Candi Sari, di Cepogo Boyolali. Disana terdapat arca Nandini. Konon candi ini berfungsi sebagai penyumbat bencana. Kemudian masih di Boyolali, juga terdapat candi lain, yaitu Candi Lawang Cepogo, yang bisa dibilang merupakan Candi Prambanan mungil di Boyolali seandainya masih utuh.

Dari Jawa Tengah, selanjutnya kita melakukan perjalanan jauh ke Timur, tepatnya di kota Malang, Jawa Timur, untuk melihat Candi Badut. Sebuah sumber menyatakan bahwa nama Candi Badut berasal dari kata Limwa atau Lisma, yang merupakan nama kecil Raja Gajayana, yang mempunyai arti tukang melucu. Namun sumber lain menyebutkan bahwa nama Candi Badut berasal dari nama desa lokasi candi tersebut, sebelum kemudian berganti nama menjadi Karang Besuki.

Beberapa sumber menduga Candi Badut berasal dari Kerajaan Kanjuruhan dengan Raja Gajayana, namun ada dugaan bahwa Candi Badut sebenarnya merupakan candi peninggalan dari Kerajaan Medang, penjelasan lebih komprehensif bisa dibaca di buku ini.

Dari Malang, perjalanan kita lanjutkan kembali ke arah Barat, yaitu menuju kota Nganjuk. Disana terdapat Candi Lor. Candi ini menjadi tugu kemenangan atau monumen kemenangan Jawa atas Sriwijaya sekaligus sebagai tanda dipindahnya pusat pemerintahan Medang ke Jawa Timur.

Yang unik dan yang menarik dari Candi Lor adalah pohon kepuh raksasa yang laksana memeluk reruntuhan Candi Lor untuk mempertahankan puing-puing dari batu-batu candi tersebut. Hampir mirip dengan Kuil di Angkor Wat.

Pindahnya pusat pemerintahan oleh Mpu Sindok ke Jawa Timur membuka lembaran baru dinasti yang bernama Isyana.

Berdasarkan prasasti Turyyan (928 Masehi), ibu kota Medang sudah pindah dan berada di Tamwlang atau Tembelang di Jombang, Jawa Timur. 

Putra keturunan yang terkenal adalah Airlangga (990 - 1049 Masehi) yang terkenal dengan Petirtaan Jolotundo di Trawas yang berada di lereng Gunung Penanggungan. Masih di kaki Gunung Penanggungan, juga terdapat petirtaan yang lain, jika Petirtaan Jolotundo berada di sisi barat, maka di sisi timur terdapat Petirtaan Belahan atau Sumber Tetek.

Ada kemungkinan bahwa Petirtaan Jolotundo merupakan milik dari Dinasti Isyana, sedangkan Petirtaan Belahan merupakan milik dari Dinasti Rajasa, yaitu wangsa yang berlanjut pada raja-raja Kadhiri, yang kemudian berlanjut ke Ken Angrok atau Sri Ranggah Rajasa.

Perjalanan mengelilingi candi dilanjutkan ke situs candi Tondowongso yang berada di Kediri. Di Kediri juga ada Candi Gurah, Candi Kemuning hingga Situs Calon Arang. Untuk penjelasan lebih detai dan komprehensif silahkan dibaca di buku ini.

Setelah tuntas membaca buku ini, jadi tidak sabar menunggu buku kedua Rahasia Nusantara diterbitkan.

Wednesday, April 3, 2024

Mitos Cura-Bhaya

Menjelajahi Jaman Bahari Indonesia

Cerita Rakyat Sebagai Sumber Penelitian Sejarah Surabaya

Oleh : Soenarto Timoer

Penerbit : Balai Pustaka, 1983

Tebal : 67 halaman


Surabaya tidak dapat dilepaskan dengan nama kuno yang konon dipakai oleh kota ini, yaitu Hujunggaluh. Nama Hujunggaluh atau Hujungmas sendiri mempunyai arti tanah yang menjorok ke laut di muara Kali Mas.

Nama Tanjungperak yang digunakan sekarang diperkirakan sebagai nama pengganti Hujunggaluh, karena tanjung mempunyai arti yang sama dengan hujung dan galuh artinya adalah perak.

Lokasi tepatnya Hujunggaluh adalah di kampung Galuhan, yaitu di Surabaya tengah, dekat jalan Pawiyatan belakang penjara Bubutan. Dekat sana ada daerah yang mempunyai nama Tembok, yang dulunya merupakan batas daratan dan lautan.

Dari nama Hujunggaluh kemudian berubah menjadi Curabhaya, yang dikemudian hari menjadi Surabaya, yang konon berdasarkan sejarah peristiwa kepahlawanan.

-

Mitos Cura-Bhaya: Cerita Rakyat Sebagai Sumber Penelitian Sejarah Surabaya adalah sebuah buku karya Soenarto Timoer yang diterbitkan oleh PN Balai Pustaka pada tahun 1983. Buku ini terdiri dari 67 halaman dan dilengkapi dengan ilustrasi. Dalam karyanya, Soenarto Timoer mengkaji asal-usul Kota Surabaya dengan menelusuri mitos Cura-Bhaya, sebuah legenda yang diyakini berperan penting dalam pembentukan identitas kota tersebut. Melalui pendekatan ini, penulis berusaha memahami bagaimana cerita rakyat dapat menjadi sumber penelitian sejarah yang berharga.

Buku ini tidak hanya mengandalkan sumber-sumber sejarah tertulis, tetapi juga menggali mitos dan cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Surabaya. Dengan demikian, Soenarto Timoer menawarkan perspektif yang lebih komprehensif dalam memahami sejarah kota ini. Karya ini menjadi rujukan penting bagi para peneliti dan pegiat sejarah yang tertarik pada kajian sejarah Jawa Timur, khususnya Surabaya.

Secara keseluruhan, Mitos Cura-Bhaya memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana mitos dan cerita rakyat dapat berfungsi sebagai sumber penelitian sejarah, serta peran pentingnya dalam membentuk identitas dan pemahaman kita terhadap masa lalu.

Wednesday, January 17, 2024

Perburuan Harta & Warisan Nusantara

 


Oleh : Joko Darmawan, Handoko F Zainsam

Penerbit : PT Buku Kita, 2012

Tebal : 166 halaman


Keris buatan Mpu Gandring yang dipesan oleh Ken Arok merupakan senjata pusaka yang akhirnya digunakan untuk melukai Bupati Tunggul Ametung, sang penguasa Tumapel.

Senjata pusaka lainnya adalah keris milik Aryo Penangsang yang dijuluki "Setan Kober", yang berasal dari kata Kuber (bahas Belanda) yang mempunyai arti Kuburan.

Pusaka lainnya adalah keris Nagasastra Sabuk Inten, milik raja-raja Mataram, yang mempunyai keistimewaan dimana sabuknya dilapisi intan sebagai alat pengasah. Lalu gagang kerisnya berbentuk kepala naga berukir yang dihiasi manik-manik permata dan berlian.

Tuesday, September 5, 2023

Kontroversi Al Quran Thomas Jefferson

Cerita yang Tak Diketahui tentang Islam, The Founding Fathers, dan Impian Amerika Serikat

Oleh : Denise A. Spellberg
Penerbit : Alvabet, 2014
Tebal : 488 halaman


Berawal dari pembelian Al-Quran oleh Thomas Jefferson saat menjadi mahasiswa hukum pada tahun 1765 sekira 11 tahun sebelum Deklarasi Kemerdekaan hingga saat ini masih tersimpan di Perpustakaan Kongres, inilah kisah dan isi dari buku ini.

Thomas Jefferson saat itu hendak mempelajari tentang hukum dan agama Islam serta keinginan tahuan beliau terhadap pandangan kosmopolitan.

Dikemudian hari, Al Quran milik Thomas Jefferson tersebut digunakan oleh Keith Ellison, seorang anggota Demokrat yang terpilih menjadi anggota Kongres, sekaligus menjadi muslim pertama yang diangkat menjadi anggota Kongres tersebut di Amerika Serikat.

Disaat menjelang kemerdekaan Amerika Serikat, beberapa negarawan menyadari akan pluralisme yang tersirat dalam retorika Revolusioner tentang hak-hak asasi dan universal.

Namun beberapa gagasan ditolak oleh sebagian yang lain, bahkan meskipun yang mengajukan adalah Thomas Jefferson yang memiliki reputasi nasional namun tetap saja diserang oleh lawan-lawan politiknya.

Isu SARA masih diperjuangkan oleh 3 tokoh nasional Amerika Serikat, yaitu Thomas Jefferson, George Washington dan James Madison sepanjang karir politik mereka. Terutama Thomas Jefferson yang mendukung kebebasan beragama, kesetaraan politik dan kewarganegaraan.

Terutama yang berkaitan dengan agama, dimana saat itu banyak yang menjelek-jelekkan Kesultanan Turki Utsmani dan negara Afrika Utara yang menjadi simbol tirani agama dan politik agama Islam. Kata Turki menjadi sinonim agama Islam. 

Padahal karakterisasi ekstrem Turki Utsmani tidak sepenuhnya akurat dan hanya menjadi retorika politik belaka. Memang kata Turki yang berasal dari kata Turk sejak abad-16 di Inggris menandakan seorang manusia yang kejam, keras, tiran dan barbar.

Perlu diingat bahwa orang yang bijak bukan karena menganut agamanya.

Banyak yang belum tahu saat itu bahwa premis dasar agama Islam tentang Sang Nabi sebagai rasul terakhir dalam sebuah kontinum yang mencakup para Nabi Ibrani dan Yesus. Sang Nabi adalah sebagai pemimpin politik merupakan pribadi yang luar biasa dari akal yang siap sedia, penilaian yang menembus dan keberanian yang tak gentar.

Penekanan agama Islam pada keesaan Tuhan yang dibawa oleh Nabi Muhammad sebenarnya bukan hal baru, sehingga sebagian menganggap beliau telah menghidupkan kembali suatu bentuk agama Kristen awal yang lebih benar.

Wednesday, July 26, 2023

Babad Tanah Jawi

Penulis : W.L. Olthof

Penerbit : Buku Seru, 2017

Tebal : 800 halaman


Naskah Babad Tanah Jawi diterjemahkan dari buku yang berjudul Punika Serat Babad Tanah Jawi Wiwit Saking Nabi Adam Doemoegi ing Taoen 1647 ini disusun oleh W. L. Olthof di Belanda pada tahun 1941.

Tulisan dalam Babad Tanah Jawi ditulis oleh kerajaan Mataram yang isinya adalah silsilah raja-raja Mataram dengan menarik garis silsilah awal Nabi Adam, lalu silsilah dewa agama Hindu, tokoh Mahabharata, cerita Panji di Kediri hingga berakhir pada masa Kartasura.

Juga ada cerita mengenai Raja Brawijaya yang saat mendengar kabar bahwa banyak orang yang takluk kepada Sunan Giri, lalu Brawijaya mengutus patih Gajah Mada untuk mendatangi Sunan Giri. Pertempuran pun terjadi. Banyak prajurit dari Majapahit tewas, dan sisanya lari pulang ke Majapahit.

Di kemudian hari Sunan Giri meninggal dunia, lalu diganti oleh Sunan Parapen, cucunya. Mendengar hal ini raja Brawijaya memberi perintah kembali kepada patih Gajah Mada untuk merebut Giri. Sunan Parapen yang kalah kemudian mengungsi ke pantai.

Di lain hari, raja Brawijaya teringat akan putranya yang tinggal di Bintara. Singkat cerita Bintara kemudian hari akan berdiri kerajaan yang menjadi awal orang Jawa beragama Islam. Dengan raja yang pertama adalah Raden Patah yang menjadi raja Demak dengan gelar Senapati Jimbun Ngabdur Rahman Panembahan Palembang Sajidin Panatagama.

Wednesday, March 8, 2023

Voltaire & Pencerahan Perancis

Kehidupan dan Karya-karyanya yang Menguncang Dunia

Oleh : Will Durant PHD

Penerbit : Portico Publishing, 2011

Tebal : 120 halaman


"Il avait le diable au corps" yang mempunyai arti dia memiliki iblis dalam tubuhnya, merupakan prinsip yang dipegang oleh Francois Marie Arouet atau yang lebih dikenal dengan nama Voltaire pada tahun 1742.

Voltaire nantinya menjadi inspirasi bagi Prancis sehingga terjadilah Renaissance dan Reformasi serta setengah Revolusi.

Beberapa prinsip Voltaire berasal dari percakapannya yang menjadi scripta manent, verba volant yang artinya kata-kata tertulis abadi. Bagi Voltaire buku memerintah dunia. Buku Voltaire meletakkan dasar ilmu sejarah modern.

Namun karena buku tersebut, Voltaire diasingkan karena buku tersebut menyinggung perasaan orang, membuat murka pendeta. Dalam sepanjang hidupnya, Voltaire bertempur melawan tirani para rohaniwan dan memaksa dia untuk menarik diri pada korupsi politik dan penindasan. 

Dalam perspektif baru dunia yang luas dan baru diungkapkan, setiap dogma memudar ke dalam relativitas.

Voltaire menghadiri pemakaman Isaac Newton saat Newton baru saja meninggal dunia. Bagi Voltaire, Newton adalah manusia paling agung, yang dapat menguasai pikiran dengan kekuatan pikiran. Voltaire menjadi murid yang sabar dari karya-karya Newton.

Bagi Voltaire, sejarah itu tidak lebih dari sebuah gambar kejahatan dan kemalangan.

Bagi orang kaya, mereka menginginkan aristokrasi.

Bagi rakyat, mereka menginginkan demokrasi.

Bagi raja, mereka menginginkan monarki.

Wednesday, November 16, 2022

Warisan Umat Manusia Borobudur

Oleh : Daoed Joesoef

Penerbit : PT Kompas Media Nusantara, 2015

Tebal : 176 halaman


Candi atau Temple berasal dari kata templum atau temenos yang mempunyai arti bangunan yang terpisah dari dunia profan.

Candi Borobudur dibangun pada masa Raja Smaratungga dari Wangsa Sailendra sekitar tahun 650 - 930 M, referensi lain menyebutkan tahun 800 M dimana waktu penyelesaiannya memerlukan waktu 50 -70 tahun.

Dari bagian tertinggi candi Borobudur kita bisa menyaksikan sebagai lingkaran gunung mulai dari Merapi (2.911 m), Merbabu (3.142 m), Sumbing (3.371 m), Sundoro (3.135 m), Perahu (2.565).

Dalam sebuah prasasti tahun 842 M, terdapat sebutan Tumpukan Kebajikan seperti Bhumisambharabudhara yang mempunyai arti bukit tumpukan kebajikan pada kesepuluh tingkatan-tingkatan atau ke-Bodhisattwa-an.

Bagi penganut paham Pythagoras bilangan 10 berbentuk tetraktys persegi tiga yang merupakan suatu bilangan sempurna, yaitu dimana 1+2+3+4 = 10

Tahun 1365, dalam naskah kitab Nagarakertagama karya sang pujangga Mpu Prapanca yang menyebutkan nama Budur untuk sebuah bangunan suci agama Budha dari aliran Wajradhara.

Menurut Dr. Poerbatjaraka, kata Boro adalah biara.

Tahun 1814, Sir Thomas Stanford Raffles sebagai Letnan Gubernur Jenderal Inggris yang menjabat Wali Negara di Indonesia menuliskan laporan dalam bukunya yang berjudul The History of Java bahwa Budur dikiaskan sebagai bukit. Sedangkan Boro berarti agung atau yang terhormat.

Semua warisan budaya tua menunjukkan adanya sharing dalam engineering skills filosofi religius dan nilai artistik. 

Featured Post

Wow Marketing

Oleh : Hermawan Kartajaya Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2015 Tebal : 239 halaman Marketing 1.0 : Product centric marketing, dimana obj...

Related Posts