Dari Lantai Berapa Paling Baik untuk Melempar Kucing?
Dan 92 Pertanyaan Unik Lainnya.
Oleh : John Lloyd & John Mitchinson
Penerbit : PT Cahaya Insan Suci, 2007
Tebal : 203 halaman
Buku ini akan mengejutkan anda dengan sederatan fakta-fakta pengetahuan umum yang jarang terdengar. Anda juga akan terkejut jika mengetahui bahwa tempat paling kering di dunia adalah di Antartika, warna air ternyata memang biru, seekor ayam bisa hidup 2 tahun tanpa kepalanya, dan harimau paling banyak terdapat di Amerika Serikat.
Dalam kutipan buku ini dikatakan bahwa "Buku ini ditujukan bagi orang-orang yang tahu bahwa sangat banyak yang tidak mereka ketahui, buku ini menyingkap beberapa ketidaktahuan manusia.
Bahkan Albert Einstein berkata bahwa "Kita hanya mengetahui sepersejuta dari dari satu persen mengenai apa pun"
Fakta pertama yang diungkap adalah tempat paling kering sedunia, yaitu Antartika, dimana sebagian besar wilayah benua ini tidak pernah mendapatkan hujan selama 2 juta tahun. Namun uniknya Antartika juga dapat dinyatakan sebagai tempat yang paling basah dan paling berangin, dimana 70% air di dunia ditemukan di Antartika dalam bentuk es.
Pertanyaan dari sub judul mungkin sedikit kejam, yaitu dari lantai berapa paling baik untuk melempar kucing. Tanpa bermaksud punya tujuan kejam, dan mari kita bahas secara ilmiah dan secara fakta, bahwa kucing paling baik di lempar pada lantai berapa saja asalkan diatas lantai tujuh.
Penjelasannya adalah sebagai berikut, seperti halnya banyak binatang kecil lainnya, kucing memiliki kecepatan puncak atau terminal velocity yang tidak fatal.
Terminal velocity adalah sebuah titik dimana berat badan sama dengan resistensi udara sehingga dia akan berhenti berakselerasi.
Untuk kucing adalah sekitar 100 km per jam. Sehingga kucing akan dengan begitu tenang akan mengarahkan diri sendiri, merentangkan badan dan berparasaut ke tanah bagai seekor bajing.
Pada manusia titik terminal velocity adalah sekitar 195 km per jam, yang dicapai dalam terjun bebas sekitar 550 meter.
Belajar adalah sarana memperbarui diri, tanpa belajar kita akan terperangkap pada masa lalu
Friday, October 19, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Featured Post
The Machine That Changed the World
Oleh : James P. Womack Penerbit : Harper Perennial, 1991 Tebal : 323 halaman Buku The Machine That Changed the World merupakan hasil riset b...
Related Posts
-
Oleh : Ellen May Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2014 Tebal : 244 halaman Buku Smart Trader Not Gambler karya Ellen May merupakan panduan...
-
Oleh : Krisna Bayu Adji Penerbit : Araska, 2012 Tebal : 212 halaman Buku Pintar Raja-Raja Jawa: Dari Kalingga hingga Kasultanan Yogyakarta ...
-
Sang Pendobrak Mendobrak tantangan, meretas jalan ke masa depan Penulis : Shahnaz Haque Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 Tebal : 1...
-
Oleh : Eric Ries Penerbit : Bentang Pustaka, 2015 Tebal : 292 halaman Buku The Lean Startup karya Eric Ries menjadi salah satu referensi pe...
-
Dokter yang Mengislamkan Ratusan Ribu Orang Penulis : Albi K, dkk Penerbit : Mutiara Media, 2016 Tebal : 152 halaman Saat masih k...

No comments:
Post a Comment