Friday, March 30, 2018

Linchpin


Tak Tergantikankah Anda?

Oleh : Seth Godin

Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2011
Tebal : 321 halaman


Halaman awal buku ini mengutip buku Wealth of Nations oleh Adam Smith yang menjelaskan bahwa cara untuk menang dalam bisnis adalah dengan membagi jalur produksi hingga ke tugas kecil-kecil. Sehingga dapat dilakukan oleh orang yang bisa diupah rendah karena mengikuti instruksi yang sederhana.

Semenjak itu dunia berubah.

Perubahan belum berhenti, saat ini dalam dunia bisnis ada istilah pengalihdayaan (outsourcing), automasi, dan pemasaran baru.

Purple Cow, mengajukan istilah Linchpin, yaitu karyawan yang tak tergantikan yang layak ditemukan dan dipertahankan.


Seth Godin memperkenalkan konsep "linchpin" atau tukang pasang pin — individu yang tidak tergantikan dalam suatu organisasi karena kemampuan dan kontribusi unik mereka. Linchpin tidak didefinisikan oleh judul pekerjaan mereka, melainkan oleh dampak yang mereka berikan pada orang di sekitar mereka.

Buku ini menekankan pentingnya pekerjaan emosional, yang melibatkan melampaui tuntutan pekerjaan dasar dan menyemarakkan pekerjaan dengan gairah, kreativitas, dan sentuhan pribadi. Linchpin unggul dalam pekerjaan emosional, membuat pekerjaan mereka menonjol.

Godin membahas resistensi yang dihadapi individu saat mencoba menjadi linchpin. Dia mendorong pembaca untuk mengatasi ketakutan akan kegagalan dan merangkul ketidakpastian sebagai langkah krusial menuju kebermanfaatan.

Linchpin terlibat dalam pekerjaan artistik dan emosional yang tidak dapat dengan mudah direplikasi. Mereka memberikan kontribusi ide-ide asli dan memberikan sentuhan manusiawi pada tugas mereka, membedakan diri dari orang lain yang hanya mengikuti petunjuk.

"Lizard brain" mewakili bagian primitif otak manusia yang menolak perubahan dan inovasi. Godin menjelajahi bagaimana linchpin mengatasi resistensi ini dan menggunakan kreativitas mereka untuk menambah nilai pada pekerjaan mereka.

Buku ini membahas pergeseran dari ekonomi industri ke ekonomi koneksi, di mana hubungan dan kreativitas menjadi kunci. Linchpin berkembang di lanskap baru ini dengan membangun hubungan yang berarti dan memberikan nilai unik.

Pembaca didorong untuk mengidentifikasi kekuatan dan bakat unik mereka, berinvestasi dalam pembelajaran terus-menerus, dan mengambil risiko untuk menjadi tak tergantikan dalam bidang mereka. Buku ini memberikan saran praktis tentang cara menavigasi dinamika berubah di tempat kerja modern.

"Linchpin" menantang pandangan konvensional tentang kesuksesan dan mendorong individu untuk menemukan kepuasan dalam pekerjaan mereka dengan membuat perbedaan dan meninggalkan dampak yang berkelanjutan pada orang lain.

Linchpin juga adalah agen perubahan. Godin membahas bagaimana mereka dapat memimpin perubahan positif dalam organisasi dengan menantang status quo, mendorong inovasi, dan menginspirasi orang lain untuk bergabung dalam membuat perbedaan.



Banyak pabrik sekarang yang mempunyai PERL (Percentage of Easily Replaced Laborers) yang tinggi, contohnya pabrik surat kabar yang misalnya memiliki 400 karyawan, namuan hanya beberapa puluh saja orang tenaga penjual dan kolumnis yang merupakan kategori Linchpin.

Dalam buku ini juga disebutkan hierarki nilai, yaitu sebagai berikut:
1. Menciptakan
2. Menghubungkan
3. Menjual
4. Memproduksi
5. Tumbuh
6. Berburu
7. Mengangkat

Dimana terdapat lebih banyak orang yang berada di dasar tangga karena pekerjaanya mudah dipelajari. Semakin tinggi tangga hierarki, bayaran semakin baik namun jumlah orang yang tersedia semakin sedikit.

Semakin tinggi hierarki semakin tinggi pula nilai leadership. Memimpin adalah ketrampilan, bukan hadiah. Pemimpin tidak dilahirkan, karena kemampuan memimpin bisa dipelajari, melalui sekolah yang mengajarkan kepatuhan, mengajarkan kecerdasan kemampuan bersosial, menjalin hubungan dan memahami unsur dasar pembentukan sebuah suku bangsa.

Koordinasi tim menjadi semakin sulit secara eksponensial ketika grup membesar.

Terakhir yang menarik adalah kuadran pemahaman, yang dijelaskan pada halaman 240, yaitu
Kuadran 1 : Linchpin, yaitu saat Pemahaman dan Hasrat bertemu
Kuadran 2 : Birokrat, saat Pemahaman dan Pasif bertemu
Kuadran 3 : Fanatik / Fundamental, saat Penyatuan dan Hasrat bertemu
Kuadran 4 : Perengek, saat Penyatuan dan Pasif bertemu


Secara ringkas, "Linchpin" adalah buku motivasi yang menginspirasi pembaca untuk merangkul keunikan mereka, mengatasi resistensi, dan menjadi kontributor yang tidak tergantikan dalam kehidupan profesional dan pribadi mereka.

Sunday, March 18, 2018

Bull's Eye

The Power of Focus
7 Langkah Rahasia untuk Membangun Kebiasaan Sukses dalam Hidup Anda


Oleh : Brian Tracy
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2016
Tebal : 100 halaman


Quote dari Zig Ziglar, "Anda tidak dapat mengenai target yang tidak dapat Anda lihat". Selama target yang kita inginkan masih belum jelas terlihat, maka jangan pernah berharap memenangkan kejuaraan apapun dalam kehidupan.

Untuk membuat target, jangan mempraktekkan pemikiran terbatas, lupakan masa lalu, dan mulailah pikirkan masa depan, dan jangan batasi imajinasi kita. Sehingga bayangkan kita tidak memiliki batasan, bayangkan kita memiliki bakat dan kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan, kenalan dan relasi.

Quote dari Albert Einstein, "Jika kita tidak bisa menjelaskan sesuatu secara sederhana, maka kita tidak cukup memahami hal tersebut".

Bedakan antara cita-cita dengan keinginan dan khayalan, karena keinginan adalah cita-cita yang tidak didukung energi.

Menurut riset, hanya 3% orang dewasa yang memiliki cita-cita tertulis, dan menurut penelitian lanjutan merekalah yang pada akhirnya memiliki penghasilan 10 kali lipat dibandingkan yang lain, oleh mulai sekarang karena itu tulis tujuan kita.

Karena dengan menulis cita-cita, maka secara tidak langsung kita sekaligus mengaktifkan Hukum Tarik-Menarik, termasuk menarik gagasan, sumber daya yang akan menggerakkan cita-cita untuk mendekat kepada kita.

Quote dari Henry Ford, "Tidak ada hal yang sulit jika kita membaginya menjadi pekerjaan kecil-kecil".

Abraham Maslow, psikolog inovatif, menyimpulkan bahwa manusia memiliki 2 jenis kebutuhan, yaitu kebutuhan defisiensi dan kebutuhan menjadi.

Kebutuhan defisiensi : kebutuhan sebagai rasa takut, keraguan, kecemasan dan konflik yang dapat menghambat potensi individu, dan 98% populasi gagal menyadari potensi penuh mereka karena rintangan mental ini.

Kebutuhan menjadi : kualitas aktualisasi diri orang-orang yang merasa takjub dengan dirinya sendiri dan berdedikasi untuk menjadi segala hal yang dapat diraih.

#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku

Thursday, March 15, 2018

Rich Dad Poor Dad

Apa yang Diajarkan Orang Kaya kepada Anak-Anak Mereka tentang Uang


Oleh : Robert T. Kiyosaki

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2016
Tebal : 240 halaman


Kita akan menjadi miskin jika kita menyerah, yang terpenting bermimpi ingin kaya dan lakukan sesuatu. Teruslah berusaha dan jangan menyerah.

Jangan membuang waktu, jika kita tidak dapat mengambil keputusan, kita tidak akan pernah belajar menghasilkan uang, karena peluang datang dan pergi. Mampu mengetahui kapan harus membuat keputusan cepat adalah keterampilan yang penting.

Hidup adalah guru terbaik tapi hidup tidak mengajari dan sebagian besar kesempatan hidup tidak bicara kepadamu, hidup semata mempermainkanmu, setiap peristiwa memiliki arti.

Hidup mempermainkan kita semua, beberapa menyerah dan beberapa melawan. Hanya sedikit yang menarik pelajaran dan terus melangkah. Sebagian besar berhenti. Jika kita dapat menarik hikmah maka kita akan tumbuh menjadi pemuda yang bijak, makmur dan bahagia. Namun jika tidak, maka kita akan menghabiskan waktu dengan menyalahkan pekerjaan, menyalahkan atasan.

Jika yang salah adalah pekerjaan gantilah pekerjaan, jika yang salah adalah atasan gantilah atasanmu. Namun jika kau sadar bahwa yang salah adalah kamu sendiri, maka kamu segeralah mengubah diri, belajar sesuatu dan menjadi lebih bijak.

Kebanyakan orang ingin orang lain di dunia yang berubah, namun tidak diri mereka sendiri. Padahal lebih mudah mengubah diri sendiri dibandingkan mengubah orang lain.

Belajar membutuhkan energi, gairah dan hasrat, sedangkan amarah adalah bagian besar dari hal tersebut karena gairah adalah kombinasi cinta dan amarah.

Sunday, March 11, 2018

Nabung Saham Sekarang

Strategi Investasi Saham Ramah Krisis, Crash Harga Saham Justru menjadi Peluang


Oleh : Ellen May

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2017
Tebal : 190 halaman


Kekayaan sejati adalah hidup sehat dikelilingi keluarga dan teman-teman yang dicintai, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup sejati dan bukan sekedar materi.

Dalam buku ini kita tidak diajarkan bermain saham, namun berinvestasi saham yaitu mengajak kita menjadi investor atau penanam modal, seperti investor di bidang retail dan investor institusi.

Dengan berinvestasi saham atau menabung saham atau yang juga disebut dengan dollar cost averaging, memberikan keuntungan yaitu diversifikasi pada waktu dan meminimalkan resiko. Sehingga saat harga saham naik, kita akan mendapat untung. Dan saat harga saham turun, maka kita akan mendapat saham lebih banyak.

Dengan strategi dollar cost averaging yaitu kita membeli saham dalam nominal yang sama, maka kita telah dapat mengendalikan resiko.

Dan langkah berikutnya adalah bagaiman cara kita memilih saham yang akan ditabung, salah satu tipsnya adalah memilih perusahaan yang sudah mapan. Dan tips berikutnya adalah memilih sekuritas untuk membuka rekening saham.

“Nabung Saham Sekarang: Strategi Investasi Saham Ramah Krisis” oleh Ellen May adalah panduan komprehensif bagi investor pemula dan menengah yang ingin memanfaatkan momentum pasar—terutama dalam situasi krisis—sebagai peluang untuk membangun kekayaan jangka panjang. Ellen May, seorang pelopor investor wanita di Indonesia yang memulai perjalanan investasi sejak 2006 dan berhasil bangkit dari kerugian saat krisis 2008, berbagi pengalamannya untuk membantu pembaca menghindari strategi spekulatif dan beralih ke metode yang terukur dan berkelanjutan .

Buku ini menekankan bahwa nabung saham adalah strategi investasi sederhana dan efektif. Mirip seperti menabung di tabungan atau deposito, namun dengan potensi imbal hasil yang lebih tinggi jika dilakukan secara tertata dan disiplin. Caranya mudah: pilih saham-saham berfundamen kuat seperti saham blue chip, lalu beli secara rutin dalam jumlah tetap pada jangka waktu tertentu, misalnya bulanan, tanpa peduli apakah harga sedang naik atau turun.

Selain itu, Ellen memperkenalkan strategi lanjutan seperti value investing dan growth investing untuk pembaca yang siap mendalami analisis fundamental dan mencermati valuasi pasar. Hal ini cocok untuk investor sibuk yang tetap ingin memanfaatkan momentum harga selama beberapa bulan tanpa harus over trading.

Beberapa investor saham dapat berbagai keuntungan spektakuler hingga 700 persen dalam setahun, meskipun tidak semua sahamnya menguntungkan. Kisah ini mempertegas pentingnya konsistensi, pengendalian psikologi, dan portofolio yang berbasis strategi, bukan keberuntungan.

Secara keseluruhan, Nabung Saham Sekarang menyediakan panduan praktis dan mindset yang tepat untuk “mengubah krisis menjadi peluang yang sangat menguntungkan”. Bagi siapa saja yang ingin berdinamika dalam pasar saham dengan pendekatan aman, sistematis, dan visioner, buku ini adalah pintu masuk yang sempurna.

Saturday, February 10, 2018

Six Thinking Hats

Kelola Rapat Lebih Baik & Buat Keputusan Lebih Cepat


Oleh : Edward De Bono

Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2017
Tebal : 229 halaman


Sebelumnya sudah pernah melihat buku ini, tapi masih belum tertarik karena engga terlalu mengerti apa maksud dari Six Thinking Hats. Kemudian saat diskusi bersama para praktisi baru mendengar istilah Six Thinking Hats.

Disebutkan bahwa dengan metode Six Thinking Hats ini produktivitas berpikir di suatu intansi pegawai pemerintah meningkat sebanyak 493%. Padahal dengan meningkat menjadi 10 persen sudah cukup bagus.

Dalam metode Six Thinking Hats ini kita memang akan diajak untuk berpikir, karena pada umumnya kesulitan dalam berpikir adalah kebingungan. Gagasan ini awalnya digagas oleh "Gang of Three" yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles.

Pemikiran Six Thinking Hats ini terdiri dari 6 yaitu

Topi Putih atau objektif, yang menandakan netral, fakta-fakta dan angka-angka
Topi Merah atau emosional, yang menandakan kemarahan, jengkel dan emosi.
Topi Hitam atau kelemahan, yang menandakan suram, serius, waspada dan hati-hati.
Topi Kuning atau positif, yang menandakan cerah, positif, optimis dan harapan.
Topi Hijau atau kreativitas, yang menandakan rumput, tumbuh-tumbuhan subur dan gagasan baru.
Topi Biru atau kendali, yang menandakan warna langit, yang tenang, dan pengendalian.

Thursday, February 1, 2018

No Gain Without Pain

Pengen Prestasi, Ya Kerja Keras


Oleh : Farel Rossy

Penerbit : Flashbook, 2014
Tebal : 192 halaman


Rintangan itu mesti dihadapi bukan untuk dihindari, karena 10% kesuksesan itu merupakan akibat dari bakat, sedangkan sisanya 90% merupakan hasil dari buah kegigihan. Dan sukses itu sendiri adalah mereka yang berhasil menuntaskan keinginannya.

Sukses tidak melulu diukur terhadap harta dan kekayaan. Karena kesuksesan hanyalah alat menuju kebahagian. Jadi buat kriteria kesuksesanmu sendiri, lalu berusahalah sekuat tenaga untuk mencapainya.

Pada umumnya orang yang tidak sukses bukan karena kurangnya kemampuan, tapi karena kurangnya keinginan. Selain keinginan itu sendiri, perlu juga dibarengi dengan kebiasaan, misalnya kerja keras dan usaha. Dan agar kebiasaan tadi terwujud, maka pupuklah motivasi kuat dan tekad yang bulat.

Kerja keras dan usaha kesannya pahit di awal, tapi jangan lupa akan manis di belakang. Dan perlu diingat bahwa yang kita lakukan nanti tidak akan membuahkan hasil seketika, karena sukses adalah sebuah proses dan sukses juga adalah hadiah dari perjalanan panjang.

Mari ciptakan kesempatan dan keberuntungan kita sendiri, jangan hanya duduk diam dan menunggu rejeki jatuh dari langit.

Stop think and action now.


Wednesday, January 31, 2018

Supply Chain Management

Edisi Ketiga


Oleh : I Nyoman Pujawan & Mahendrawathi ER

Penerbit : Andi Offset, 2017
Tebal : 374 halaman

Buku Supply Chain Management edisi kedua terbitan tahun 2010 sudah aku beli pada tahun 2014. Namun kemudian pada tahun 2017 muncul buku Supply Chain Management edisi ketiga. Daftar isi dari buku Supply Chain Management edisi ketiga adalah sebagai berikut :
  1. Pengantar tentang Supply Chain Management
  2. Strategi Supply Chain
  3. Perancangan Produk Baru dalam Perspektif Supply Chain Management
  4. Konfigurasi Jaringan Supply Chain
  5. Pengelolaan Permintaan dan Perencanaan Produksi
  6. Mengelola Persediaan pada Supply Chain
  7. Manajemen Pengadaan
  8. Manajemen Transportasi dan Distribusi
  9. Distorsi Informasi dan Bullwhip Effect
  10. Pengukuran Kinerja Supply Chain
  11. Teknologi Informasi dalam Manajemen Rantai Pasok
  12. Mengelola Rantai Pasok Global

Featured Post

Pemulihan Jasad : Tak Usah Lelah, Biarkan Jasad Menyembuhkan Lukamu

Pemulihan Jasad: Tak Usah Lelah, Biarkan Jasad Menyembuhkan Lukamu adalah buku karya Erwin K. Awan dan T.Fany.R yang mengajak pembaca meliha...

Related Posts