Bapak Demokrasi Sepanjang Masa
Oleh : A. Faidi, S. Hum
Penerbit : IRCiSoD, 2014
Tebal : 327 halaman
"Democracy is government on the people, by the people and for the people"
(Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat)
Kata-kata itulah yang diungkapkan oleh Abraham Lincoln dalam sebuah pidatonya yang disampaikan di Gettysburg. Meski singkat, kata-katanya menjelma menjadi mantra yang mampu menyihir masyarakat untuk membangun dan menciptakan sebuah pemerintahan yang benar-benar meng-agung-kan kedaulatan rakyat.
Abraham Lincoln merupakan presiden Amerika Serikat yang ke-16, yang dikenal sebagai bapak demokrasi. Sumbangsihnya yang cukup besar dalam memimpin bangsanya keluar dari perang saudara dan telah mampu menyatukan Amerika Utara dan Amerika Selatan menjadi sebuah negara federasi yang bersatu.
Isi buku yang menjadi favoritku adalah ada di halaman 46. Yang menceritakan ketika para Senator berdatangan mendesak Lincoln untuk melakukan reorganisasi dalam kabinetnya. Lincoln menyuguhi para senator tersebut dengan sebuah cerita tentang seorang petani tua di Illinois.
Dalam ceritanya, petani tua tersebut telah banyak mengalami kesulitan dalam menghadapi gangguan seekor musang terhadap tanamanya. Pada suatu malam, petani itu keluar rumah dengan membawa senjata api di tanggannya. Ia bersembunyi di balik semak-semak dan menunggu kedatangan sang musang.
Tidak lama kemudian, sang musang pun datang. Akan tetapi, musang yang dikiranya hanya 1 ekor, ternyata berjumlah 7 ekor musang. Kemudian, ia membidik 1 ekor musang dan menembaknya. Akan tetapi. ternyata seekor musang yang berhasil dibunuhnya malah menimbulkan bau yang luar biasa menyengat. Karena itulah, sang petani pun membiarkan 6 ekor musang lainnya pergi dan tidak jadi dibunuhnya.
Demikanlah cerita Lincoln yang disuguhkan terhadap para senator yang mendesaknya untuk menghitung anggota kabinetnya. Tanpa banyak bicara, para senator pun mengerti maksud Lincoln. Sejak saat itu, tidak ada lagi pembicaraan mengenai reorganisasi kabinet.
#sinopsisbuku #resensibuku
Belajar adalah sarana memperbarui diri, tanpa belajar kita akan terperangkap pada masa lalu
Saturday, November 1, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Featured Post
Napak Tilas Jalan Daendels
Oleh : Napak Tilas Jalan Daendels Penerbit : Tebal : Buku Napak Tilas Jalan Daendels karya Angga Indrawan mengajak pembaca menelusuri kemba...
Related Posts
-
Oleh : Yann Martel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2013 Tebal : 446 halaman Novel Life of Pi adalah kisah tentang bertahan hidup yang me...
-
Oleh : Napak Tilas Jalan Daendels Penerbit : Tebal : Buku Napak Tilas Jalan Daendels karya Angga Indrawan mengajak pembaca menelusuri kemba...
-
Strategi Investasi di Era Perubahan Ekonomi Global Penulis : Mohamed El-Erian Penerbit : PT Bhuana Ilmu Populer, 2009 Tebal : 349 ha...
-
Topographia Sacra Oleh : Zainollah Ahmad, S.Pd Penerbit : Araska Tebal : 284 halaman Meski aku lahir dari Jember, tapi aku baru s...
-
Oleh : Daoed Joesoef Penerbit : PT Kompas Media Nusantara, 2015 Tebal : 176 halaman Candi atau Temple berasal dari kata templum atau temenos...

No comments:
Post a Comment