Friday, April 6, 2012

Tan Malaka

The Leadership Secret of


Oleh : Argawi Kandito

Penerbit : Oncor Semesta Ilmu
Tebal : 123 halaman


Menurut Tan Malaka, menjadi penguasa itu tidak hanya sekedar memimpin dan memerintah orang lain. Penguasa atau pemimpin harus mampu menerjemahkan suatu keadaan di sekitarnya dan mengendalikannya. Orang yang belum mampu menerjemahkan dan mengendalikan suatu keadaan bukanlah penguasa atau pemimpin meski ia memiliki gelar dan jabatan.

Jabatan hanyalah sebuah gelar, sementara kekuasaan atau kepemimpinan itu melampaui segalanya. Selain itu penguasa atau pemimpin memayungi dan melindungi orang-orang yang dipimpinnya, termasuk juga dirinya sendiri.

Tan Malaka mewariskan karya monumentalnya bagi bangsa Indonesia, yaitu "Madilog", akronim dari Materialisme, Dialetika, Logika. Madilog merupakan pemikiran asli Tan Malaka. Dari Madilog tersebut pemikiran-pemikiran Tan Malaka selanjutnya dikembangkan.

Namun demikian, Madilog bukanlah puncak dari pemikiran Tan Malaka, Madiloh hanyalah awal dari pemikiran-pemikiran Tan Malaka. Tan Malaka sendiri telah merencanakan pemikiran lanjutan Madilog, namun sayangnya belum sempat diwujudkan.

-

Tan Malaka adalah salah satu tokoh revolusioner terbesar dalam sejarah Indonesia. Pemikiran dan perjuangannya melawan penjajahan kolonial Belanda membentuk dasar ideologis bagi gerakan kemerdekaan. Namun, lebih dari sekadar seorang pejuang, Tan Malaka juga dikenal sebagai seorang pemimpin dengan prinsip-prinsip kepemimpinan yang kuat dan ideologis. 

Salah satu rahasia terbesar dalam kepemimpinan Tan Malaka adalah kemampuannya untuk berpikir jauh ke depan. Tan Malaka bukan hanya melihat kemerdekaan Indonesia sebagai tujuan jangka pendek, tetapi ia memiliki visi jangka panjang untuk masyarakat pascakemerdekaan. Dalam buku Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika), Tan Malaka menekankan pentingnya pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan sebagai jalan menuju masyarakat yang lebih adil dan makmur.

Dia percaya bahwa revolusi tidak hanya berarti mengusir penjajah, tetapi juga transformasi total dalam sistem sosial, ekonomi, dan politik. Pemimpin sejati, menurut Tan Malaka, adalah orang yang tidak hanya memikirkan kemenangan di medan perang, tetapi juga menyiapkan fondasi yang kuat untuk masyarakat setelah perang.

Tan Malaka dikenal karena keberaniannya dalam menghadapi ancaman, baik dari musuh eksternal maupun dari faksi-faksi internal yang tidak setuju dengan pandangannya. Salah satu contoh keteguhannya adalah ketika ia menolak bekerja sama dengan Belanda bahkan ketika beberapa kelompok pergerakan di Indonesia memilih jalur diplomasi. Tan Malaka percaya pada perjuangan bersenjata sebagai jalan menuju kemerdekaan.

Selain itu, keteguhan prinsipnya juga terlihat dalam kritiknya terhadap kebijakan diplomasi pemerintah Indonesia pada masa Revolusi. Meskipun pandangan ini sering membuatnya bertentangan dengan pemimpin-pemimpin lain, seperti Soekarno dan Hatta, Tan Malaka tetap setia pada prinsip-prinsipnya, terutama keyakinannya bahwa Indonesia harus merdeka sepenuhnya tanpa kompromi dengan kekuatan kolonial.

Salah satu kekuatan utama Tan Malaka sebagai pemimpin adalah kedekatannya dengan rakyat. Meskipun memiliki latar belakang pendidikan Barat yang kuat (ia pernah belajar di Belanda), Tan Malaka selalu berusaha memahami dan terlibat langsung dengan kehidupan rakyat jelata. Dalam setiap aksinya, ia berusaha mendekati kelompok buruh, tani, dan rakyat kecil yang menjadi tulang punggung perjuangan kemerdekaan.

Kedekatan ini tidak hanya membuatnya dihormati oleh rakyat, tetapi juga memberikan perspektif yang jelas tentang apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Pemimpin yang dekat dengan rakyat dapat memahami masalah dari bawah dan mengambil tindakan yang relevan untuk mengatasi masalah tersebut.

Tan Malaka memiliki kemampuan luar biasa dalam memotivasi dan menggerakkan massa untuk berjuang demi kemerdekaan. Lewat tulisan-tulisannya, seperti Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia), dan pidato-pidatonya, Tan Malaka mampu memengaruhi orang-orang untuk bergabung dalam perjuangan. Pesannya yang tegas dan visioner tentang kemerdekaan, keadilan sosial, dan kemakmuran rakyat membuatnya menjadi pemimpin yang sangat inspiratif.

Dia memahami bahwa revolusi membutuhkan dukungan luas dari massa, dan oleh karena itu, Tan Malaka bekerja tanpa lelah untuk membangun kesadaran politik di kalangan rakyat. Pemimpin yang dapat menginspirasi orang lain bukan hanya untuk bermimpi, tetapi juga untuk bertindak, adalah pemimpin yang sejati.

Tan Malaka dikenal sebagai seorang pemikir revolusioner dengan pendekatan yang kritis terhadap masalah-masalah sosial, politik, dan ekonomi. Ia tidak hanya mengikuti arus pemikiran revolusi pada masanya, tetapi sering kali mengajukan kritik tajam terhadap strategi yang dianggap tidak efektif. Misalnya, ia mengkritik kebijakan diplomatik pemerintah yang ia anggap terlalu lembut terhadap penjajah.

Melalui pemikirannya yang kritis dan tajam, Tan Malaka memberikan pandangan baru tentang bagaimana sebuah negara merdeka harus dibangun. Ia percaya bahwa revolusi harus menyeluruh dan tidak boleh hanya sebatas simbolis. Transformasi ekonomi, pendidikan, dan sosial adalah hal-hal yang ia anggap penting bagi keberhasilan revolusi sejati.

Tan Malaka adalah pemimpin yang tidak takut mengambil risiko dan berdiri sendiri demi prinsip-prinsip yang ia yakini. Ia menjalani sebagian besar hidupnya sebagai pelarian dan hidup di bawah ancaman konstan dari pemerintah kolonial. Namun, kondisi ini tidak pernah membuatnya mundur atau berkompromi dalam keyakinannya.

Kemandirian ini tercermin dalam banyak tindakannya, seperti pendirian Partai Murba (Partai Musyawarah Rakyat Banyak), yang merupakan manifestasi dari keinginannya untuk menciptakan gerakan revolusioner independen yang berbeda dari partai-partai lain yang ia pandang telah menyimpang dari jalur perjuangan yang sejati. Keberanian Tan Malaka untuk beroperasi di luar batasan tradisional dan menghadapi risiko besar menjadi cerminan dari kepemimpinan yang tak tergoyahkan.

Tan Malaka sangat menekankan pentingnya pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan politik. Baginya, pendidikan adalah kunci untuk mempersiapkan generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Buku Madilog merupakan salah satu kontribusi intelektualnya yang bertujuan untuk memberikan pendidikan tentang materialisme, dialektika, dan logika kepada masyarakat Indonesia.

Dengan mempromosikan pendidikan dan berpikir kritis, Tan Malaka berharap masyarakat Indonesia tidak hanya akan menjadi merdeka secara fisik, tetapi juga secara intelektual, mampu mengembangkan gagasan-gagasan besar dan memimpin bangsa mereka sendiri ke arah kemajuan.



#sinopsisbuku #resensibuku

Sunday, April 1, 2012

117 Hari-Hari Penting yang Mengubah Dunia


Oleh : Zulkifli

Penerbit : Interpreebook, 2011
Tebal : 167 halaman


Masa lalu adalah sejarah. Dan sejarah mengajarkan manusia untuk tidak mengulangi kesalahan serta belajar dari kearifan masa lalu.

Hari-hari peringatan bukanlah sebuah hari yang selalu berbicara mengenai pesta dan senang-senang. Banyak hari-hari peringatan yang justru diadakan untuk mengajak manusia berpikir kembali mengenai berbagai persoalan yang berhubungan dengan hari tersebut.

Hari-hari yang bersejarah dan telah banyak mengubah wajah dunia. Lahirnya peringatan hari-hari ini tidak lepas dari berbagai peristiwa dan sejarah penting yang telah mengubah kehidupan masyarakat secara luas.

117 hari-hari penting dunia dipetakan secara lengkap dalam buku ini yang mencakup bidang lingkungan, kesehatan, politik, ekonomi dan budaya.

Salah satu dari 117 hari penting tersebut pada halaman 125. Yaitu tanggal 24 Oktober, yaitu Hari Ulang Tahun PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Perserikatan Bangsa-Bangsa didirikan di San Fransisco pada tanggal 24 Oktober 1945 setelah Konferensi Dumbarton Oaks di Washington DC, namun Sidang Umum yang pertama yang dihadiri wakil dari 51 negara berlangsung pada 10 Januari 1946 di Church House, London. Dari tahun 1919 hingga 1946 terdapat sebuah organisasi yang mirip, bernama Liga Bangsa-Bangsa yang bisa dianggap sebagai pendahulu PBB.

-

Buku ini tidak hanya menyajikan fakta-fakta sejarah, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan makna dan pelajaran yang dapat diambil dari setiap peristiwa. Dengan demikian, pembaca dapat memahami bagaimana peristiwa-peristiwa tersebut telah membentuk dunia seperti yang kita kenal saat ini.

117 Hari-Hari Penting yang Mengubah Dunia cocok bagi pembaca yang tertarik pada sejarah dan ingin memahami peristiwa-peristiwa kunci yang telah membentuk peradaban manusia. Buku ini juga dapat menjadi referensi yang berguna bagi pendidik, pelajar, dan siapa saja yang ingin memperluas wawasan tentang sejarah dunia.



#sinopsisbuku #resensibuku

Saturday, March 3, 2012

Misteri Angka-Angka Keramat

Dalam Hidup Keseharian Kita


Oleh : John Afifi

Penerbit : Flashbook, 2012
Tebal : 212 halaman


Angka bukanlah sekadar angka. Lebih dari itu, angka adalah sebuah kekuatan di balik kehidupan di dunia. Begitulah kata seorang filsuf Yunani. Sejak dahulu, nenek moyang kita memang menyakini kekeramatan dibalik angka.

Dan hingga sekarang, kepercayaan-kepercayaan itu masih tetap eksis, bahkan berkembang serta merasuk ke berbagai segi kehidupan manusia. Sampai-sampai ada gedung tinggi yang tak mau menggunakan angka 13 untuk nomor lantainya, karena ada anggapan bahwa nomor itu akan membawa kesialan.

Buku ini menyingkap misteri di balik angka-angka yang dianggap keramat di berbagai belahan dunia, seperti angka 7, 9, 11, 13, 17, 19, 26 dan 40.

Pada halaman 80, dijelaskan dalam buku ini bahwa dalam kehidupan nyata, angka 9 sering dikaitkan dengan sumber kehidupan yang ada pada manusia. Angka 9 selalu dihubungkan dengan sembilan lubang kehidupan pada tubuh manusia yakni 2 mata, 2 telinga, 2 lubang hidung, 1 mulut, 1 dubur dan 1 alat kelamin.


#sinopsisbuku #resensibuku

The Golden Age

Meraih Puncak Prestasi di Usia 40 Tahun


Oleh : Dr. Musa asy-Syarif

Penerbit : Ziyad Book, 2011
Tebal : 128 halaman


Kehidupan dimulai ketika usia 40.

Kalimat diatas sering aku dengarkan dan aku baca di beberapa artikel. Memang pada kenyataannya banyak orang yang sudah mulai mapan setelah beranjak usia 40 tahun. Tidak sedikit pula orang yang sukses ketika usianya menginjak 40 tahun.

Dalam buku ini salah satu tokoh yang diangkat sebagai contoh dan teladan adalah nabi Muhammad, dimana Muhammad mulai menjadi nabi saat berusia 40 tahun yaitu sejak beliau mendapatkan wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril.

Usia 40 tahun berarti manusia sedang mencapai puncak kematangan yang pada umumnya ditandai dengan masa perubahan pikiran dan biasanya seseorang tersebut melejitkan sebuah prestasi.

Wednesday, January 18, 2012

Sejarah Tuhan

Kisah 4000 Tahun Pencarian Tuhan dalam Agama-Agama Manusia



Penulis : Karen Armstrong

Penerbit : PT Mizan Pustaka, 2011
Tebal : 673 halaman

Pada mulanya, manusia "menciptakan" satu Tuhan yang merupakan Penyebab Pertama bagi segala sesuatu dan Penguasa langit dan bumi. Dia tidak terwakili oleh gambaran apa pun dan tidak memiliki kuil atau pendeta yang mengabdi kepadanya. Dia terlalu luhur untuk ibadah manusia yang tak memadai. Perlahan-lahan dia memudar dari kesadaran umatnya. Dia telah menjadi begitu jauh sehingga mereka memutuskan bahwa mereka tidak lagi menginginkannya.

Itulah cukilan alinea pertama dari Bab Pertama buku berjudul Sejarah Tuhan yang ditulis oleh Karen Armstrong. Karen Armstrong merupakan seorang pemikir orisinal yang banyak mengupas dan membahas tentang peran agama di dunia modern.

Dalam buku ini kita akan mendapatkan garis lurus mengenai Tuhan yang disembah oleh agama-agama yang ada di dunia, misalnya mengenai konsep Trinitas dalam agama Kristen, konsep Keesaan dalam agama Islam dan juga termasuk pembahasan mengenai Tuhan dari agama Yahudi.


#sinopsisbuku #resensibuku

Thursday, December 29, 2011

Fund Planning


Oleh : Mike Rini Sutikno

Penerbit : PT Grasindo, 2009
Tebal : 212 halaman


Dalam buku ini terdapat banyak tips yang menarik untuk diaplikasikan. Yang pertama adalah "Ngirit atau cari tambahan". Dimana dalam bab ini disebutkan bahwa kebutuhan hidup semakin hari semakin bertambah.

Untuk itu ada 2 pilihan jalan yang bisa kita lakukan. Yaitu yang pertama kita harus membiasakan hidup hemat. Semua kebutuhan dan kepentingan untuk hidup sehari-hari harus benar-benar kita perhitungkan.

Sedangkan jalan yang kedua kita harus mempunyai multi karir dan mencari uang penghasilan sebagai pendapatan tambahan demi untuk menutup kebutuhan hidup yang semakin mahal dan kebutuhan hidup yang selalu bertambah.

Bab lainnya yang menarik adalah "Mendua di unit link". Disini akan dibahas tuntas mengenai unit link yang booming dan menarik. Tapi juga banyak juga orang yang pada akhirnya kecewa di akhir cerita.

Untuk itu sebelum memutuskan memilih unit link, maka kita perlu mengetahui bahwa unit link sejatinya terdiri dari asuransi dan investasi. Sehingga manfaat yang diberikan tidak 100% sebagai asuransi dan tidak 100% sebagai investasi.

Sunday, December 18, 2011

Soccernomics

Mengapa Inggris Kalah, Mengapa Jerman dan Brasil Menang dan Mengapa AS, Jepang, Australia, Turki bahkan Irak Ditakdirkan menjadi Raja-raja Olahraga Populer di Dunia Ini


Oleh : Simon Kuper dan Stefan Szymanski

Penerbit : Erlangga, 2009
Tebal : 316 halaman


Sangat unik jika membahas sepakbola berdasarkan analisa angka-angka oleh para ekonom. Akan menghadirkan perspektif baru dalam melihat sepakbola.

Misalnya saja tendangan penalti. Pada pertandingan final liga Champion antara Manchester United melawan Chelsea, para ekonom Basque telah memberi tahu tim bahwa Edwin van der Sar cenderung bergerak ke kanan ketika menghadapi penendang penalti yang non kidal seperti John Terry.

Namun sialnya John Terry terpeleset sehingga tendangannya pun meleset beberapa inci saja.

Contoh lain adalah Jens Lehman, kiper dari timnas Jerman saat perempat final Piala Dunia harus ditentukan adu penalti melawan Argentina. Dengan secarik kertas contekan yang disimpan di kaus kakinya berisi catatan kecenderungan arah penendang penalti lawan.

Contekan tersebut adalah sebagai berikut
1. Riquelme : Kiri
2. Crespo : Lari jauh - kanan atau lari pendek - kiri
3. Heinze : Kiri rendah
4. Ayala : Menunggu lama - lari - kanan
5. Messi : Kiri
6. Aimar : Menunggu lama - kiri
7. Rodriquez : Kiri

Pada akhirnya penendang penalti dari contekan hanya ada 2 yang menjadi eksekutor, yaitu Ayala dan Rodriquez. Tendangan penalti sesuai contekan dan berhasil digagalkan oleh Lehman. Begitu juga tendangan Rodriquez sesuai contekan, namun gagal diselamatkan oleh Lehman.

Meski hanya 2 contekan, namun hasilnya cukup efektif, karena Jerman memenangkan adu penalti tersebut.

Featured Post

Wow Marketing

Oleh : Hermawan Kartajaya Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2015 Tebal : 239 halaman Marketing 1.0 : Product centric marketing, dimana obj...

Related Posts