Belajar adalah sarana memperbarui diri, tanpa belajar kita akan terperangkap pada masa lalu
Sunday, June 1, 2003
Test Personaliti
Oleh : Dr. H. Yul Iskandar., psi., PhD
Penerbit : Yayasan Dharma Graha, 1994
Tebal : 96 halaman
Personaliti tidak mengenal benar dan salah, tidak mengenal baik dan buruk, tapi tergantung pada untuk apa dan kepada siapa hal itu dipergunakan. Jadi lebih kepada sesuai atau tidak sesuai, cocok atau tidak cocok, tepat atau tidak tepat.
Satu hal yang menarik perhatianku ada pada halaman ke-39, yaitu mengenai Obsesi-Kompulsi. Dimana personaliti obsesi adalah orang dengan ide, pikiran atau impuls yang mengganggu dalam kehidupan sehari-hari.
Pikiran yang dimaksud adalah kekerasan, terkontaminasi penyakit atau keragu-raguan dalam mengerjakan sesuatu, yang diwujudkan dalam tingkah laku reaksi dan obsesi, dimana tingkah laku tersebut sebenarnya untuk menetralisir personaliti obsesi.
Salah satu contoh perilaku personaliti obsesi yang harus melakukan sesuatu dengan sempurna akan menunjukkan perilaku mengulang-ulang memeriksa pekerjaannya berkali-kali.
Perilaku lain orang dengan personaliti obsesi takut ketularan penyakit, sehingga secara kompulsi akan menghindari berjabat tangan atau salaman dengan orang lain, dan jika pun berjabat tangan maka akan membersihkan dan mencuci tangan berkali-kali.
Jika ada pikiran untuk melawan obsesinya, maka dengan otomatis dia akan menjadi sangat cemas yang luar biasa.
Tuesday, April 22, 2003
Mengukur Prestasi Tim
Oleh : Gloria E. Bader, Audrey E. Bloom, Richard Y. Chang
Penerbit : PT Pustaka Binaman Pressindo, 1999
Tebal : 103 halaman
Organisasi yang berhasil mengubah dirinya dari kelompok kerja tradisional menjadi tim mandiri terbukti telah memperoleh banyak manfaat - keputusan yang lebih baik, komitmen yang besar dan peningkatan mutu.
Namun salah satu tantangan menjadi tim mandiri adalah menata kembali sistem pengukuran prestasi agar sesuai struktur tim yang baru.
Buku panduan ini menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan alat ukur yang berharga untuk mengukur keefektifan tim pada 2 bidang kritis yaitu hasil kerja tim dan dinamika tim itu sendiri.
Dalam buku ini banyak berisi teori dan penjelasan serta survey dan angket penelitian dengan tujuan untuk mengukur prestasi tim secara subyektif dan obyektif.
Sejarah Al-Quran
"Nyawa" Sebuah Peradaban
Oleh : Abdullah Al-Zanjani
Penerbit : Hikmah, 2000
Tebal : 121 halaman
Masa turunnya Al-Quran dibagi menjadi 2, yaitu sebelum hijrahnya Nabi Muhammad dan sesudah hijrah.
Masa pertama adalah saat Nabi Muhammad tinggal di Makkah selama 12 tahun 5 bulan 12 hari, terhitung sejak tanggal 17 Ramadhan tahun ke-41 dari kelahirannya, sampai Rabbi Al-Awal tahun ke-54 sejak kelahirannya.
Masa kedua adalah setelah Nabi Muhammad hijrah dan tinggal di Madinah.
Nabi Muhammad adalah ummi, yaitu orang yang tidak dapat membaca dan menulis. Sehingga setelah Nabi Muhammad menerima ayat atau surah Al-Quran dan menghafalnya, lalu Nabi Muhammad menyampaikan dan membacanya kepada para sahabatnya dan menyuruh mereka menghafalkannya.
Pada jamannya, para penulis menulis ayat Al-Quran pada pelepah, batu dan sobekan kain dan kadang-kadang diatas sura dan potongan kulit atau tulang. Semua itu disebut dengan suhuf.
Dalam buku ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pengumpulan Al-Quran terdiri dari 3 tahap, yaitu:
Pertama adalah pengumpulan ayat-ayat ketika pertama kali diturunkan, ayat-ayat ini dikumpulkan di atas daftar-daftar yang umum dipakai pada masa itu dan diajukan kepada Nabi Muhammad.
Kedua, terjadi pada masa khalifah Abu Bakar, saat itu Al-Quran dikumpulkan di antara 2 loh dan ditulis di atas potongan-potongan kulit.
Ketiga, terjadi pada masa khalifah Utsman bin Affan yaitu unifikasi bacaan untuk seluruh kaum muslimin.
Terjemahan pertama Al-Quran ke dalam bahasa latin sebagai bahasa ilmiah di Eropa terjadi pada tahun 1143 yang dilakukan oleh Robert Kennett yang dibantu oleh Pedroditoledo bersama seorang sarjana Arab lainnya. Al-Quran masuk ke Eropa melalui Andalusia. Tujuan terjemahan ini ditujukan kepada Prerre Di Clunij.
Oleh : Abdullah Al-Zanjani
Penerbit : Hikmah, 2000
Tebal : 121 halaman
Masa turunnya Al-Quran dibagi menjadi 2, yaitu sebelum hijrahnya Nabi Muhammad dan sesudah hijrah.
Masa pertama adalah saat Nabi Muhammad tinggal di Makkah selama 12 tahun 5 bulan 12 hari, terhitung sejak tanggal 17 Ramadhan tahun ke-41 dari kelahirannya, sampai Rabbi Al-Awal tahun ke-54 sejak kelahirannya.
Masa kedua adalah setelah Nabi Muhammad hijrah dan tinggal di Madinah.
Nabi Muhammad adalah ummi, yaitu orang yang tidak dapat membaca dan menulis. Sehingga setelah Nabi Muhammad menerima ayat atau surah Al-Quran dan menghafalnya, lalu Nabi Muhammad menyampaikan dan membacanya kepada para sahabatnya dan menyuruh mereka menghafalkannya.
Pada jamannya, para penulis menulis ayat Al-Quran pada pelepah, batu dan sobekan kain dan kadang-kadang diatas sura dan potongan kulit atau tulang. Semua itu disebut dengan suhuf.
Dalam buku ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pengumpulan Al-Quran terdiri dari 3 tahap, yaitu:
Pertama adalah pengumpulan ayat-ayat ketika pertama kali diturunkan, ayat-ayat ini dikumpulkan di atas daftar-daftar yang umum dipakai pada masa itu dan diajukan kepada Nabi Muhammad.
Kedua, terjadi pada masa khalifah Abu Bakar, saat itu Al-Quran dikumpulkan di antara 2 loh dan ditulis di atas potongan-potongan kulit.
Ketiga, terjadi pada masa khalifah Utsman bin Affan yaitu unifikasi bacaan untuk seluruh kaum muslimin.
Terjemahan pertama Al-Quran ke dalam bahasa latin sebagai bahasa ilmiah di Eropa terjadi pada tahun 1143 yang dilakukan oleh Robert Kennett yang dibantu oleh Pedroditoledo bersama seorang sarjana Arab lainnya. Al-Quran masuk ke Eropa melalui Andalusia. Tujuan terjemahan ini ditujukan kepada Prerre Di Clunij.
Saturday, April 5, 2003
Bung Karno dan Pemfosilan Pikiran-Pikiran Soekarno
Oleh : Benedict Anderson
Penerbit : Bamboe Roentjing, 2001
Tebal : 57 halaman
Banyak pemikiran tokoh bangsa yang sudah membatu seperti fosil, perlu setidaknya kita membacanya kembali.
Bung Karno menjadi ahli waris sinkretisme lama dan asli, sekaligus politikus modern sehingga sinkretisme ini dalam bentuk baru.
Dalam seiring waktu manusia seolah ditakdirkan kekurangan ide baru sehingga terlihat kurang kesegaran atau keluwesan pikiran karena proses mentua.
Jaman dulu pemimpin atau raja terutama dalam tradisi kerajaan Jawa dianggap sebagai makhluk unik sebagai penerima wahyu dari Tuhan atau Dewa dan sama sekali bukan primus inter pares.
Hal yang menarik lainnya adalah mengenai keruwetan yang timbul saat Kepala Negara, Pemimpin Bangsa dan Maharaja saling melebur.
Pernyataan lain adalah mengenai berkumandangnya retorika revolusioner yang berkobar-kobar tanpa beleid yang praktis, kongkrit dan berpandangan jauh untuk melaksanakannya, mirip tancap gas tanpa masuk persneling. Mesinnya jadi panas tapi mobil tidak jalan.
Penerbit : Bamboe Roentjing, 2001
Tebal : 57 halaman
Banyak pemikiran tokoh bangsa yang sudah membatu seperti fosil, perlu setidaknya kita membacanya kembali.
Bung Karno menjadi ahli waris sinkretisme lama dan asli, sekaligus politikus modern sehingga sinkretisme ini dalam bentuk baru.
Dalam seiring waktu manusia seolah ditakdirkan kekurangan ide baru sehingga terlihat kurang kesegaran atau keluwesan pikiran karena proses mentua.
Jaman dulu pemimpin atau raja terutama dalam tradisi kerajaan Jawa dianggap sebagai makhluk unik sebagai penerima wahyu dari Tuhan atau Dewa dan sama sekali bukan primus inter pares.
Hal yang menarik lainnya adalah mengenai keruwetan yang timbul saat Kepala Negara, Pemimpin Bangsa dan Maharaja saling melebur.
Pernyataan lain adalah mengenai berkumandangnya retorika revolusioner yang berkobar-kobar tanpa beleid yang praktis, kongkrit dan berpandangan jauh untuk melaksanakannya, mirip tancap gas tanpa masuk persneling. Mesinnya jadi panas tapi mobil tidak jalan.
Tuesday, January 21, 2003
Manajemen Proyek Berbasis Internet
Oleh : V. Christianto dan I Made Wiryana
Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2002
Tebal : 139 halaman
Definisi dari proyek adalah suatu tugas unik yang tidak berulang yang dilaksanakan dengan mengkoordinasikan berbagai sumber dibatasi oleh waktu atau mempunyai tanggal awal dan tangga akhir serta mempunyai perencanaan biaya.
Selain faktor teknis dan administrasi, yang menjadi faktor keberhasilan manajemen proyek adalah manajemen komunikasi baik komunikasi internal (komunikasi antar tim) maupun komunikasi eksternal (komunikasi dengan pihak luar).
Dalam buku ini kita bisa mendapatkan pengetahuan tentang mengoptimalkan proses dalam manajemen proyek, mereduksi resiko dan meningkatkan kualitas kerjasama, mencapai sasaran proyek pada tingkat biaya yang lebih efisien.
Friday, January 17, 2003
Cinta dan Keterasingan
Penulis : Khoirul Rosyadi
Penerbit : LKiS Yogyakarta, 2000
Tebal : 123 halaman
Cinta adalah kekuatan yang tulus dan jujur, juga damai serta anti kekerasan, untuk menapaki kehidupan yang kaya warna dan beraneka ragam ini. Untuk itu cinta bisa mengatasi dan melampaui apa saja mulai dari ras, bahasa, agama dan ideologi.
Itulah secuplik yang ada di buku Cinta dan Keterasingan. Di dalamnya banyak dibahas definisi cinta yang dikupas oleh ahli filsafat, mulai dari Plato, Aristoteles, Freud, Erich Fromm hingga Karl Max.
Erich Fromm lahir di Frankfurt pada panghujung abad ke-20 (1900). Menurut dia, cinta produktif adalah solusi bagi masyarakat yang terasing. Cinta produktif adalah sebuah cinta yang memberi ruang kebebasan, penghormatan bagi yang dicintainya tanpa adanya penindasan ataupun penjajahan dengan alasan cinta itu sendiri.
Saturday, November 16, 2002
Astrologi Spiritual Ibnu 'Arabi
Oleh : Titus Burckhardt
Penerbit : Risalah Gusti, 2001
Tebal : 84 halaman
Setiap individu banyak yang tidak menyadari bekerjanya struktur kosmologi dan pengatur esoterik dalam dirinya. Sebagaimana kerja jantung dalam men-sirkulasi-kan darah dalam tubuh kita, penerimaan energi radial yang dipancarkan oleh gerakan kosmos saat kita dilahirkan seringkali tidak tersadari.
Dunia makrokosmos yang mencakup matahari, bulan dan planet-planet alam semesta ini tidak hanya mempunyai pengaruh signifikan terhadap manusia selaku mikrokosmos, tetapi juga menunjukkan betapa Ruh yang ada dalam diri manusia merupakan pusat keilahian yang memancarkan sifat-sifat ruang dan bagaimana ruh manusia tunduk pada pancaran sinar ruang angkasa serta ketundukannya pada totalitas Ruh sebagai suatu takdir yang berada diluar dirinya.
Paragraf yang paling menarik buat aku ada pada halaman 74. Disitu disebutkan bahwa,
Berkaitan dengan posisi supra dari bagian-bagian zodiak terhadap tempat-tempat bulan, Muhyiddin Ibnu 'Arabi menjelaskan bahwa satu menara zodiak harus menyatukan dalam dirinya angka (jumlah) utuh dan pecahan dari suatu angka (jumlah) tempat bulan, yang tanpa ini, penambahan dan pengurangan tidak dapat muncul dalam alam wujudiyah.
Pernyataan in imenguatkan dalil yang diakui dalam hubungan timbali balik antara seluruh siklus kosmos, dan khususnya adalah hubungan antara siklus Matahari dan Bulan, karena tidak hanya tempat bulan yang tidak tercakup seluruhnya pada bagian-bagian dari zodiak, namun juga perjalanan matahari setiap tahun tidak bertepatan (bersesuaian) dengan jumlah siklus bulan, sebagaimana dikatakan dalam al-Qur'an, "Tidak mungkin matahari menyusul bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya" (Qs Yasin: 40)".
Ibnu 'Arabi (1165–1240) adalah seorang filsuf, penyair, dan ahli mistis Islam yang dikenal dengan pemikiran filosofisnya yang mendalam. Pemahaman Ibnu 'Arabi tentang alam semesta melibatkan konsep-konsep mistis dan metafisika yang bersinggungan dengan beberapa prinsip astrologi spiritual.
Interkonektivitas alam semesta dan hubungan yang kompleks antara manusia, langit, dan bumi. Pandangan ini bisa mencerminkan konsep astrologi spiritual di mana keberadaan manusia dianggap sebagai bagian dari pola yang lebih besar dalam aliran energi kosmik.
Astrologi spiritual seringkali melibatkan interpretasi simbol-simbol astrologis dan arketipe-arketipe yang mencerminkan keberadaan spiritual. Ibnu 'Arabi dapat memiliki pandangan serupa, di mana simbol-simbol dan arketipe di alam semesta dianggap sebagai manifestasi dari realitas rohaniah.
Astrologi spiritual cenderung mempertimbangkan pengaruh planet dan bintang terhadap kehidupan manusia. Ibnu 'Arabi memandang bahwa fenomena alam seperti gerak planet dan bintang memiliki makna spiritual dan bisa menjadi petunjuk tentang hubungan antara makhluk dan penciptanya.
Ibnu 'Arabi memberikan wawasan mistis tentang waktu, yang dapat bersinggungan dengan prinsip-prinsip astrologi yang memandang waktu sebagai bagian dari dimensi spiritual. Hal ini dapat mencakup konsep-konsep seperti "keberadaan di masa lalu dan masa depan" dalam konteks pengalaman spiritual.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Featured Post
The Death Of Franchise
Oleh : Anke Dwi Saputro Penerbit : Elex Media Komputindo, 2016 Tebal : 153 halaman The Death of Franchise: Penyebab Matinya Waralaba dan Sol...
Related Posts
-
Oleh : Yudi Pramuko Penerbit : Taj Mahal, 2003 Tebal : 126 halaman Aa Gym sebagai seorang tokoh adalah seorang yang sukses dalam bi...
-
Oleh : Haqi Achmad Penerbit : Plotpoint, 2012 Tebal : 192 halaman Buku My Life As Writer yang disusun oleh Haqi Achmad merupakan sebuah bu...
-
Sukses di Dunia Kerja Oleh : Teguh Susanto Penerbit : PT Suka Buku, 2012 Tebal : 132 halaman Hard skill adalah kemampuan seseoran...
-
101 Inspirasi Pilihan Keren Oleh : Irwan Sudayat, SE Penerbit : Smart Pustaka, 2015 Tebal : 130 halaman Industri kreatif adalah s...
-
Penulis : Shimada Minoru Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2013 Tebal : 196 halaman Buku yang ditulis oleh Shimada Minoru jika di...





