18 Kunci Kesuksesan Menuju Penghasilan Tanpa Batas
Oleh : Debbie Nathalia
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2015
Tebal : 247 halaman
Perlu kita menganalisa diri, dimana posisi kuadran kita. Yaitu kuadran 1 (open), kuadran 2 (blind), kuadran 3 (hidden), kuadran 4 (unknown).
Kuadran 4 (unknown), yaitu sesuatu TIDAK yang diketahui oleh kita dan orang lain.
Kuadran 3 (hidden), yaitu sesuatu yang kita ketahui, tapi orang lain TIDAK.
Kuadran 2 (blind), yaitu sesuatu yang TIDAK kita ketahui, tapi orang lain tidak.
Kuadran 1 (open), yaitu sesuatu yang diketahui oleh kita dan orang lain.
Penting bagi kita untuk menciptakan suatu visualisasi kreatif di benak dan kepala kita. Hal ini dikarenakan otak manusia dan sistem syaraf dapat direkayasa oleh masalah dan tantangan yang ada di lingkungan kita. Sehingga manusia dapat bereaksi terhadap apa yang dipikirkan, dipercayai dan divisualisasikan.
Contoh tokoh yang melakukan tips diatas adalah pemilik hotel Hilton, yaitu Conrad Hilton. Conrad Hilton selalu membayangkan dan mengkhayal terlebih dulu sebelum membeli properti usang lalu menyulapnya menjadi hotel kelas satu berdasarkan khayalannya dalam mengoperasikan hotel tersebut nantinya.
Visualisasi kreatif tersebut tidak dapat berjalan dengan instan, namun harus ditanamkan terus menerus dalam pikiran bawah sadar selama berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Kemudian yang perlu dilakukan pula adalah penjualan diri, yaitu salah satu diantaranya adalah dengan menggunakan media internet dengan membuat web pribadi yang berisikan profil dan prestasi pribadi. Dan yang kedua adalah dengan menulis dan menerbitkan buku. Dimana usaha yang paling efektif dalam membangun kredibilitas pribadi adalah dengan menulis dan menerbitkan buku.
Belajar adalah sarana memperbarui diri, tanpa belajar kita akan terperangkap pada masa lalu
Saturday, February 27, 2016
Saturday, February 20, 2016
Agility Bukan Singa yang Mengembik
Transformasi dalam Sunyi untuk Meraih Ketangkasan
Oleh : Rhenald Kasali
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2014
Tebal : 254 halaman
Paradigma baru dalam ekonomi sekarang adalah bukanlah siapa yang kuat, tapi siapa yang cepat maka dialah yang unggul dan mampu bersaing. Hal ini tercermin dalam perkembangan Aetropolis yaitu pengembangan bandara yang bukan hanya mengelola maskapai penerbangan dan penumpang belaka, namun juga kawasan industri, pergudangan, perkantoran dan lainnya.
Untuk itu harus dihindari struktur organisasi yang gemuk, namun sebisa mungkin adalah organisasi yang ramping dan simpel sehingga dapat berlari dengan cepat. Dengan ramping dan dapat berlari cepat maka kita akan menjadi tangkas. Ketangkasan merupakan modal dasar entrepeneurship yang sama pentingnya dengan leadership.
Fenomena banyaknya perusahaan besar yang tanpa disangka-sangka menjadi bangkrut dan kalah bersaing dimana pertumbuhannya mengikuti pola kurva Sigmoid yaitu dimana grafiknya menyerupai huruf S, mulanya perusahaan mengalami pertumbuhan pesat, lalu pertumbuhan mulai melambat terutama saat mencapai titik puncak.
Banyak study case yang ditulis dalam buku. Salah satu yang paling aku suka adalah kupas tuntas Kereta Api Indonesia yang berhasil melakukan transformasi. Transformasi tersebut meliputi :
2008 : rugi -Rp 80 milyar
2009 : untung + Rp 153 milyar
2013 : untung + Rp 386 milyar
Sulitnya beberapa orang dan perusahaan melakukan perubahan dikarena cost dan benefit of change. Yaitu diantaranya yang termasuk cost adalah
Jarang ada yang melihat dari sisi benefit, yaitu misalnya
Untuk perlu adanya burning platform, yaitu membongkar habis-habisan cara dan metode lama yang sebelumnya dilakukan. Salah satu contohnya adalah masalah yang berkaitan dengan ini adalah subsidi, dimana jika subsidi diberikan tanpa kesiapan dalam meningkatkan produktivitas maka yang terjadi malah sebaliknya yaitu justru memicu inflasi.
Selain kereta api, yang dibahas secara mendalam adalah mengenai industri pesawat. Semua berawal dari bencana setelah peristiwa 9/11 yang menyebabkan industri penerbangan di Amerika Serikat menurun drastis, sehingga banyak pesawat yang menganggur, sehingga terpaksa ditawarkan ke negara lain salah satunya Indonesia untuk disewakan dengan harga murah.
Dampaknya industri penerbangan di Indonesia meningkat tajam. Hal ini menyebabkan bandara tidak siap dan melebihi kapasitas dari bandara itu sendiri. Misalnya bandara Sukarno-Hatta, Cengkareng dimana kapasitas saat dirancang hanya untuk 21 juta penumpang saja, namun realisasi jumlah penumpang mencapai 62 juta penumpang. Contoh lain adalah bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, kapasitas saat dirancang hanyalah 4.1 juta penumpang, namun realisasi mencapai 13.8 juta. Dimana akhirnya bandara Juanda Surabaya mengembangkan Terminal 2 sehingga kapasitas bisa mencapai 14 juta penumpang.
Studi kasus yang terakhir yang saya ambil dari buku ini adalah penurunan market share yang terjadi dari perusahaan besar. Misalnya tahun 1960 arloji "made in Switzerland" merajai pasar dengan market share diatas 60%, tapi tahun 1980 market share menjadi hanya 15%. Lalu pada tahun 1970 Kodak dan Fuji merajai film roll, namun akhirnya mengalami penurunan yang drastis. Lalu HP Nokia yang sempat merajai dunia juga kini hampir habis ditelan oleh handphone yang lain.
Salah satu tips yang perlu dilakukan adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya melalui operational excellence, yaitu dengan cara memilah proses mana yang perlu ditingkatkan dan proses mana yang perlu dipangkas.
Oleh : Rhenald Kasali
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, 2014
Tebal : 254 halaman
Paradigma baru dalam ekonomi sekarang adalah bukanlah siapa yang kuat, tapi siapa yang cepat maka dialah yang unggul dan mampu bersaing. Hal ini tercermin dalam perkembangan Aetropolis yaitu pengembangan bandara yang bukan hanya mengelola maskapai penerbangan dan penumpang belaka, namun juga kawasan industri, pergudangan, perkantoran dan lainnya.
Untuk itu harus dihindari struktur organisasi yang gemuk, namun sebisa mungkin adalah organisasi yang ramping dan simpel sehingga dapat berlari dengan cepat. Dengan ramping dan dapat berlari cepat maka kita akan menjadi tangkas. Ketangkasan merupakan modal dasar entrepeneurship yang sama pentingnya dengan leadership.
Fenomena banyaknya perusahaan besar yang tanpa disangka-sangka menjadi bangkrut dan kalah bersaing dimana pertumbuhannya mengikuti pola kurva Sigmoid yaitu dimana grafiknya menyerupai huruf S, mulanya perusahaan mengalami pertumbuhan pesat, lalu pertumbuhan mulai melambat terutama saat mencapai titik puncak.
Banyak study case yang ditulis dalam buku. Salah satu yang paling aku suka adalah kupas tuntas Kereta Api Indonesia yang berhasil melakukan transformasi. Transformasi tersebut meliputi :
- Jadwal kereta api yang lebih pasti
- Tidak ada kesulitan dalam membeli tiket
- Tidak ada penumpang duduk di atas gerbong
- Toilet di stasiun dan kereta tidak jorok dan bau
- Toilet kereta terdapat air dan sabun untuk cuci tangan
2008 : rugi -Rp 80 milyar
2009 : untung + Rp 153 milyar
2013 : untung + Rp 386 milyar
Sulitnya beberapa orang dan perusahaan melakukan perubahan dikarena cost dan benefit of change. Yaitu diantaranya yang termasuk cost adalah
- Rasa tidak nyaman
- Harus bekerja lebih lama
- Harus bekerja lebih keras
- Kehilangan jabatan dan insentif
- Harus lebih aktif
- Kenaikan gaji tertunda
Jarang ada yang melihat dari sisi benefit, yaitu misalnya
- Hidup menjadi lebih sehat
- Menjamin kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang
- Peluang menemukan bisnis baru
- Karier lebih berkembang
- Karyawan lebih sejahtera
Untuk perlu adanya burning platform, yaitu membongkar habis-habisan cara dan metode lama yang sebelumnya dilakukan. Salah satu contohnya adalah masalah yang berkaitan dengan ini adalah subsidi, dimana jika subsidi diberikan tanpa kesiapan dalam meningkatkan produktivitas maka yang terjadi malah sebaliknya yaitu justru memicu inflasi.
Selain kereta api, yang dibahas secara mendalam adalah mengenai industri pesawat. Semua berawal dari bencana setelah peristiwa 9/11 yang menyebabkan industri penerbangan di Amerika Serikat menurun drastis, sehingga banyak pesawat yang menganggur, sehingga terpaksa ditawarkan ke negara lain salah satunya Indonesia untuk disewakan dengan harga murah.
Dampaknya industri penerbangan di Indonesia meningkat tajam. Hal ini menyebabkan bandara tidak siap dan melebihi kapasitas dari bandara itu sendiri. Misalnya bandara Sukarno-Hatta, Cengkareng dimana kapasitas saat dirancang hanya untuk 21 juta penumpang saja, namun realisasi jumlah penumpang mencapai 62 juta penumpang. Contoh lain adalah bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, kapasitas saat dirancang hanyalah 4.1 juta penumpang, namun realisasi mencapai 13.8 juta. Dimana akhirnya bandara Juanda Surabaya mengembangkan Terminal 2 sehingga kapasitas bisa mencapai 14 juta penumpang.
Studi kasus yang terakhir yang saya ambil dari buku ini adalah penurunan market share yang terjadi dari perusahaan besar. Misalnya tahun 1960 arloji "made in Switzerland" merajai pasar dengan market share diatas 60%, tapi tahun 1980 market share menjadi hanya 15%. Lalu pada tahun 1970 Kodak dan Fuji merajai film roll, namun akhirnya mengalami penurunan yang drastis. Lalu HP Nokia yang sempat merajai dunia juga kini hampir habis ditelan oleh handphone yang lain.
Salah satu tips yang perlu dilakukan adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya melalui operational excellence, yaitu dengan cara memilah proses mana yang perlu ditingkatkan dan proses mana yang perlu dipangkas.
#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku
Sunday, February 14, 2016
Bosan Jadi Karyawan? Pensiun Yuk!
Oleh : Herry Putra
Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2012
Tebal : 144 halaman
Tips pertama bagi orang yang memutuskan untuk berbisnis adalah melipatgandakan kepercayaan diri dan menghilangkan penyakit excusitis atau penyakit mencari alasan.
Tips kedua adalah melakukan riset pasar. Tidak harus kita mempunyai data primer dalam mencari data riset pasar, kita bisa menggunakan data sekunder, misalnya seperti apa yang dilakukan oleh Dahlan Iskan saat akan memperluas jaringan dan ekspansi grup Jawa Pos. Yaitu dengan melihat langkah ekspansi yang dilakukan oleh bank swasta ternama untuk melihat potensi suatu daerah.
Diharapkan di Indonesia dapat mempunyai 4% pengusaha dari jumlah pekerja yang ada atau sekitar 4.4 juta pengusaha dari 116 juta pekerja yang ada. Namun nyatanya jumlah pengusaha Indonesia hanya 0.18% saja atau sekitar 400.000 pengusaha saja.
Bandingkan dengan negara tetangga Singapura, yang mempunyai 7% pengusaha dan negara Amerika Serikat yang mempunyai 11.5% pengusaha.
Lalu bagaimana cara menjaga agar kita dapat melanggengkan usaha kita? Seperti yang dikutip dari pernyataan dari Zig Ziglar, yaitu "Motivasi itu seperti mandi, Jika kita berhenti melakukannya maka Anda akan melempem lagi, seperti badan kita akan menjadi bau jika tidak mandi"
Tips bisnis dari Aristoteles Onassis :
- Jaga badanmu agar tetap sehat
- Jaga kulitmu agar tetap sehat
- Usahakan tetap tersenyum
- Jaga penampilanmu
- Jangan tidur terlalu banyak
- Makan secukupnya dan hindari makan enak
- Pilihlah teman yang dapat mendorong prestasimu
- Dengarlah orang lain
#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku
Sunday, February 7, 2016
Self Driving
Menjadi Driver atau Passenger?
Oleh : Rhenald Kasali, Ph.D
Penerbit : Mizan, 2014
Tebal : 270 halaman
Referensi yang kita dapat secara akedemisi yaitu sewaktu sekolah dan kuliah perlu kita hubungkan antara satu referensi dengan referensi yang lain (connecting the dots). Namun tidak serta merta di dunia kerja dan dunia nyata hanya membutuhkan referensi akademisi semata, ada hal lain yang perlu kita perhatikan.
Tiga hal yang perlu kita punya dalam diri kita secara seimbang, yaitu :
- Kompetensi (what you can do)
- Kecekatan (how agile you are)
- Perilaku (your attitude, your gesture)
Selain 3 hal diatas, ada 2 hal yang juga perlu kita imbangkan pula, yaitu :
- Logic (rasionalitas, analisi dan target)
- Hati (empati, kepedulian dan hubungan sosial)
Bagi kita yang mempunyai anak, hendaklah patut kita ingat dalam pengasuhan anak janganlah berlebihan dalam men-servis dan memanjakan anak sehingga timbul rasa ketergantungan. Maklum semakin kesini, generasi baru Indonesia adalah generasi servis. Karena anak tidak akan menjadi pribadi yang merdeka, sehingga akan menjadi anak pengeluh yang selalu kembali ke sangkar induknya.
Anak-anak yang sedari kecil mendapatkan kemudahan maka akan cenderung memiliki fixed mindset. Fixed mindset adalah cara berpikir yang terbentuk dari segala kemudahan yang dia dapatkan. Sehingga mereka akan merasa takut jika melakukan kesalahan akibatnya mereka tidak mau mencoba hal-hal baru.
Ibaratnya burung dalam sangkar yang tidak mempunyai kemampuan berkelana maka tidak akan bisa terbang tinggi sehingga mereka akan kehilangan jiwa yang seutuhnya.
Untuk itu kita jangan sampai menjadi ayam yang mengutamakan hidup enak karena senatiasa diberi makan oleh empunya, namun pada akhirnya akan disembelih menjadi ayam goreng. Kita hendaknya meneladani seekor elang yang terbang tinggi dalam mencari mangsa. Elang ini bekerja keras dengan terbang merantau melatih kaki yang kuat dan mata yang tajam.
Dalam mengasuh anak, orang tua umumnya dapat dibagi menjadi 2 hal, yaitu yang pertama mengekang habis anaknya dengan dogma, agama dan sekolah sehingga melahirkan anak yang konservatif, sehingga anak akan kesulitan dalam hal membedakan mana yang fakta dan mana yang fiksi. Disisi lain ada orang tua yang mengasuh anak terlalu bebas dalam materi dan servis, sehingga akan membuat sang anak terlalu liberal atau bebas.
Persoalan manusia dalam menghadapi perubahan bukanlah dalam hal mengadopsi hal-hal baru, namun sulitnya mereka meninggalkan kebiasaan lama.
Only 2 percent of people think, 3 percent of people think they think and 95 percent of the people would rather die than think (George Bernard Shaw).
Dalam tumbuh dan kembang kita sebagai pemilik tubuh sebagai kendaraan pribadi perlu melatih fisik dan mental. Fisik atau kesehatan perlu dijaga agar bugar dan senantiasa sehat. Begitu pula mental yang perlu dilatih agar tangkas.
Dalam buku ini juga disebutkan nama Ahmad Dahlan yang sewaktu umur 15 tahun pergi haji dan tinggal di Makkah selama 5 tahun. Dan umur 35 tahun kembali pergi ke Makkah untuk mendalami ilmu dan gagasannya. Ahmad Dahlan merupakan seorang pelopor social entrepeneur dengan Muhamadiyah sebagai social entreprise.
Memorizing is not a good thinking. Menghafal bukanlah cara berpikir baik. Sehingga sebaiknya murid dan siswa belajar seperti seorang saintis dengan cara berpikir bukan dengan menghafal.
Sebagai manusia sebaiknya kita bersikap assertiveness yaitu menjadi manusia yang lugas yang artinya tegas namun tanpa menyakiti orang lain. Assertiveness bukan sekedar bahasa, melainkan juga perasaan dan kedewasaan, kepercayaan diri dan gesture.
Survey yang dilakukan oleh majalah The Economist, disebutkan bahwa 90% CEO yang sukses mempunyai faktor utama yaitu agility. Agility merupakan kelicahan kita sehingga kita terhindar dari belenggu-belenggu yang mengikat kaki dan tangan kita.
Dalam film The Last Samurai, menggambarkan bahwasanya manusia disiplin mampu mengalahkan pasukan yang diperlengkapi dengan persenjataan modern. Karena disiplin bukanlah sekedar rutinitas atau hal yang rutin atau sekedar ritual, namun lebih sebagai sebuah komitmen. Untuk itu perlu dicamkan The Power of Now.
Dalam management diri dan management waktu, kita perlu menerapkan 3D, yaitu
- Do it
- Delegate it
- Dump it
WIN atau What's Important Now merupakan prinsip yang perlu dimiliki oleh great leader, yaitu bagaimana kita mempunyai mental siap menang dan siap kalah dan sebuah kompetisi, karena pada dasarnya dalam perlombaan bukan mengenai soal menang dan kalah, tapi lebih kepada kehormatan diri dengan jujur dan dengan mengakui kemenangan orang lain.
Terdapat fase yang dinamakan dengan The Cage Lifed, yaitu dimana manusia merasa terkurung. Biasanya pada umur 30 hingga 40 tahun, individu akan bertanya, apakah memang hidupku sudah bahagia dengan apa yang sekarang aku lakukan. Sehingga manusia membutuhkan The Charged Life atau pemantik lentera jiwa
Kita mengetahui bahwa pisau Swiss Army mempunyai banyak kegunaan namun pisau Swiss Army tidak akan berguna jika semua tool dibuka bersamaan. Cukup simple aja, kita tidak perlu complicated.
Karena sebagian orang masih mengganggap bahwa simple atau sederhana adalah bodoh dan mudah. Sebagai suatu yang datar dan kurang tajam. Karena terkesan tidak menantang. Orang masih beranggapan bahwa dengan memamerkan kesulitan dan kekomplesitas sebagai sebuah kehebatan dan genius.
Manusia yang paling jenius di dunia, Albert Eistein mengatakan bahwa menyederhanakan sebuah ilmu membutuhkan kerja keras. Segala sesuatu yang disederhanakan bukan berarti mudah.
#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku
Thursday, January 28, 2016
Success Built to Last
Menciptakan Hidup yang Berarti
Oleh : Jerry Porras, Stewart Emery, Mark Thompson
Penerbit : Erlangga, 2009
Tebal : 340 halaman
Sukses adalah keberhasilan mencapai suatu tujuan, namun yang membedakan adalah berapa lama kesuskesan tersebut berlangsung, sementara atau abadi.
Dalam buku ini dalam sebuah artikel dengan sub judul "Menghindari Jebakan Apprentice" menyoroti fenomena kesuksesan instan seseorang setelah diangkat pada suatu program acara di TV. Dimana seseorang seketika namanya melambung terkenal dan menjadi bintang. Namun tak lama kemudian kebintangannya meredup dan hilang.
Terdapat kesamaan untuk orang yang benar-benar sukses, dimana mereka selalu pernah mengalami kegagalan yang berulang kali bahkan kegagalan yang besar sebelum mereka sukses. Mereka berani melangkah mundur selangkah demi berlari melesat mencapai kesuksesan.
Kesuksesan adalah tentang membangun hubungan jangka panjang dan pelayanan terhadap sesama. Tanpa kedisiplan maka tindakan hanya berupa tindakan semata tanpa makna, sehingga beberapa orang yang ambisius akan menghadapi permasalahan.
Ada hal yang perlu kita camkan dari buku ini, yaitu ungkapan "Pecundang menyebutnya kegagalan, sedangkan seorang pemenang menyebutnya pembelajaran". Untuk dapat meraih kesuksesan abadi maka yang perlu kita lakukan adalah pelaksanaan dan perjuangan makna, pikiran dan tindakan setiap hari.
"Success Built to Last" merupakan panduan yang kuat bagi siapa pun yang ingin mencapai keberhasilan yang langgeng dalam hidup mereka. Dengan menawarkan wawasan yang mendalam tentang nilai-nilai, sikap, dan tindakan yang mendasari keberhasilan jangka panjang, buku ini mengilhami pembaca untuk mengejar tujuan mereka dengan integritas, semangat, dan tekad yang tinggi. Melalui kombinasi pengetahuan praktis dan inspirasi, buku ini memotivasi pembaca untuk membangun keberhasilan yang tidak hanya bertahan lama, tetapi juga memberikan arti yang mendalam dalam perjalanan hidup mereka.
#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku
Oleh : Jerry Porras, Stewart Emery, Mark Thompson
Penerbit : Erlangga, 2009
Tebal : 340 halaman
Bagaimana mencapai keberhasilan yang langgeng dalam hidup dan karier?.
Bagaimana konsep keberhasilan jangka panjang, yang tidak hanya berkaitan dengan pencapaian materi atau prestise, tetapi juga dengan pencapaian yang berkelanjutan dan bermakna dalam kehidupan seseorang?.
Bagaimana keberhasilan yang sejati, dan menawarkan strategi praktis untuk mencapainya?.
"Success Built to Last: Creating a Life that Matters" adalah buku yang ditulis oleh Jerry Porras, Stewart Emery, dan Mark Thompson. Buku ini diterbitkan pada tahun 2006 dan memberikan wawasan tentang bagaimana mencapai kesuksesan yang berkelanjutan dan bermakna dalam hidup.
Isi buku ini didasarkan pada penelitian yang melibatkan wawancara dengan berbagai tokoh sukses, termasuk pengusaha, pemimpin, dan tokoh-tokoh inspiratif lainnya. Para penulis mengidentifikasi pola-pola umum dan prinsip-prinsip yang membantu individu membangun keberhasilan yang langgeng dan memiliki dampak positif dalam masyarakat.
Beberapa konsep utama dalam buku ini antara lain:
Kesuksesan yang Berkelanjutan: Buku ini menyoroti pentingnya membangun sukses yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berlangsung dalam jangka panjang. Para penulis membahas bagaimana fokus pada nilai-nilai, visi, dan tujuan yang lebih besar dapat membantu menciptakan keberhasilan yang tahan lama.
Membangun Sesuatu yang Lebih Besar dari Diri Sendiri: Buku ini mendorong pembaca untuk tidak hanya berfokus pada keberhasilan pribadi, tetapi juga untuk berkontribusi pada sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. Ini dapat mencakup kontribusi positif terhadap masyarakat, lingkungan, atau bidang tertentu.
Prinsip-Prinsip Kepemimpinan: Para penulis mengeksplorasi prinsip-prinsip kepemimpinan yang efektif dan berkelanjutan. Mereka menyoroti pentingnya integritas, etika, dan kepemimpinan yang menginspirasi.
Wawancara dan Studi Kasus: Buku ini menggunakan wawancara dengan berbagai tokoh sukses sebagai sarana untuk memahami apa yang membuat mereka berhasil dan bagaimana mereka mencapai keberhasilan tersebut.
Overall, "Success Built to Last" menawarkan pandangan tentang bagaimana mencapai keberhasilan yang berarti dan tahan lama melalui pendekatan yang holistik dan inspiratif.
Salah satu konsep sentral yang ditekankan dalam buku ini adalah bahwa keberhasilan yang langgeng tidak hanya berkaitan dengan faktor eksternal seperti keberuntungan atau keadaan, tetapi lebih pada sikap dan prinsip yang dimiliki individu tersebut. Para penulis mengidentifikasi pola-pola perilaku dan pemikiran yang umum ditemui di antara orang-orang yang mencapai keberhasilan yang berkelanjutan, dan mereka membagikan wawasan tentang bagaimana kita semua dapat menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan kita sendiri.
Buku ini juga menyoroti pentingnya memiliki tujuan hidup yang jelas dan nilai-nilai yang kokoh. Dengan mendasarkan kesuksesan pada hal-hal ini, seseorang dapat membangun fondasi yang kuat untuk mencapai impian mereka, dan pada saat yang sama, tetap setia pada diri mereka sendiri dan nilai-nilai yang mereka pegang teguh.
Sukses adalah keberhasilan mencapai suatu tujuan, namun yang membedakan adalah berapa lama kesuskesan tersebut berlangsung, sementara atau abadi.
Dalam buku ini dalam sebuah artikel dengan sub judul "Menghindari Jebakan Apprentice" menyoroti fenomena kesuksesan instan seseorang setelah diangkat pada suatu program acara di TV. Dimana seseorang seketika namanya melambung terkenal dan menjadi bintang. Namun tak lama kemudian kebintangannya meredup dan hilang.
Terdapat kesamaan untuk orang yang benar-benar sukses, dimana mereka selalu pernah mengalami kegagalan yang berulang kali bahkan kegagalan yang besar sebelum mereka sukses. Mereka berani melangkah mundur selangkah demi berlari melesat mencapai kesuksesan.
Kesuksesan adalah tentang membangun hubungan jangka panjang dan pelayanan terhadap sesama. Tanpa kedisiplan maka tindakan hanya berupa tindakan semata tanpa makna, sehingga beberapa orang yang ambisius akan menghadapi permasalahan.
Ada hal yang perlu kita camkan dari buku ini, yaitu ungkapan "Pecundang menyebutnya kegagalan, sedangkan seorang pemenang menyebutnya pembelajaran". Untuk dapat meraih kesuksesan abadi maka yang perlu kita lakukan adalah pelaksanaan dan perjuangan makna, pikiran dan tindakan setiap hari.
"Success Built to Last" merupakan panduan yang kuat bagi siapa pun yang ingin mencapai keberhasilan yang langgeng dalam hidup mereka. Dengan menawarkan wawasan yang mendalam tentang nilai-nilai, sikap, dan tindakan yang mendasari keberhasilan jangka panjang, buku ini mengilhami pembaca untuk mengejar tujuan mereka dengan integritas, semangat, dan tekad yang tinggi. Melalui kombinasi pengetahuan praktis dan inspirasi, buku ini memotivasi pembaca untuk membangun keberhasilan yang tidak hanya bertahan lama, tetapi juga memberikan arti yang mendalam dalam perjalanan hidup mereka.
#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku
Tuesday, January 26, 2016
Sejarah Konflik dan Peperangan Kaum Yahudi
Oleh : Najamuddin Muhammad
Penerbit : Buku Biru, 2014
Tebal : 190 halaman
Kaum Yahudi merupakan keturunan Nabi Ibrahim, yang mempunyai anak Nabi Ishaq dari Ibu Sarah. Ishaq kemudian menikah dengan Rifqo binti Batwail dimana kemudian mempunyai anak kembar Aishu dan Ya'qub.
Yaqub mempunyai 12 putra, yaitu Ruben, Simeon, Lewi Yehuda, Isakhar, Zebulon, Yusuf, Benyamin, Dan, Naftali, Gad, Asyer dan Yahudza. Sebutan Yahudi lebih ditujukan kepada Yahudza bin Ya'qub.
Dikarenakan suatu kejadian dimana yang kemudian menjadikan Yusuf menjadi barang dagangan hingga dibeli penguasa Mesir, dan di Mesir ini Yusuf menjadi Menteri Keuangan yang sukses sehingga mengajak saudara dan ayahnya untuk tinggal di Mesir.
Selama 300 tahun keturunan Bani Israil tinggal di Mesir, hingga nabi Musa diutus untuk mengajak Bani Israil keluar dari Mesir dan hijrah ke sebuah tanah yang sekarang kenal dengan negara Palestina. Setelah nabi Musa wafat tongkat estafet kepemimpinan diserahkan kepada Samuil - Shawel - nabi Daud - nabi Sulaiman,
Setelah nabi Sulaiman wafat kemudian pada tahun 975 SM kerajaannya terbelah menjadi 2 yaitu Israil (dengan ibukota Samaria) dan Yahudi (dengan ibukota Darussalam).
Yang kemudian Israil dan Yahudi ditaklukkan oleh Persia, Syam dan Rum. Sejak diduduki oleh Rum, kaum Yahudi berpencar ke berbagai daerah lain.
Sejarah dunia modern mencatat beberapa sejarah dunia terdapat andil tangan Yahudi bahkan aktor utama didalangi oleh Yahudi, yaitu sebagai berikut :
- Revolusi Bolshevik di Rusia
- Perang Dunia I (tahun 1914)
- Perang Dunia II (tahun 1939 - 1945)
- Peristiwa perang di Hongaria dibawah pimpinan Bella Kuhn
- Tragedi kudeta di Inggris oleh panglima Crimwell atas raja Charless (tahun 1920)
- Revolusi Prancis (tahun 1789 - 1799)
- Pembantaian Minggu Berdarah di Rusia (22 Januari 1905)
- Tragedi World Trade Center (11 September 2001)
- Perang Irak (tahun 2003 - 2011)
Yang paling menarik dalam buku ini yang aku dapat adalah teori yang dikemukakan oleh Frau Adele Haushofer yaitu teori geopolitik "the heartland theory" yang berbunyi "siapa yang dapat menguasai Heart Land maka akan dapat menguasai World Island"
-------
Sejarah konflik dan peperangan yang melibatkan kaum Yahudi mencakup berbagai periode waktu dan wilayah geografis. Di bawah ini, saya akan memberikan gambaran umum tentang beberapa titik penting dalam sejarah konflik yang melibatkan kaum Yahudi:.
Perang Makkabe:.
Pada abad ke-2 SM, di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Israel dan Palestina, terjadi Pemberontakan Makkabe. Konflik ini melibatkan kaum Yahudi yang memberontak melawan penguasa Seleukia yang melarang praktik agama Yahudi. Kemenangan pemberontak Makkabe memungkinkan mereka mendirikan Kekaisaran Hasmonean.
Pemberontakan Yahudi di Romawi:.
Pada abad pertama Masehi, terjadi pemberontakan Yahudi terhadap Kekaisaran Romawi. Konflik ini mencakup Perang Yahudi-Romawi Pertama (66-73 M) dan Perang Yahudi-Romawi Kedua (132-136 M). Pemberontakan kedua dipimpin oleh Bar Kokhba dan berakhir dengan penindasan besar-besaran dan kehancuran Yerusalem.
Pendudukan Romawi, Bizantium, dan Kekhalifahan Islam:.
Setelah pemberontakan Yahudi, wilayah ini mengalami serangkaian perubahan penguasa, termasuk penguasa Romawi, Bizantium, dan Kekhalifahan Islam. Masing-masing periode ini mempengaruhi pengalaman sejarah Yahudi di wilayah tersebut.
Pemukiman Yahudi di Eropa dan Penganiayaan:.
Di berbagai tempat di Eropa, sepanjang Abad Pertengahan dan Renaissance, komunitas Yahudi mengalami penganiayaan dan pembatasan hak. Pogrom dan penindasan sering terjadi, menciptakan konflik yang melibatkan komunitas Yahudi di seluruh Eropa.
Holokaus:.
Salah satu periode paling gelap dalam sejarah Yahudi adalah selama Holokaus selama Perang Dunia II, di mana rezim Nazi di Jerman melakukan genosida terhadap enam juta orang Yahudi.
Pendirian Negara Israel dan Konflik Arab-Israel:.
Setelah Perang Dunia II dan Holocaust, dukungan internasional untuk pembentukan negara Yahudi menguat. Pada tahun 1948, Negara Israel didirikan. Ini memicu konflik dengan negara-negara Arab di wilayah tersebut, menghasilkan serangkaian perang seperti Perang Arab-Israel pada 1948, 1967, dan 1973.
Konflik Israel-Palestina:.
Konflik antara Israel dan Palestina berlanjut hingga hari ini, melibatkan berbagai isu seperti perbatasan, pengungsi, keamanan, dan status Yerusalem. Upaya untuk mencapai perdamaian terus dilakukan melalui berbagai inisiatif diplomatik.
Penting untuk diingat bahwa sejarah konflik dan peperangan melibatkan banyak faktor dan perspektif yang kompleks.
#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku
Saturday, January 23, 2016
Emperpreneur
From Emperan to Empire
Oleh : Wahyu Liz Adaideaja
Penerbit : Metagraf, 2012
Tebal : 122 halaman
Tahun 1947 Marlon Brando berperan sebagai Stanley Kowalsky dalam pentas teater Tenesse William di Broadway, Amerika Serikat dengan menggunakan kaos warna abu-abu. Seketika itu setelah penampilan Marlon Brando tersebut maka terkenal dan menjadi trend kaos, hingga menjadi mode hingga saat ini, dimana sebelumnya menggunakan kaos merupakan hal yang tidak lazim dan kurang sopan.
Bisnis kreatif kaos di Indonesia yang tersohor terdapat beberapa diantaranya yaitu :
#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku
Oleh : Wahyu Liz Adaideaja
Penerbit : Metagraf, 2012
Tebal : 122 halaman
Tahun 1947 Marlon Brando berperan sebagai Stanley Kowalsky dalam pentas teater Tenesse William di Broadway, Amerika Serikat dengan menggunakan kaos warna abu-abu. Seketika itu setelah penampilan Marlon Brando tersebut maka terkenal dan menjadi trend kaos, hingga menjadi mode hingga saat ini, dimana sebelumnya menggunakan kaos merupakan hal yang tidak lazim dan kurang sopan.
Bisnis kreatif kaos di Indonesia yang tersohor terdapat beberapa diantaranya yaitu :
- Dagadu (Jogja)
- Jogger (Bali)
- C59 (Bandung)
- Adaideaja
- Brand
- Differensiasi
- Segmentasi
- Targetting
- Positioning
- Reason
- Believe
- Dream
- Strategy
- Action
- Persistence
- Pray
#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku
Subscribe to:
Posts (Atom)
Featured Post
Wow Marketing
Oleh : Hermawan Kartajaya Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2015 Tebal : 239 halaman Marketing 1.0 : Product centric marketing, dimana obj...

Related Posts
-
Melangkah Pasti ke Dunia Kerja Oleh : Maya Arvini Penerbit : GagasMedia, 2014 Tebal : 201 halaman Sebagai pejuang karier kita dit...
-
Sebuah Karya Mega-Fenomenal dari Cendekiawan Muslim Abad Pertengahan Oleh : Ibnu Khaldun Penerbit : Pustaka Al-Kautsar, 2001 Tebal :...
-
Sang Penemu Aljabar Oleh : Corona Bezina Penerbit : PT Gramedia, 2013 Tebal : 119 halaman Mempunyai nama lengkap Abu Ja'far M...
-
Oleh : Pramoedya Ananta Toer Penerbit : Lentera Dipantara Tebal : 551 halaman Minke, merupakan tokoh utama, seorang anak pribumi yang sekola...
-
Oleh : Klaus Schwab and Thierry Malleret