Wednesday, August 27, 2025

Wow Marketing

Oleh : Hermawan Kartajaya

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2015

Tebal : 239 halaman


Marketing 1.0 : Product centric marketing, dimana objektif perusahaan adalah menjual produk

Marketing 2.0 : Customer oriented marketing, dimana objektif perusahaan adalah memuaskan dan membuat customer loyal

Marketing 3.0 : Value driven marketing, dimana objektif perusahaan adalah membuat dunia yang lebih baik


Boo, adalah ekspresi customer yang mengalami kejadian menyebalkan. Proses recovery dari customer yang kecewa adalah sangat mahal. Mereka bisa dengan mudah mempengaruhi customer dan calon customer yang lain.

Argh, adalah ekspresi customer yang kecewa, diam dan langsung pergi. Mereka tidak akan datang lagi dan meninggalkan tanpa diketahui.

OK, adalah ekspresi customer yang tidak merasa tidak puas, tapi tidak merasa puas juga. Jika mereka bercerita, tidak akan ada yang merasa spesial juga.

Aha, adalah ekspresi customer yang tidak hanya terpapar dengan produk, tapi juga eksperience dari layanan. Mereka terkesan karena mendapatkan yang melebihi need & want.

Wow, adalah ekspresi customer uang tidak hanya terkesan namun juga terkejut sehingga akan muncul ekspresi untuk melakukan positive advocacy karena customer mendapatkan sesuatu yang melebihi ekspektasi.


Tuesday, August 19, 2025

How To Sell Your Art Online

Oleh : Cory Huff

Penerbit : Bentang Pustaka, 2017
Tebal : 188 halaman


Buku How To Sell Your Art Online yang ditulis oleh Cory Huff merupakan panduan praktis bagi para seniman, ilustrator, dan kreator yang ingin memasarkan karya seni mereka melalui dunia digital. Huff, seorang ahli pemasaran seni dan pendiri The Abundant Artist, menekankan bahwa era internet telah membuka peluang besar bagi seniman untuk menjual karya mereka secara langsung kepada audiens tanpa harus sepenuhnya bergantung pada galeri seni atau perantara tradisional.

Dalam buku ini, Cory Huff membahas langkah-langkah membangun identitas dan brand sebagai seorang seniman. Ia menekankan pentingnya menemukan cerita pribadi di balik karya seni, karena narasi itulah yang membuat orang terhubung secara emosional dan akhirnya tertarik membeli. Huff menjelaskan bahwa seni bukan hanya soal visual, tetapi juga tentang pesan, pengalaman, dan keunikan yang dikemas dalam sebuah cerita.

Selain itu, buku ini memberikan strategi praktis tentang bagaimana membuat website pribadi yang profesional, memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun komunitas, hingga teknik pemasaran konten yang efektif untuk memperluas jangkauan audiens. Huff juga menyoroti pentingnya email marketing sebagai salah satu cara menjaga hubungan jangka panjang dengan kolektor atau calon pembeli.

Yang menarik, Huff tidak hanya membahas sisi teknis pemasaran, tetapi juga mindset seorang seniman. Ia mendorong seniman untuk percaya diri, menghargai karya mereka sendiri, serta menetapkan harga yang adil sesuai dengan nilai seni yang diciptakan. Baginya, menjual karya seni adalah tentang membangun relasi, bukan sekadar transaksi.

Secara keseluruhan, How To Sell Your Art Online adalah buku yang menginspirasi sekaligus membekali seniman dengan keterampilan praktis dalam mengelola bisnis seni di dunia digital. Buku ini memadukan teori pemasaran modern dengan pemahaman mendalam tentang dunia seni, sehingga menjadi panduan yang relevan bagi seniman yang ingin mandiri, sukses, dan diakui di era online.

Wednesday, August 13, 2025

Wednesday, August 6, 2025

Tuesday With Morrie

Oleh : Mitch Albom
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2006
Tebal : 209 halaman



Tuesdays with Morrie adalah sebuah memoar karya Mitch Albom, seorang wartawan spesialis bidang olahraga, yang menceritakan ‘kelas terakhir’-nya bersama Morrie Schwartz, dosen pembimbingnya dahulu semasa mengambil kuliah sosiologi di Brandeis University. 

Dahulu, keduanya begitu dekat untuk ukuran mahasiswa dan dosen — sering bertemu informal dan makan siang bersama di sudut-sudut kampus. Mitch pun mengambil seluruh kelas yang diajarkan Morrie dan turut belajar tentang kehidupan darinya. 

Hubungan ini sama sekali menghilang setelah Mitch lulus kuliah dan terbawa arus duniawi — menaiki tangga karir jurnalisme popular yang penuh dinamika.

Dalam kehidupan, kita kerap berpikir bahwa segala sesuatu harus ditata dalam garis lurus: sukses datang dari kerja keras, bahagia berasal dari senyum, kekuatan lahir dari kemenangan. Namun dalam buku Tuesday with Morrie, kita diajak untuk melihat kenyataan yang jauh lebih dalam, lebih jujur, dan kadang menyakitkan—bahwa hidup sering kali justru mengajarkan kita lewat kebalikannya.

Ini yang disebut oleh Morrie Schwartz sebagai Law of Opposite: hukum kehidupan yang menyatakan bahwa kita hanya bisa benar-benar memahami satu hal ketika kita juga mengenali dan mengalami lawannya. 

Kita baru benar-benar tahu makna kebahagiaan ketika kita pernah larut dalam kesedihan. Kita hanya bisa menghargai waktu ketika kita sadar bahwa waktu itu terbatas. Dan kita baru benar-benar hidup, justru ketika kita menerima bahwa kematian adalah bagian dari perjalanan.

Morrie, yang menghabiskan hari-hari terakhirnya berjuang melawan penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis), menunjukkan pada kita bahwa tubuh yang lemah tak berarti kehilangan makna hidup. 

Di balik kelemahan fisik yang semakin memburuk, justru muncul kekuatan batin dan kejernihan pikiran yang luar biasa. Dengan jujur ia berkata: “Once you learn how to die, you learn how to live.”

Ungkapan itu bukan tentang menyerah, melainkan tentang kesadaran. Bahwa selama ini kita terlalu sibuk menolak hal-hal yang menyakitkan, tanpa sadar bahwa di situlah pelajaran sesungguhnya berada. 
Kita terlalu takut pada kesedihan, sehingga lupa bahwa air mata bisa membersihkan jiwa. Kita terlalu takut pada kehilangan, sehingga tak sempat mencintai dengan sungguh-sungguh.

Sebagian orang baru benar-benar belajar tentang hidup saat mereka berdiri di tepi kematian. Dan dari situ kita memahami, sebagaimana Morrie berkata, bahwa “Begitu kita ingin tahu bagaimana kita akan mati, berarti kita belajar tentang bagaimana kita harus hidup.” 

Kematian bukan akhir yang menakutkan jika kita sudah menjalani hidup dengan penuh kesadaran dan kasih. Justru, kesadaran akan kematian adalah guru yang paling jujur tentang bagaimana seharusnya kita hidup.

Dalam pertemuan-pertemuan penuh makna antara Mitch Albom dan gurunya, Morrie Schwartz, kita diajak menyelami nilai-nilai mendasar tentang kehidupan yang sering kali kita lupakan. Salah satunya adalah keikhlasan menerima diri. 

Terimalah apa pun yang sanggup kau kerjakan dan apa yang tak sanggup kau kerjakan. Dunia ini terlalu keras untuk dilawan dengan ego, dan terlalu luas untuk dijelajahi dengan penyesalan terus-menerus. Maka dari itu, pelajarilah seni memaafkan: memaafkan orang lain, dan terlebih dahulu memaafkan diri sendiri.

Masa lalu, bagaimanapun bentuknya, bukanlah musuh. Ia adalah guru yang sudah selesai mengajar. Kita tak perlu menyangkal atau menyingkirkannya, cukup dengan menerimanya sebagai bagian dari perjalanan. Sebab beban hidup bukan hanya soal apa yang kita bawa, tapi juga tentang apa yang belum kita lepaskan.

Dan dari semua pilar yang menopang hidup, Morrie menunjukkan satu yang paling penting dan abadi: keluarga. Di tengah dunia yang mengejar ketenaran dan kekayaan, keluarga adalah satu-satunya pondasi kokoh yang membuat kita tetap waras dan bertahan. 

Keluarga tidak hanya memberi cinta, tapi juga rasa aman spiritual—sebuah perisai batin yang tak bisa digantikan oleh apa pun. Saat seseorang jatuh sakit, yang ia panggil bukanlah nama-nama di dunia kerja atau sorak penonton, melainkan orang-orang yang mencintainya tanpa syarat.

Dalam pernikahan pun kita diuji. Kita tidak hanya hidup bersama orang lain, tapi juga belajar tentang siapa diri kita yang sesungguhnya. Kita belajar tentang batas: mana yang harus disesuaikan, dan mana yang harus tetap dijaga. Pernikahan, seperti hidup, adalah tentang menerima kenyataan, bukan membentuk kenyataan sesuai kemauan ego.

Di akhir hayat, Morrie tidak meninggalkan warisan dalam bentuk properti atau gelar. Ia meninggalkan hikmah. Dan dari hikmah itulah kita paham, bahwa hidup yang bermakna bukan tentang seberapa tinggi kita berdiri, tapi seberapa dalam kita menyentuh hati orang lain. 

Bahwa hidup bukan tentang berapa banyak yang kita raih, tapi berapa banyak yang bisa kita lepaskan dengan tenang.

Hukum kebalikan ini bukan untuk membuat kita menderita, tetapi justru untuk menyeimbangkan kita. Karena hidup bukan tentang mengejar satu sisi dan menghindari sisi lain. Hidup adalah tentang menerima dualitas—terang dan gelap, tawa dan tangis, harapan dan kehilangan—sebagai satu kesatuan.

Dalam percakapannya dengan Mitch, Morrie tidak menawarkan solusi instan atau motivasi kosong. Ia justru menyuguhkan kehadiran, keberanian untuk merasakan, dan kejujuran untuk mengakui bahwa menjadi manusia bukanlah tentang selalu kuat, tetapi tentang tahu kapan kita rapuh, dan tetap memilih untuk berjalan.

Jadi, jika hari ini hidup terasa berat, ingatlah bahwa mungkin kamu sedang berada di sisi kebalikan dari sesuatu yang lebih besar. Dan di situlah ruang belajar terbuka. Karena seperti kata Morrie, “You can't feel truly happy if you've never been truly sad.”

Maka tak usah panik. Biarkan hidup membawamu ke sisi lain yang tak nyaman. Karena di sanalah, sering kali, pelajaran terbaik tersimpan.

Wednesday, July 30, 2025

Die With Zero

Oleh : Bill Perkins

Penerbit : Houghton Mifflin Harcourt Publishing, 2020

Tebal : 216 halaman


Hidup Sekarang, Nikmati Momen, dan Wariskan Pengalaman

Bill Perkins, seorang investor dan entrepreneur, menantang pandangan umum tentang keuangan dan warisan dalam bukunya Die With Zero. Ia memprovokasi kita dengan pertanyaan mendasar:

Untuk apa kita terus mengumpulkan uang, jika akhirnya mati dengan sisa kekayaan yang tak terpakai?

Alih-alih fokus menimbun kekayaan sepanjang hidup, Perkins menawarkan perspektif radikal: gunakan uang dan waktu kita secara bijak untuk membeli pengalaman, bukan akumulasi. Hidup bukan tentang menjadi “kaya” saat tua, tapi tentang menjadi kaya secara pengalaman di saat yang tepat.


Jangan Menunda Hidup

Perkins menyoroti bagaimana banyak orang menunda kesenangan dan pengalaman demi “masa pensiun” yang belum tentu datang. Mereka terus menabung, bekerja keras, dan hidup hemat, hanya untuk akhirnya terlalu tua, terlalu sakit, atau bahkan sudah meninggal sebelum bisa menikmati hasilnya.


Tujuan hidup bukanlah mati kaya, tetapi mati dengan nol – zero.

Artinya, pada akhir hayat, idealnya kita sudah menggunakan semua sumber daya yang kita miliki untuk hidup sepenuhnya, berbagi kepada orang lain, dan meninggalkan warisan berupa pengalaman, bukan sekadar harta.


Maknai hidup lewat pengalaman, bukan uang.

Uang hanyalah alat. Pengalamanlah yang menciptakan memori abadi. Uang yang tidak diubah menjadi pengalaman pada waktu yang tepat akan kehilangan nilainya.


Gunakan waktu dan energi sebaik mungkin.

Ada masa di mana kamu cukup sehat untuk naik gunung, jalan-jalan ke luar negeri, atau mulai bisnis impian. Waktu itu tidak datang dua kali. Jangan tunggu pensiun.


Waktu memiliki nilai lebih tinggi daripada uang.

Semakin tua, energi dan waktu kita menyusut. Gunakan masa muda untuk mengejar pengalaman yang lebih menantang secara fisik dan emosional.


Investasi pengalaman.

Alih-alih hanya investasi uang, fokuslah juga mengumpulkan “memory dividend” – kenangan dan kebijaksanaan dari pengalaman yang kamu jalani.


Distribusi warisan saat masih hidup.

Jangan menunggu mati untuk memberi. Anak-anak atau orang-orang yang kita cintai lebih membutuhkan bantuan saat mereka muda dan membangun kehidupan, bukan saat mereka sudah mapan.


Waktu terbaik untuk pengalaman berbeda-beda.

Ada momen terbaik untuk naik gunung, backpacker ke Eropa, belajar surfing, membangun bisnis, atau mengasuh cucu. Jika dilewatkan, momen itu tidak bisa diganti dengan uang.


Gunakan perencanaan hidup, bukan sekadar perencanaan keuangan.

Hidup harus dirancang seperti proyek besar, dengan prioritas yang berubah sesuai usia, bukan hanya akumulasi aset.


Tak ada kehormatan dalam menumpuk uang sampai mati.

Jika kamu mati dengan banyak uang di rekening, kemungkinan besar kamu menyia-nyiakan waktu dan kesempatan untuk hidup lebih dalam.


Gunakan pendekatan net worth curve

Grafik kekayaan bersih seharusnya naik saat kamu membangun hidup, lalu mulai menurun setelah titik tertentu karena kamu mulai “membelanjakan hidup”, bukan sekadar menyimpannya.


Kritik terhadap Pola Hidup Tradisional

Perkins mengkritik pandangan konservatif keuangan yang terlalu fokus pada akumulasi dan warisan. Menurutnya, hal itu sering menyebabkan orang tidak berani mengambil risiko, bahkan untuk pengalaman sederhana yang bisa memperkaya jiwa. Ia menyarankan untuk membebaskan diri dari rasa bersalah ketika "membelanjakan" uang demi hidup yang lebih bermakna.


Hidup Sekarang, Bukan Nanti

Buku Die With Zero bukan mengajak kita untuk boros, tetapi menyeimbangkan hidup dengan pengalaman, makna, dan kebijaksanaan penggunaan uang. Ini bukan tentang kemewahan, tapi tentang keberanian memilih hidup yang penuh warna.

Bill Perkins tidak menyuruh semua orang menghabiskan uang secara impulsif. Ia justru mendorong kita untuk hidup dengan niat dan rencana, agar pada akhirnya kita tidak menyesal karena terlalu banyak menahan diri.

“The goal is not to die with everything, but to die having given everything you can—to yourself, your loved ones, and the world.”

Wednesday, July 23, 2025

Kelola Gaji Bisa Investasi Bisnis Properti

Oleh : Nasta Trilakshmi

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2021

Tebal : 169 halaman


Saat pandemi covid-19 lalu, banyak manusia yang terjangkiti kecemasan dan kepanikan (anxiety) terutama saat terjadi lockdown sehingga sampai terjadi panic buying terhadap alat kesehatan dan kebutuhan pokok.

Namun yang sangat mengkhawatirkan saat pandemi adalah banyaknya terjadi PHK, bahkan banyak juga perusahaan yang mengalami kebangkrutan.

Lebih baik bersusah-susah menyimpan daripada harus bersusah-susah cari utangan.

Ilmu financial planning jika diterapkan dengan konsisten dan disiplin akan membuat pengelolaan dana keluarga menjadi terarah.

Jangan menabung apa yang tersisa, tapi habiskan apa yang tersisa setelah menabungnya.

Dalam buku ini diberikan prinsip 10/20/30/40 untuk mengelola penghasilan yaitu 10% untuk kebaikan, 20% untuk masa depan, 30% untuk cicilan utang dan 40% untuk kebutuhan. 

Wednesday, July 16, 2025

What I Talk About When I Talk About Running

Oleh : Haruki Murakami

Penerbit : Bentang Pustaka, 2025

Tebal : 183 halaman

Tidak masalah sekecil apapun yang kita lakukan, namun jika itu konsisten kita lakukan maka hal tersebut akan mempunyai makna kontemplatif bahkan meditatif. Dalam berlari kita tidak hanya akan merasakan capek, namun juga bisa cedera, dan dalam berlari rasa sakit itu pasti namun penderitaan itu adalah pilihan.

Menulis tidak hanya merekam pikiran, namun juga dapat meredam perasaan.

Terkadang kita berlari untuk mendapatkan ruang hampa, dan dalam ruang hampa tersebut seringkali muncul pemikiran-pemikiran yang menjadi ilham dan inspirasi.

Tubuh adalah sebuah sistem yang praktis, kita harus membuat tubuh menjadi sakit dalam jangka waktu lama untuk mengerti, oleh karena itu agar menjadi kuat dalam berlari kita harus melakukan peningkatan latihan secara bertahap, sedikit demi sedikit.

Meski cukup latihan, namun saat melakukan event lari, rasa sakit tetap terasa. Tapi, setelah finish semua sakit yang didera saat lari akan hilang dan lupa. Kemudian langsung menyiapkan untuk menyongsong lari selanjutnya.

Itu lah hidup, suka duka akan mengalami pengulangan terus menerus.

Dalam menulis dan berlari, selain bakat ada 2 hal yang perlu diperhatikan yaitu fokus dan daya tahan. Menulis adalah pekerjaan mental, begitu pula dalam berlari, ini lebih pada olahraga mental dibandingkan fisik.

Ada satu lagi hal yang aku sepakati dalam buku ini, yang juga diamini oleh Dave Scott, atlet triatlon, bahwasanya dari 3 olahraga yaitu berenang, bersepeda dan berlari, adalah olahraga bersepeda yang merupakan olahraga paling tidak menyenangkan.

Berlari sudah menjadi bagian dari kebahagian kecil dalam hidupnya, tanpa kebahagian kecil tersebut, maka tidak akan ada motivasi untuk bangun pagi dan berlari.


Buku What I Talk About When I Talk About Running karya Haruki Murakami bukan hanya sekadar catatan seorang novelis tentang hobinya berlari, melainkan sebuah memoar reflektif yang menyatukan kehidupan fisik, mental, dan kreatif seorang penulis dalam satu garis panjang maraton kehidupan.

Melalui gaya menulis yang jujur, sederhana, dan kontemplatif, Murakami mengajak pembaca menyelami pikirannya selama bertahun-tahun menjalani kehidupan sebagai pelari jarak jauh dan novelis. Ia mengisahkan bagaimana ia mulai berlari pada usia 33 tahun, hampir bersamaan dengan ketika ia mulai menulis novel secara serius. Dalam pandangannya, menulis dan berlari memiliki irisan yang sama: keduanya menuntut kesabaran, konsistensi, kesendirian, dan ketahanan mental.

Buku ini mengandung banyak renungan tentang tubuh yang menua, tantangan batin dalam mempertahankan disiplin, serta bagaimana aktivitas fisik mampu memberi ruang untuk berpikir dan menciptakan. Murakami membagikan pengalamannya mengikuti berbagai lomba lari—termasuk triathlon dan ultramaraton 62 mil—sebagai bentuk metafora atas perjuangan menulis dan kehidupan itu sendiri.

Di sela-sela narasi berlari, Murakami juga menyinggung banyak aspek tentang kesunyian, kelelahan, dan pertanyaan mendalam tentang motivasi pribadi: mengapa ia terus menulis, mengapa ia tetap berlari, dan bagaimana semua itu membentuk siapa dirinya.

Dengan sentuhan khasnya yang melankolis namun penuh kejujuran, What I Talk About When I Talk About Running bukan hanya untuk para pelari atau penulis, melainkan untuk siapa saja yang mencari makna dalam rutinitas, perjuangan, dan keterbatasan diri. Ini adalah buku tentang menerima diri sendiri, tentang terus bergerak meskipun lambat, dan tentang bagaimana dalam sunyi langkah kaki, seseorang bisa mendengar isi hatinya sendiri dengan lebih jernih.

Wednesday, July 9, 2025

Mind Body Spirit

Oleh : Bre Redana
Penerbit : Kompas Penerbit Buku, 2013
Tebal : 166



Mind Body Spirit: Aku Bersilat Aku Ada, ditulis oleh Bre Redana dan pertama kali diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas (tahun 2012/2013), buku setebal sekitar 165–180 halaman ini merupakan catatan reflektif penulis setelah bertahun-tahun menekuni silat di Persatuan Gerak Badan (PGB) Bangau Putih, perguruan bela diri yang berpadu dengan seni kebudayaan dan pengasahan kesadaran diri.

Buku ini merangkum pandangan Bre Redana bahwa mind (pikiran), body (tubuh), dan spirit (jiwa) merupakan tiga elemen yang saling terkait dan membentuk kesadaran utuh manusia. 

Melalui latihan silat, seseorang mengenal struktur tubuh dan organ-organ (body), memahami cara otak mengendalikan gerak (mind), dan menciptakan spirit—yakni energi gerak hingga daya cipta—yang menjadikan manusia lebih menyadari eksistensinya dalam kehidupan.

Bre Redana menggambarkan bahwa silat bukan semata pertahanan diri, tetapi praktik untuk membebaskan diri dari keresahan batin seperti kecemasan, egoisme, maupun ketakutan. Gerakan seperti "Bangau Sembilan Bayangan" dan "Tui Cu" tidak hanya mengasah fisik, tetapi juga menjadi media mengolah emosi, membaca diri sendiri, dan mencapai keseimbangan spiritual. 

Melalui silat, penulis menyampaikan bahwa seseorang bisa melatih disiplin, kesabaran, dan hubungan harmonis antara mind, body, dan spirit.

Secara keseluruhan, Mind Body Spirit: Aku Bersilat Aku Ada bukan hanya buku tentang seni bela diri, tetapi ajakan mendalam untuk membangun kesadaran hidup yang lebih utuh melalui sinergi tubuh, pikiran, dan jiwa. 

Buku ini cocok bagi siapa pun yang ingin memahami filosofi hidup yang berpijak pada integritas pribadi dan keselarasan diri dengan lingkungan.

Wednesday, July 2, 2025

Planet Omni

Oleh : Hermawan Kartajaya

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2018

Tebal : 198 halaman

Dalam buku berjudul Planet OMNI: The New Yin Yang of Business (Gramedia Pustaka Utama, 2018), Hermawan Kartajaya bersama Jacky Mussry dan Edwin Hardi mengajak pembaca memahami konsep OMNI sebagai paradigma baru dalam dunia bisnis di era VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous). 

Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian—dari teknologi disruptif, ketegangan geopolitik, hingga dinamika sosial yang cepat berubah—ulasan konvensional kini tidak lagi cukup. 

OMNI menawarkan pendekatan holistik yang mengombinasikan berbagai elemen yang tampak bertolak belakang: pendekatan digital dan humanistik, lokal dan global, inovasi dan profesionalisme, serta kreatifitas dan produktivitas. Pendekatan yang seimbang inilah yang dianggap sebagai “yin-yang” bisnis modern.

Model OMNI yang diperkenalkan dalam buku ini membagi pendekatan ke dalam dua klaster utama: klaster Entrepreneurial yang mencakup kreativitas, inovasi, jiwa kewirausahaan, dan kepemimpinan; serta klaster Professionalism yang meliputi produktivitas, peningkatan kualitas, profesionalisme, dan manajemen. 

Keduanya bekerja dalam harmoni untuk menciptakan nilai yang tidak hanya keuangan, tetapi juga humanis dan berkelanjutan—diterjemahkan dalam Omnihouse Model yang memberi panduan menyeluruh bagi organisasi melalui integrasi strategi dan menjalankan operasi sebagai pusat nilai bisnis.

Selain menawarkan kerangka berpikir baru, buku ini juga memberikan tips praktis untuk membangun pola pikir yang tangguh dalam menghadapi turbulensi zaman. 

Penulis menyarankan agar perusahaan tidak terjebak pada satu metode, melainkan fleksibel dan adaptif dalam mencampurkan berbagai pendekatan dengan proporsi yang tepat—apakah itu mengambil templat bisnis lokal-global, memanfaatkan teknologi digital tanpa mengabaikan nilai manusia, serta membangun kemitraan yang berorientasi pada kolaborasi global tanpa kehilangan akar lokal.

Secara keseluruhan, Planet OMNI membekali pembaca—baik pemimpin bisnis maupun pemasar masa kini—dengan wawasan strategis dan praktis untuk membangun organisasi yang adaptif, seimbang, kreatif, sekaligus profesional. Ini adalah panduan penting bagi siapa saja yang ingin unggul di era yang tidak pasti dengan pendekatan integratif dan visioner.

Wednesday, June 25, 2025

Marketing Cappuccino

Oleh : Danis Puntoadi

Penerbit : Elex Media Komputindo, 2013

Tebal : 319 halaman

Marketing Cappuccino : Campur dan Racik Marketing Anda Sesuai Seleraadalah buku yang dirilis oleh Danis Puntoadi, seorang pengusaha kuliner sukses dan pendiri CRP Group bersama brand-brand seperti Warunk Upnormal, Bakso Boedjangan, dan Nasi Goreng Mafia. 

Buku ini diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada tahun 2013 dan mengemas pendekatan marketing kuliner yang memadukan teori dan praktik di lapangan untuk pengusaha dan pelaku bisnis F&B.

Dalam buku ini, Danis menekankan pentingnya research pasar yang serius sebagai langkah awal membangun bisnis. Ia menjelaskan bahwa kesalahan umum pebisnis kuliner adalah terburu-buru launching tanpa menyesuaikan produk dengan preferensi konsumen. 

Proses riset yang Ia jalankan memakan waktu hingga delapan bulan, memastikan produk yang diluncurkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Selanjutnya, Danis menggambarkan strategi membangun brand sebagai pondasi keberlanjutan usaha. Baginya brand bukan hanya produk; melainkan juga pelayanan, kebersihan, dan keterlibatan pelanggan. Konsistensi kualitas, pelayanan, dan kebersamaan dengan pelanggan adalah modal utama agar brand bisa bertahan dan berkembang.

Selain itu, buku ini membahas pentingnya membangun sistem operasional dan investasi yang mantap saat bisnis berkembang. Danis berbagi pengalaman bahwa mengelola puluhan outlet memerlukan sistem yang bisa menjamin konsistensi produk dan layanan. 

Ia menekankan bahwa sistem yang baik menjadi kunci agar ekspansi bisnis bisa berjalan sesuai standar tanpa tergantung pada kehadiran pemilik.

Tak kalah penting, kreativitas menjadi elemen kunci dalam inovasi bisnis kuliner. Narasi Danis mencerminkan bahwa kreatifitas tidak bermunculan begitu saja, melainkan lahir dari konsistensi melihat tren, memahami pasar, dan mencoba percobaan baru. Hal ini memungkinkan bisnis untuk terus relevan dan menarik minat pelanggan.

Buku Marketing Cappuccino memberikan rangkuman praktis dan realistis tentang bagaimana meramu strategi marketing yang efektif di dunia kuliner modern. 

Dengan pendekatan “campur dan racik sesuai selera pasar,” Danis Puntoadi menyajikan resep bisnis yang aplikatif dan bisa langsung diimplementasikan oleh pengusaha skala kecil hingga besar. Cocok bagi siapa saja yang ingin membangun brand yang kuat, sistematis, dan tahan lama.

Wednesday, June 18, 2025

Jejak Jokowi di Gayo

Oleh : Khalisuddin & Murizal Hamzah

Penerbit : Bandar Publishing, 2019

Tebal : 200 halaman


Buku Jejak Jokowi di Gayo, ditulis oleh Khalisuddin dan Murizal Hamzah (Bandar Publishing, 2015), mengangkat kisah masa muda Presiden Joko Widodo—sebelum terkenal sebagai kepala negara. Berdasarkan wawancara dengan rekan-rekan semasa bekerja di PT Kertas Kraft Aceh (KKA) pada 1986–1988, mereka menggambarkan sosok Jokowi saat itu sebagai “Joko” yang sederhana, jujur, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan sejak muda.

Jokowi, lulusan Kehutanan UGM tahun 1985, dipercaya menjadi Kepala Divisi Konstruksi Perumahan di Aceh Tengah serta menetap di kampung Bale Atu dan Karang Rejo—yang ia sebut sebagai "kampung kedua". 

Ia hidup sederhana, berbaur dengan masyarakat, memimpin tim, sekaligus dikenal bijak dan penuh perhatian. Rekan-rekannya mengenang akhlak baiknya: kerap tak terlibat tawar-menawar, selalu menghitung bahan dengan teliti, dan berinteraksi dengan ramah.

Selain kiprahnya sebagai pegawai, buku ini juga menyinggung perannya dalam kegiatan sosial—seperti menjadi manajer tim sepak bola PT KKA dan berqurban massal saat Idul Adha, menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royongnya.

Gaji pertama Jokowi di PT KKA pada tahun 1986 adalah Rp 225.000, hal ini terungkap dalam buku ini pada Bab 2 halaman 13.

Pada tanggal 24 Desember 1986, Jokowi menikah, dan setelah seminggu kemudian istrinya diboyong ke Gayo.

Saat Gibran Rakabuming Raka lahir pada tanggal 1 Oktober 1987, tidak lama kemudian akhir tahun 1987, Jokowi resign dari PT KKA.

Pada bab 12, halaman 97, terpampang foto Jokowi muda yang sedang menghadiri pesta pernikahan Mahmuddin dengan Ruswadani 

Wednesday, June 11, 2025

Stand Up Selling

Oleh : Dedy Budiman

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2015

Tebal : 132 halaman


Stand Up Selling adalah buku praktis dan aplikatif yang mengadopsi semangat stand-up comedy dalam dunia penjualan. Ditulis oleh Dedy Budiman dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2015, buku ini menekankan pentingnya kemampuan presentasi yang cepat, tepat, dan memikat bagi tenaga penjual. Tujuannya bukan hanya menghibur calon pembeli, tetapi juga membangun kepercayaan, memberi edukasi, menggugah motivasi, dan mengubah pola pikir mereka menuju keputusan pembelian.

Buku ini menjelaskan empat hal utama:

Berpresentasi secara efektif – memanfaatkan framework “Crocodile”, yaitu struktur presentasi yang terbagi ke dalam opening, kebutuhan, solusi, dan call-to-action yang kuat.

Memahami tipe pendengar – mengenali karakter audiens agar bahasa, nada, dan gaya bicara yang digunakan mampu membangun empati dan koneksi emosional.

Menyiapkan bahan presentasi – mencakup pemilihan konten yang relevan, storytelling yang kuat, dan penggunaan contoh serta testimoni agar materi terasa lebih hidup.

Cara presentasi menarik – memperkaya penyampaian dengan humor, ritme, intonasi, dan teknis panggung agar audiens tetap tertarik dan mudah diingat.

Dedy Budiman menekankan prinsip “hadiah sebelum meminta”—sebelum menegosiasikan penjualan, tenaga penjual harus menyuguhkan presentasi yang bernilai bagi calon pembeli. Pendekatan stand-up comedy dipakai untuk mengemas materi agar informasi, hiburan, dan persuasi dapat terpadu dalam sebuah presentasi berdampak tinggi.

Selain teori, buku ini juga menyertakan latihan dan studi kasus nyata yang mendorong pembaca untuk langsung mempraktikkan teknik storytelling, pengelolaan struktur presentasi, dan penutup yang menguatkan aksi. Semua rangkaian ini bertujuan untuk membentuk salesman yang mampu "berdiri dan berbicara dengan percaya diri, serta menjual dengan kejelasan dan ketegasan".

Dengan gaya yang ringan namun penuh strategi, Stand Up Selling cocok bagi para sales, pengusaha, dan profesional yang ingin meningkatkan kualitas presentasi penjualan mereka—dengan pendekatan yang fun, edukatif, dan persuasif.

Wednesday, June 4, 2025

Marketing Hebat ala Rasulullah

Oleh : Faidatur Robiah

Penerbit : Tinta Medina, 2017

Tebal : 196 halaman


Dalam buku Marketing Hebat ala Rasulullah, Faidatur Robiah mengajak pembaca menyelami teladan Rasulullah SAW sebagai pedagang, manajer, dan pemilik usaha yang sukses karena menerapkan etika tinggi serta strategi bisnis yang berpihak pada keberkahan. 


Sebelum menjadi rasul, Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai pedagang ulung yang dipercaya, bijak membaca pasar, dan punya reputasi "al‑Amin" (yang dapat dipercaya). Muhammad adalah pedagang dan pebisnis handal.

Ia berdagang bersama pamannya dan kemudian sebagai mitra sekaligus manajer untuk Khadijah, pemilik modal kaya raya—hingga akhirnya menikah dan menjadi pemilik usaha yang mandiri.

Integritas menjadi fondasi utama dalam bisnis ala Nabi. Beliau tidak pernah mengambil keuntungan dari amanah atau menyalahgunakan kepercayaan mitra—bahkan memilih tidak menjatuhkan harga untuk mempertahankan keadilan dan kepercayaan pelanggan . Sikap ini menunjukkan bahwa orang tanpa integritas tidak mampu menjaga amanah, sehingga tidak layak dipercaya dalam bisnis. Selain amanah, dalam integritas beliau juga tidak pernah meminta-minta.

Di masa awal berdagang dan setelah menikah, Nabi SAW selalu menunjukkan fokus tinggi dalam setiap urusannya. Beliau tidak pernah tergesa-gesa menjual tanpa pengetahuan tentang produk atau pelanggan, melainkan bersikap cermat memberi informasi jujur tentang kelebihan dan kekurangan produk.

Hal ini menunjukkan bahwa beliau sangat berkonsentrasi dan sangat menjunjung tinggi profesionalisme.

Bagi Nabi Muhammad, persaingan adalah hal wajar dalam dunia bisnis, tetapi harus dilakukan secara etis. Ia menolak praktik perang harga yang mencederai persaingan sehat dan nilai kejujuran. Alih‑alih bersaing secara curang, Nabi lebih mengandalkan reputasi dan pelayanan sebagai modal utama .

Sebagai pedagang Khadijah, Nabi tidak menggunakan modal sendiri, melainkan modal mitra dalam sistem bagi hasil. Ia lebih mengandalkan value – kepercayaan, kejujuran, dan pelayanan—sebuah bukti bahwa uang bukan syarat utama dalam membangun bisnis, melainkan nilai, reputasi, dan integritas .

Hal ini sebagai bukti bahwa uang bukanlah modal utama.

Melalui Marketing Hebat ala Rasulullah, Faidatur Robiah tidak hanya menghadirkan kisah sukses hijrah Nabi sebagai pedagang, tapi juga menyajikan prinsip-prinsip universal dalam bisnis: jujur, amanah, fokus, profesional, berintegritas, dan berorientasi pada keberkahan serta hubungan baik dengan pelanggan dan mitra. Prinsip mudah diaplikasikan dan relevan di era kekinian, menjadikan buku ini panduan praktis dan inspiratif untuk pengusaha muslim maupun mereka yang ingin mendalami etika bisnis islami.

Wednesday, May 28, 2025

Hot Branding

Oleh : Ippho Santosa

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2006

Tahun : 118 halaman

Buku Hot Branding: Cara Paling Panas Mengorbitkan Merek karya Ippho Santosa adalah panduan praktis yang menyajikan 17 strategi untuk membangun dan memperkuat merek secara efektif. Ditujukan bagi para pelaku usaha, pemasar, dan profesional branding, buku ini menekankan pentingnya kreativitas, inovasi, dan pemahaman mendalam terhadap konsumen dalam menciptakan merek yang kuat dan berdaya saing tinggi.

Dalam Hot Branding, Ippho Santosa memperkenalkan berbagai pendekatan yang dapat diterapkan untuk mengorbitkan merek, di antaranya:

  1. Menekankan pentingnya konsistensi dalam kualitas dan pelayanan, serta menjaga keunikan merek agar tetap relevan di mata konsumen.
  2. Mendorong pembentukan identitas merek yang kuat dan autentik, sehingga mudah dikenali dan diingat oleh konsumen.
  3. Menggunakan storytelling untuk membangun koneksi emosional dengan konsumen, menjadikan merek lebih manusiawi dan inspiratif.
  4. Maknai Benak Konsumen: Memahami persepsi dan kebutuhan konsumen untuk menciptakan strategi pemasaran yang tepat sasaran.
  5. Memberikan berbagai alasan yang meyakinkan konsumen untuk memilih produk atau layanan yang ditawarkan.
  6. Menyadari bahwa strategi yang efektif bagi satu merek belum tentu cocok untuk merek lain; penting untuk menyesuaikan pendekatan dengan konteks dan karakteristik merek.


Buku ini tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga dilengkapi dengan contoh-contoh nyata dan studi kasus yang memudahkan pembaca dalam memahami dan menerapkan strategi yang dibahas. Dengan gaya penulisan yang ringan dan komunikatif, Ippho Santosa berhasil menyampaikan konsep-konsep kompleks dalam dunia branding menjadi lebih mudah dipahami dan diaplikasikan.

Sewaktu bisnis berdiri pertama kali, bisnis itu hampa, maka oleh karena itu tugas si Founder untuk mengisi roh, sehingga tidak mungkin karyawan bahkan manager untuk mengemban amanah tersebut, karena impian dan kepentingan Founder tidaklah sama dan tidak mungkin sama.

Sekali lagi, dalam tahap awal "roh" ini tidak dapat didelegasikan.

Roh identik dengan brand.

Selain "roh", adalah cukup penting nama sebuah perusahaan, karena nama bisa mengubah hidup. Jeneng dulu, baru jenang atau nama dulu baru uang belakangan. Oleh karena itu nama atau merk atau brand sangat penting, brand is a necessity.

Sebuah nama merk, harus speakable (mudah diucap) dan writeable (mudah ditulis).

Sebuah brand juga harus mempunya personality, yang unik dan menyemai emotional bond.

Konsumen hanya peduli pada kesan kualitas atau kualitas yang dipersepsikan. Mindplace lalu market place.


Wednesday, May 21, 2025

Limitless

Oleh : Nick Vujicic

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2014

Tebal : 208 halaman


Buku Limitless karya Nick Vujicic adalah karya inspiratif yang membahas bagaimana menjalani hidup tanpa batas, meski penuh keterbatasan fisik dan tantangan mental. 

Nick, yang lahir tanpa tangan dan kaki karena sindrom Tetra-amelia, membagikan kisah hidupnya untuk menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki potensi luar biasa yang bisa dicapai jika mampu mengatasi rasa takut, keraguan, dan keputusasaan.

Melalui buku ini, Nick menawarkan prinsip-prinsip kehidupan seperti menerima diri sendiri, menemukan tujuan hidup, memiliki harapan, serta membangun keyakinan pada rencana Tuhan. Ia juga menyisipkan kisah-kisah nyata dari orang-orang yang berhasil mengatasi rintangan hidup mereka. 

Buku ini bukan hanya motivasional, tetapi juga praktis, memberikan panduan tentang bagaimana memupuk pola pikir positif dan keberanian dalam menghadapi tantangan hidup.

Limitless adalah ajakan terbuka bagi pembaca untuk bangkit, tak peduli seberapa berat masa lalu atau kondisi saat ini. Dengan semangat dan iman, kata Nick, kita semua dapat menjalani hidup yang bermakna dan penuh harapan.

Wednesday, May 14, 2025

Educated a Memoir

Oleh : Tara Westover

Penerbit : Random House, 2018

Tebal : 316 halaman

Buku Educated: A Memoir karya Tara Westover adalah kisah nyata tentang perjuangan seorang perempuan muda yang tumbuh dalam keluarga fundamentalis Mormon di pegunungan Idaho dan kemudian berhasil meraih pendidikan hingga jenjang tertinggi. 

Tara lahir dari keluarga yang menolak pendidikan formal, layanan kesehatan modern, dan institusi pemerintahan. Ia tidak pernah menginjak bangku sekolah hingga usia 17 tahun, dan dibesarkan dalam lingkungan yang penuh kekerasan, kerja kasar, serta doktrin-doktrin ekstrem ayahnya.

Meskipun terisolasi, Tara perlahan mulai mempertanyakan dunia di sekitarnya. Dorongan untuk belajar tumbuh dalam dirinya. Ia kemudian belajar secara otodidak dan berhasil masuk ke Brigham Young University, lalu melanjutkan studinya hingga ke Cambridge dan Harvard. 

Dalam prosesnya, Tara harus menghadapi kenyataan pahit tentang keluarganya dan mengambil keputusan sulit untuk menemukan jati diri serta kebebasannya.

Educated bukan hanya cerita tentang pendidikan akademik, tetapi juga tentang transformasi diri, kekuatan kehendak, dan pencarian identitas dalam menghadapi latar belakang yang keras dan membatasi. 

Buku ini menginspirasi pembaca untuk memahami bahwa pendidikan bukan hanya soal gelar, tapi juga kemampuan untuk melihat dunia dengan cara yang lebih luas dan sadar.

Wednesday, May 7, 2025

Storyworthy

Oleh : Matthew Dicks

Penerbit : New World Library, 2018

Tebal : 266 halaman


A little heavy for a foreword maybe, but when you tell stories, you do yourself a kind favor by taking a moment to write your name in the wet cement of life before you head to whatever is next.

Telling stories about your life lets people know they're not alone, and it lets some of the people closest to you - like family and loved one - see your life apart from the context of family and without kind of revisionist hindsight we can sometimes fall into concerning the ones we love most.

In fact the simplest stories about the smallest moments in our lives are often the most compelling.

Why do you share so much of yourself?

As benign and boring and inconsequential as it might seem, what was the most storyworthy moment from my day?

The storytellers are the protagonists, so they are able to bring their own vulnerability, authenticity and grit to the tales.

We start at the end.

Begin story at the start of our journey.

Do you feel as if you're on the train with me?

In its best form, storytelling is time travel.

I believe that every story has a perfect entry point.

-

Buku Storyworthy karya Matthew Dicks adalah panduan praktis dan inspiratif tentang seni bercerita, ditujukan bagi siapa saja yang ingin menjadi komunikator yang lebih efektif—baik dalam kehidupan pribadi, profesional, maupun di atas panggung. Dicks, seorang pencerita ulung dan pemenang berbagai kompetisi storytelling, membagikan teknik-teknik yang telah ia gunakan untuk mengubah pengalaman sehari-hari menjadi kisah yang menyentuh dan berkesan.

Inti Buku: Menemukan dan Menyampaikan Kisah yang Bermakna

Dicks menekankan bahwa setiap orang memiliki kisah yang layak untuk diceritakan. Kisah-kisah terbaik sering kali berasal dari momen-momen kecil dalam kehidupan sehari-hari yang membawa perubahan atau pencerahan pribadi. Ia menyebut momen-momen ini sebagai "five-second moments"—detik-detik singkat yang mengubah cara kita memandang dunia atau diri sendiri. Dengan menggali dan memahami momen-momen ini, kita dapat menciptakan cerita yang autentik dan menggugah.

Teknik "Homework for Life"

Salah satu metode utama yang diperkenalkan dalam buku ini adalah "Homework for Life". Dicks menganjurkan untuk meluangkan waktu setiap hari guna merefleksikan dan mencatat satu momen yang paling berarti atau menonjol. Praktik ini tidak hanya membantu dalam mengumpulkan bahan cerita, tetapi juga meningkatkan kesadaran diri dan apresiasi terhadap kehidupan sehari-hari.

Struktur dan Penyampaian Cerita

Dalam menyusun cerita, Dicks menyarankan untuk memulai dari titik perubahan emosional, kemudian membangun narasi yang mengarah ke momen tersebut. Ia juga menekankan pentingnya kejutan dalam cerita untuk memicu respons emosional dari pendengar, serta menjaga cerita tetap fokus dan relevan. Dengan pendekatan ini, cerita menjadi lebih menarik dan mudah diingat.

Aplikasi Luas dalam Kehidupan

Meskipun ditulis oleh seorang pencerita profesional, Storyworthy menawarkan wawasan yang berguna bagi siapa saja. Baik untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dalam presentasi bisnis, mempererat hubungan pribadi, maupun sekadar menjadi pendengar yang lebih empatik, buku ini memberikan alat dan motivasi untuk menjadikan cerita sebagai sarana transformasi pribadi dan sosial.

Secara keseluruhan, Storyworthy adalah buku yang mengajarkan bahwa setiap orang memiliki cerita yang berharga untuk dibagikan. Dengan teknik dan latihan yang tepat, kita dapat mengubah pengalaman sehari-hari menjadi kisah yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi dan menghubungkan kita dengan orang lain.

Wednesday, April 30, 2025

Giant Steps

Perubahan Kecil yang Membuat Perbedaan Besar

Oleh : Anthony Robbins

Penerbit : Phoenix Publishing House

Tebal : 386 halaman


Beberapa hal yang amat sederhana dapat membuat perbedaan besar. Misalnya dengan cara berkomitmen dalam 7 hari ke depan untuk menghabiskan 1 menit, sebanyak 5x satu hari.

Keberanian yang tidak digunakan akan menghilang, komitmen yang tidak dilatih akan memudar, hasrat yang tidak diungkapkan akan lenyap.

Bangkitkan keingintahuan, kehidupan menjadi kesenangan belajar tiada akhir.

Nyalakan hasrat anda, bangkitkan perasaan gairah dan hasrat.

Yang menarik adalah banyak orang yang memiliki pengalaman yang sama, tapi menerjemahkan dengan cara yang sangat berbeda.

Tubuh manusia adalah gambaran terbaik dari jiwa manusia.

Rahasia hidup adalah memberi.

Tingkat kesehatan fisik menciptakan rasa emosional kebugaran yang diperlukan untuk mengubah tantangan menjadi kesempatan.

Wednesday, April 23, 2025

Turning Loss Into Profit

Terobosan untuk Mendongkrak Kinerja

Oleh : Wawang Sukmoro

Penerbit : Gramedia Pustaka

Tebal : 268 halaman


Sebelum melakukan sesuatu, mempersiapkan diri adalah rahasia keberhasilan.

Pahami dulu siapa anda, kepalanya semut atau ekornya gajah.

Untuk menghasilkan produk bermutu, produktivitas tinggi dan biaya yang bersaing, seorang individu harus dapat menguasai alat atau tool produktivitas yang disebut dengan Best Practice Manufacturing & Excellence, yaitu diantaranya:

  • Sistem Manajemen Mutu Standar Internasional : ISO 9001, ISO 14001 dan OHSAS 18001
  • Statistic Process Control
  • 5S, Lean Manufacturing & Total Productive Maintenance
  • Six Sigma
  • Computer Management System : SAP, MRP dan ERP  

Beberapa keterampilan supervisory adalah sebagai berikut:

  • Planning
  • Organizing
  • Directing
  • Coordinating
  • Controlling

Seorang manager harus mampu menjadi pemimpin, dimana seorang pemimpin itu harus memperhatikan hal-hal kecil tapi tidak mengerjakan hal-hal kecil. Beberapa sikap seorang manajer yaitu :

  • Selalu bersikap baik
  • Memberikan arahan yang jelas
  • Berkomunikasi efektif
  • Selalu memberi semangat
  • Selalu mengasah kemampuan dan ketrampilannya

Namun patut diingat bahwa baik saja tidak cukup, bila perlu dilakukan dengan cara yang hebat.

Dalam Six Sigma, satu sigma artinya terdapat 697.672 kerusakan produk dalam setiap satu juta produk. Atau setara dengan tingkat produktivitas 31% saja.

Sebagian besar perusahaan beroperasi antara 3 sampai 4 sigma, yaitu setara dengan tingkat produktivitas 93% hingga 99%.

Untuk itu perlu dilakukan corrective action (Kaizen), waste removal (Lean), variation reduction (Six Sigma Improvement) dan robust design (Design for Six Sigma).

Untuk melakukan perbaikan (Kaizen) perlu ada pengakuan (Hansei). 

Rumus umum perbaikan adalah Value Add + Non Value Add + Waste = 100%.

3 hal penting dalam transfromasi adalah purpose (maksud dan tujuan), process dan people (orang).

Dalam briefing sebelum bekerja, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebagai pembukaan untuk membangkitkan semangat akan pentingnya mutu dan keselamatan kerja.



Wednesday, April 16, 2025

Batavia

Kisah Jakarta Tempo Dulu

Oleh : Intisari

Penerbit : Intisari, 1988


Buku Batavia: Kisah Jakarta Tempo Doeloe merupakan kumpulan artikel yang diterbitkan oleh majalah Intisari pada tahun 1988, dalam rangka memperingati ulang tahun Jakarta ke-461. Disunting oleh Threes Susilastuti, buku ini menghimpun tulisan-tulisan dari berbagai penulis seperti Irawati, Junus Nur Arif, Mary Jane, Mulyawan Karim, Siswadhi, Anu Trh, dan Tota Tobing. Dengan total 192 halaman, buku ini menyajikan kisah-kisah menarik tentang sejarah dan kehidupan masyarakat Batavia, yang kini dikenal sebagai Jakarta.

Melalui narasi yang ringan dan informatif, buku ini mengajak pembaca untuk menelusuri jejak sejarah kota Batavia. Dari kisah Oey Tambahsia, seorang pemuda kaya keturunan Tionghoa yang terkenal karena gaya hidup mewahnya hingga akhirnya dihukum mati, hingga legenda Si Pitung, tokoh Betawi yang dikenal sebagai "Robin Hood" lokal dengan kemampuan menghilang secara gaib. Buku ini juga menggambarkan perkembangan kota Batavia dari sebuah benteng di daerah Pasar Ikan yang kemudian berkembang ke selatan, melahirkan kawasan-kawasan seperti Pasar Senen, Tanah Abang, dan Weltevreden.

Selain itu, buku ini menyoroti kehidupan sosial masyarakat Batavia, termasuk gaya hidup mewah kalangan atas, penggunaan air dari Kali Ciliwung oleh orang Belanda, serta keberadaan gedung-gedung megah seperti hotel, gedung kesenian, dan pertemuan yang menjadi simbol kemakmuran saat itu. Beberapa bangunan tersebut masih berdiri hingga kini, seperti Museum Fatahillah yang dulunya merupakan Balai Kota Batavia.

Buku ini juga membahas berbagai aspek budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat Batavia, seperti transportasi dengan trem dan perahu, hiburan seperti bioskop bisu dan musik tanjidor, serta pengaruh budaya Portugis dan Prancis. Dengan ilustrasi dan foto-foto menarik, Batavia: Kisah Jakarta Tempo Doeloe menjadi sumber informasi yang berharga bagi siapa saja yang ingin memahami sejarah dan perkembangan Jakarta dari masa ke masa.

Wednesday, April 9, 2025

Smart Trader Rich Investor

Oleh : Ellen May

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2021

Tebal : 278 halaman


Langkah pertama adalah menyisihkan uang (saving), namun menabung tidak cocok disebut sebagai investasi. 

Beberapa instrumen investasi agar kita bisa mendapatkan passive income diantaranya membuka bisnis, menyewakan rumah, royalti, obligasi dan saham.

Untuk mendapatkan passive income dari saham makan kita harus menjadi seorang investor saham jangka panjang.

Kesabaran adalah sahabat investor jangka panjang.

Jika kita orang bertipe cenderung tenang dalam menghadapi masalah, maka kita layak mencoba investasi saham.

Strategi yang berhasil pada orang satu belum tentu berhasil pada berhasil pada orang lain.

Bill Williams sang trader legendaris mengaku punya banyak waktu luang, bahkan sering bersantai dekat pantai dan melakukan relaksasi.

Strategi investasi jangka panjang yaitu diantaranya value investing, growth investing, GARP investing dan income investing.

Dollar cost averaging adalah strategi yang diperuntukkan bagi investor jangka panjang dengan rentang waktu jangka tahunan dan bukan untuk trader jangka pendek.

Menurut Warren Buffett target pertumbuhan aset adalah setidaknya 24.7% selama setahun.

Jika kita konsisten menghasilkan 20% saja dalam setahun, maka dalam 10 tahun uang kita akan menjadi 6000% atau 6x lipat dan dalam 20 tahun menjadi 38.330% atau 38.3x lipat.

Sistem perdagangan saham dilakukan secara komputerisasi dengan Mekanisme Lelang Terbuka yang mempertemukan order beli dan jual berdasarkan prioritas harga dan prioritas waktu.

Bagi investor jangka panjang, fluktuasi harga saham tidak berpengaruh selama fundamental perusahaan bagus dan perusahaan terus menghasilkan laba.

Resiko terbesar saham adalah jika perusahaan dinyatakan bangkrut dan perusahaan dibubarkan, maka hak klaim pemegang saham mendapatkan prioritas terakhir.

Likuiditas sebuah saham sangat penting, semakin likuid sebuah saham, berarti pembeli dan penjual yang bertraksasi semakin banyak yang artinya saham semakin laku.

 

Wednesday, April 2, 2025

Strategi Investasi Warren Buffet & Lo Kheng Hong



Oleh : Eva Riyanty Lubis
Penerbit : Anak Hebat Indonesia, 2024
Tebal : 224 halaman

Salah satu kutipan pembuka yang menarik dalam buku ini adalah dari Warren Buffet yaitu "Saya tidak pernah mencoba menghasilkan uang di pasar saham. Saya membeli dengan asumsi mereka dapat menutup pasar pada hari berikutnya dan tidak membukanya kembali selama 10 tahun.

Jadi dalam investasi saham ada 2 kata kunci yang penting, yaitu jangka panjang dan sabar. Oleh karenanya kita harus bisa tetap tenang dan rasional dalam mengambil keputusan investasi tanpa terpengaruh oleh emosi pasar.

Lo Kheng Hong juga sependapat yang sama, bahwa investasi saham bukan permainan cepat kaya, melainkan proses yang memerlukan kesabaran dan konsistensi dengan mengadopsi strategi jangka panjang.

Oleh karenanya juga, kita harus dapat bersikap independen dalam pengambilan keputusan, dan hindari jebakan kerumunan atau yang disebut dengan herd mentality sehingga dapat membuat keputusan yang cerdas.

Penting untuk melakukan analisa saham sendiri, dengan mempelajari laporan keuangan, yaitu laporan laba rugi, neraca dan arus kas. Dan beberapa indeks saham, misalnya PER atau Price to Earning Ratio dan PBV atau Price to Book Value.

PER adalah rasio yang mengukur berapa kali laba bersih per saham dapat dibayarkan untuk setiap harga saham, rumusnya adalah Harga Saham / Laba Bersih per Saham.

Sedangkan PBV adalah rasio yang mengukur seberapa mahal atau murah harga saham dibandingkan dengan nilai aset bersih per saham, formulanya adalah Harga Saham / (Total Aset - Total Kewajiban) per Saham.

Sangat penting mengetahui bahwa margin keuntungan atau profit margin adalah hal utama dalam analisis investasi sebagai tolok ukur efisiensi dan daya saing perusahaan.

Oleh karena itu carilah saham yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya, sehingga dapat memberikan keuntungan ketika pasar mengakui nilai sebenarnya.

Jika membeli saham sudah banyak teori, yang kurang adalah strategi kapan menjual saham yang tepat. Salah satu strategi menjual saham adalah saat harga saham mencapai target. Dengan mempunyai target harga ini maka selain kita telah mengunci keuntungan juga mencegah hilangnya keuntungan akibat fluktuasi pasar.

Wednesday, March 26, 2025

Jelajah Jawadwipa

 


Oleh : National Geograhic

Penerbit : Kompas Gramedia, Desember 2013

Tebal : 13 halaman


Candi Kalasan dan Candi Ratu Baka.

Jejak Sejarah Agama dan Kekuasaan di Tanah Jawa.

Sejarah peradaban Nusantara menyimpan banyak jejak kebesaran kerajaan-kerajaan masa lampau, terutama yang berkaitan dengan agama dan kekuasaan. Dua situs penting yang menjadi bukti perkembangan agama Buddha dan Hindu di Jawa adalah Candi Kalasan dan Candi Ratu Baka. Keberadaan kedua candi ini dikaitkan dengan dua prasasti penting, yaitu Prasasti Kalasan (778 Masehi) dan Prasasti Abhayagiri Wihara (792 Masehi), yang mencatat peran raja-raja Mataram Kuno dalam pembangunan tempat ibadah serta penyebaran agama Buddha dan Hindu.


Candi Kalasan dan Prasasti Kalasan (778 Masehi).

Titah Rakai Panangkaran untuk Dewi Tara.

Candi Kalasan terletak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dan merupakan salah satu candi Buddha tertua di Jawa. Candi ini didirikan pada masa pemerintahan Maharaja Tejapurnapana Panangkaran, atau yang lebih dikenal sebagai Rakai Panangkaran dari Wangsa Sailendra. Keberadaan candi ini dikonfirmasi oleh Prasasti Kalasan, yang bertarikh 778 Masehi, ditulis dalam aksara Pranagari dan berbahasa Sanskerta.

Dalam prasasti ini disebutkan bahwa Rakai Panangkaran membangun sebuah wihara yang didedikasikan untuk Dewi Tara, salah satu bodhisattva penting dalam ajaran Buddha Mahayana. Titah ini muncul setelah penganut Buddha Mahayana, yang kemungkinan besar berasal dari Wangsa Sailendra, mengajukan permohonan kepada raja untuk membangun tempat pemujaan. Sebagai bentuk penghormatan, raja pun merestui pembangunan candi yang megah serta wihara bagi para biksu.

Candi Kalasan memiliki arsitektur khas Buddha dengan ornamen yang kaya akan seni ukir. Salah satu ciri khasnya adalah keberadaan vajralepa, semacam lapisan pelindung yang digunakan untuk melapisi bagian luar candi. Hal ini menunjukkan kemajuan teknologi bangunan pada masa itu. Selain sebagai tempat ibadah, Candi Kalasan juga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha di kawasan Mataram Kuno.


Candi Ratu Baka dan Prasasti Abhayagiri Wihara (792 Masehi). 

Warisan Rakai Pikatan.

Candi Ratu Baka, atau yang lebih sering disebut Kraton Ratu Baka, merupakan kompleks reruntuhan yang terletak di perbukitan sebelah selatan Prambanan, Yogyakarta. Berbeda dengan candi lainnya, kompleks ini lebih menyerupai sisa-sisa sebuah istana atau pusat pemerintahan daripada tempat ibadah.

Keberadaan Candi Ratu Baka dikaitkan dengan Prasasti Abhayagiri Wihara yang berangka tahun 792 Masehi. Prasasti ini menyebutkan bahwa raja yang memerintah saat itu adalah Rakai Pikatan, seorang penguasa dari Wangsa Sanjaya yang kelak berperan besar dalam kebangkitan agama Hindu di Jawa. Dalam prasasti ini, disebutkan bahwa di atas perbukitan didirikan sebuah wihara bernama Abhayagiri, yang berarti “biara di bukit tanpa ketakutan.” Tempat ini kemungkinan besar berfungsi sebagai pusat meditasi dan pembelajaran bagi para biksu Buddha Mahayana.

Candi Ratu Baka memiliki beberapa bangunan penting, seperti gapura besar, pendopo, candi kecil, dan sumur suci, yang menunjukkan fungsinya sebagai kompleks kerajaan. Meskipun banyak yang percaya bahwa tempat ini adalah istana raja, ada juga teori yang menyatakan bahwa ini adalah tempat pertapaan bagi raja atau kaum bangsawan yang ingin menjalani kehidupan spiritual.


Peran Rakai Panangkaran dan Rakai Pikatan dalam Sejarah Mataram Kuno.

Keberadaan Prasasti Kalasan dan Prasasti Abhayagiri Wihara mencerminkan persaingan serta kerja sama antara dua dinasti besar di Jawa kala itu: Wangsa Sailendra yang beragama Buddha Mahayana dan Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu Siwa. Rakai Panangkaran, meskipun berasal dari Wangsa Sanjaya, dikenal sebagai raja yang bersikap toleran terhadap penganut Buddha. Ia bahkan memberikan izin pembangunan Candi Kalasan sebagai penghormatan terhadap ajaran Buddha.

Sementara itu, Rakai Pikatan, yang berasal dari Wangsa Sanjaya, kemudian menikahi Pramodhawardhani dari Wangsa Sailendra. Perkawinan politik ini berperan dalam menyatukan kedua wangsa dan mengubah dominasi agama di Jawa, dari yang semula dikuasai Buddha Mahayana menjadi Hindu Siwa. Di bawah pemerintahannya, terjadi kebangkitan Hindu, yang ditandai dengan pembangunan Candi Prambanan.


Candi Kalasan dan Candi Ratu Baka merupakan bukti penting dari sejarah agama dan politik di Jawa pada abad ke-8 Masehi. Prasasti Kalasan menegaskan peran Rakai Panangkaran dalam mendukung perkembangan Buddha Mahayana, sementara Prasasti Abhayagiri Wihara mencatat pengaruh Rakai Pikatan dalam membangun pusat spiritual di Ratu Baka. Kedua situs ini mencerminkan toleransi serta interaksi antara agama Buddha dan Hindu di Jawa kuno, sekaligus menjadi jejak kejayaan peradaban Mataram Kuno.

Wednesday, March 19, 2025

Parker Pyne Investigates

Oleh : Agatha Christie

Penerbit : Yayasan Karya Bhakti, 1977

Tebal : 231 halaman


Parker Pyne Investigates adalah kumpulan cerita pendek karya Agatha Christie yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1934. Buku ini memperkenalkan karakter Mr. Parker Pyne, seorang pensiunan pegawai negeri yang beralih profesi menjadi konsultan kebahagiaan. Dengan iklan sederhana di surat kabar—"Apakah Anda bahagia? Jika tidak, hubungi Parker Pyne"—ia menawarkan jasanya untuk menyelesaikan berbagai masalah emosional dan kehidupan kliennya, mulai dari kebosanan dalam pernikahan hingga ancaman kejahatan.

Buku ini terdiri dari dua bagian utama. Bagian pertama berfokus pada kasus-kasus yang ditangani Parker Pyne di London. Ia menggunakan keahlian psikologi dan pengamatan tajam terhadap sifat manusia untuk membantu kliennya. 

Beberapa cerita yang menarik dalam bagian ini adalah The Case of the Discontented Soldier, di mana seorang mantan perwira merasa hidupnya membosankan hingga Parker Pyne merancang petualangan yang mengubah hidupnya. Ada juga The Case of the Rich Woman, yang mengisahkan seorang wanita kaya yang tidak bahagia meskipun memiliki segalanya, dan Parker Pyne menemukan solusi unik untuknya.

Bagian kedua dari buku ini membawa Parker Pyne dalam perjalanan ke Timur Tengah, di mana ia tanpa sengaja terlibat dalam berbagai kasus kriminal dan misteri. Salah satu cerita paling terkenal dalam bagian ini adalah The House at Shiraz, yang berlatar di Persia dan mengisahkan penyelamatan seorang wanita yang diduga telah meninggal. 

Ada pula Death on the Nile, yang bukan bagian dari novel terkenal dengan judul yang sama, tetapi merupakan kisah pendek tentang seorang wanita yang mengalami pengalaman aneh di kapal pesiar di Sungai Nil.

Gaya penyelesaian kasus Parker Pyne berbeda dari detektif khas Agatha Christie seperti Hercule Poirot atau Miss Marple. Alih-alih mengandalkan bukti fisik, ia lebih menekankan pemahaman mendalam tentang kepribadian dan motivasi manusia. Dengan pendekatan unik ini, Parker Pyne Investigates menawarkan sesuatu yang segar bagi para penggemar misteri, sekaligus memperlihatkan sisi lain dari kepiawaian Agatha Christie dalam menciptakan karakter dan alur cerita yang menarik.

Wednesday, March 12, 2025

Sutta Pitaka Digha Nikaya

Sutta Pitaka Digha Nikaya merupakan salah satu bagian dari Sutta Pitaka, yang termasuk dalam Tipitaka atau Tripitaka, kumpulan teks suci dalam ajaran Buddhisme Theravāda. Digha Nikaya sendiri berarti "Kumpulan Khotbah Panjang" dan berisi 34 sutta atau khotbah yang disampaikan oleh Buddha Gautama. Dalam kumpulan ini, Buddha mengajarkan berbagai aspek ajaran moralitas, meditasi, kebijaksanaan, serta berdialog dengan berbagai kelompok masyarakat pada zamannya.

Bagian pertama dari Digha Nikaya disebut Sīlakkhandhavagga, yang menekankan aspek moralitas atau sīla. Salah satu sutta yang terkenal dalam bagian ini adalah Brahmajala Sutta atau Khotbah Jaring Brahma, di mana Buddha menguraikan berbagai pandangan filosofis yang berkembang saat itu dan menunjukkan bagaimana ajarannya melampaui semua konsep yang ada. 

Ada pula Samaññaphala Sutta, yang mengisahkan percakapan antara Raja Ajatasattu dan Buddha tentang manfaat menjadi seorang pertapa, serta bagaimana praktik moralitas dan meditasi membawa seseorang pada kebebasan sejati.

Bagian kedua, yang disebut Mahāvagga, berisi sutta-sutta yang lebih panjang dan mendalam mengenai ajaran Buddha, termasuk kisah kehidupannya. Salah satu sutta terpenting dalam bagian ini adalah Mahāparinibbāna Sutta, yang mengisahkan hari-hari terakhir Buddha sebelum mencapai parinirvana, serta ajaran terakhir yang beliau sampaikan kepada murid-muridnya. 

Selain itu, ada Mahāsatipaṭṭhāna Sutta, yang secara rinci menjelaskan praktik Satipaṭṭhāna, atau kesadaran penuh, yang merupakan metode utama untuk mencapai pencerahan.

Bagian terakhir, Pāṭikavagga, membahas berbagai kepercayaan, mitologi, serta dialog antara Buddha dengan berbagai kelompok masyarakat. Salah satu sutta yang penting dalam bagian ini adalah Sigālovāda Sutta, yang berisi nasihat Buddha kepada seorang pemuda bernama Sigāla tentang prinsip moralitas dan etika sosial, termasuk bagaimana seseorang harus memperlakukan orang tua, guru, pasangan, dan masyarakat sekitarnya. 

Sementara itu, Pāṭika Sutta membahas klaim mengenai kekuatan supranatural dan menekankan bahwa pencapaian spiritual sejati tidak bergantung pada mukjizat, melainkan pada disiplin, praktik, dan kebijaksanaan sejati.

Secara keseluruhan, Digha Nikaya memiliki nilai yang sangat penting dalam Buddhisme karena tidak hanya memberikan wawasan mendalam tentang pemikiran dan metode pengajaran Buddha, tetapi juga mengajarkan prinsip-prinsip universal tentang moralitas, meditasi, dan kebijaksanaan. 

Ajaran yang terkandung dalam teks ini relevan tidak hanya bagi para bhikkhu dan praktisi Buddhis, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin memahami filsafat hidup yang lebih dalam. Buku ini menekankan bahwa kehidupan yang baik harus berlandaskan pada moralitas yang kuat (sīla), pengembangan kesadaran melalui meditasi (samādhi), serta kebijaksanaan (paññā) yang membawa pada pemahaman sejati tentang realitas. 

Dengan demikian, Digha Nikaya menjadi salah satu teks klasik yang memiliki dampak besar dalam perkembangan spiritual dan intelektual umat Buddha di seluruh dunia.

Wednesday, March 5, 2025

The Nanny Diaries

Oleh : Emma McLaughlin dan Nicola Kraus

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2008

Tebal : 406 halaman


The Nanny Diaries adalah novel yang ditulis oleh Emma McLaughlin dan Nicola Kraus, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2002. Novel ini mengisahkan pengalaman seorang pengasuh anak (nanny) di lingkungan elit New York, yang dipenuhi dengan intrik sosial, kehidupan glamor, dan kesenjangan kelas. Kisahnya didasarkan pada pengalaman nyata para penulis yang pernah bekerja sebagai nanny untuk keluarga kaya di Manhattan.

Tokoh utama dalam novel ini adalah Anny, seorang mahasiswi cerdas yang tinggal di New York dan mencari pekerjaan sambilan untuk membiayai pendidikannya. Ia akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai pengasuh anak laki-laki berusia empat tahun bernama Grayer X, yang berasal dari keluarga kaya di Upper East Side, Manhattan.

Orang tua Grayer, Tuan dan Nyonya X, adalah pasangan sosialita kelas atas yang sangat sibuk dengan urusan bisnis dan kehidupan sosial mereka, hingga hampir tidak memperhatikan anak mereka sendiri. Nanny bertugas mengurus Grayer, mulai dari mengantarnya ke sekolah, membantunya dalam kegiatan sehari-hari, hingga menjadi sosok ibu pengganti yang memberikan kasih sayang.

Namun, bekerja untuk keluarga X bukanlah hal yang mudah. Nyonya X adalah wanita yang dingin, perfeksionis, dan sering kali memperlakukan Nanny dengan kasar dan semena-mena. Ia menetapkan aturan-aturan ketat dan sering kali berubah-ubah sesuai dengan mood-nya. Sementara itu, Tuan X adalah sosok ayah yang hampir tidak pernah hadir dan terlibat dalam kehidupan Grayer.

Di tengah tekanan pekerjaannya, Nanny juga harus menghadapi berbagai tantangan pribadi, termasuk hubungannya dengan keluarganya sendiri dan romansa dengan seorang pria tampan yang ia juluki Harvard Hottie.

Seiring waktu, Nanny mulai merasa semakin frustrasi dengan perlakuan buruk dari Nyonya X dan betapa tidak adilnya kehidupan bagi orang-orang seperti dirinya yang harus bekerja keras untuk melayani orang-orang kaya. Ia juga semakin dekat dengan Grayer dan menyadari betapa anak itu sangat kesepian dan merindukan kasih sayang orang tuanya.

Puncak konflik terjadi ketika Tuan X terlibat dalam skandal perselingkuhan, dan Nyonya X semakin memperketat kontrolnya terhadap kehidupan rumah tangga mereka. Nanny akhirnya tidak tahan lagi dengan perlakuan yang ia terima dan memilih untuk mengundurkan diri. Namun, keputusannya itu sangat berat karena ia harus meninggalkan Grayer, anak yang sudah sangat ia sayangi.

Novel ini menggambarkan dengan tajam kesenjangan sosial antara kelas pekerja dan kelas atas, serta bagaimana orang-orang kaya sering kali mengabaikan tanggung jawab emosional mereka terhadap anak-anak mereka sendiri. Melalui sudut pandang Nanny, pembaca diajak untuk melihat realitas dunia pengasuhan anak dalam keluarga kaya yang tidak selalu seindah yang terlihat dari luar.

Di sisi lain, The Nanny Diaries juga menyoroti pentingnya kasih sayang dan perhatian dalam membesarkan anak, sesuatu yang sering kali tidak bisa digantikan dengan uang atau fasilitas mewah.

The Nanny Diaries adalah novel yang penuh dengan sindiran sosial, humor, serta kritik terhadap gaya hidup masyarakat kelas atas. Dengan gaya penulisan yang mengalir dan menghibur, novel ini tidak hanya menyajikan cerita yang menarik, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang realitas sosial yang sering kali tersembunyi di balik kehidupan glamor kota besar.

Wednesday, February 26, 2025

Positioning : The Battle for Your Mind

Oleh :  Al Ries & Jack Trout

Penerbit : Mc Graw Hill, 1987

Tebal : 213 halaman


Positioning is not what you do to a product. Positioning is what you do to the mind of the prospect. That is, you position the product in the mind of the prospect.

In communication, as in architecture, less is more. You have to sharpen your message to cut into the mind. You have to jettison the ambuguities, simplify the message, and then simplify it some more if you want to make a long-lasting impression.

Shakespeare was wrong. The name is the hook that hangs the brand on the product ladder in the prospect's mind. In the positioning era, the single most important marketing decision you can make is what to name the product.

With a good name, your positioning job is going to be a lot easier.

Let's review positioning theory as it might apply to your own personal career. What are you? People suffer from the same disease as products. What is your own position in life? 

In positioning, smaller may be better.

-

Buku Positioning: The Battle for Your Mind karya Al Ries dan Jack Trout adalah salah satu buku pemasaran paling berpengaruh yang pernah ditulis. Diterbitkan pertama kali pada tahun 1981, buku ini memperkenalkan konsep positioning, yang telah menjadi landasan utama dalam strategi pemasaran modern.


Konsep Dasar Positioning

Al Ries dan Jack Trout menjelaskan bahwa dalam dunia pemasaran yang penuh dengan persaingan, keberhasilan sebuah merek tidak hanya bergantung pada kualitas produk atau layanan, tetapi juga pada bagaimana merek tersebut dipersepsikan dalam benak konsumen. Positioning adalah strategi untuk menempatkan suatu produk, merek, atau perusahaan dalam pikiran audiens dengan cara yang berbeda dari pesaingnya.

Menurut penulis, manusia menerima ribuan pesan pemasaran setiap hari, tetapi hanya sedikit yang benar-benar mereka ingat. Oleh karena itu, perusahaan harus mencari posisi unik di benak konsumen agar tetap relevan dan dikenali.


Strategi Positioning

Buku ini menawarkan beberapa prinsip utama dalam positioning yang dapat diterapkan oleh perusahaan untuk menciptakan keunggulan kompetitif.

Salah satu strategi positioning yang paling efektif adalah menjadi yang pertama dalam suatu kategori. Ries dan Trout menekankan bahwa merek pertama dalam kategori tertentu memiliki keunggulan besar. Contohnya, Coca-Cola sebagai pelopor minuman bersoda atau Xerox sebagai pionir dalam industri mesin fotokopi.

Jika tidak bisa menjadi yang pertama dalam kategori baru, perusahaan harus menemukan cara untuk membedakan diri mereka dari pesaing. Contohnya, Pepsi memposisikan dirinya sebagai alternatif yang lebih segar dan berjiwa muda dibandingkan Coca-Cola.

Nama produk atau merek harus sederhana, mudah diingat, dan langsung menggambarkan manfaatnya. Nama yang kuat dapat membantu merek menanamkan dirinya dalam benak konsumen lebih cepat.

Jika suatu merek tidak bisa menjadi nomor satu, ia bisa sukses dengan menempatkan dirinya sebagai oposisi yang kuat terhadap pemimpin pasar. Contohnya adalah Avis, perusahaan rental mobil yang menggunakan slogan "We try harder" untuk menunjukkan bahwa mereka lebih berusaha keras dibandingkan pesaing utamanya, Hertz.

Perusahaan yang berusaha menjadi segalanya untuk semua orang cenderung kehilangan fokus dan sulit diingat. Sebaliknya, merek yang memilih spesialisasi dalam satu aspek tertentu lebih mudah membangun positioning yang kuat. Contohnya, Volvo yang dikenal sebagai mobil dengan standar keselamatan tinggi.


Positioning dalam Era Modern

Walaupun buku ini ditulis beberapa dekade yang lalu, prinsip-prinsipnya tetap relevan dalam pemasaran digital saat ini. Dengan meningkatnya jumlah informasi yang diterima konsumen setiap hari, brand positioning semakin penting. Strategi positioning juga banyak diterapkan dalam pemasaran online, termasuk SEO, branding di media sosial, dan kampanye iklan digital.

Wednesday, February 19, 2025

The 5 Essential People Skills

Sukses Menjalin Hubungan dengan Orang Lain dalam Segala Hal

Oleh : Dale Carnegie

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2009

Tebal : 246 halaman

Rasa kekhawatiran dan rasa takut merupakan 2 faktor yang menghalangi meraih kesuksesan pribadi. Oleh karena itu kita perlu menemukan dan mengeksplorasi 5 keterampilan penting yaitu pembinaan relasi baik, rasa ingin tahu, komunikasi, ambisi dan penyelesaian konflik.

Mengembangkan hubungan pribadi yang harmonis tidak hanya membuat bisnis lebih menyenangkan, tapi juga dapat menjadi pondasi bagi interaksi yang saling menguntungkan. Ikatan emosional atau hubungan persahabatan berdasarkan saling suka dan percaya, serta perasaan bahwa keinginan, kebutuhan dan permasalahan sama-sama dimengerti.

Manajer yang efektif adalah separuh pekerja dan separuh diplomat. Ketika berhubungan dengan orang ingatlah bahwa kita tidak sedang berhadapan dengan makhluk logika, namun makhluk emosi, makhluk penuh prasangka, dan termotivasi oleh kesombongan dan kepalsuan.

Dalam komunikasi hal pertama yang harus diperhatikan adalah pastikan pesan kita dapat dimengerti. Kedua, kita mesti tahu apa yang disampaikan dengan menyimak secara asertif. Dan ketiga, pertahankan kendali percakapan.

Mungkinkah bersikap ambisius tanpa bersikap asertif? Ada perbedaan antara asertif dengan agresif. Ambisi dapat didefinisikan sebagai keinginan untuk mencapai sesuatu yang diidamkan atau direncanakan. Ambisi adalah mempunyai mimpi, dan mengalami kesuksesan ketika impian tersebut tercapai.

Konflik adalah sebuah realitas di tempat kerja, penting bagi para pemimpin untuk mempelajari, menangani secara efektif dan memecahkannya sebelum masalah berkembang lebih jauh. Ketika kita marah kepada orang lain yang menjadi musuh, artinya kita telah memberi mereka kekuatan untuk menguasai kita, yaitu kekuasaan atas tidur kita, selera makan kita, tekanan darah kita, kesehatan kita dan kebahagiaan kita. Musuh kita akan menari kegirangan andai tahu betapa mereka telah membuat kita cemas, merobek-robek dan membalas kita. Kemarahan kita sama sekali tidak melukai mereka, tapi malah membuat hari-hari kita sangat tidak menyenangkan.

Featured Post

Wow Marketing

Oleh : Hermawan Kartajaya Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2015 Tebal : 239 halaman Marketing 1.0 : Product centric marketing, dimana obj...

Related Posts