Belajar adalah sarana memperbarui diri, tanpa belajar kita akan terperangkap pada masa lalu
Saturday, March 28, 2015
Pemimpin dengan Tahta Rakyat
Oleh : Femi Adi Soempeno
Penerbit : Galangpress, 2009
Tebal : 164 halaman
Setahun terakhir sudah 4x aku ditugaskan keluar kota tepatnya di Yogyakarta. Setelah 3 hari mengemban tugas kantor, sambil menunggu jadwal keberangkatan pesawat ada waktu 3 jam kita bisa jalan-jalan keliling kota.
Dan tidak lupa beli oleh-oleh.
Namun untuk tugas keempat ini sampai bingung cari oleh-oleh. Batik sudah, gantungan kunci sudah, tas dan dompet pernah. Bakpia patok apalagi.
Nah, di satu sudut toko batik ternama di Malioboro Yogyakarta, aku melihat setumpukan buku. Aku samperin, dan ada satu buku yang menarik. Judulnya adalah "Pemimpin dengan Tahta Rakyat", dengan gambar di cover adalah Sultan HB X.
Sultan HB X terlahir dengan nama Bendoro Raden Mas Herjuno Darpito, pada tanggal 2 April 1946, yang kemudian mempunyai gelar Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Mangkubumi saat dewasa, dan kemudian mendapatkan gelar lagi KGPAA Hamengku Negara Sudibyo Raja Putra Nalendra Mataram yaitu saat diangkat sebagai putra mahkota.
Saat dinobatkan sebagai raja di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat beliau mempunyai gelar yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Dalam buku ini disebutkan bahwa berbagai nama riuh saat digelar pesta demokrasi yaitu saat pencolanan presiden RI pada tahun 2009.
Dan yang menarik selain perpolitikan adalah bahasan mengenai krisis moneter dan dana politik.
Pada kala itu dunia digemparkan mengenai kasus subprime mortage di pasar finansial Amerika Serikat, dimana saat itu kredit perumahan banyak yang macet sehingga mengakibatkan bank sekelas Lehman Brother bangkrut dan menyisakan hutang sebesar US$ 613 miliar.
Lalu juga dibahas bahwasanya lantai bursa adalah salah satu wadah bagi para donatur maupun elite politik untuk mendapatkan capital gain atau keuntungan. Karena bursa saham merupakan tempat yang mudah untuk memutar dan mencari keuntungan.
Yang mengejutkan adalah bahwa di lantai bursa selain keuntungan dapat dikeruk sewaktu-waktu juga orang atau partai tidak perlu khawatir langkah mereka melanggar hukum sehingga tak ayal bahwa uang hasil korupsi pun bisa aman-aman saja di lantai bursa.
#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku
Labels:
Biografi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Featured Post
Related Posts
-
Oleh : National Geograhic Penerbit : Kompas Gramedia, Desember 2013 Tebal : 13 halaman Candi Kalasan dan Candi Ratu Baka. Jejak Sejarah Ag...
-
Memupuk Masa Depan Ramah Lingkungan bagi Si Buah Hati Oleh : Manda Aufochs Gillespie Penerbit : Metagraf, 2015 Tebal : 280 halaman Green at...
-
Edisi Kedua Oleh : I Nyoman Pujawan & Mahendrawathi ER Penerbit : Guna Widya, 2010 Tebal : 320 halaman Buku ini tepat bagi ak...
-
A Practical Manual for Job-Hunters and Career-Changers Oleh : Richard N. Bolles Penerbit : Ten Speed Press, 2005 Tebal : 400 halaman Outsour...
No comments:
Post a Comment