Belajar adalah sarana memperbarui diri, tanpa belajar kita akan terperangkap pada masa lalu
Wednesday, October 19, 2016
Meraup Rupiah dari Bisnis Jasa Konsultan
Oleh : Dandy Alexandra, AT
Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2012
Tebal : 188 halaman
Untuk menjadi perusahaan yang baik, maka terdapat beberapa standarisasi internasional yang mengatur, diantaranya adalah
- Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001
- Sistem Manajemen Mutu ISO 9001
- Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001
Menjadi seorang konsultan maka kita akan menjadi orang yang diluar sistem untuk menyelesaikan masalah sehingga dapat menyelesaikannya secara objektif karena dapat melihat secara lebih luas atau dengan apa yang disebut dengan helicopter view.
Menjadi seorang konsultan pun tidak hanya berbekal kemampuan teknis saja, namun juga harus mempunyai kemampuan non-teknis karena harus menyelesaikan yang berhubungan dengan kultur kerja dan kultur organisasi.
Selain itu juga menjadi konsultan juga harus mampu mengolah pikiran atau brainware karena yang dihadapi bukan hanya produk dan jasa namun juga sesuatu yang bersifat intangible.
Sehingga sebelum membuat solusi, seorang konsultan perlu melakukan riset dengan cara mengumpulkan data, menganalisis data dan juga termasuk menyajikan informasi dengan benar, akurat dan lengkap.
Semua hal tersebut tidak mungkin seorang konsultan melakukan sendiri, perlu ada ada tim yang digerakkan, diarahkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Untuk itu seorang konsultan harus mempunyai kemampuan mengelola sarana, sumber daya manusia dan mengelola keuangan.
Tidak hanya sarana, sumber daya manusia dan keuangan saja yang dikelola, namun juga konflik. Konflik perlu dikelola karena dengan adanya konsultan maka akan membawa perubahan yang diakibatkan oleh penolakan dan keengganan. Konflik tersebut perlu dikelola misalnya dengan cara komunikasi lisan yang efektif dan konstruktif.
Saturday, October 8, 2016
Sejarah Ideologi Dunia
Kapitalisme, Sosialisme, Komunisme, Fasisme, Anarkisme, Anarkisme-Marxisme, Konservatisme
Oleh : Nur Sayyid Santoso Kristeva, M.A
Penerbit : Lentera Kreasindo, 2015
Tebal : 219 halaman
Ideologi merupakan ilmu dan logika yang membahas mengenai pemikiran, konsep dan keyakinan. Di dunia ini dari masa ke masa dan dari belahan dunia ke belahan dunia berkembang ideologi yang berbeda-beda.
Abad 14 & 15 M, dunia mengalami peralihan dari zaman feodal ke zaman modern, dimana sistem perekonomian dunia berkembang pada dengan sistem kolonialisme dimana di Inggris menjadi tempat akumulasi modal yang kemudian terdistribusi ke seluruh dunia.
Tahun 1571, Martin Luther memberikan dasar teosofik ideologi kapitalisme dengan tulisan protes pada gereja Roma.
Tahun 1776, Adam Smith memberikan dasar ekonomi akan ideologi kapitalisme pada buku dengan judul The Wealth of Nations, yang kemudian dari buku ini berkembang ideologi kapitalisme.
Abad 18 M, mulai berkembang sistem kapitalisme di Inggris yang kemudian menyebar ke daratan Eropa. Ditandai dengan mesin pemintal yang mendukung industri sandang yang kemudian menjadi Revolusi Industri di Inggris.
Tahun 1830 terjadi revolusi di Perancis, pada saat itu kemudian munculah benih komunis sebagai reaksi dari kapitalisme.
Tahun 1914, terjadi Perang Dunia I yang kemudian menjadi momentu utama berkembangnya ideologi kapitalisme di dunia.
Tahun 1917, terjadi revolusi Bolshevik di Rusia yang menjadi tonggak disebarluaskannya ideologi komunis yang kemudian dianut oleh Tiongkok oleh Mao Tse, Vietnam, Korea Utara oleh Kim Sum, Kuba oleh Fidel Castro dan Laos serta tentunya di Rusia oleh Stalin dan Lenin.
Tahun 1922, Mussolini menguasasi Italia dengan paham fasisme.
Tahun 1933, Adolf Hittler memerintah Jerman dengan paham fasisme.
Dipercaya ideologi kapitalisme ini ditunjang oleh segitiga konspirasi yang menjadi 3 pilar neo klasik, yaitu TNC (Trans National Company), World Bank atau IMF dan WTO.
Oleh : Nur Sayyid Santoso Kristeva, M.A
Penerbit : Lentera Kreasindo, 2015
Tebal : 219 halaman
Ideologi merupakan ilmu dan logika yang membahas mengenai pemikiran, konsep dan keyakinan. Di dunia ini dari masa ke masa dan dari belahan dunia ke belahan dunia berkembang ideologi yang berbeda-beda.
Abad 14 & 15 M, dunia mengalami peralihan dari zaman feodal ke zaman modern, dimana sistem perekonomian dunia berkembang pada dengan sistem kolonialisme dimana di Inggris menjadi tempat akumulasi modal yang kemudian terdistribusi ke seluruh dunia.
Tahun 1571, Martin Luther memberikan dasar teosofik ideologi kapitalisme dengan tulisan protes pada gereja Roma.
Tahun 1776, Adam Smith memberikan dasar ekonomi akan ideologi kapitalisme pada buku dengan judul The Wealth of Nations, yang kemudian dari buku ini berkembang ideologi kapitalisme.
Abad 18 M, mulai berkembang sistem kapitalisme di Inggris yang kemudian menyebar ke daratan Eropa. Ditandai dengan mesin pemintal yang mendukung industri sandang yang kemudian menjadi Revolusi Industri di Inggris.
Tahun 1830 terjadi revolusi di Perancis, pada saat itu kemudian munculah benih komunis sebagai reaksi dari kapitalisme.
Tahun 1914, terjadi Perang Dunia I yang kemudian menjadi momentu utama berkembangnya ideologi kapitalisme di dunia.
Tahun 1917, terjadi revolusi Bolshevik di Rusia yang menjadi tonggak disebarluaskannya ideologi komunis yang kemudian dianut oleh Tiongkok oleh Mao Tse, Vietnam, Korea Utara oleh Kim Sum, Kuba oleh Fidel Castro dan Laos serta tentunya di Rusia oleh Stalin dan Lenin.
Tahun 1922, Mussolini menguasasi Italia dengan paham fasisme.
Tahun 1933, Adolf Hittler memerintah Jerman dengan paham fasisme.
Dipercaya ideologi kapitalisme ini ditunjang oleh segitiga konspirasi yang menjadi 3 pilar neo klasik, yaitu TNC (Trans National Company), World Bank atau IMF dan WTO.
Career First
Melangkah Pasti ke Dunia Kerja
Oleh : Maya Arvini
Penerbit : GagasMedia, 2014
Tebal : 201 halaman
Sebagai pejuang karier kita dituntut secara profesional mempunyai komitmen dan dedikasi terhadap pekerjaan dan terhadap perusahaan tempat kita bernaung. Selain komitmen dan dedikasi, hal lain yang wajib kita punya sebagai seorang pejuang karier adalah mempunyai integritas yang ditunjukkan dengan salah satunya menjunjung tinggi nilai kejujuran.
Di dunia kerja dalam menuntut karier, kita mempunyai 2 opsi yaitu kompetensi manajerial yang berhubungan dengan pengelolaan organisasi dan kompetensi spesialis yang berhubungan dengan suatu keahlian tertentu dalam suatu bidang.
Satu hal yang menarik dalam buku ini adalah diterangkannya hidden talent atau sesuatu yang tersembunyi dalam diri kita mengenai diri kita yang akan keluar dengan sendirinya saat kita menghadapi masalah terutama masalah baru yang asing bagi kita.
Buku ini juga membahas mengenai tempaan mental yang dapat menumbuhkan semangat juang seseorang dalam menjalani karier. Sehingga suatu ujian dan halangan hanyalah sebuah tantangan yang harus dihadapi.
Dalam menghadapi masalah di dunia kerja, seseorang mempunyai 2 macam karakter, yaitu open-minded, yaitu seseorang yang mempunyai pikiran yang terbuka dan yang kedua adalah narrow-minded, yaitu orang yang mempunyai pikiran sempit. Tentunya yang baik adalah pilihan yang pertama, dan pada umumnya orang sukses adalah orang yang mempunyai pikiran terbuka terhadap segala hal.
Dan hal yang terakhir yang akan aku kutip yang tidak kalah penting adalah, kita harus memahami diri sendiri akan seberapa cepat kita mempelajari sesuatu. Sehingga dengan begitu kita akan tahu kapan harus berhenti sejenak karena selalu akan muncul titik jenuh. Saat berada pada titik tersebut itulah saatnya kita melambatkan ritme dan menyegarkan diri supaya siap dengan tantangan berikutnya.
Begitu halnya dengan olahraga, sebelum memasuki babak kedua, kita wajib berhenti sejenak untuk minum setelah habis-habisan bermain pada babak pertama.
Oleh : Maya Arvini
Penerbit : GagasMedia, 2014
Tebal : 201 halaman
Sebagai pejuang karier kita dituntut secara profesional mempunyai komitmen dan dedikasi terhadap pekerjaan dan terhadap perusahaan tempat kita bernaung. Selain komitmen dan dedikasi, hal lain yang wajib kita punya sebagai seorang pejuang karier adalah mempunyai integritas yang ditunjukkan dengan salah satunya menjunjung tinggi nilai kejujuran.
Di dunia kerja dalam menuntut karier, kita mempunyai 2 opsi yaitu kompetensi manajerial yang berhubungan dengan pengelolaan organisasi dan kompetensi spesialis yang berhubungan dengan suatu keahlian tertentu dalam suatu bidang.
Satu hal yang menarik dalam buku ini adalah diterangkannya hidden talent atau sesuatu yang tersembunyi dalam diri kita mengenai diri kita yang akan keluar dengan sendirinya saat kita menghadapi masalah terutama masalah baru yang asing bagi kita.
Buku ini juga membahas mengenai tempaan mental yang dapat menumbuhkan semangat juang seseorang dalam menjalani karier. Sehingga suatu ujian dan halangan hanyalah sebuah tantangan yang harus dihadapi.
Dalam menghadapi masalah di dunia kerja, seseorang mempunyai 2 macam karakter, yaitu open-minded, yaitu seseorang yang mempunyai pikiran yang terbuka dan yang kedua adalah narrow-minded, yaitu orang yang mempunyai pikiran sempit. Tentunya yang baik adalah pilihan yang pertama, dan pada umumnya orang sukses adalah orang yang mempunyai pikiran terbuka terhadap segala hal.
Dan hal yang terakhir yang akan aku kutip yang tidak kalah penting adalah, kita harus memahami diri sendiri akan seberapa cepat kita mempelajari sesuatu. Sehingga dengan begitu kita akan tahu kapan harus berhenti sejenak karena selalu akan muncul titik jenuh. Saat berada pada titik tersebut itulah saatnya kita melambatkan ritme dan menyegarkan diri supaya siap dengan tantangan berikutnya.
Begitu halnya dengan olahraga, sebelum memasuki babak kedua, kita wajib berhenti sejenak untuk minum setelah habis-habisan bermain pada babak pertama.
Saturday, October 1, 2016
Meretas Konsep Ekonomi Berbagi
Unveiling the Concept of Sharing Economy
Oleh : Harris Turino
Penerbit : PT Kesuma Putra Kreatif, 2016
Tebal : 209 halaman
Beberapa tahun terakhir ini ramai orang membicarakan sharing economy. Baik sebagai bahan diskusi atau sebagai kerja sampingan bahkan pekerjaan utama sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang tidak hanya berkembang di Indonesia, namun juga di dunia.
Jika kita melihat perusahaan besar yang pernah berjaya beberapa tahun lalu, dapat dilihat hal yang sama yaitu keengganan berubah atau terjadi organization inertia.
Berbicara tentang perusahaan konvensional, maka sebelum mendirikan kita harus menyiapkan sumberdaya dan fasilitas. Namun dengan konsep sharing economy maka perusahaan tidak harus memiliki dan menguasai sumberdaya kritikal.
Memang dalam konsep sharing economy akan terdapat faktor ketidakpastian, namun hal inilah yang menjadi keunggulan, misalnya taxi online, mobil dan pengemudi menjadi tidak pasti namun dilihat dari segi biaya jelas juga berbeda.
Perusahaan dapat langgeng jika mempunyai keunggulan biaya atau memiliki overall cost leadership sebagai competitive strategy.
Sehingga konsep sharing economy ini merupakan peluang bisnis baru yang dapat menimbulkan revolusi dalam perkembangan ekonomi dunia.
Manusia yang menggunakannya pun tidak hanya sekedar didasarkan oleh kebutuhan, namun juga sudah menjadi layaknya fashion, dimana manusia yang menggunakan terkadang tanpa memperhitungkan dari faktor ekonomis.
Terkadang kita heran bagaimana perusahaan sharing economy tersebut dapat memperoleh profit. Hal ini berbeda dengan perusahaan konvensional yang mempunyai keuntungan berupa dividen, sedangkan perusahaan sharing economy mempunyai target pada capital gain, sehingga database traffic dan database transaksi menjadi tolok ukur utama. Sehingga tak heran dari beberapa perusahaan sharing economy berani memberikan subsidi yang cukup besar untuk mencapai tujuan tersebut.
Oleh : Harris Turino
Penerbit : PT Kesuma Putra Kreatif, 2016
Tebal : 209 halaman
Beberapa tahun terakhir ini ramai orang membicarakan sharing economy. Baik sebagai bahan diskusi atau sebagai kerja sampingan bahkan pekerjaan utama sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang tidak hanya berkembang di Indonesia, namun juga di dunia.
Jika kita melihat perusahaan besar yang pernah berjaya beberapa tahun lalu, dapat dilihat hal yang sama yaitu keengganan berubah atau terjadi organization inertia.
Berbicara tentang perusahaan konvensional, maka sebelum mendirikan kita harus menyiapkan sumberdaya dan fasilitas. Namun dengan konsep sharing economy maka perusahaan tidak harus memiliki dan menguasai sumberdaya kritikal.
Memang dalam konsep sharing economy akan terdapat faktor ketidakpastian, namun hal inilah yang menjadi keunggulan, misalnya taxi online, mobil dan pengemudi menjadi tidak pasti namun dilihat dari segi biaya jelas juga berbeda.
Perusahaan dapat langgeng jika mempunyai keunggulan biaya atau memiliki overall cost leadership sebagai competitive strategy.
Sehingga konsep sharing economy ini merupakan peluang bisnis baru yang dapat menimbulkan revolusi dalam perkembangan ekonomi dunia.
Manusia yang menggunakannya pun tidak hanya sekedar didasarkan oleh kebutuhan, namun juga sudah menjadi layaknya fashion, dimana manusia yang menggunakan terkadang tanpa memperhitungkan dari faktor ekonomis.
Terkadang kita heran bagaimana perusahaan sharing economy tersebut dapat memperoleh profit. Hal ini berbeda dengan perusahaan konvensional yang mempunyai keuntungan berupa dividen, sedangkan perusahaan sharing economy mempunyai target pada capital gain, sehingga database traffic dan database transaksi menjadi tolok ukur utama. Sehingga tak heran dari beberapa perusahaan sharing economy berani memberikan subsidi yang cukup besar untuk mencapai tujuan tersebut.
The 37 Most Powerful Tactics on Negotiation
Taktik-taktik Negosiasi yang Paling Menguntungkan Anda
Oleh : Edysen Shin
Penerbit : PT Alfa Cemerlang Edindo, 2016
Tebal : 149 halaman
Buku yang sangat menarik dibaca, karena berisi jurus sakti untuk memenangkan dalam proses negosiasi. Tidak tanggung-tanggung kita tidak hanya akan membaca 7 tips, tapi kita akan menerima 37 cara negosiasi.
Beberapa tips telah dan akan aku laksanakan dalam proses negosiasi dalam bekerja. Diantaranya adalah
Pertama, sebelum melakukan proses negosiasi kita harus menentukan terlebih dahulu parameter atau batasan sebagai garis aman yang memandu kita dalam proses negosiasi.
Kedua, hal yang tak kalah penting adalah kita harus menyiapkan mental agar kita percaya diri.
Ketiga, hal ini biasanya digunakan oleh ibu-ibu dalam bernegosiasi, yaitu meminta lebih dari apa yang akan diharapkan nantinya. Misalnya kita mempunyai batasan 20, namun bernegosiasi kita menyebutkan angka 50.
Keempat, saat membuka sesuatu dalam proses awal negosiasi, ada baiknya kita tidak memberikan penawaran terbaik, yang fungsinya penawaran ini akan ditolak oleh klien sehingga memberikan kemenangan kepada mereka.
Kelima, hal yang tak kalah penting adalah pada awal negosiasi kita harus melakukan penolakan awal, hal ini penting menjaga psikologi lawan dalam proses negosiasi.
Dan yang terakhir adalah tips bahwasanya jika dalam proses negosiasi pihak lawan melakukan intimidasi atau menakut-nakuti yang berlebihan, ada kemungkinan posisi kita berada di atas lawan negosiasi kita.
Oleh : Edysen Shin
Penerbit : PT Alfa Cemerlang Edindo, 2016
Tebal : 149 halaman
Buku yang sangat menarik dibaca, karena berisi jurus sakti untuk memenangkan dalam proses negosiasi. Tidak tanggung-tanggung kita tidak hanya akan membaca 7 tips, tapi kita akan menerima 37 cara negosiasi.
Beberapa tips telah dan akan aku laksanakan dalam proses negosiasi dalam bekerja. Diantaranya adalah
Pertama, sebelum melakukan proses negosiasi kita harus menentukan terlebih dahulu parameter atau batasan sebagai garis aman yang memandu kita dalam proses negosiasi.
Kedua, hal yang tak kalah penting adalah kita harus menyiapkan mental agar kita percaya diri.
Ketiga, hal ini biasanya digunakan oleh ibu-ibu dalam bernegosiasi, yaitu meminta lebih dari apa yang akan diharapkan nantinya. Misalnya kita mempunyai batasan 20, namun bernegosiasi kita menyebutkan angka 50.
Keempat, saat membuka sesuatu dalam proses awal negosiasi, ada baiknya kita tidak memberikan penawaran terbaik, yang fungsinya penawaran ini akan ditolak oleh klien sehingga memberikan kemenangan kepada mereka.
Kelima, hal yang tak kalah penting adalah pada awal negosiasi kita harus melakukan penolakan awal, hal ini penting menjaga psikologi lawan dalam proses negosiasi.
Dan yang terakhir adalah tips bahwasanya jika dalam proses negosiasi pihak lawan melakukan intimidasi atau menakut-nakuti yang berlebihan, ada kemungkinan posisi kita berada di atas lawan negosiasi kita.
Sunday, September 11, 2016
Tingkatkan Masa Produktif Umur Anda dengan Berpikir Positif
Positive Thinking, Positive Feeling and Positive Life
Oleh : Areya Prabu Firdaus
Penerbit : Flashbook, 2016
Tebal : 187 halaman
Buku ini mengajak kita untuk senantiasa berpikir positif sehingga dalam keseharian kita dapat menemukan keberanian dan optimis.
Agar selalu tampil sehat, maka beberapa yang harus kita jaga adalah
- makan makanan bergizi
- teratur olahraga
- pola pikir positif
Sehingga dengan melakukan hidup penuh dengan positive thinking, maka akan muncul positive feeling, dan pada akhirnya kita akan merasakan manfaat berupa positive life.
Selain itu, beberapa hal dapat menunjang kita untuk selalu berpikir positif, misalnya mendengarkan musik. Karena dengan musik maka pikiran kita akan menjadi lebih jernih, emosi kita akan lebih terkontrol dan pada akhirnya kita bisa lebih rileks dan semangat.
Agar kita menjadi lebih produktif, maka yang perlu kita lakukan adalah :
- proaktif
- memulai dengan hasil akhir
- fokus pada prioritas
Terakhir yang bisa aku kutip dari buku ini adalah pentingnya dan perlunya kita menjaga aset yang kita miliki, yaitu :
- fisik
- sosial
- mental
- spiritual
Oleh : Areya Prabu Firdaus
Penerbit : Flashbook, 2016
Tebal : 187 halaman
Buku ini mengajak kita untuk senantiasa berpikir positif sehingga dalam keseharian kita dapat menemukan keberanian dan optimis.
Agar selalu tampil sehat, maka beberapa yang harus kita jaga adalah
- makan makanan bergizi
- teratur olahraga
- pola pikir positif
Sehingga dengan melakukan hidup penuh dengan positive thinking, maka akan muncul positive feeling, dan pada akhirnya kita akan merasakan manfaat berupa positive life.
Selain itu, beberapa hal dapat menunjang kita untuk selalu berpikir positif, misalnya mendengarkan musik. Karena dengan musik maka pikiran kita akan menjadi lebih jernih, emosi kita akan lebih terkontrol dan pada akhirnya kita bisa lebih rileks dan semangat.
Agar kita menjadi lebih produktif, maka yang perlu kita lakukan adalah :
- proaktif
- memulai dengan hasil akhir
- fokus pada prioritas
Terakhir yang bisa aku kutip dari buku ini adalah pentingnya dan perlunya kita menjaga aset yang kita miliki, yaitu :
- fisik
- sosial
- mental
- spiritual
Saturday, September 10, 2016
The Innovation Killer
Batasan-batasan yang Dapat Kita Bayangkan dan Perusahaan Cerdas Mana yang Menggunakannya
Oleh : Cynthia Barton Rabe
Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2014
Tebal : 266 halaman
Buku yang akan mendobrak pola pikir dan paradigma kita mengenai inovasi. Dimana menurut buku ini inovasi berlawanan dengan tingkat keahlian seseorang terhadap bidang yang akan menjadi ladang inovasi.
Bahkan inovasi tidak hanya berlawanan dengan tingkat keahlian, namun juga berlawanan dengan tingkat pendidikan. Hal ini dikarenakan pendidikan formal akan mencetak individu dengan doktrin yang diberikan HANYA menjadi ahli dalam suatu bidang.
Kita ambil contoh saja Wright bersaudara yang menemukan pesawat, dimana notabene mereka hanyalah seorang pembuat sepeda biasa dengan hanya mengantongi ijazah menengah. Contoh lain adalah Bill Gates dan Steve Jobs serta pendahulunya yaitu Thomas Alva Edison yang hanya memiliki pendidikan formal yang tidak tinggi.
Sehingga dapat didefinisikan bahwa inovasi adalah penyeimbang antara keahlian dan pikiran seseorang.
Lalu apa itu inovasi?
Dalam buku ini, inovasi didefinisikan sebagai penerapan sebuah ide yang dapat memberikan manfaat berharga sebagai suatu kemajuan, dimana ide tersebut tidak mutlak sesuatu yang besar, namun perubahan yang tampak sederhana pun dapat memiliki dampak yang besar.
Pada umumnya orang yang disebut dengan ahli biasanya membuat keputusan dengan menyelaraskan diri dengan atasan sehingga action yang diambil merupakan metode yang sudah biasa dan dikenal umum.
Kita ambil contoh misalnya Steve Jobs dengan iMac atau komputer Apple yang menabrak segala pakem dan standar yang ada, sehingga menciptakan standar sendiri yang baru. Semua itu bisa diraih jika kita memiliki individu atau tim yang dapat meloloskan dari beban yang telah kita ketahui, atau disebut dengan Zero-Gravity Thinker.
Memang benar bahwasanya seorang ilmuwan atau penemu bukanlah seorang yang paling berbakat, namun seorang ilmuwan atau penemu terkadang hanyalah seorang yang punya rasa ingin tahu paling tinggi.
Salah satu cara untuk mendapatkan Zero-Gravity Thinker adalah dengan merekrut pemikir yang berbeda. Namun jangan menjadi permanen, karena setelah dalam jangka waktu yang lama para pemikir ini akan berubah dan tidak lagi menjadi pemikir yang berbeda.
Dicontohkan dalam buku ini adalah seorang ahli marketing suatu perusahaan yang menjual lampu senter, namun ahli marketing ini bukanlah seorang ahli lampu senter. Sehingga idenya untuk membuat lampu senter dengan warna pink dan hijau pastel dipandang sebelah mata. Namun setelah dipasarkan ternyata kaum hawa menyerbu dan membeli lampu senter ini, tidak hanya 1 buah namun 2 bahkan 3 buah.
Dahsyat penerapan hal tersebut, beberapa perusahaan mengaplikasikannya, yaitu dimana karyawan diberikan waktu luang untuk memikirkan hal lain yang diluar bidangnya. Misalnya perusahaan 3M yang memberikan waktu luang 15% bagi karyawannya. Begitu pula Google yang bahkan memberikan waktu 20% bagi karyawannya untuk melakukan proyek pribadi yang menarik namun tidak berhubungan dnegan pekerjaan mereka sendiri.
Oleh : Cynthia Barton Rabe
Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2014
Tebal : 266 halaman
Buku yang akan mendobrak pola pikir dan paradigma kita mengenai inovasi. Dimana menurut buku ini inovasi berlawanan dengan tingkat keahlian seseorang terhadap bidang yang akan menjadi ladang inovasi.
Bahkan inovasi tidak hanya berlawanan dengan tingkat keahlian, namun juga berlawanan dengan tingkat pendidikan. Hal ini dikarenakan pendidikan formal akan mencetak individu dengan doktrin yang diberikan HANYA menjadi ahli dalam suatu bidang.
Kita ambil contoh saja Wright bersaudara yang menemukan pesawat, dimana notabene mereka hanyalah seorang pembuat sepeda biasa dengan hanya mengantongi ijazah menengah. Contoh lain adalah Bill Gates dan Steve Jobs serta pendahulunya yaitu Thomas Alva Edison yang hanya memiliki pendidikan formal yang tidak tinggi.
Sehingga dapat didefinisikan bahwa inovasi adalah penyeimbang antara keahlian dan pikiran seseorang.
Lalu apa itu inovasi?
Dalam buku ini, inovasi didefinisikan sebagai penerapan sebuah ide yang dapat memberikan manfaat berharga sebagai suatu kemajuan, dimana ide tersebut tidak mutlak sesuatu yang besar, namun perubahan yang tampak sederhana pun dapat memiliki dampak yang besar.
Pada umumnya orang yang disebut dengan ahli biasanya membuat keputusan dengan menyelaraskan diri dengan atasan sehingga action yang diambil merupakan metode yang sudah biasa dan dikenal umum.
Kita ambil contoh misalnya Steve Jobs dengan iMac atau komputer Apple yang menabrak segala pakem dan standar yang ada, sehingga menciptakan standar sendiri yang baru. Semua itu bisa diraih jika kita memiliki individu atau tim yang dapat meloloskan dari beban yang telah kita ketahui, atau disebut dengan Zero-Gravity Thinker.
Memang benar bahwasanya seorang ilmuwan atau penemu bukanlah seorang yang paling berbakat, namun seorang ilmuwan atau penemu terkadang hanyalah seorang yang punya rasa ingin tahu paling tinggi.
Salah satu cara untuk mendapatkan Zero-Gravity Thinker adalah dengan merekrut pemikir yang berbeda. Namun jangan menjadi permanen, karena setelah dalam jangka waktu yang lama para pemikir ini akan berubah dan tidak lagi menjadi pemikir yang berbeda.
Dicontohkan dalam buku ini adalah seorang ahli marketing suatu perusahaan yang menjual lampu senter, namun ahli marketing ini bukanlah seorang ahli lampu senter. Sehingga idenya untuk membuat lampu senter dengan warna pink dan hijau pastel dipandang sebelah mata. Namun setelah dipasarkan ternyata kaum hawa menyerbu dan membeli lampu senter ini, tidak hanya 1 buah namun 2 bahkan 3 buah.
Dahsyat penerapan hal tersebut, beberapa perusahaan mengaplikasikannya, yaitu dimana karyawan diberikan waktu luang untuk memikirkan hal lain yang diluar bidangnya. Misalnya perusahaan 3M yang memberikan waktu luang 15% bagi karyawannya. Begitu pula Google yang bahkan memberikan waktu 20% bagi karyawannya untuk melakukan proyek pribadi yang menarik namun tidak berhubungan dnegan pekerjaan mereka sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Featured Post
Wow Marketing
Oleh : Hermawan Kartajaya Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2015 Tebal : 239 halaman Marketing 1.0 : Product centric marketing, dimana obj...

Related Posts
-
Melangkah Pasti ke Dunia Kerja Oleh : Maya Arvini Penerbit : GagasMedia, 2014 Tebal : 201 halaman Sebagai pejuang karier kita dit...
-
Sebuah Karya Mega-Fenomenal dari Cendekiawan Muslim Abad Pertengahan Oleh : Ibnu Khaldun Penerbit : Pustaka Al-Kautsar, 2001 Tebal :...
-
Sang Penemu Aljabar Oleh : Corona Bezina Penerbit : PT Gramedia, 2013 Tebal : 119 halaman Mempunyai nama lengkap Abu Ja'far M...
-
Oleh : Pramoedya Ananta Toer Penerbit : Lentera Dipantara Tebal : 551 halaman Minke, merupakan tokoh utama, seorang anak pribumi yang sekola...
-
Oleh : Klaus Schwab and Thierry Malleret