Wednesday, November 29, 2023

123 Anti Bego

Oleh : @alienstartrek

Penerbit : PlotPoint, 2012

Tebal : 121 halaman


Mengapa junk food rasanya enak? Hal ini dikarenakan junk food dirancang untuk memuaskan kebutuhan paling primitif dari indra pengecap yaitu kebutuhan kalori dipenuhi oleh lemak dan gula, dan garam mengisi kebutuhan mineral tubuh kita.

Mabuk karena minum alkohol bukan membuat otak lupa mana yang benar dan yang salah, namun mabuk membuat kita tidak peduli mana yang benar dan yang salah.

Dunia tidak menghargai kesempurnaan, karena dunia sadar tidak ada hal yang sempurna. Ambil keputusan, lalu ambil tindakan. Kemudian belajar dari kesalahan, dan ulangi dari langkah pertama lagi.


Wednesday, November 22, 2023

Jurnal Pemikiran Keagamaan & Kebudayaan

Oleh : PP Pemuda Muhammadiyah

Penerbit : Graha Grafindo, 2011

Tebal : 138 halaman


Islam yang berkemajuan, merupakan idiom atau istilah yang dicetuskan oleh KH Ahmad Dahlan, agar umat kerja keras dan kemandirian supaya kita memiliki pemahaman ajaran agama yang benar sesuai Al-Quran dan Sunah Rasul, serta jauh dari penyakit TBC yaitu Takhayul, Bid'ah dan Churafat.

Sebagai agama yang berkemajuan dalam pemikiran umatnya, sehingga Islam dalam bahasa Jawa juga disebut sebagai agami nalar.

Iman adalah energi kendali, yang berarti mengembangkan kualitas integritas, keadilan, cinta, rahmat, perhatian dalam diri manusia, penguatan jiwa, transformasi, bebas dari dogma, entah itu religionisme, politik atau filosofis.



Buku Jurnal Pemikiran Keagamaan & Kebudayaan yang diterbitkan oleh PP Pemuda Muhammadiyah merupakan kumpulan gagasan intelektual yang merefleksikan pergulatan pemikiran kaum muda Islam dalam membaca relasi antara agama, kebudayaan, dan dinamika masyarakat modern. Jurnal ini hadir sebagai ruang dialektika, tempat nilai-nilai keislaman dipertemukan dengan realitas sosial, politik, dan budaya yang terus berubah, sekaligus menjadi medium untuk merawat tradisi berpikir kritis dalam tubuh gerakan Muhammadiyah.

Isi jurnal ini menampilkan beragam tulisan yang mengulas persoalan keagamaan tidak semata-mata sebagai doktrin normatif, melainkan sebagai panduan etis yang hidup dan kontekstual. Agama dipahami sebagai sumber nilai yang harus mampu menjawab tantangan zaman, mulai dari isu keadilan sosial, kemanusiaan, pluralisme, hingga problem moral di tengah modernitas. Para penulis dalam jurnal ini berusaha menunjukkan bahwa Islam tidak berada di ruang hampa, melainkan selalu berdialog dengan budaya dan realitas sosial di mana umatnya hidup.

Dalam aspek kebudayaan, jurnal ini menyoroti pentingnya memahami budaya sebagai ekspresi kolektif masyarakat yang tidak selalu bertentangan dengan nilai keislaman. Pemuda Muhammadiyah memposisikan diri sebagai agen kultural yang berupaya menjembatani tradisi dan pembaruan. Tulisan-tulisan dalam jurnal ini membahas bagaimana kebudayaan lokal, seni, bahasa, dan tradisi masyarakat dapat dibaca secara kritis tanpa harus ditolak mentah-mentah, selama tidak bertentangan dengan prinsip tauhid dan nilai kemanusiaan universal.

Jurnal ini juga memperlihatkan perhatian besar terhadap peran pemuda sebagai motor perubahan. Pemuda tidak hanya dipandang sebagai pewaris masa depan, tetapi sebagai subjek aktif yang bertanggung jawab membangun peradaban. Gagasan tentang kepemimpinan, etika sosial, dan tanggung jawab intelektual menjadi benang merah yang menghubungkan berbagai tulisan. Pemikiran keagamaan dalam jurnal ini diarahkan agar tidak eksklusif dan dogmatis, melainkan inklusif, transformatif, serta berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Dalam konteks kebangsaan, Jurnal Pemikiran Keagamaan & Kebudayaan menegaskan komitmen Pemuda Muhammadiyah terhadap nilai-nilai Pancasila, demokrasi, dan keutuhan Indonesia. Agama diposisikan sebagai kekuatan moral yang memperkuat persatuan, bukan alat konflik atau polarisasi. Melalui refleksi historis dan analisis kontemporer, jurnal ini menunjukkan bahwa Islam dan keindonesiaan bukan dua entitas yang saling meniadakan, melainkan dapat saling menguatkan dalam membangun masyarakat yang adil, beradab, dan berkemajuan.

Secara keseluruhan, buku Jurnal Pemikiran Keagamaan & Kebudayaan merupakan cerminan semangat intelektual Pemuda Muhammadiyah dalam merawat tradisi berpikir, berdialog, dan berijtihad. Jurnal ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi pemikiran, tetapi juga sebagai ajakan untuk terus menghidupkan diskursus keagamaan yang kritis, terbuka, dan relevan dengan tantangan zaman. Ia menjadi bukti bahwa agama, ketika dipadukan dengan nalar dan kepekaan sosial, mampu menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya peradaban yang lebih manusiawi dan berkeadaban.

Wednesday, November 15, 2023

Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Masalah Besar

Oleh : Richard Carlson, Ph.D dan Kristine Carlson

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2020

Tebal : 317 halaman


Sebelum memulai petualangan bersama, maka gantung cita-cita setinggi langit, karena dengan semakin tinggi cita-cita kita, maka akan semakin tinggi pula anda akan mendaki, sehingga kita akan berhenti meributkan masalah kecil.

Sebagai pasangan yang baik, kita harus bisa memposisikan diri sebagai 2 sahabat, yang saling mendukung, sebagai komunikator yang hebat, dan pendengar yang baik. Sehingga sebagai pasangan dapat menjadi pendamping setia. Cara terbaik menghargai arti persahabatan tersebut akan dapat mempertahankan hubungan yang sehat.

Setiap orang yang berselingkuh atau menemukan cinta baru, tidak ada orang yang bisa puas dalam waktu lama. Untuk itu buang pikiran untuk membanding-bandingkan apa yang kita miliki dengan fantasi mengenai sesuatu atau seseorang yang lain, maka kita akan kecewa dan frustasi.

Maka karena itu, rumput di halaman tetangga tidak selalu lebih hijau.

Kritik itu seperti hujan, dan kita tahu bahwa hujan pasti akan turun, namun kita tahu kapan pastinya hujan akan turun, dan dalam situasi seperti apa. Kita cukup membuka payung agar tidak basah karena kehujanan.


Buku Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Masalah Besar adalah panduan sederhana namun mendalam tentang bagaimana menghadapi kehidupan yang sering kali terasa rumit dan menekan. Richard dan Kristine Carlson mengajak pembaca untuk tidak terjebak dalam hal-hal remeh yang sebetulnya tidak pantas menguras energi, waktu, dan kebahagiaan kita.

Melalui serangkaian refleksi dan kisah nyata, buku ini mengajarkan bahwa sumber stres terbesar dalam hidup sering kali bukan berasal dari situasi besar, melainkan dari cara kita bereaksi terhadap hal-hal kecil. Misalnya: kemacetan, rekan kerja yang menyebalkan, kesalahan kecil pasangan, atau hal-hal sepele yang sering diperbesar oleh pikiran kita sendiri.

Carlson menulis dengan gaya lembut, menenangkan, dan penuh empati. Ia mengingatkan bahwa hidup akan menjadi lebih damai jika kita mau menurunkan ekspektasi yang berlebihan, belajar memaafkan, dan menerima ketidaksempurnaan sebagai bagian alami dari kehidupan. Kristine, sang istri, kemudian melanjutkan filosofi ini dengan menambahkan pandangan yang lebih reflektif dan spiritual setelah kepergian Richard — menjadikan buku ini sebagai warisan kebijaksanaan keluarga Carlson tentang kehidupan yang penuh kasih dan ketenangan batin.

Beberapa gagasan utama yang disampaikan antara lain:

  • Berhenti bereaksi berlebihan. Tidak semua hal layak menjadi sumber kekesalan.
  • Fokus pada apa yang benar-benar penting. Jangan biarkan hal-hal kecil mengalihkan perhatian dari kebahagiaan sejati.
  • Latih kesabaran dan empati. Setiap orang menghadapi perjuangan masing-masing.
  • Belajar melepaskan dan menerima. Kedamaian datang dari kemampuan untuk tidak selalu ingin mengontrol segalanya.
  • Nikmati momen kecil dalam hidup. Kebahagiaan bukan hasil pencapaian besar, tapi sering muncul dari hal-hal sederhana.

Carlson percaya bahwa dengan mengubah cara berpikir dan memperlambat reaksi emosional, seseorang bisa menemukan kedamaian bahkan di tengah kekacauan dunia modern.

Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Masalah Besar bukan sekadar buku motivasi, tetapi panduan hidup yang menuntun kita untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, rendah hati, dan damai.

Melalui bahasa yang sederhana dan penuh kasih, Richard dan Kristine Carlson mengingatkan bahwa hidup tidak selalu harus sempurna — yang penting adalah bagaimana kita menanggapinya.

Buku ini sangat cocok bagi siapa pun yang sering merasa terbebani oleh stres, mudah tersinggung, atau kehilangan ketenangan dalam rutinitas sehari-hari. Pesannya jelas:

“Jangan biarkan hal kecil mencuri kebahagiaan besar dalam hidupmu.”

Wednesday, November 8, 2023

Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi

Judul : Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi

Oleh : Gerald Corey

Penerbit : Refika, 2003

Tebal : 434 halaman


Psikoanalisis adalah aliran pertama dari aliran utama psikologi.

Yang kedua adalah behaviorisme.

Yang ketiga adalah psikologi eksistensial-humanistik.

Menurut psikoanalitik, kepribadian terdiri dari id, ego dan superego.

Dimana id adalah komponen biologis, kemudian ego adalah komponen psikologis, dan superego adalah komponen sosial.

Teori A-B-C tentang kepribadian sangat penting dalam psikologi, dimana A adalah keberadaan suatu fakta, suatu peristiwa, tingkah laku atau sikap seseorang. C adalah konsekuensi atau reaksi emosional sesorang. Sedangkan B adalah keyakinan individu tentang A, yang menjadi penyebab C yaitu reaksi emosional.

Contoh, jika seseorang depresi (C) karena perceraian (A), maka sebenarnya bukan perceraian yang menjadi penyebab reaksi depresi, namun keyakinan tentang perceraian sebagai kegagalan (B), penolakan atau kehilangan teman hidup.

Wednesday, November 1, 2023

Mendampingi untuk Menumbuhkan

Oleh : Milton Mayeroff

Penerbit : Kanisius, 1993

Tebal : 107 halaman


Siapa yang tidak peduli kepada diri sendiri? Yang menganggap diri sebagai benda? Yang merasa asing kepada diri sendiri?

Oleh karena mendampingi bukan hanya untuk mendampingi orang lain, namun kita juga perlu mendampingi diri sendiri. Hal ini agar kita lebih tanggap terhadap kebutuhan diri sendiri, menjaga diri sendiri dan bertanggung jawab pada diri sendiri.

Mendampingi diri sendiri berarti juga mewujudkan gagasan pendampingan bagi diri sendiri.

Beberapa unsur pendampingan misalnya devosi, kepercayaan, kesabaran, kerendahan hati, ketulusan hati, tergantung kepada proses.

Featured Post

Banten Kota Pelabuhan Jalan Sutra

Oleh : Hasan Muarif Ambary Penerbit : Departemen Pendidikan Nasional, 1997 Tebal : 175 halaman Buku Banten Kota Pelabuhan Jalan Sutra mengun...

Related Posts