Agenda Licik Dajjal untuk Menyesatkan dan Mengadu Domba Umat Islam
Oleh : Miftahul Asror Malik
Penerbit : Semesta Hikmah, 2016
Tebal : 233 halaman
Sebagian tanda munculnya Dajjal adalah
- terputusnya pohon kurma Baishan
- berkurangnya air danau Thabary
- keringnya mata air Zughar
- terjadi gempa bumi dahsyat
Dajjal bisa diartikal hanya sebagai individu saja yang bergerak sendiri, namun ancaman Dajjal telah menjadi simbol dengan pengikut yang cukup banyak. Simbol yang dimaksud misalnya adalah api, ular, piramid, iblis atau lucifer.
Simbol Dajjal sebagai organisasi sekaligus simbol konspirasi dunia yaitu organisasi yang didirikan Kabbalah yaitu Assassians (kelompok pembunuh), The Order of Lady of Sion, Notre Dame of de Sion, dan Knight Templars. Tahun 1770 berdiri organisasi bernama Nuraniyyin atau Illuminati yang mempunyai arti Pengemban Cahaya Setan. Organisasi berikutnya yang menjadi simbol konspirasi dunia adalah Masuniyah atau Mason yang menjadi bagian dari pendiri daerah New England di Amerika Serikat dan daerah New York yang didirikan oleh Mason Ritual York dari York Inggris.
Cara agar selamat dari fitnah Dajjal adalah sebagai berikut :
- tinggal di salah satu kota agung, Makkah atau Madinah
- pergi menjauh dari Dajjal
- berdoa meminta perlindungan kepada Allah setiap shalat
Beberapa tanda akhir zaman, diantaranya adalah munculnya Imam Mahdi, yaitu pemimpin Islam yang merupakan keturunan dari Nabi Muhammad dari garis keturunan Fatimah, namanya sama dengan nama Nabi Muhammad dan ayahnya juga bernama sama dengan ayah Nabi Muhammad.
Tanda yang lain adalah munculnya Ya'juj dan Ma'juj yang nantinya akan dibumihangus
kan oleh Nabi Isa bin Maryam. Ya'juj dan Ma'jujdulunya pernah dipenjara oleh Dzu Al-Qurnain atau Zulkarnaen di antara gunung Amlas dan Munqathi dengan menggunakan pintu besi dengan lapisan tembaga setinggi gunung.
Saat muncul kembali ke permukaan bumi Ya'juj dan Ma'juj akan meminum habis air dari danau Al-Thabariyah saat melintasinya.
Dan tanda yang berikutnya adalah terbitnya matahari dari arah barat.
Belajar adalah sarana memperbarui diri, tanpa belajar kita akan terperangkap pada masa lalu
Saturday, June 18, 2016
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Featured Post
Related Posts
-
Oleh : National Geograhic Penerbit : Kompas Gramedia, Desember 2013 Tebal : 13 halaman Candi Kalasan dan Candi Ratu Baka. Jejak Sejarah Ag...
-
Memupuk Masa Depan Ramah Lingkungan bagi Si Buah Hati Oleh : Manda Aufochs Gillespie Penerbit : Metagraf, 2015 Tebal : 280 halaman Green at...
-
Edisi Kedua Oleh : I Nyoman Pujawan & Mahendrawathi ER Penerbit : Guna Widya, 2010 Tebal : 320 halaman Buku ini tepat bagi ak...
-
A Practical Manual for Job-Hunters and Career-Changers Oleh : Richard N. Bolles Penerbit : Ten Speed Press, 2005 Tebal : 400 halaman Outsour...
No comments:
Post a Comment