Monday, December 21, 2020

Meraih Keuntungan dengan Lean Manufacturing

Cara Mudah Memahami dan Menerapkan Lean Manufacturing


Oleh : Wishnu AP

Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2008

Tebal : 115 halaman


Dalam buku ini dibahas metode Lean Manufacturing yang meliputi 5R, 3R, Visual Control dan inovasi logistik.

Dimana yang dimaksud 5R adalah Ringkas Rapi Resik Rawat Rajin.

Yang dimaksud 3R adalah Right Place, Right Amount dan Right Container.

Profit perusahaan tidak semata-mata berasal dari peningkatan dari jumlah penjualan, namun juga dipengaruhi oleh sistem kerja dan kondisi lingkungan kerja.

Dan metode-metode diatas merupakan basic innovation. 

-

Meraih Keuntungan dengan Lean Manufacturing: Mengoptimalkan Efisiensi dengan 5R, 3R, Visual Control, dan Inovasi Logistik

Buku Meraih Keuntungan dengan Lean Manufacturing memaparkan bagaimana konsep Lean Manufacturing dapat diterapkan untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi dalam proses produksi dan operasi perusahaan. 

Dalam buku ini, penulis memberikan berbagai metode yang relevan untuk industri manufaktur, mulai dari prinsip dasar Lean hingga aplikasi praktis melalui pendekatan 5R, 3R, Visual Control, dan inovasi logistik.

5R: Pilar Dasar Efisiensi Kerja

5R adalah metode yang berasal dari Jepang untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih efisien dan produktif. Tujuan utamanya adalah menciptakan tempat kerja yang rapi, bersih, dan teratur. Berikut penjelasan masing-masing komponen 5R:

  1. Ringkas (Seiri): Memilih dan memisahkan barang-barang yang diperlukan dan tidak diperlukan di tempat kerja. Barang yang tidak berguna harus dihilangkan untuk mengurangi gangguan dan memperlancar alur kerja.

  2. Rapi (Seiton): Menyusun barang-barang yang diperlukan dengan cara yang teratur dan mudah diakses. Ini mencakup pengaturan alat, peralatan, dan material kerja dengan sistematis sehingga memudahkan pekerja untuk mengambil dan menyimpan barang.

  3. Resik (Seiso): Membersihkan area kerja secara rutin untuk menghindari akumulasi kotoran atau bahan yang dapat mengganggu aktivitas kerja. Kebersihan tempat kerja menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas dan keselamatan kerja.

  4. Rawat (Seiketsu): Mempertahankan standar yang telah ditetapkan pada langkah sebelumnya. Standar ini mencakup cara menyusun, menjaga kebersihan, dan mengatur barang. Konsistensi dalam penerapan 5R ini membantu dalam mempertahankan efisiensi yang telah dicapai.

  5. Rajin (Shitsuke): Menciptakan kebiasaan yang baik dan disiplin dalam mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Disiplin ini menjadi budaya yang melekat di setiap tingkatan organisasi, memastikan setiap pekerja memahami dan mematuhi aturan yang ada.

3R: Right Place, Right Amount, Right Container

Pendekatan 3R adalah metode untuk meningkatkan manajemen persediaan dan aliran material dalam proses produksi. 3R mencakup:

  1. Right Place (Tempat yang Tepat): Menyusun material dan barang di tempat yang tepat, sehingga memudahkan akses dan mengurangi waktu pencarian. Ini membantu mempercepat alur kerja dan menghindari penundaan.

  2. Right Amount (Jumlah yang Tepat): Mengelola inventaris dengan jumlah yang tepat. Ini berarti hanya menyimpan barang sesuai kebutuhan untuk menghindari kelebihan inventaris yang menghabiskan ruang dan sumber daya.

  3. Right Container (Wadah yang Tepat): Menggunakan wadah atau tempat penyimpanan yang sesuai untuk setiap jenis barang. Wadah yang tepat membantu melindungi barang, mempercepat identifikasi, dan mempermudah pengelolaan persediaan.

Visual Control: Mengoptimalkan Pemantauan Kerja

Visual Control adalah teknik manajemen yang bertujuan untuk membuat kondisi di tempat kerja menjadi lebih mudah dipahami dan dipantau. Melalui kontrol visual, setiap orang dapat melihat informasi penting mengenai status operasional secara langsung, tanpa perlu bertanya atau mencari informasi tambahan. Berikut beberapa elemen utama dari Visual Control:

  1. Labeling dan Signage: Setiap area kerja, alat, dan bahan diberi label yang jelas untuk memudahkan identifikasi. Informasi visual ini membantu pekerja mengetahui lokasi, status, dan prosedur yang berlaku.

  2. Andon System: Sistem lampu yang menunjukkan status produksi, apakah berjalan normal, mengalami masalah, atau memerlukan perhatian khusus. Dengan sistem ini, masalah dapat segera diidentifikasi dan ditangani tanpa penundaan.

  3. Kanban: Sistem kartu visual yang digunakan untuk mengatur alur produksi berdasarkan permintaan pelanggan. Kanban membantu mengelola persediaan secara efisien, menghindari produksi berlebih, dan memastikan bahwa barang selalu tersedia sesuai kebutuhan.

  4. Floor Markings: Penggunaan garis dan warna di lantai untuk menandai area kerja, jalur lalu lintas, dan lokasi penyimpanan. Ini membantu mengurangi kebingungan dan meningkatkan efisiensi dalam pergerakan barang dan orang di tempat kerja.

Inovasi Logistik: Meningkatkan Efisiensi Rantai Pasok

Inovasi dalam logistik merupakan komponen penting dalam mencapai keunggulan kompetitif dalam Lean Manufacturing. Dengan fokus pada efisiensi aliran barang, waktu pengiriman, dan biaya distribusi, beberapa inovasi logistik yang diuraikan dalam buku ini adalah:

  1. Pengelolaan Rantai Pasok Berbasis Lean: Mengadopsi prinsip Lean dalam rantai pasok, mengurangi pemborosan di setiap titik, dari pemasok bahan baku hingga distribusi produk akhir. Fokusnya adalah pada pengurangan lead time, pengendalian persediaan, dan optimalisasi distribusi.

  2. Teknologi Just-In-Time (JIT): Produksi hanya dilakukan berdasarkan permintaan aktual, menghindari persediaan berlebih, dan mengurangi biaya penyimpanan. Teknologi ini memungkinkan barang tiba tepat waktu ketika diperlukan, mengurangi waktu tunggu, dan meningkatkan efisiensi operasional.

  3. Penggunaan Teknologi Digital dan Automation: Memanfaatkan teknologi digital, seperti sensor IoT, RFID, dan perangkat lunak manajemen logistik untuk mengoptimalkan alur informasi dan barang di seluruh rantai pasok. Automation juga membantu mempercepat proses produksi dan mengurangi kesalahan manusia.

  4. Distribusi Berbasis Data: Analisis data digunakan untuk mengidentifikasi pola distribusi yang paling efisien, mengurangi biaya transportasi, dan mempercepat waktu pengiriman. Informasi real-time memungkinkan perusahaan untuk mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat dalam merespons permintaan pasar.

Keuntungan Menerapkan Metode 5R, 3R, Visual Control, dan Inovasi Logistik

Dengan menggabungkan metode 5R, 3R, Visual Control, dan inovasi logistik, perusahaan dapat meraih berbagai keuntungan seperti:

  1. Peningkatan Efisiensi Produksi: Proses yang lebih terstruktur dan rapi membantu mempercepat alur kerja, mengurangi waktu henti, dan meningkatkan produktivitas.

  2. Penghematan Biaya: Pengurangan pemborosan dalam aliran produksi dan logistik membantu mengurangi biaya operasional secara signifikan.

  3. Kualitas yang Lebih Baik: Pemantauan visual dan pemilahan barang yang tepat meningkatkan kualitas produk, mengurangi cacat, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

  4. Lingkungan Kerja yang Lebih Baik: Area kerja yang bersih, terorganisir, dan mudah dipahami meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan pekerja.

  5. Respons yang Lebih Cepat terhadap Permintaan Pasar: Dengan manajemen persediaan yang lebih baik dan alur informasi yang transparan, perusahaan dapat lebih responsif terhadap perubahan permintaan pelanggan.

Penutup

Meraih Keuntungan dengan Lean Manufacturing adalah buku yang memberikan panduan komprehensif untuk perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan dalam proses produksi. Melalui pendekatan praktis seperti 5R, 3R, Visual Control, dan inovasi logistik, perusahaan dapat mencapai efisiensi yang lebih tinggi, mengurangi biaya, dan meningkatkan kualitas produk. Pendekatan ini juga menekankan pentingnya budaya perbaikan berkelanjutan dan adaptasi teknologi untuk menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.

Artikel ini menekankan pentingnya implementasi konsep Lean Manufacturing yang bukan hanya sebagai alat manajemen produksi, tetapi juga sebagai filosofi yang mendorong efisiensi dan inovasi di semua aspek organisasi, termasuk logistik dan manajemen persediaan.

Sunday, November 22, 2020

Marissa Mayer

Keputusan-Keputusan Kontroversial & Misi Menyelamatkan Yahoo dari Kebangkrutan

Oleh : Nicholas Carlson

Penerbit : Mizan Media Utama, 2015

Tebal : 366 halaman


Tahun 1963, J.C.R Licklider menulis dan menawarkan "Intergalactic Computer Network"

Tahun 1974, Vinton Cerf, Yogen Dalal dan Carl Sunshine mengemukakan "internetworking", yang kemudian kita kenal sebagai "internet".

Tahun 1989, Tim Berners-Lee dan Robert Cailliau memperkenalkan "World Wide Web" sebuah sistem dimana kita bisa meng-klik tautan untuk mengakses informasi.

Tahun 1992, mahasiswa Berkeley meluncurkan ViolaWWW.

Tahun 1994, David Filo dan Jerry Yang membuat daftar berisi semua situs yang disukai, yang diberi nama Jerry's Guide to The World Wide Web, kemudian berganti menjadi David and Jerry's Guide to The World Wide Web, dan lalu berubah menjadi Yahoo yang merupakan singkatan dari Yet Another Hierarchical Officious Oracle.

Tahun 1995, Yahoo adalah internet itu sendiri. Berawal dari start-up kemudian mnejadi proyek bernilai 128 miliar dolar dalam 5 tahun.

Kemunduran Yahoo ini sangat terlihat saat Brad Garlinghouse melakukan survey terhadap respon kepada 30 orang, tahun 2006. Saat disebutkan Paypal, semua orang kompak menuliskan "pembayaran", saat diucapkan Google, semua kompak menuliskan "pencarian", saat disebutkan eBay, semua menulis "lelang", namun saat disebutkan Yahoo, setiap orang menuliskan hal yang berbeda-beda.

Yahoo tidak fokus.

Kisah Laura Beckman, cukup menginspirasi. Jika orang biasa memilih bergabung dengan tim Voli junior agar bisa mendapatkan jam bermain, namun Laura lebih memilih masuk di tim Voli senior, denga konsekuensi lebih banyak berada di bangku cadangan. Namun hal tersebut menjadi hal positif, karena setahun kemudian, Laura menjadi tim inti, sedangkan temannya yang dari tim Voli junior menjadi cadangan. Laura lebih memilih berlatih dengan pemain lebih bagus setiap hari sehingga di kemudian hari bisa menjadi pemain yang lebih baik.  

Begitu juga dengan Marissa Ann Mayer, yang lebih memilih bekerja di Google, sebuah start-up kecil yang dirasa akan berkembang, daripada menjadi konsultan di firma McKinsey yang sudah tawarannya sebenarnya sudah dia terima. 

Mayer, dengan aspek gugupnya, namun memiliki kecerdasan, fokus dan komitmen yang tinggi. Selain itu, kelebihan Mayer lainnya adalah pertama selalu mengingat detail terkecil, kedua sejak kecil merupakan perencana tingkat dunia, dan ketiga sepenuh jiwa raga.

Tiap keputusan yang dia ambil selalu berdasarkan fakta dan riset, sehingga tahun 2000 dia menjadi Chief of Product.

Tahun 2012, Mayer menjadi CEO Yahoo dengan gaji tahunan sebesar 1 juta dolar dan bonus sebesar 2 juta dolar. Dia bergabung digelar dengan karpet ungu yang dianggap sebagai CEO penyelamat, pahlawan super dan selebritas Yahoo.

Namun, meskipun Mayer hebat sebagai insinyur peranti lunak, namun dia harus belajar banyak sebagai insinyur keuangan. Mayer sangat berpengalaman di dunia industri internet karena aktif dalam pengembangan produk, namun tidak mempunyai pengalaman dalam bisnis periklanan Google karena jarang terlibat dalam monetisasi dan penjualan produk.

Di Yahoo, Mayer memperkenalkan FYI, rapat mingguan sebagaimana di Google terdapat TGIF.

Tidak seperti kebanyakan CEO, yang berdasarkan tes kepribadian Myers-Briggs termasuk ENFP (Extrovert-Intuitive-Feeling-Perceiving), Mayer adalah sosok ISTJ (Introvert-Sensing-Thinking-Judging).

ENFP adalah sosok yang antusias, ramah, pada menginspirasi dan memotivasi, bahkan terkadang terlalu terbuka dan menyanjung secara berlebihan. Sedangkan ISTJ adalah sosok yang fokus pada diri sendiri, sangat terus terang, taat pada tugas, tidak pernah melanggar aturan, tahan bekerja dalam waktu lama, dan terkadang tidak sadar perasaan orang lain.

Yahoo pernah menerapkan QPR (Quarterly Performance Reviews), sejenis OKR (Objectives and Key Result) yang pernah dijalankan di Google untuk mengukur kinerja dan efektivitas dari karyawan, divisi dan perusahaan. Dengan OKR, target akan lebih terukur.

Hasil dari OKR maka memetakan karyawan menjadi 5 kategori, yaitu 10% akan masuk dalam kategori A (jauh melampaui), 25% kategori B (melampaui), 50% kategori C (memenuhi), 10% kategori D (kadang meleset), dan 5% kategori E (meleset).

Konsekuensi negatif dari sistem tersebut adalah para karyawan akan secara aktif saling menjatuhkan. Sehingga hal ini akan menurunkan motivasi karyawan.

Akankah kemunduran Yahoo akan menuju ketiadaan?

Sunday, November 15, 2020

It’s Injury Time

150 Inspirasi Hidup dari Keseharian Kita dan Sepakbola

Kumpulan Kolom Injury Time Tabloid Soccer

Oleh : Angryanto Rachdyatmaka

Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2008

Tebal : 335 halaman


Sejak duduk di bangku SMA, saat terbit tabloid Soccer edisi perdana, yang terbit pertama kali aku sudah membelinya. Tidak seperti jaman sekarang, dimana untuk membaca preview dan review pertandingan bola bisa langsung didapat sesegera mungkin.

Berbeda.

Tidak hanya preview dan review pertandingan bola, ada 1 hal yang aku suka dari tabloid soccer, yaitu kolom Injury Time. Isinya segar dan inspiratif. Beberapa hal yang menarik diantaranya sebagai berikut ini.

  • Menang tanpo ngasorake alias menang tanpa merendahkan (artikel 2 : Dahaga Ahmad Dhani)
  • Mengalah tak selamanya berarti kalah, bukan (artikel 3 : Kearifan Para Penentu)
  • Senang dipuji karena kegagalan orang lain atau ikut tersenyum melihat keberhasilan orang lain karena tahu Anda punya andil di dalamnya (artikel 4 : Melepas Emas)
  • Berjuang menaklukkan tantangan adalah hal hebat, tapi lebih hebat adalah orang yang berani mengambil keputusan setelah menimbang kemampuan sendiri (artikel 18 : Keberanian untuk Menyerah)
  • Hidup di dunia seperti ada di neraka, padahal tugas kita adalah membuat supaya hidup di dunia seperti di surga (artikel 37 : Sumbu di Surga)
  • Kalau kamu tidak puas dengan perusahaan, doronglah untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, kalau tidak bisa keluarlah (artikel 47 : Melepas Keterbatasan)
  • Pada dasarnya kita semua adalah cermin berjalan, selalu memunculkan bayangan tertentu, entah baik, entah buruk, dari setiap perkataan, perbuatan bahkan pikiran (artikel 55 : Cermin Berjalan)
  • Filosofi si tukang jahit sangat sederhana, mengukur setiap orang sesuai ukurannya masing-masing (artikel 63 : Jadilah Tukang Jahit)
  • Tiap kita punya peran yang dibatasi dimensi waktu dan ruang (artikel 83 : Tebu tanpa Sepah)
  • Jangan mudah menyerah, temukan sebuah alasan untuk tetap bertahan dalam badai sekencang apa pun (artikel 108 : Menemukan Alasan)
  • Kadang, kita terlalu percaya pada potensi dan lupa melihat wujud nyatanya (artikel 109 : Jangan Hanya Sekali)
  • Aturan harusnya tetap aturan. Sebodoh apapun kelihatannya, pastilah menegakkan aturan itu ada gunanya juga (artikel 118 : Menjadi Bodoh Karena Aturan)
  • Menang tak berarti menjadi raja dunia, dan kalah tak otomatis menjadi sang pecundang (artikel 120 : Main-main Kok Marah)
  • Selamat mencintai mereka yang tidak sempurna dengan cara yang sesempurna mungkin (artikel 123 : Antara Agnes dan Hughes)
  • Sebuah buku, nyaris mustahil dibaca tanpa membuat lipatan penanda. Berharap buku kita mulus tanpa lipatan sama artinya dengan membiarkan hidup kita jalan di tempat (artikel 125 : Lipatan Buku Kita)
  • Diam adalah simbol perlawanan, efektif atau tidak untuk mengatasi sebuah masalah, minimal kita sudah mencegah terjadinya kesalahan baru (artikel 145 : Melawan dalam Diam)


Saturday, October 24, 2020

Clear Teamwork dalam Bisnis

Leading and Managing Field Operation Team

Oleh : Ir. Fl. Titik Wijayanti, MM

Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2015

Tebal : 279 halaman


Filosofi perusahaan atau Corporate philosophy perusahaan harus dimiliki dalam menjalankan bisnisnya yang harus dimengerti oleh semua manajemen yang dibuat sejak perusahaan berdiri oleh founder perusahaan yang dibuat secara korporasi.

Filosofi perusahaan merupakan dasar kebijakan perusahaan yang digunakan untuk mengembangkan dan merancang pandangan mengenai hidup perusahaan. Filosofi perusahaan ini akan mempengaruhi perilaku dan gaya individu tiap personel perusahaan.

Filosofi perusahaan ini berbeda dengan visi dan misi. Namun visi dan misi ini harus mendukung filosofi perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kesuksesan sebuah perusahaan sangat bergantung pada kemampuan manajemen dalam membaca dan mengantisipasi perubahan.

Goal atau tujuan dari perusahaan yang akan dicapai haruslah yang dapat terukur baik secara kualitatif maupun kuantitatif, baik secara volume atau value, baik target konsumen maupun target penjualan.

Ada 3 karakteristik pemimpin versi Drucker, yaitu Head (kepandaian), Heart (kelapangan hati) dan Gut (keberanian mengambil keputusan dengan resiko terukur)

Marketing plan terdiri dari marketing strategy (segmentasi, targeting dan positioning) dan marketing mix 4P (product, price, promotion dan placement). Kesemuanya menjadi image perusahaan.

Promosi dibedakan menjadi 2, yaitu above the line (thematic) sebagai program jangka panjang dengan maksud brand building (membangun brand) sehingga produk kita menjadi Top of Mind dalam pikiran konsumen. Hal ini bisa dibangung misalnya dengan membuat film berdurasi 60 detik.

Sedangkan yang berikutnya below the line sebagai program jangka pendek, misalnya dengan program diskon, pemberian gimmick seperti kalender, gelas dan lainnya.

Kemampuan khusus yang harus dimiliki dalam teamwork adalah PKSA yaitu Passion (semangat), Knowledge (ilmu pengetahuan), Skill (keahlian) dan Ability (bakat).

Monday, October 19, 2020

Business Model Canvas

Business Model Canvas Penerapan di Indonesia

Oleh : Tim PPM Manajemen

Penerbit : PPM, 2012

Tebal : 262 halaman


Model bisnis adalah gambaran hubungan antara keunggulan dan sumber daya yang dimiliki perusahaan, serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan sehingga mampu menciptakan nilai dan perusahaan dapat menghasilkan laba.

Konsep Business Model Canvas yang dibesut oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur menjadi trend oleh pebisnis, terlebih saat bisnis e-commerce merajalela, sehingga mengubah model bisnis lama yang rumit menjadi model bisnis baru yang sederhana, yang dapat ditampilkan dalam 1 kanvas.

Model bisnis tidaklah sama dengan strategi bisnis, jadi model bisnis harus ditentukan dan dirancang terlebih dahulu, baru kemudian kita susun strategi bisnis. Business Model Canvas juga bukan Business Plan, dimana Business Model Canvas menjelaskan bagaimana organisasi menghasilkan uang dan bagaimana organisasi menciptakan value. Dari Business Model tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah Business Plan yang lebih komprehensif, yang menjelaskan lingkungan luar organisasi, rencana Pemasaran, Produksi, Keuangan, SDM dan bagaimana pengorganisasian.

Dikarenakan Business Model Canvas merupakan proses berpikir strategis sehingga perancang Business Model Canvas jangan terlalu cepat masuk ke dalam detail.

Model bisnis diperlukan diantaranya sebagai berikut:

  1. agar perencana dan pengambilan keputusan dapat melihat hubungan logis, 
  2. membantu untuk menguji konsistensi antar komponen, 
  3. membantu menguji pasar dan asumsi yang digunakan,
  4. menunjukkan seberapa radikal perubahan yang terjadi atau yang dilakukan dan konsekuensinya.

Salah satu yang diutamakan dalam Business Model Canvas adalah value proposition atau proposisi nilai konsumen, yaitu nilai yang ditawarkan kepada konsumen yang dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan lebih cepat, lebih mudah, lebih murah, lebih nyaman dan lebih efektif.

Pada intinya memudahkan konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.

Hal ini bisa terjadi jika kita mempunyai distinctive competence atau kompetensi unik, yaitu proposisi nilai konsumen yang berbeda secara strategis.

Setidaknya ada 11 value proposition dalam Business Model Canvas, yaitu

  1. Newness (kebaruan)
  2. Performance (kinerja)
  3. Customization
  4. Getting the Job Done (penyelesaian pekerjaan)
  5. Design
  6. Brand / status
  7. Price
  8. Cost reduction
  9. Risk reduction
  10. Accessibility
  11. Convenience / usability (kenyamanan / kemudahan penggunaan)
Terakhir harus ingat pepatah rajin memanen lupa menanam. Maksudnya jangan sampai kita lupa memikirkan Business Model Canvas selanjutnya. Terutama apabila Business Model Canvas lama sudah tidak bisa dipanen dan menghasilkan profit, dikarenakan pesaing baru, teknologi baru.

Saturday, October 3, 2020

Take The Stairs

7 Langkah Menggapai Sukses Sejati

Oleh : Rory Vaden

Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2013

Tebal : 236 halaman

95% orang pada umumnya memilih menggunakan eskalator alih-alih pakai tangga. Begitu juga dalam hidup, banyak orang yang mencari jalan pintas untuk mencari kesuksesan dan kebahagiaan. Hal ini dapat menghancurkan kepercayaan diri, karena kita ingin menginginkan sesuatu hal atau bahkan segala hal tanpa perlu bekerja keras. Sikap mental eskalator di sekeliling kita senantiasa berfokus pada saat ini dan detik ini.

Junk food, apakah merupakan contoh jalan pintas atau bukan?

Ajang American Idol, apakah merupakan contoh jalan pintas atau bukan?

Ciri orang sukses adalah mereka melakukan hal yang tidak disukai, yang tidak mudah dan tidak biasa. Kerja keras adalah kuncinya, tidak ada pengganti untuk kerja keras, tepatnya 10.000 jam kerja keras. Rahasia sukses ini berkaitan dengan action ketimbang attraction.

Hukum aksi atau Action, menyatakan bahwa apapun yang kita katakan bahwa kita meyakininya, keyakinan kita yang sebenarnya terungkap melalui tindakan kita. 

Hukum Tarik Menarik atau Law Attaction, yang intinya bahwa kekuatan yang memberikan hasil yang luar biasa, jika kita berfokus dan menjaga pikiran kita dengan menggunakan pendekatan "Take The Stairs".

Menaiki tangga merupakan masalah mentalitas. Memang jika kita naik 1 tangga tidak akan membuat perbedaan yang nyata, namun jika ini menjadi kebiasaan sehari-hari maka akan menjadi perubahan yang significan.

Sukses bukanlah merupakan 1 keputusan besar, melainkan merupakan kumpulan keseluruhan keputusan kecil yang terkesan sepele yang dilakukan dengan konsisten.

Penelitian menarik bahwa rata-rata karyawan menyia-nyiakan waktu 2,09 jam setiap hari untuk aktivitas yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. Penundaan ini merupakan sikap penghindaraan kreatif yang tidak kita sadari, tidak kentara dan tidak kasat mata. Menjadikan kita menjadi tidak efektif meskipun efisien.

Terlepas kita sebut sebagai cita-cita, tujuan atau visi, inti yang penting adalah kita harus memiliki, bahkan tidak hanya sekedar memiliki, kita juga harus mengembangkan. Mengembangkan visi, bukanlah latihan akademis, juga bukan bagian dari rencana bisnis, atau bisa kita sebut sebagai visioneering, vision (visi) dan engineering (rekayasa).

Tulislah visi, perlualah visi, karena visi menjadi gambaran mental yang menginspirasi yang memicu kita untuk bertindak, menjadikan kita punya daya tahan dan intensitas fokus.

Tidak lupa, kita harus mempunyai jadwal untuk memastikan kita memenuhi semua komitmen kita. Kenapa kita harus punya jadwal? Karena kita tentunya mempunyai kegiatan dan aktivitas layaknya "batu-batu" yang tidak bisa dipindahkan.

Beberapa daftar yang menjadi prioritas adalah

  1. Iman
  2. Keluarga
  3. Kebugaran
  4. Karier
  5. Keuangan
  6. Rekreasi

#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku

Friday, September 25, 2020

Balanced Scorecard

Menerapkan Strategi Menjadi Aksi

Oleh : Robert S. Kaplan & David P. Norton

Penerbit : Erlangga, 2000

Tebal : 276 halaman


Tahun 1850 - 1975, terjadi transformasi yang revolusioner di dunia industri. Saat itu pengukuran kinerja yang dipakai adalah ROCE (Return-on-Capital-Employed), dimana modal internal perusahaan berupa finansial dan fisik diarahkan pada penggunaan hal yang paling efektif dan efisien bagi pemegang saham.

Tahun 1990, Nolan Norton Institute melakukan penelitian mengenai pendekatan pengukuran kinerja dengan berdasarkan ukuran kinerja keuangan sebagai yang utama sehingga tujuan akhirnya adalah perusahaan mampu menciptakan nilai ekonomis masa depan.

Dibantu oleh konsultan akademis, Robert Kaplan, yang kemudian dikembangkan pada 4 perspektif lainnya yaitu selain keuangan, juga pelanggan, internal dan inovasi.

Dan terbentuklah Balanced Scorecard yang menerjemahkan misi dan strategi sebagai pengukuran dan sistem manajemen strategis dengan tujuan finansial. Sehingga kita didorong untuk mengaitkan tujuan finansial dari unit bisnis dengan strategi korporasi.

Diantaranya misalnya

  • hubungan dengan pelanggan
  • jasa inovatif
  • lead time
  • response time
  • database

Tentunya, semua perusahaan menginginkan untuk meningkatkan mutu, mengurangi lead time, meningkatkan hasil, memaksimalkan output dan menurunkan biaya.

Semboyan dari Balanced Scorecard adalah "jika kita tidak dapat mengukurnya, maka kita akan kesulitan untuk mengelolanya"


Featured Post

Different Seasons

Oleh : Stephen King Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2025 Tebal : 512 halaman Yang menarik dari buku Novel Different Seasons adalah cerpen...

Related Posts