Saturday, July 7, 2018

Pemasaran Syariah

Teori dan Aplikasi


Oleh : Nurul Huda, Khamim Hudori, Rizal Fahlevi, Badrussa'diyah, Dea Mazaya, Dian Sugiarti

Penerbit : Kencana, 2017
Tebal : 180 halaman


Keberhasilan sebuah pemasaran tergantung dari kemampuan sebuah organisasi untuk membedakan 5 jenis kebutuhan, yaitu:
  1. Stated needs
  2. Real needs
  3. Unstated needs
  4. Delight needs
  5. Secret needs

Selain itu perlu adanya merk yang kuat, untuk merk sendiri dibagi menjadi beberapa definisi, yaitu:
  1. Brand name
  2. Brand mark
  3. Trade mark
  4. Copyright

Pemasaran berbeda dengan penjualan, dimana untuk ciri pemasaran adalah sebagai berikut:
  1. Membuat apa yang bisa dijual
  2. Pasar sasaran
  3. Merencanakan produk, menetapkan harga, mempromosikan produk dan mendistribusikan barang
  4. Pemasaran terkoordinasi
  5. Keuntungan melalui kepuasan konsumen

Lalu apa itu pemasaran syariah?

Pemasaran syariah adalah keseluruhan proses mulai dari penciptaan, penawaran, perubahan nilai yang tidak bertentangan dengan akad dan prinsip-prinsip muamalah yang islami hingga terjadi sebuah transaksi.

Dalam pemasaran syariah terdapat 4 karakter, yaitu :
  1. Ketuhanan
  2. Menjunjung tinggi akhlak mulia
  3. Realistis
  4. Humanistis

Untuk pribadi dari marketer atau pemasar harus memilik 5 sifat, yaitu :
  1. Benar dan jujur
  2. Tepercaya dan kredibel
  3. Cerdas
  4. Komunikatif
  5. Konsisten

Dan tambahan lagi sebagai marketer syariah harus melakukan hal-hal sebagai berikut :
  1. Jujur mengenai kondisi barang yang dijual
  2. Tegas dalam timbangan dan takaran
  3. Rendah hati dan bertutur kata sopan
  4. Adil terhadap semua pelanggan
  5. Memberi pelayanan yang memuaskan pelanggan
  6. Berkompetisi dengan sportif
  7. Mengutamakan tolong-menolong
  8. Profesional
  9. Saling menghormati dan tidak negative thinking
#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku

Sunday, June 24, 2018

7 Jurus Sukses Pengusaha Properti Syariah


Oleh : Arief Dermawan Anwar

Penerbit : Bhuana Ilmu Populer, 2017
Tebal : 102 halaman

Angka kebutuhan dan permintaan akan tanah dan bangunan hingga saat ini masih sangat tinggi. Terlebih daya tarik bagi konsumen yang mayoritas muslim adalah memiliki hunian berkonsep pengembang syariah.

Dalam artian pengembang syariah yang menerapkan prinsip-prinsip syariah Islam mulai dari produk yang ditawarkan, transaksi, mitra dan pengelolaan sistem kerjanya. Dalam bisnis properti syariah terdapat 2 aspek yang mendasar, yaitu aspek akad dan aspek praktis.

Dalam hal cicilan atau angsuran adalah dalam properti syariah memiliki cicilan bulanan yang tetap yang sebelumnya telah ditentukan di awal perjanjian hingga masa angsuran selesai.

Kemudian berikutnya dalam properti syariah tidak akan dikenakan penalti saat konsumen tidak mampu meneruskan angsuran ataupun saat konsumen akan melunasi angsuran sebelum masa kontrak berakhir.

Tidak hanya dalam sistem, namun dari segi pribadi atau pengusaha muslim juga harus mempunyai prinsip akhlak dan adab Islam, yaitu :
  1. Jujur
  2. Amanah
  3. Toleran
  4. Menepati janji

Agar sukses maka pengusaha properti syariah harus mempunyai sikap sebagai berikut :
  1. Jeli menangkap peluang
  2. Cerdas dalam mendengar
  3. Mau bekerja keras
  4. Memiliki banyak relasi
#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku

Saturday, May 19, 2018

Bakat + Usaha = Sukses

Oleh : Erick Namara

Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2015
Tebal : halaman 246



Konsekuensi mengejar kesuksesan adalah bekerja keras, mengurangi waktu bersenang-senang, berlatih, belajar dan lembur misalnya. Banyak orang yang menghindari hal tersebut sehingga orang yang sukses jumlah cukup sedikit.

Untuk sukses tujuan adalah hal pertama yang harus ditentukan, ibaratnya lomba lari tanpa garis finish sehingga pelari tidak akan tahu dari mana dan sampai dimana lomba akan berakhir.

Selain itu kita perlu berpikir out of the box, bahkan without the box.

Kecerdasan tidak melulu mengenai mata pelajaran yang ada di sekolah, misalnya matematika, karena menurut Howard Gardner setidaknya terdapat 8 jenis kecerdasan manusia, yaitu :
  1. Linguistik
  2. Matematis
  3. Visual/spasial
  4. Kinestetis
  5. Musikal
  6. Interpersonal
  7. Intrapersonal
  8. Intuisi
Bahkan banyak orang sukses yang drop out dari sekolah, konon datanya adalah 9 dan 10 orang terkaya di dunia adalah drop out dari sekolah.

Sehingga banyak cara menuju kesuksesan, ibarat pepatah dari Kaisar Nero "All roads lead to Rome", alias banyak jalan menuju Roma.

Kesuksesan tidak bisa dicapai dengan mengkhayal.

Untuk mencapai kita harus mampu menentukan prioritas, Sean Covey membaginya menjadi 4 kuadran, yaitu :
  • Kuadran 1 : Penting Mendesak, orang yang suka menunda-nunda
  • Kuadran 2 : Penting Tidak Mendesak, orang yang suka menentukan prioritas
  • Kuadran 3 : Tidak Penting Mendesak, orang yang "Yes-Man"
  • Kuadran 4 : Tidak Penting Tidak Mendesak, orang pemalas
Selain prioritas kita juga harus mempunyai jadwal, jika kita tidak mampu mengelola jadwal maka dapat menurunkan integritas karena misalnya tidak dapat memenuhi jadwal meeting.

Prioritas dan jadwal masih belum cukup, masih terdapat faktor lainnya yaitu disiplin.

Saat akan mengejar kesuksesan kita harus menyadari bahwa kita akan menemui kendala untuk itu kita harus menyadari resiko yang akan dihadapi.

Salah satu resiko yang akan dihadapi adalah kegagalan, dalam menyikapi kegagalan tersebut kita harus mempunyai mental tahan banting. Sikap mental tahan banting yang bisa kita teladani adalah Michael Jordan, sang legenda basket, dimana dia menyebutkan pernah 3000 kali gagal menjaringkan bola, 26 kali gagal melakukan tembakan terakhir saat final, dan 300 kali berkontribusi dalam kekalahan timnya, meskipun begitu dia dalah pemain basket terhebat sepanjang masa.

Terdapat data statistik yang menarik untuk dikuak, yaitu mengenai data 100 orang kaya, yaitu:
  • 74% berasal dari pebisnis
  • 10% berasal dari profesional
  • 10% dari karyawan (yaitu CEO)
  • 6% lain-lain
Agar menjadi orang kaya seperti diatas kita perlu mengetahui cara mengelola uang, yaitu misalnya tips dari Tung Desem Waringin, yaitu:
  • 10% untuk investasi
  • 20% untuk saving atau cadangan hidup
  • 70% untuk biaya hidup
Salah satu invetasi yang menguntungkan adalah properti, dimana nilai properti tidak tergantung oleh inflasi, selain itu harganya cenderung terus meningkat.

#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku

Thursday, April 12, 2018

Made Mangku Pastika

Jejak Derita Jenderal Bintang Tiga


Oleh : Emanuel Dewata Oja

Penerbit : Cakrawala Yogyakarta, 2018
Tebal : 216 halaman


I Made Mangku Pastika lahir di Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, pada tanggal 22 Juni 1951. Saat Gunung Agung meletus pada tahun 1963, ayah dan keluarga Made Mangku Pastika serta beberapa penduduk yang terdampak mengungsi.

Keluarga Made Mangku Pastika melakukan transmigrasi ke desa Rama Agung, wilayah kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Sumatera Selatan. Desa Rama Agung masih membentang hutan dengan pohon liar karena termasuk gugusan pegunungan Bukit Barisan.

Saat itu Made Mangku Pastika baru tamat SR atau Sekolah Dasar dari Seririt Buleleng. Dikarenakan di Rama Agung merupakan hutan belantara, tentunya tidak ada sekolah. Sehingga dengan tekad bulat Made Mangku Pastika merantau seorang diri ke kota Bengkulu.

Dengan berbekal baju 2 pasang, rapor dan ijazah SR, Made Mangku Pastika menumpang truk yang berangkat ke kota Bengkulu. Sekitar pukul 3 sore, truk yang ditumpangi oleh Made Mangku Pastika sampai di pasar Malabero.

Tanpa tahu arah Made Mangku Pastika berjalan menyusuri jalan. Hingga akhirnya di dekat tong sampah dari sebuah toko Gemilang, Made Mangku Pastika tak tahan lagi dan akhirnya pingsan. Oei Thian Hin sang pemilik toko Gemilang keluar dan membopong tubuh Made Mangku Pastika.

Setelah siuman, Made Mangku Pastika pun diterima untuk tinggal di rumah Oei Thian Hin sembari menjadi pembantu yang tugasnya mencuci piring, menyapu rumah, menimba air sumur, membuat pispot kencing majikan dan tugas lainnya.

Yang paling menyedihkan adalah saat Made Mangku Pastika makan. Dimana Made Mangku Pastika harus menunggu seluruh anggota keluarga majikan selesai makan, kemudian Made Mangku Pastika mengambil kerak nasi tersisa dengan cara memberi kuah sayur secukupnya sehingga kerak nasi mudah diambil karena telah lembek, dan mulailah disantap oleh Made Mangku Pastika.

Selama sekolah di SMP Negeri Bengkulu, Made Mangku Pastika menggunakan bekas bungkus rokok untuk dijadikan buku sebagai lembaran untuk menulis. Ejekan dari teman-teman sekolah menjadi menu setiap hari karena menggunakan bekas bungkus rokok sebagai buku, belum lagi saat sekolah Made Mangku Pastika tidak menggunakan sepatu.

Saat duduk di kelas 2 SMP, Made Mangku Pastika mendapat info bahwa keluarganya sudah beranjak dari desa Rama Agung dan pindah ke Palembang, tepatnya di SD 47 Sekojo Dua Hilir Palembang. Akhirnya Made Mangku Pastika bertekad minta ijin ke majikan untuk pergi ke Palembang.

Oei Thian Hin mengijinkan dan memberi bekal uang untuk naik kereta api dan uang untuk makan perjalanan 1 hari, serta dari sepeda ontel dari sahabat kakaknya, I Gede Lencana yang bernama Cu Hok Sui. Sebelumnya Cu Hok Sui sering memberi buku tulis pada Made Mangku Pastika.

Perjalanan Made Mangku Pastika dimulai dari Bengkulu ke kota Lubuk Linggau, kemudian dengan naik kereta api menuju Palembang melewati Curup, Rejang Lebong dan Bukit Barisan. Dan akhirnya Made Mangku Pastika sampai juga di SD 47 Sekojo Dua Hilir Palembang.

Selanjutnya setelah menempuh sekolah di SMAN 2 Palembang, Made Mangku Pastika mengikuti tes AKABRI Kepolisian, dan hasilnya adalah lulus. Akhirnya Made Mangku Pastika menempuh pendidikan AKABRI di Sukabumi, Jawa Barat pada tahun 1971, dan lulus Akabri Kepolisian pada tahun 1974 atau yang dikenal dengan nama Praja Gupta.

Made Mangku Pastika menjadi Gubernur Bali selama 2 periode, yaitu periode pertama pada tahun 2008–2013, dan periode kedua pada tahun 2013-2018.

#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku

Friday, March 30, 2018

Follow Your Passion : Be A Writer


Strategi Alkemis untuk Sukses Menulis

Oleh : Dr. Saifur Rohman

Penerbit : PT Grasindo, 2014
Tebal : 136 halaman


Verba volant, scripta manent, merupakan pepatah Yunani kuno yang mempunyai arti sesuatu yang terucap akan diterbangkan angin, segala hal yang tertulis akan abadi. Adalah Arsitoteles menjadi contoh sempurna pepatah tersebut, dimana Aristoteles hidup di abad ke-5 SM, namun namanya tetap abadi berkat tulisannya.

Untuk menjadi penulis kita perlu tahu sistematika secara lengkap, yaitu dimana terdiri dari pengantar, masalah, pembahasan dan penutup. Masalah yang kita sodorkan kepada pembaca nantinya kita lanjutkan dengan teknik membahas masalah yang inovatif dan menyenangkan.

Pada umumnya sebuah tulisan ilmiah terdiri dari 10-20 halaman spasi dua atau terdiri dari 3500 - 7000 kata.

Untuk pembuatan atau proyek pengerjaan buku kita perlu membuat jadwal dan target, tentukan waktu berapa lama yang ingin dibutuhkan untuk menyelesaikan buku tersebut. Untuk mempermudah monitoring tulislah jumlah halaman yang ingin diselesaikan dalam 1 minggu.

Contoh yang menerapkan strategi tersebut adalah Jean-Paul Sartre, filsuf Prancis, yang menulis buku dengan ketebalan 1000 halaman dengan menerapkan disiplin tinggi yaitu 4 jam dalam sehari.

Terkadang kita malas menulis dengan alasan mood. Perlu diingat bahwa mood bukanlah yang datang dari luar, namun mood berasal dari pikiran kita sendiri. Sehingga jangan sampai kita diatur oleh mood, namun kita sendirilah yang mengatur mood kita.

Tips terakhir, dalam pembuatan buku atau artikel hindari kesan kita menjelaskan, namun sebaiknya kita menulis dengan cara menceritakan.

#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku

Linchpin


Tak Tergantikankah Anda?

Oleh : Seth Godin

Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2011
Tebal : 321 halaman


Halaman awal buku ini mengutip buku Wealth of Nations oleh Adam Smith yang menjelaskan bahwa cara untuk menang dalam bisnis adalah dengan membagi jalur produksi hingga ke tugas kecil-kecil. Sehingga dapat dilakukan oleh orang yang bisa diupah rendah karena mengikuti instruksi yang sederhana.

Semenjak itu dunia berubah.

Perubahan belum berhenti, saat ini dalam dunia bisnis ada istilah pengalihdayaan (outsourcing), automasi, dan pemasaran baru.

Purple Cow, mengajukan istilah Linchpin, yaitu karyawan yang tak tergantikan yang layak ditemukan dan dipertahankan.


Seth Godin memperkenalkan konsep "linchpin" atau tukang pasang pin — individu yang tidak tergantikan dalam suatu organisasi karena kemampuan dan kontribusi unik mereka. Linchpin tidak didefinisikan oleh judul pekerjaan mereka, melainkan oleh dampak yang mereka berikan pada orang di sekitar mereka.

Buku ini menekankan pentingnya pekerjaan emosional, yang melibatkan melampaui tuntutan pekerjaan dasar dan menyemarakkan pekerjaan dengan gairah, kreativitas, dan sentuhan pribadi. Linchpin unggul dalam pekerjaan emosional, membuat pekerjaan mereka menonjol.

Godin membahas resistensi yang dihadapi individu saat mencoba menjadi linchpin. Dia mendorong pembaca untuk mengatasi ketakutan akan kegagalan dan merangkul ketidakpastian sebagai langkah krusial menuju kebermanfaatan.

Linchpin terlibat dalam pekerjaan artistik dan emosional yang tidak dapat dengan mudah direplikasi. Mereka memberikan kontribusi ide-ide asli dan memberikan sentuhan manusiawi pada tugas mereka, membedakan diri dari orang lain yang hanya mengikuti petunjuk.

"Lizard brain" mewakili bagian primitif otak manusia yang menolak perubahan dan inovasi. Godin menjelajahi bagaimana linchpin mengatasi resistensi ini dan menggunakan kreativitas mereka untuk menambah nilai pada pekerjaan mereka.

Buku ini membahas pergeseran dari ekonomi industri ke ekonomi koneksi, di mana hubungan dan kreativitas menjadi kunci. Linchpin berkembang di lanskap baru ini dengan membangun hubungan yang berarti dan memberikan nilai unik.

Pembaca didorong untuk mengidentifikasi kekuatan dan bakat unik mereka, berinvestasi dalam pembelajaran terus-menerus, dan mengambil risiko untuk menjadi tak tergantikan dalam bidang mereka. Buku ini memberikan saran praktis tentang cara menavigasi dinamika berubah di tempat kerja modern.

"Linchpin" menantang pandangan konvensional tentang kesuksesan dan mendorong individu untuk menemukan kepuasan dalam pekerjaan mereka dengan membuat perbedaan dan meninggalkan dampak yang berkelanjutan pada orang lain.

Linchpin juga adalah agen perubahan. Godin membahas bagaimana mereka dapat memimpin perubahan positif dalam organisasi dengan menantang status quo, mendorong inovasi, dan menginspirasi orang lain untuk bergabung dalam membuat perbedaan.



Banyak pabrik sekarang yang mempunyai PERL (Percentage of Easily Replaced Laborers) yang tinggi, contohnya pabrik surat kabar yang misalnya memiliki 400 karyawan, namuan hanya beberapa puluh saja orang tenaga penjual dan kolumnis yang merupakan kategori Linchpin.

Dalam buku ini juga disebutkan hierarki nilai, yaitu sebagai berikut:
1. Menciptakan
2. Menghubungkan
3. Menjual
4. Memproduksi
5. Tumbuh
6. Berburu
7. Mengangkat

Dimana terdapat lebih banyak orang yang berada di dasar tangga karena pekerjaanya mudah dipelajari. Semakin tinggi tangga hierarki, bayaran semakin baik namun jumlah orang yang tersedia semakin sedikit.

Semakin tinggi hierarki semakin tinggi pula nilai leadership. Memimpin adalah ketrampilan, bukan hadiah. Pemimpin tidak dilahirkan, karena kemampuan memimpin bisa dipelajari, melalui sekolah yang mengajarkan kepatuhan, mengajarkan kecerdasan kemampuan bersosial, menjalin hubungan dan memahami unsur dasar pembentukan sebuah suku bangsa.

Koordinasi tim menjadi semakin sulit secara eksponensial ketika grup membesar.

Terakhir yang menarik adalah kuadran pemahaman, yang dijelaskan pada halaman 240, yaitu
Kuadran 1 : Linchpin, yaitu saat Pemahaman dan Hasrat bertemu
Kuadran 2 : Birokrat, saat Pemahaman dan Pasif bertemu
Kuadran 3 : Fanatik / Fundamental, saat Penyatuan dan Hasrat bertemu
Kuadran 4 : Perengek, saat Penyatuan dan Pasif bertemu


Secara ringkas, "Linchpin" adalah buku motivasi yang menginspirasi pembaca untuk merangkul keunikan mereka, mengatasi resistensi, dan menjadi kontributor yang tidak tergantikan dalam kehidupan profesional dan pribadi mereka.

Sunday, March 18, 2018

Bull's Eye

The Power of Focus
7 Langkah Rahasia untuk Membangun Kebiasaan Sukses dalam Hidup Anda


Oleh : Brian Tracy
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2016
Tebal : 100 halaman


Quote dari Zig Ziglar, "Anda tidak dapat mengenai target yang tidak dapat Anda lihat". Selama target yang kita inginkan masih belum jelas terlihat, maka jangan pernah berharap memenangkan kejuaraan apapun dalam kehidupan.

Untuk membuat target, jangan mempraktekkan pemikiran terbatas, lupakan masa lalu, dan mulailah pikirkan masa depan, dan jangan batasi imajinasi kita. Sehingga bayangkan kita tidak memiliki batasan, bayangkan kita memiliki bakat dan kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan, kenalan dan relasi.

Quote dari Albert Einstein, "Jika kita tidak bisa menjelaskan sesuatu secara sederhana, maka kita tidak cukup memahami hal tersebut".

Bedakan antara cita-cita dengan keinginan dan khayalan, karena keinginan adalah cita-cita yang tidak didukung energi.

Menurut riset, hanya 3% orang dewasa yang memiliki cita-cita tertulis, dan menurut penelitian lanjutan merekalah yang pada akhirnya memiliki penghasilan 10 kali lipat dibandingkan yang lain, oleh mulai sekarang karena itu tulis tujuan kita.

Karena dengan menulis cita-cita, maka secara tidak langsung kita sekaligus mengaktifkan Hukum Tarik-Menarik, termasuk menarik gagasan, sumber daya yang akan menggerakkan cita-cita untuk mendekat kepada kita.

Quote dari Henry Ford, "Tidak ada hal yang sulit jika kita membaginya menjadi pekerjaan kecil-kecil".

Abraham Maslow, psikolog inovatif, menyimpulkan bahwa manusia memiliki 2 jenis kebutuhan, yaitu kebutuhan defisiensi dan kebutuhan menjadi.

Kebutuhan defisiensi : kebutuhan sebagai rasa takut, keraguan, kecemasan dan konflik yang dapat menghambat potensi individu, dan 98% populasi gagal menyadari potensi penuh mereka karena rintangan mental ini.

Kebutuhan menjadi : kualitas aktualisasi diri orang-orang yang merasa takjub dengan dirinya sendiri dan berdedikasi untuk menjadi segala hal yang dapat diraih.

#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku

Featured Post

Wow Marketing

Oleh : Hermawan Kartajaya Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2015 Tebal : 239 halaman Marketing 1.0 : Product centric marketing, dimana obj...

Related Posts