Thursday, July 19, 2007

The Holocaust Industry

Mengungkap Penipuan dan Pemerasan atas Nama Pembantaian Bangsa Yahudi


Penulis : Norman G. Finkelstein

Penerbit : Ufuk Press, PT Cahaya Insan Suci, 2006
Tebal : 309 halaman


Holocaust merupakan peristiwa pembantaian massal dan keji terhadap kaum Yahudi oleh NAZI Jerman di bawah rezim Adolf Hitler pada masa Perang Dunia ke-2. Konon 6 juta orang Yahudi dihabisi oleh Hitler. Sehingga jika dihitung maka dalam 1 jam terdapat 137 orang yang dihabisi.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Manfred Rouder, Fred Louchter, Fredrick Toben dan Bruno Gelish mempertanyakan kebenaran Holocaust dan menyatakan bahwa Holocauts itu hanya sebuah mitos.

Sayangnya pada akhirnya Rouder dikenai 10 bulan penjara; Louchter, seorang ahli gas, diberhentikan dari pekerjaannya; Toben, warga Australia asal Jerman, dilarang masuk kembali ke Jerman; Gelish, anggota Uni Eropa kini berada di penjara.

Finkelstein, sang penulis yang kebetulan keturunan Yahudi, memaparkan informasi Holocaust dengan alur dan data yang setidaknya dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, peristiwa Holocaust telah menguntungkan secara ekonomis oleh sekelompok orang Yahudi.

Dan dalam buku ini , Finkelstein membuktikan kebenaran skandal pemerasan atas bank-bank Swiss yang didalangi industri Holocaust.

Teori yang menghebohkan ini menjadi buku laris di Eropa, Timur Tengah, Asia dan Amerika dengan total sudah diterjemahkan ke dalam 26 bahasa.


#sinopsisbuku #resensibuku

Thursday, March 1, 2007

Super Food for Children

Tuntunan Gizi dan Makanan untuk Anak


Penulis : Djoko Subinarto

Penerbit : Nexx Media Inc, 2005
Tebal : 114 halaman


Sebagai orang tua terutama orang tua baru yang mempunyai bayi, maka sudah menjadi TUNTUTAN harus memberikan bayi mereka dengan segala sesuatu yang terbaik.

Untuk dapat memberikan yang terbaik maka orang tua harus mempunyai TUNTUNAN yang baik dan benar sehingga tidak akan menyesal di kemudian hari karena memberikan hak kepada anak sesuatu yang salah dan keliru.

Salah satu yang dibahas dalam buku ini pemilihan ASI atau susu formula. Memang tidak dapat dihindari bahwa semakin maju jaman maka semakin banyak pula wanita karir. Sehingga hampir semua ibu gundah gulana saat memutuskan apakah akan berhenti kerja agar dapat memberikan full ASI kepada bayi mereka atau tetap bekerja tapi tetap memberikan susu kepada bayi yaitu susu formula.

Kelebihan bayi yang diberikan susu formula adalah
+ Bayi lebih memiliki pola makan yang teratur
+ Bayi cenderung lebih lama merasa kenyang karena susu formula lebih banyak memiliki protein

Sedangkan kekurangan dari susu formula adalah
- Tidak ekonomis dan tidak praktis
- Bayi tidak memperoleh zat kekebalan tubuh seperti dari ASI
- Bayi lebih rentan dan beresiko terkena infeksi
- Bayi cenderung lebih mudah terkena diare dan alergi
- Bayi akan lebih beresiko kegemukan jika diberikan berlebihan
- Pertumbuhan mulut, rahang dan gigi tidak mulus
- Mengurangi hubungan kasih sayang antara ibu dan anak

Thursday, February 15, 2007

1001 Tentang Sekolah

Panduan Orang Tua Memilih Tempat Belajar yang Tepat


Oleh : Nexx Media Inc

Penerbit : Nexx Media, 2006
Tebal : 122 halaman


Orang tua mana yang tidak bimbang saat memilih sekolah bagi putra atau putrinya? Hampir semua orang tua bingung melebihi ekspektasi dari anak yang bersekolah.

Untuk memilih sekolah PG (Playgroup) atau TK (Taman Kanak-Kanak) mungkin tidak terlalu dikhawatirkan, karena selain hanya sebagai pengantar sebelum proses pendidikan SD (Sekolah Dasar) juga karena masa sekolah PG dan TK yang relatif singkat, yaitu hanya 1 - 2 tahun saja.

Lalu bagaimana saat harus memilih sekolah SD?

Sebelumnya kita harus tahu dulu apa tujuan dari pendidikan saat sekolah di bangku SD? Menurut pakar pendidikan, sekolah di bangku SD mempunyai tujuan yaitu :
- Membaca
- Menulis
- Mendengar
- Menutur
- Menghitung
- Mengamati
- Mengkhayal

Untuk itu dalam proses pemilihan sekolah di bangku SD kita harus mengetahui
- Biaya pendidikan
- Amati fasilitas sekolah
- Ketahui tenaga pengajar dan staff sekolah
- Ketahui angka kelulusan
- Tanyakan peraturan yang berlaku

1001 Tentang Si Kecil

Serba-Serbi Merawat Anak Usia 6 - 12 Tahun


Oleh : Nexx Media Inc.

Penerbit : Nexx Media, 2005
Tebal : 134 halaman


Dalam memecahkan masalah tentunya kita perlu mempunyai wawasan dan pengetahuan. Dimana wawasan dan pengetahuan itu bisa didapatkan dari orang yang lebih berpengalaman. Buku adalah rangkuman dan saripati dari pengalaman.

Termasuk untuk pengetahuan mengenai membesarkan dan merawat anak. Khususnya anak di usia 6 hingga 12 tahun yang sangat memerlukan perhatian lebih.

Untuk itu kita perlu membaca untuk mempunyai pedoman dan panduan dalam merawat anak.

Satu hal yang menarik adalah studi yang dilakukan oleh periset dari Universitas Minnesotta, Amerika Serikat. Mereka memberikan 2 hingga 3 kaleng soft drink kepada anak usia 8 - 12 tahun selama 13 hari berturut-turut untuk dikonsumsi.

Kemudian secara diam-diam mereka mengganti minuman soft drink dengan minuman lain yang sama sekali tidak mengandung kafein.

Setelah diadakan pengujian ternyata anak-anak tadu menunjukkan penurunan konsentrasi, hal ini membuktikan terjadi gejala awal dari kecanduan anak terhadap kafein.

Sunday, January 28, 2007

The Mystery of Numbers

Misteri Angka-Angka
Dalam Berbagai Peradaban Kuno dan Tradisi Agama Islam, Yahudi dan Kristen


Oleh : Annemarie Schimel

Penerbit : Pustaka Hidayah, 2006
Tebal : 309 halaman

Numerologi selalu menjadi daya tarik manusia selama ribuan tahun. Matahari dan bulan sebagai tanda-tanda agung dalam alam semesta menjadi alat pengukur kehidupan manusia.

Sehingga alat pengukur ini menjadikan manusia merasa bahwa angka-angka memiliki keistimewaan khusus dalam ruang dan waktu yang mempunyai hubungan misterius dalam berbagai fenomena di dunia.

Simbolisme angka memang beragam dalam berbagai kebudayaan dan peradaban dunia, terutama peradaban dari agama Islam, Yahudi dan Kristen.

Misalnya angka 7. Periodisasi selalu berkaitan dengan 7, misalnya 7 not dalam musik, Ziggurat Babilonia kuno mempunyai piramida berundak dengan 7 tingkat.

Menurut Al-Quran, Tuhan menciptakan langit dan bumi dalam 7 lapis, dalam Ibadah Haji, dilakukan thawaf atau mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali dan berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali serta melempar kericil di Mina sebanyak 3x masing-masing dengan 7 buah kerikil.

-

"The Mystery of Numbers" (Misteri Angka) adalah sebuah buku yang ditulis oleh cendekiawan dan penulis terkenal Annemarie Schimmel, seorang pakar dalam bidang sastra Persia, sejarah Islam, dan kebudayaan Timur Tengah. Dalam buku ini, Schimmel membawa pembaca dalam perjalanan yang mengungkap misteri, simbolisme, dan makna di balik angka-angka dalam berbagai budaya, agama, dan tradisi.

Salah satu aspek yang menarik dari buku ini adalah cara Schimmel menggali ke dalam budaya-budaya kuno dari berbagai belahan dunia, termasuk Mesir Kuno, Yunani Kuno, India kuno, dan Timur Tengah, serta melacak peran angka dalam mitologi, agama, dan filsafat. Ia menyoroti bagaimana angka sering kali dianggap memiliki kekuatan magis atau spiritual, dan bagaimana mereka digunakan dalam praktik-praktik keagamaan dan kebijaksanaan kuno.

Selain itu, Schimmel juga membahas bagaimana angka telah menjadi bagian integral dari sejarah matematika dan ilmu pengetahuan, dengan mengulas konsep-konsep seperti bilangan prima, geometri, dan perhitungan astronomi yang digunakan oleh peradaban kuno. Dia mengaitkan aspek matematis ini dengan pandangan kosmologis dan spiritual yang dipahami oleh peradaban-peradaban tersebut.

Buku ini juga membahas peran angka dalam puisi, sastra, dan seni visual, menunjukkan bagaimana angka digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan simbolis dan metaforis dalam karya-karya budaya. Dengan pendekatan interdisipliner yang kaya, Schimmel memperluas pemahaman pembaca tentang kekayaan dan kompleksitas angka serta peran mereka dalam budaya manusia.

Topik ini bisa tergolong sebagai Numerologi.

Numerologi adalah suatu sistem keyakinan atau praktik yang memandang angka sebagai simbol-simbol yang memiliki makna dan pengaruh dalam kehidupan manusia. Praktik ini telah ada selama ribuan tahun dan diyakini berasal dari peradaban kuno seperti Mesir, Yunani, dan Tiongkok. Dalam numerologi, angka dipercaya memiliki energi yang unik dan dapat memberikan wawasan tentang kepribadian seseorang, keberuntungan, dan takdir mereka.

Salah satu prinsip dasar dalam numerologi adalah bahwa setiap angka memiliki karakteristik dan makna tertentu. Misalnya, angka satu dianggap melambangkan kepemimpinan dan kemampuan mandiri, sementara angka sembilan sering dikaitkan dengan kesempurnaan dan kepahlawanan. Dengan menggunakan tanggal lahir, nama, atau kombinasi angka lainnya, seorang numerolog dapat menganalisis pola-pola dan mengidentifikasi potensi serta tantangan dalam kehidupan seseorang.

Numerologi dapat digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari memahami kepribadian individu hingga merencanakan keputusan besar seperti pernikahan atau bisnis. Banyak orang percaya bahwa dengan memahami dan mengikuti petunjuk numerologi, mereka dapat mencapai kehidupan yang lebih seimbang, harmonis, dan berhasil.

Namun, penting untuk diingat bahwa numerologi tidak diakui secara ilmiah dan dianggap sebagai pseudosains oleh banyak orang. Meskipun demikian, bagi banyak individu, praktik ini tetap menjadi sumber inspirasi dan panduan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


Melalui "The Mystery of Numbers", Annemarie Schimmel memberikan kontribusi yang berharga dalam eksplorasi tentang bagaimana angka tidak hanya menjadi alat praktis dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga memiliki makna yang mendalam dalam bidang-bidang seperti agama, filosofi, seni, dan ilmu pengetahuan. Buku ini memikat pembaca dengan pembahasan yang cerdas, luas, dan mendalam tentang misteri di balik angka-angka yang melingkupi dunia kita.

-

#sinopsisbuku #resensibuku

Imperium III

Zaman Kebangkitan Besar
Rahasia 1000 Tahun Keunggulan dan Kekayaan Manusia


Oleh : Eko Laksono

Penerbit : Hikmah (PT Mizan Publika), 2006
Tebal : 455 halaman

Buku ini sebenarnya mirip dengan buku Sejarah yang dipelajari oleh murid di bangku sekolah. Namun selain dirangkum menjadi 1 buku tebal, membaca buku ini lebih menarik daripada buku sekolah.

Salah satu yang membuat menarik adalah rentetan cerita yang mengalir menjadi runtutan yang enak dibaca.

Dimulai dari tahun 570 saat Nabi Muhammad lahir di kota Mekkah, kemudian dilanjut tahun 1267 saat Roger Bacon dari Inggris memberikan karya besarnya "Opus Majus" ke Paus Clement IV, yang didalamnya berisi ilmu tentang matematika, optik, astronomi dan kimia, lalu dilanjut dengan dengan masa Renaissance atau Kebangkitan Eropa yang dimulai tahun 1434 saat Cosimo de Medici berkuasa di Florence, Italia.

Cerita sejarah belum berakhir, dilanjut tahun 1765 saat Inggris kesulitan keuangan akibat perang, dan mulai melakukan ekspansi ke seluruh dunia dan Inggris menguasai seluruh dunia terutama pada tahun 1769 saat mesin uap disempurnakan oleh James Watt sebagai tanda dimulainya Revolusi Industri.

Berakhir? Belum. Tahun 1868 Restorasi Meiji terjadi di Jepang, lalu tahun 1914 penguasa Austria Franz Ferdinand dibunuh, dan di tahun ini awal Perang Dunia I. Tahun 1940 pasukan sekutu terperangkap di pantai Dunkirk. Daratan Eropa sudah dikuasai Jerman, inilah tahun awal Perang Dunia II.

Cerita sejarah berlanjut tahun 1947 sebagai akhir dari Perang Dunia II dengan ditandai pakar manajemen kualitas dari Amerika, Edward Deming ke Jepang dan cerita berakhir tahun 2003 saat Human Genome Project selesai dengan berhasil memetakan 99.9% struktur genome manusia.

-

Buku Zaman Kebangkitan Besar Imperium III karya Eko Laksono mengajak pembaca memahami dinamika sejarah dunia melalui perspektif siklus kebangkitan dan keruntuhan peradaban. Buku ini berangkat dari gagasan bahwa sejarah tidak berjalan secara acak, melainkan mengikuti pola berulang di mana kekuatan besar dunia mengalami fase bangkit, berjaya, melemah, dan akhirnya tergantikan oleh kekuatan baru.

Dalam buku ini, penulis membahas bagaimana peradaban besar di masa lalu—baik di Barat maupun Timur—mengalami perjalanan yang serupa. Imperium yang kuat biasanya dibangun di atas fondasi ekonomi yang stabil, kekuatan militer, serta kemampuan mengelola sumber daya dan wilayah. Namun seiring waktu, faktor internal seperti konflik politik, kesenjangan sosial, dan penurunan moral dapat melemahkan fondasi tersebut, membuka jalan bagi munculnya kekuatan baru.

Eko Laksono kemudian membawa pembahasan ke konteks dunia modern, di mana perubahan global terjadi dengan sangat cepat. Perkembangan teknologi, pergeseran kekuatan ekonomi, serta dinamika geopolitik menjadi indikator bahwa dunia sedang berada dalam fase transisi menuju tatanan baru. Dalam perspektif ini, “Imperium III” dapat dipahami sebagai simbol dari era baru yang sedang terbentuk—sebuah fase kebangkitan yang berbeda dari periode sebelumnya.

Buku ini juga menyoroti peran manusia sebagai bagian dari perubahan peradaban. Kebangkitan sebuah imperium tidak hanya ditentukan oleh kekuatan struktural, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya, termasuk pendidikan, inovasi, dan nilai-nilai yang dianut. Penulis menekankan bahwa perubahan besar dalam sejarah sering kali dimulai dari perubahan cara berpikir dan kesadaran kolektif masyarakat.

Selain itu, Zaman Kebangkitan Besar Imperium III mengajak pembaca untuk melihat masa depan dengan perspektif yang lebih luas. Dunia tidak lagi didominasi oleh satu kekuatan tunggal, melainkan oleh jaringan kekuatan yang saling terhubung. Dalam kondisi ini, adaptasi menjadi kunci utama bagi individu maupun bangsa untuk bertahan dan berkembang.

Buku ini juga mengandung refleksi bahwa setiap krisis yang terjadi sebenarnya merupakan bagian dari proses menuju kebangkitan. Perubahan yang tampak sebagai kemunduran sering kali menjadi titik awal bagi lahirnya tatanan baru yang lebih kuat. Dengan memahami pola ini, pembaca diajak untuk tidak hanya melihat krisis sebagai ancaman, tetapi juga sebagai peluang.

Secara keseluruhan, Zaman Kebangkitan Besar Imperium III merupakan buku yang memadukan sejarah, analisis geopolitik, dan refleksi masa depan. Eko Laksono menghadirkan perspektif bahwa dunia terus bergerak dalam siklus perubahan, dan setiap generasi memiliki peran dalam menentukan arah peradaban berikutnya. Buku ini relevan bagi pembaca yang tertarik pada sejarah dunia, dinamika global, serta pemahaman tentang bagaimana masa lalu dapat menjadi kunci untuk membaca masa depan.



#sinopsisbuku #resensibuku

Wednesday, January 17, 2007

Saya Tidak Ingin Kaya Tapi Harus Kaya


Oleh : Aa Gym

Penerbit : Khas MQ, 2006
Tebal : 180 halaman


Gagasan Aa Gym dalam buku ini akan memberikan motivasi, strategi dan persepsi yang positif untuk menjadi kaya yang diridhai Allah.

Menggapai kekayaan yang berlimpah merupakan impian setiap orang. Sayangnya dewasa ini manusia lebih mengagungkan kekayaan materi daripada kekayaan rohani.

Dalam buku ini, Aa Gym memberikan perspektif alternatif tentang kekayaan yang selama ini cenderung materialistik. Bagi umat Islam menjadi kaya adalah sebuah keharusan, bukan hanya sekedar keinginan.

Kekayaan adalah sigma dari berbagai komponen misalnya, kaya ghirah (semangat), kaya input (ilmu, wawasan dan pengalaman), kaya gagasan (ide dan kreativitas), kaya ibadah (amal), kaya hati dan bonusnya kaya harta.

Namun tetap bahwa kekayaan rohani lebih hakiki daripada kekayaan materi belaka. Dan setiap muslim wajib menjemput kekayaan materi maupun kekayaan hakiki yang memiliki nilai tambah atau added value.

Tolok ukur kekayaan adalah keberkahan dan bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dunia dan akhirat.

Perspektif alternatif ini tidak hanya memberikan pencerahan (enlighment) tapi juga memberikan kesadaran baru pada manusia tentang pentingnya meraih kekayaan yang hakiki.


#sinopsisbuku #resensibuku

Featured Post

Different Seasons

Oleh : Stephen King Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2025 Tebal : 512 halaman Yang menarik dari buku Novel Different Seasons adalah cerpen...

Related Posts