Wednesday, January 7, 2026

Kerajaan Tarumanegara

Oleh : Luki Mufti Fikri

Penerbit : Pustaka Buana, 1996

Tebal : 99 halaman



Buku Kerajaan Tarumanegara karya Luki Mufti Fikri membahas secara mendalam salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang menjadi fondasi penting bagi perkembangan peradaban awal Indonesia. Melalui pendekatan sejarah dan arkeologi, buku ini mengajak pembaca menelusuri asal-usul, struktur kekuasaan, kehidupan sosial, serta pengaruh kebudayaan Kerajaan Tarumanegara yang berkembang di wilayah Jawa Barat sekitar abad ke-4 hingga ke-7 Masehi.

Dalam buku ini, Tarumanegara digambarkan sebagai kerajaan bercorak Hindu yang tumbuh di kawasan strategis dekat sungai dan jalur perdagangan. Luki Mufti Fikri menjelaskan bahwa Sungai Citarum memiliki peran sentral dalam kehidupan kerajaan, baik sebagai sumber penghidupan, sarana transportasi, maupun simbol kekuasaan. Dari sungai inilah Tarumanegara memperoleh kekuatan ekonomi dan politik, sekaligus membangun hubungan dagang dengan wilayah lain di Nusantara dan Asia Selatan.

Sosok Raja Purnawarman menjadi tokoh sentral dalam pembahasan buku ini. Ia digambarkan sebagai raja yang kuat, visioner, dan memiliki kemampuan administratif yang baik. Melalui prasasti-prasasti seperti Prasasti Tugu, Ciaruteun, Kebon Kopi, dan Jambu, buku ini menunjukkan bagaimana Purnawarman menegaskan kekuasaannya sekaligus memperlihatkan perhatian terhadap kesejahteraan rakyat. Pembangunan saluran air dan pengelolaan sungai menjadi bukti bahwa Tarumanegara telah memiliki sistem pemerintahan yang terorganisir dan berorientasi pada kemakmuran bersama.

Luki Mufti Fikri juga menguraikan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Tarumanegara yang dipengaruhi oleh ajaran Hindu, khususnya aliran Wisnu. Pengaruh India tampak jelas dalam bahasa Sanskerta dan aksara Pallawa yang digunakan pada prasasti, namun buku ini menegaskan bahwa budaya lokal tetap memainkan peran penting. Akulturasi antara unsur lokal dan Hindu melahirkan bentuk kebudayaan khas Nusantara yang tidak sepenuhnya meniru India, melainkan mengolahnya sesuai konteks setempat.

Selain aspek politik dan budaya, buku ini membahas runtuhnya Tarumanegara secara bertahap. Melemahnya kekuasaan pusat, perubahan jalur perdagangan, serta munculnya kerajaan-kerajaan baru seperti Sunda dan Galuh menjadi faktor penting dalam kemunduran Tarumanegara. Luki Mufti Fikri menekankan bahwa runtuhnya kerajaan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari transformasi politik yang melahirkan struktur kerajaan baru di Jawa Barat.

Pada bagian akhir, buku Kerajaan Tarumanegara menempatkan Tarumanegara sebagai tonggak penting sejarah Indonesia awal. Kerajaan ini tidak hanya menjadi bukti tertua keberadaan negara terorganisir di Nusantara, tetapi juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia telah mengenal sistem pemerintahan, pengelolaan lingkungan, dan hubungan internasional sejak masa awal sejarahnya.

Secara keseluruhan, buku karya Luki Mufti Fikri ini memberikan gambaran utuh tentang Kerajaan Tarumanegara sebagai cikal bakal peradaban Hindu di Indonesia. Dengan bahasa yang relatif mudah dipahami dan berbasis pada sumber sejarah yang kuat, buku ini relevan bagi pelajar, peneliti, maupun pembaca umum yang ingin memahami akar sejarah Nusantara secara lebih mendalam.

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Kerajaan Tarumanegara

Oleh : Luki Mufti Fikri Penerbit : Pustaka Buana, 1996 Tebal : 99 halaman Buku Kerajaan Tarumanegara karya Luki Mufti Fikri membahas seca...

Related Posts