Saturday, July 25, 2020

Sadar Kaya


Oleh : Mardigu WP

Penerbit : Santara Media, 2019
Tebal : 240 halaman


Terdapat fakta bahwa 375 nama orang terkaya seperti Bill Gates, Donald Trump, Warren Buffet, Jeff Bezos, Rupert Murdoch, Sam Walton dkk mempunyai kekayaan yang setara dengan 3 miliar manusia lainnya. Artinya hanya 0,000013% orang yang super kaya di dunia ini.

Untuk menyadari masalah yang menimpa kita, maka kita harus sadar bahwa semua masalah tersebut berasal dari diri kita sendiri, sedangkan hal yang diluar hanyalah pelengkap.

Untuk melepas masalah tersebut, maka tidak boleh ada hal negatif atau yang berlawanan, yang disebut dengan conflict of interest di pikiran. Hal ini dikarenakan di otak manusia hanya dapat fokus memikirkan 1 hal saja. Oleh karena kita harus membuang apa-apa yang buruk buat pikiran. Dan persepsi adalah hal nomor satu yang harus disingkirkan. Kehidupan adalah menjalankan fokus anda.

Oleh karena itu kita harus sabar, ibarat sculpturing yaitu memahat diri, sehingga kita harus menjaga motivasi diri yang harus dipertahankan.

Penentu 95% emosi kita adalah berasal dari dialog dengan diri sendiri.

Berbisnis bukanlah sesuatu yang rumit, sehingga bisnis bukan sesuatu yang harus dipikirkan namun dijalankan.

Tujuan kita mencari ilmu adalah agar terjadi keseimbangan dengan hati. Misalnya seorang enginer yang kaku, analitis dan teknis, maka perlu juga mempelajari dari sisi sosiologi daerah tertentu sehingga kita bisa melihat dunia dari sisi yang lain.

Hal ini juga berkaitan dengan hukum alam, give & take, jangan dibalik. Karena kita harus berinvestasi dengan give terlebih dahulu sebelum mendapatkan hasil atau take.

Terakhir sering-seringlah kopdar dengan rekan-rekan, hal ini bertujuan untuk nyetem vibrasi agar terinduksi secara dalam hal positif tentunya.

#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku

Djember Tempo Doeloe


Oleh : Dukut Imam Widodo

Penerbit : PT Jepe Press Media Utama, 2014
Tebal : 317 tahun


Dalam kitab yang ditulis oleh Mpu Prapanca atau yaitu naskah Nagarakretagama, sekitar tahun 1359 Hayam Wuruk (1350-1389) sebagai raja Majapahit masuk ke wilayah Djember, yaitu diantaranya Bajraka di Kencong, Balater di Mayangan, Basini & Sadeng di Puger,  Balung, Galagah di Jenggawah dan Sila Bango di Arjasa.

Di desa Sukojember terdapat dusun bernama Krajan, yang konon merujuk pada kata kerajaan atau sekitar kerajaan. Di sana terdapat batu pra-sejarah, makam kuno dan peninggalan arkeologis lainnya.

Di Semboro juga terdapat peninggalan sejarah yang dikenal dengan Beteng Semboro.

Selain itu, dalam naskah kuno abad ke-16 Bujangga Manik dari tanah Pasundan, disebutkan pula pernah singgah di tanah Djember di sebuah tempat bernama Cakru, yang kemungkinan sekarang berada di Kencong.

Dalam babad Djember, disebutkan bahwa Maulana Ishak mendirikan pesantren di Gebang, dimana saat itu Gebang menjadi sebuah pusat pemerintahan yang dipimpin oleh Adipati Gebang yang mempunyai putri bernama Rara Mangli.

Putra dari Mpu Patrang dan istrinya Dewi Condro yaitu Pangeran Arjasa hendak meminang Rara Mangli. Namun Mpu Patrang tidak setuju dan menentangnya.

Hingga akhirnya Pangeran Arjasa melarikan diri dan berpisah dengan Rara Mangli di sebuah sungai bernama Kaliwates. Mpu Patrang mengejar Pangeran Arjasa, namun karena tanahnya becek sehingga disebut Djembrek, sehingga tertusuk lidi atau Biting.

Terdapat kisah tentang penaklukan Nusa Barong dan Watu Ulo dalam kisah Babad Besuki.

Di Jember juga terdapat kisah tentang Pangeran Tawang Alun yang memimpin Negeri Kewadung. Konon kisah bermula dari kerajaan Blambangan saat ibukota pindah ke Kewaung (tahun 1596-1659), lalu pindah ke Bayu (1659-1665), Macanputih (1665-1697), Kutalateng (1697-1774), Ulupampang (1774) dan terakhir ke Banyuwangi.

Perjanjian Gianti yang ditandatangani pada abad 18 oleh VOC dan Paku Buwana II sebagai raja Mataram, menyebabkan Jawa bagian timur dikuasai oleh VOC.

Pada masa Inggris (1811-1816), kabupaten Puger berada dibawah Raden Adipati Suryadiningrat. Salah satu opziener (pengawas) perkebunan kopi Keting, Ario Galedak, berhenti dan menyepi ke Gunung Semeru, lalu mengumumkan diri dengan gelar Hyang Giri Nata sebagai Ratu Adil yang kemudian mampu meraih simpati rakyat dan memberontak pada tuan tanah.

Mr (Maarschalk van Holland) Herman Willem Daendels, seorang Gubernur Jenderal di Hindia Timur sejak 14 Januari 1808 membangun Jalan Raya Pos atau De Groote Post Weg dengan panjang 1.000 km dan dengan lebar 7,5 meter. Tiap 1 paal atau setara dengan 1.507 meter didirikan tonggak batu.

Dengan infrastruktur De Groote Post Weg ini sangat menghemat perjalanan, dimana sebelumnya dari Batavia ke Soerabaia ditempuh dalam waktu 40 hari, dengan adanya jalan tersebut bisa ditempuh hanya dalam 10 hari saja. De Groote Post Weg juga mendongkrak Djember secara perekonomian. Terutama saat dibangun jalan Djember - Panarukan. Terlebih pada tahun 1897, Spoorwegdienst membuka jalur kereta api Djember - Panarukan.

Tahun 1839, adalah Johannes van den Bosch, Gubernur Jenderal Hindia Timur saat itu yang memiliki konsep cultuurstelsel (tanam paksa). Selain itu juga diterapkan cultuurprocenten, dimana para petani akan mendapat hasil sebagai hadiah.

Semua hasil tersebut tidak hanya dinikmati oleh Negeri Belanda, namun juga oleh kongsi dagang Nederlandsche Handelmaatshappij.

Adalah Eduard Douwes Dekker, dengan nama samaran Multatuli (bahasa Latin : saya telah banyak menderita), menulis buku Max Havelaar yang menceritakan riwayat hidupnya sendiri saat menjadi asisten Residen Lebak, lalu menjadi wakil asisten Residen Ngawi. Lalu kemudian mengundurkan diri. Dalam buku tersebut juga ditulis kemelaratan penduduk Jawa.

Berkat buku Max Havelaar tersebut akhirnya timbul perhatian orang Belanda, dan berkat Menteri Fransen van de Putte melakukan perbaikan. Misalnya sistem cultuurprocenten dihapus.

Tahun 1770, tanah Besuki digadaikan pada tuan tanah, namun tahun 1813, ketika Inggris berkuasa, tanah Besuki ditebus kembali oleh pemerintah kolonial. Yang memimpin saat itu adalah Sir Thomas Stamford Raffles yang menjadi Gubernur Jenderal di Jawa pada tahun 1811-1816.

Raffles merubah kebijakan cultuurstelsel (tanam paksa) menjadi kebijakan landrente atau pajak bumi yang berdasar pada adat Jawa. Lalu kebijakan berikutnya adalah merubah sistem berkendara menjadi jalur kiri yang berkiblat sistem di Inggris.

Terdapat 3 suikerfabriek (pabrik gula) yang menjadi peninggalan pemerintah kolonial di Djember, yaitu pabrik gula Bedadung di Balung, pabrik gula Gunungsari di Kencong dan yang masih bertahan adalah pabrik gula Semboro di Tanggul.

Saat ini Djember dikenal sebagai kota Karnaval, kota Suwar Suwir, kota 1.000 Bukit, kota Tapal Kuda dan kota Tembakau. Di Jember juga dikenal batik Sumberjambe yang bermotif daun tembakau.

Orang Pandalungan merupakan sebutan bagi orang yang berasal dari kota Tapal Kuda, dalam bahasa tempo dulu disebut dengan Jawva Ooosthoek. Dimana bercampurnya 2 kebudayaan antara Jawa dan Madura. Saat berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa dengan logat Madura. Adat istiadat dan budi pekerti kultur Jawa sangat kental, namun kultur Madura yang ekspresif, cenderung keras, terbuka, paternalistik dan tidak banyak basa-basi sangat terlihat kuat.

Kesenian di Pandalungan yang khas adalah musik patrol, jaran kecak, terbangan dan masih banyak yang lain. Dan satu lagi yang khas adalah wedhang cor, yang bahannya terdiri dari gula, tape ketan hitam, jahe dan susu kaleng.

Adalah George Birnie, pada tahun 1850 yang mendirikan NV. LMOD, perusahaan perkebunan tembakau pertama di kota Djember. Birnie mempunyai istri seorang wanita Madura bernama Rabina.

Konon tanaman tembaku atau mbako ini berasal dari Portugis dengan nama tumbacco. Tembakau Djember terkenal akan karakter elastisitas, rasa dan warna daun. Untuk pekerja didatangkan dari pulau Madura dan dari Blitar.

Dari pemerintah kolonial pula kita mengenal istilah dokar dari kata dogcart kereta yang ditarik oleh kuda. Dokar ini dikendarai oleh seorang kusir yang beasal dari koetsier.

Semula Djember hanya merupakan sebuah distrik kemdudian menjadi zelfstanding dengan patih pertama bernama Raden Panji Astrodikoro. Lalu status kepatihan naik menjadi kadipaten dengan Raden Tumenggung Notohadinegoro menjadi bupati pertama Djember.

#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku

Sunday, July 12, 2020

Leadership Lessons of The Navy Seals

Kepemimpinan Bisnis ala Navy Seal


Oleh : Jeff Cannon dan LT. Cmdr. Jon Cannon

Penerbit : Andi Yogjakarta, 2003
Tebal : 255 halaman


Peleton SEAL menerapkan taktik kepemimpinan yang berfokus pada efektivitas pengambilan keputusan dan  sukses melaksanakan operasinya.

Pada era 1990-an, ada trend dalam berbisnis dimana para manajer menerapkan lean atau ramping sebagai semboyan bisnis, sehingga terjadi gelombang pemecatan besar-besaran. Dengan harapan ekonomi mampu berekspansi sehingga makin banyak kebutuhan akan pekerja yang berkualitas.

Efisiensi menentukan kesuksesan, rampingkan organisasi sehingga tidak memberikan tempat bagi segala sesuatu yang memang tidak diperlukkan, mulai dari gunakan orang yang tepat, alat yang tepat.

Efektivitas jangka pendek jika perlu dikorbankan demi efektivitas jangka panjang. Karena tujuan jangka panjang adalah prioritas utama dan menjadi pondasi organisasi. Untuk itu selalu lakukan evaluasi terhadap kesinambungan relevansi, ketepatan dan kearifan tujuan jangka panjang.

Tiap misi mempunyai tujuan yang baik, sehingga bisa dijadikan panduan yang jelas dan ukuran yang akurat untuk menilai tingkat keberhasilannya.

Tidak ada misi tanpa resiko.

Untuk itu perlu tim yang bagus, jika kita membentuk tim tanpa perencanaan matang, maka artinya kita tidak memperhitungkan kendala yang mungkin muncul.

Mengelola tim bukan sekedar hujan perintah, harus ada sistem agar perintah bisa berjalan efisien dan dilakukan oleh orang yang tepat.

Kesuksesan bisa kita peroleh dari kerja sama tim, bukan one man show.

Identifikasi problem, sehingga tim dapat mampu berfokus pada solusi yang tepat.

Brand management, harus mampu menganalisis kondisi pasar setelah menyadari bahwa pangsa pasar salah satu produknya telah berubah. Segera periksa, apakah karena pesaing banting harga, karena selera konsumen berubah, atau promo beli 2 gratis 1, dan lain-lain.

Namun, jangan sampai melakukan kesalahan yang sering terjadi, yaitu terlalu lama proses analisis informasi.

Tidak cukup waktu sempurna. Karena jika kita menunggu 100%, maka kesempatan akan lenyap. Tidak boleh ada keraguan meskipun keraguan akan selalu menyertai dalam setiap proses pemilihan. Ibarat dalam pertempuran, terlambat artinya mati.

Kemajuan teknologi akan selalu mengubah definisi perang, misalnya mulai dari pihak musuh punya alat komunikasi, logistik dan intelijen canggih, dan senjata yang mumpuni.

Pasar senantiasa berubah. Perubahan memang membuat orang tidak nyaman. Dan realitasnya kita tidak akan dapat menyenangkan semua orang. Perubahan adalah bagian dari bisnis. Perubahan adalah bagian dari keberhasilan.

Dalam tim penjualan, kita harus dapat mengatur tim dengan baik, karena ada anggota tim yang agresif dalam menjual, sehingga jika tidak diatur dapat menyingkirkan pesaing, sehingga ada anggota tim yang tidak kebagian, karena praktek kanibalisme. Hal ini menjadikan terjadinya pelanggaran batasan.

Untuk itu harus ada pemimpin. Yang mampu membuat keputusan sulit, harus ada orang yang berani disalahkan jika segalanya berubah berantakan.

Gagasan boleh bagus, teknologi boleh canggih, uang boleh banyak, tapi kualitas kepemimpinan juga sangat penting.

Menata standar tinggi bukan berarti menetapkan tujuan setinggi langit. Ibarat lari marathon, banyak orang yang bisa menempuh rute marathin, lalu berjalan santai lagi untuk jangka waktu yang lama. Kunci emasnya adalah aku tahu bahwa aku selalu mampu lebih baik daripada yang aku kira mampu lakukan.

Ada perbedaan antara bekerja hingga larut malam dengan bekerja hingga mati. Karena kita sebagai manusia perlu mencari hiburan. Karena selain pekerjaan, masih ada kehidupan lain di luar sana.

Takut? Begitulah seharusnya. Tanpa rasa takut kita tidak akan hidup.

#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku

The Winning Investment Habits of Warren Buffet & George Soros


Pelajaran yang Dapat Anda Terapkan dari Duo Investor Terkaya Dunia

Oleh : Mark Tier

Penerbit : PT Buana Ilmu Populer, 2004
Tebal :  390 halaman


Ciri khas Warren Buffet dalam berinvestasi adalah membeli saham perusahaan yang harganya lebih rendah dari seharusnya, sedangkan George Soros melakukan perdagangan dengan daya ungkit (leverage).

Jadi target Buffet adalah membeli bisnis atau saham dengan harga diskon, sedangkan target Soros memperoleh keuntungan berkat perubahan pasar. Dimana dalam pasar terdapat 2 jenis perubahan, yaitu Bear atau penurunan saham dan Bull atau kenaikan saham. Dan satu istilah lagi yaitu Pig atau mereka yang serakah akan terbantai.

Jadi dalam berinvestasi kita bisa memilih 2 metode diatas sebagai jangkar.

Contoh sederhananya adalah jika Buffet mencari harga beli 50 sen dollar untuk saham senilai $1, maka Soros akan membayar $1 saat dia dapat melihat ada peluang dapat menjual senilai $3.

Bagi Buffet, lebih baik mempunyai bisnis senilai $10 juta yang menghasilkan 15%, daripada bisnis senilai $100 juta tapi hanya menghasilkan 5%.

Namun keduanya mempunyai persamaan yaitu fokus agar tidak kehilangan uang.

Terutama bagi Buffet, begitu menghasilkan uang, uang harus disimpan, jangan pernah menghilangkan, dan melindungi modal adalah pondasi dan gaya investasinya. Untuk menentukan saham yang akan dibeli, Buffet akan berpedoman pada kriteria investasi tentang mengukur kualitas bisnis.

Keduanya juga sama dalam hal jarang bicara tentang apa yang mereka lakukan dan bagaimana cara mereka berpikir terhadap pasar. Mereka berdua lebih mudah mendapat uang saat tidak terkenal dibandingkan saat sekarang menjadi lebih terkenal.

Yang agak berbeda dari penasihat investasi pada umumnya adalah mengenai diversifikasi, bahwa lebih baik jangan terlalu banyak melakukan diversifikasi, karena kepemilikan kecil di banyak perusahaan mengakibatkan dampak yang kecil jika terdapat keuntungan spektakuler.

Bagi investor ahli, akan berfokus pada jangka panjang, mereka tidak melihat suatu kejadian tunggal yang terpisah. Mereka mempunyai level bawah sadar di otak, sehingga terdapat reaksi otomatis yang terbentuk dari pengalaman bertahun-tahun. Sehingga mereka mampu membuat keputusan besar dengan sangat cepat dan terbaik.

Semula, strategi Buffet membeli saham adalah mengikuti metode Benjamin Graham, yaitu membeli saham berharga murah dari perusahaan kelas 2. Kemudian Buffet terpengaruh pada metode Fisher, kapan waktu yang tepat untuk menjual?, yaitu dengan metode valuasi.

Dalam investasi saham berlaku hukum gravitasi ekonomi, yaitu apa yang meningkat pasti akan menurun.

Dalam investasi saham juga berlaku refleksivitas, adalah suatu lingkaran umpan balik, yaitu persepsi mengubah fakta, dan fakta mengubah persepsi.

Dalam berivestasi saham, ibarat mengajari anak naik sepeda, tidak mungkin kita akan memberikan buku untuk dibaca atau mengajak anak ke sekolah untuk yang mengajarkan kajian fisika dalam hal naik sepeda, mulai dari mengenjot, menjaga keseimbangan, berbelok dan berhenti. Tentunya kita akan mengambil cari mengajari sepeda dengan memberikan beberapa petunjuk, kita mulai dari meminta anak duduk di sadel, lalu kita dorong pelan-pelan bahkan terkadang membiarkan dia terjatuh hingga akhirnya sang anak dapat menguasai sendiri.

#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku

Saturday, July 11, 2020

Kiat Menjadi Seorang Konsultan Ulung

Oleh : Sally Garratt

Penerbit : Binarupa Aksara, 1996

Tebal : 165 halaman


Menjadi seorang konsultan harus mempunyai disiplin diri yang kuat, serta harus dapat menyisihkan waktu untuk prioritas yang lain misalnya keluarga, teman, hobi dan rekreasi.

Seorang konsultan manajemen harus mampu mengidentifikasi strategi, kebijakan, pasar, organisasi, prosedur dan metode. Menjadi seorang konsultan akan menjadi orang luar yang selalu dapat disalahkan jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana.

Menjadi konsultan anda dapat menjadi konsultan independen yang bekerja sendiri dan mandiri. Kita juga dapat menjadi mitra atau juga dapat menjadi sebuah PT (Perseroan Terbatas).

Dengan memilih kemitraan kita harus memiliki perjanjian tertulis. Didalamnya disebutkan pula bagaimana pembubaran bubar sama seperti bagaiman membentuknya. Dalam kemitraan tidak hanya memadukan keterampilan, pengetahuan dan sumber daya termasuk modal tentunya.

Bikin juga persetujuan peran dan kontribusi, termasuk tugas dan tanggungjawab serta kewajiban dan hak. Pengaturan waktu dan pembayaran juga termasuk didalamnya.

Jika memilih Perseroan Terbatas, akan terdapat audit laporan keuangan, aturan perpajakan dan kebijakan asuransi.

Biaya dan harga sebagai jasa konsutasi perlu ditetapkan.

Infrastruktur, sebagai pendukung dalam memutar roda organisasi perlu ada. Salah satunya adalah kop surat dan alat-alat kantor.

Biasakan mempunyai laporan sebagai bentuk komunikasi tertulis. Termasuk untuk sebuah proyek yang tidak sukses seperti yang diharapkan. Pelajari kesalahan dalam proyek tersebut. Kita dapat mendapatkan petunjuk bermanfaat dari melakukan peninjauan atas proyek tersebut dari menulis laporan singkat tadi.

Menetapkan standar tinggi dan sasaran realistik memang baik, namun bisa berbahaya jika menjadi terobsesi dengan ingin selalu melakukan semuanya dengan benar dan sempurna.

Dalam membuat laporan, tulis ide dan alasan. Lalu buat filing dalam map lalu ditata dalam lemari. Dalam membuat filing tips sederhana tapi mengena adalah kerjakan setiap hari.

#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku

Saturday, July 4, 2020

Anti Mainstream Marketing

20 Jurus Inovasi Mengubah Banyuwangi


Oleh : Abdullah Azwar Anas

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2020
Tebal : 426 halaman


Banyuwangi bisa sefenomenal saat ini dikarenakan mereka fokus, bahkan sangat fokus terhadap 1 bidang, yaitu pariwisata. Dengan begitu Banyuwangi memosisikan diri dengan ujung tombak di sektor pariwisata.

Apa yang dilakukan oleh Banyuwangi memang bukan menciptakan sesuatu dari yang baru, karena akan membutuhkan upaya dan dana yang lebih besar, serta resiko kegagalan juga jauh lebih besar. Sehingga mereka tidak mau "reinventing the wheel", artinya kenapa kita harus mengulangi dari awal. Akan lebih efektif dan efisien jika kita menyempurnakan dari sesuatu yang telah dikerjakan oleh orang lain.

Misalnya lomba balap sepeda terbaik nasional, yaitu Tour de Singkarak, dari sana mereka belajar mengenai bagaimana mengelola event balap sepeda secara profesional, mulai mengelola dari pemain, official dan penonton.

Untuk event internasional, Banyuwangi belajar dari Tour de Langkawi dan Tour de France. Dari sana mereka belajar bagaimana memperkuat paduan aspek olahraga, gaya hidup (lifestyle) berbasis budaya lokal, ekonomi dan pariwisata.

Dari sana Banyuwangi membuat konsep sport tourism, yaitu event sepeda Tour de Ijen, yaitu event sepeda ini bukan sekedar event olahraga, tapi juga sebagai event pariwisata yang dibungkus sangat atraktif dan entertaining.

Sentuhan lokal yang mewarnai event sepeda tersebut misalnya saat akan memulai etape keempat para atlet mengenakan sarung dan peci. Di Ijen kita akan dapat meneyaksikan pesona blue fire Kawah Ijen dimana blue fire ini hanya ada 2 di dunia, selain satunya lagi di Islandia. Kita bisa menyaksikan blue fire setelah 2 jam mendaki.

Banyuwangi juga didukung dengan banyaknya hotel dan homestay, hal ini menjadi multiplier effect dari simpul pariwisata karena tentunya akan banyak orang yang berbondong-bondong pergi ke Banyuwangi yang tentunya dengan membawa uang.

Yang menjadi terobosan adalah penyelenggaraan Festival Toilet dan Kali Bersih sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.

Menarik, karena Banyuwangi menjadi terkenal tanpa marketing atau iklan, karena mereka percaya akan kekuatan dari storytelling, yaitu berita adalah cerita. Marketing mereka adalah dari cerita dari orang yang sudah mengunjungi Banyuwangi.

Dengan fasilitas yang mumpuni tersebut berhasil menciptakan memori untuk kembali.

Untuk kesenian, Banyuwangi mempunyai seni tari khas yaitu Tari Gandrung, yaitu tarian dengan aliran Jaipong dan Ronggeng. Yang menjadi unik adalah dikemas sebagai Gandrung Sewu, yaitu tarian ini dibawakan oleh seribu penari dari berbagai kalangan usia.

Dari Tari Gandrung ini kemudian tercipta Taman Gandrung Terakota, yang berdiri pada bulan September 2018 dan terletak di lereng Gunung Ijen dengan tinggi 2.443 meter. Taman Gandrung Terakota ini merawat dan meruwat tari gandrung. Tiap bulan diadakan Festival Lembah Ijen di amfiteater taman.

Saat ini sedang dilakukan pembangunan jalan tol ke kota Banyuwangi, namun meskipun sekarang ini Banyuwangi tidak ada jalan tol fisik, mereka memiliki jalan tol dunia maya. Yaitu teknologi IT misalnya e-budgeting di pemerintahan, e-zakat, dan teknologi informasi lainnya yang berguna untuk meningkatkan pelayanan antar daerah.

Ibarat sepakbola, Banyuwangi tidak menjadikan bertahan sebagai strategi mereka, namun mereka menggunakan strategi menyerang. Maksudnya sebelum masyarakat komplain atau bahkan demo, mereka terlebih dahulu melayani mereka secara optimal dengan meniru Steve Jobs, pendiri Apple, yang menganjurkan agar dekat-dekat dengan customer sehingga bisa menyelami kebutuhan mereka.

Dengan menerapkan service excellence, sehingga konsumen agar tercerahkan atau delight. Hal ini juga didukung dengan tidak hanya menangkap momentum, tapi juga dengan menciptakan momentum sebagai usaha dalam siklus kecepatan, yang terdiri dari 3 hal yaitu ciptakan momentum, temukan ide perubahan, dan lakukan eksekusi cepat.

Karena tanpa eksekusi cepat, sebuah strategi dan rencana kerja akan menjadi percuma tanpa implementasi. Visi saja tidak cukup tanpa dijalankan untuk menciptakan result.

Selain yang menjadi titik berat lainnya adalah detail, kontrol dan evaluasi. Namun attention to detail ini berbeda dengan micro management. Karena dalam micro management tidak ada ruang dialog, dan tanpa alasan staf langsung diperintah, sehingga tidak tercipta mentoring dan pembelajaran.

Kunci lainnya adalah akurasi, penuntasan dan konsistensi.

Dan pada akhirnya sebuah hasil dari kerja keras Banyuwangi ini adalah merupakan gambaran dari collaborative team, yang mampu meleburkan sekat-sekat birokrasi, yang unik, anti-mainstream, dan berhasil serta sukses.

#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku

Saturday, June 20, 2020

The McKinsey Way

Teknik-Teknik Konsultan Strategis Papan Atas Dunia untuk Membantu Anda dan Bisnis Anda

Oleh : Ethan M. Rasiel

Penerbit : PT Salemba Emban Patria, 2004

Tebal : 148 halaman


Konsultan dari McKinsey terkenal akan pengabdian penuh dalam melayani klien serta kepatuhan pada jadwal yang sangat meletihkan.

Dalam menjalankan sebuah proyek, McKinsey menyebutnya sebagai engagements, dan dalam setiap proyek tim McKinsey akan mencari key drivers (pemicu kunci).

Setiap solusi dalam proyek tersebut, McKinsey akan selalu mengedepankan berdasarkan fakta, terstruktur dan didorong hipotesis. 

Apa maksud didorong hipotesis, yaitu layaknya dokter yang tidak akan langsung mempercayai kesimpulan pasien saat konsultasi awal. Namun, pastikan juga ambil waktu yang cukup untuk menguji dasar tersebut dengan fakta.

Data yang dikumpulkan didapat dari perpustakaan, database McKinsey dan dari internet.

Agar bisa menjadi sebuah satu tim dengan kesatuan yang utuh, McKinsey menganut mutually exclusive dan collectively exhaustive, yaitu saling ekslusif dan lengkap secara kolektif) yang tercermin pada setiap dokumen seperti memo internal, presentasi, email dan voice mail.

Di tengah perjalanan terkadang akan berhadapan antara idealisme akademis dengan realistis bisnis. Maka sekali lagi, letakkan bersama-sama fakta yang cukup dan gabungkan dengan pemikiran yang kreatif, maka akan tercipta solusi yang optimal.

Jangan takut untuk mengambil langkah mundur demi melihat gambaran besar.

Agar tidak terlalu lama, lakukan prinsip "memetik buah yang menggantung rendah", hal ini untuk melawan godaan melawan menimbun informasi sampai akhir studi, dengan tujuan agar klien lebih bergairah, pekerjaan menjadi lebih mudah dan semuanya happy.

McKinsey mendapatkan klien tanpa pernah "menjual", namun "memasarkan" misalnya dengan buku-buku yang diterbitkan, artikel-artikel yang diterbitkan hingga jurnal ilmiah yang diterbitkan.

Tips dalam teknik wawancara karyawan, manager atau CEO saat menggali data mulailah dari pertanyaan umum, yaitu mengenai industri secara keseluruhan. Hingga suasana menghangat dan akrab. Barulah ke pertanyaan yang lebih khusus yang terkadang lebih sensitif.

Featured Post

No Failure, Only Success Delayed

Oleh : Michael Lum Y. Penerbit : Elex Media Komputindo, 2002 Tebal : 187 halaman Buku No Failure, Only Success Delayed karya Michael Lum Y....

Related Posts