Tuesday, July 13, 2021

Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat

Pendekatan yang Waras demi Menjalani Hidup yang Baik

Oleh : Mark Manson

Penerbit : PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2018

Tebal : 246 halaman


Bukowski seorang pecundang yang kemudian berhasil namun bukan kegigihannya. Dia berhasil setelah berhenti sejenak, merenungkannya lalu menulis secara jujur. Dia adalah sosok yang anti-istimewa, yang merasa sebagai orang biasa namun bisa menjadi jauh lebih baik.

Rasa sakit merupakan tenunan yang menjalin membentuk kain kehidupan, jika kita merusaknya hingga robek maka hal tersebut dapat melepaskan semua ikatan. Sakit dan penderitaan cukup bermanfaat sebagai agen alami untuk perubahan yang menginspirasi, karena memberikan pelajaran apa yang baik dan apa yang buruk.

Jangan sampai kita terikat oleh hal-hal yang dangkal atau bahkan hal yang palsu untuk mengejar kebahagiaan yang bersifat fatamorgana. Lakukan saja hal yang sederhana, benar, mendesak dan penting. Jadi cueklah dan pedulilah terhadap sesuatu yang jauh lebih penting, bermakna dan produktif terhadap waktu dan tenaga.

Seorang yang percaya diri tidak perlu membuktikan kepercayaan dirinya. Hal ini sejalan dengan hukum kebalikan oleh filsuf Alan Watts, yaitu semakin kuat kita berusaha menjadi baik maka kita akan semakin merasa tidak puas.

Jangan menjadi pribadi go-getter, yaitu orang yang selalu positif dan menyala saat berbicara akan gagasan namun tidak ada aksi dan tidak ada yang terwujud. Hal ini mengelabui diri sendiri, hanya sekedar menari perhatian orang meski hanya sementara waktu. Mirip orang narsis yang haus perhatian.

Saat ini banyak orang yang terjebak budaya konsumtif dan terjebak pada dunia medsos. Sehingga menjadikan dia pribadi yang mudah gusar dan tertekan. Oleh karena itu kita perlu mempunyai sikap cuek atau masa bodo, tapi bukan acuh tak acuh. Cuek lebih kepada kita nyaman meskipun kita berbeda. Sedangkan acuh tak acuh adalah mereka yang bersembunyi dengan tidak membuat pilihan karena takut terhadap dunia.

Cuek atau masa bodoh merupakan cara sederhana untuk mengarahkan kembali ekspektasi hidup dan memilih yang penting bagi kita sendiri. Yang mengukur sendiri ukuran keberhasilan dan kegagalan pribadi. Yang tidak terjebak akan kenikmatan palsu, karena telah melihat dalam sudut pandang yang tepat dengan memprioritaskan kepada hal-hal yang dipedulikan.

No comments:

Post a Comment

Featured Post

The Jesus Family Tomb

Related Posts