R.A. Kartini
Oleh : Armijn Pane
Penerbit : Balai Pustaka, 1983
Tebal : 214 halaman
Dirundung cita-cita, dihambat kasih sayang.
Pada kakiku ternganga jurang, di atas diriku melengkung langit terang cuaca.
Mendapat karib, timbul harapan.
Teduh ribut dan badai, tinggal kusut dan masai.
Batu alangan hampir terguling, banyak berubah dalam rohani.
Hendaklah kita jadikan kewajiban kita, jangan saja menaruh sayang, melainkan juga memperlihatkan kita sayang.
Berseru kepada Tuhan, menyelam ke dalam lautan jiwa bangsa.
-
Habis Gelap Terbitlah Terang adalah sebuah buku yang disusun oleh Armijn Pane, berdasarkan surat-surat dan tulisan Kartini. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1983, dan menjadi salah satu karya penting dalam literatur Indonesia, yang merekam pemikiran, perjuangan, dan pandangan hidup Raden Ajeng Kartini, seorang tokoh emansipasi wanita Indonesia.
Buku ini merupakan kumpulan surat-surat yang ditulis oleh Kartini kepada teman-temannya di Eropa, khususnya kepada Stella Zeehandelaar, seorang feminis Belanda. Surat-surat ini ditulis antara tahun 1899 hingga 1904, sebelum Kartini meninggal dunia pada usia 25 tahun. Dalam surat-suratnya, Kartini mengungkapkan keresahannya terhadap ketidakadilan yang dialami perempuan di masyarakat Jawa pada masa itu.
Kartini berbicara tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan. Ia menyoroti betapa banyak perempuan pribumi yang terkungkung dalam tradisi, seperti larangan untuk sekolah dan pernikahan dini. Kartini berpendapat bahwa pendidikan adalah kunci untuk membebaskan perempuan dari keterbelakangan dan ketidakadilan.
Dalam surat-suratnya, Kartini mengkritik berbagai tradisi feodal yang menurutnya membelenggu kebebasan individu, terutama perempuan. Ia berbicara tentang poligami, peran perempuan yang hanya terbatas di rumah, dan adat-istiadat yang sering kali tidak adil bagi perempuan.
Meskipun Kartini sering mengungkapkan rasa frustrasi terhadap situasi sosial yang dihadapinya, ia tetap optimis dan penuh harapan. Kartini berharap suatu hari perempuan Indonesia akan memiliki hak yang sama dengan laki-laki, khususnya dalam hal pendidikan dan kesempatan untuk berkontribusi dalam kehidupan publik.
Kartini sangat terinspirasi oleh gagasan-gagasan Barat, seperti kesetaraan gender, demokrasi, dan hak asasi manusia. Namun, ia juga percaya bahwa perubahan harus disesuaikan dengan budaya lokal agar bisa diterima oleh masyarakat Indonesia.
Armijn Pane menyusun buku ini dengan bahasa yang sederhana namun kuat, sehingga pesan-pesan Kartini tetap relevan dan mudah dipahami. Surat-surat Kartini tidak hanya mencerminkan pikiran yang maju, tetapi juga kepribadian yang hangat dan penuh kasih.
Buku ini menjadi simbol perjuangan perempuan Indonesia untuk mendapatkan hak yang setara.
Pemikiran Kartini dalam buku ini menjadi dasar bagi gerakan perempuan di Indonesia.
Buku "Habis Gelap Terbitlah Terang" menginspirasi generasi muda untuk terus memperjuangkan keadilan dan kesetaraan.
No comments:
Post a Comment