Panduan untuk Bisnis Investasi Reksadana plus Strategi Jitu Memulainya
Oleh : Elekson Marojahan, S.E., dkk
Penerbit : Cemerlang Publishing, 2014
Tebal : 145 halaman
Diakhir buku sekelumit diceritakan 2 tokoh yang ahli investasi, yaitu Warren Buffet dan George Soros. Yang paling fenomenal tentu adalah George Soros, karena dia mempunyai strategi yang kontroversial dalam berinvestasi dengan pendekatan "theory of reflexity" yaitu teori yang menjelaskan hubungan antara pemikiran dan realitas sehingga menyebabkan gelembung ekonomi.
George Soros tertarik melakuan investasi pada negara berkembang, dan dengan kemampuannya George Soros melakukan analisa dan memprediksi kapan waktu yang tepat dia menarik keseluruhan modalnya.
Dengan strategi yang dia gunakan pada tahun 1982 dalam waktu singkat George Soros memperoleh 1.2 milyar dolar, pada tahun 1992 George Soros juga pernah memperoleh keuntungan Rp 9.9 trilyun. Dan tentunya yang paling fenomenal adalah pada tahun 1998 yang menyebabkan negara Asia Tenggara termasuk Indonesia mengalami krisis moneter.
Tapi buku ini lebih banyak membahas mengenai investasi, terutama yang menyangkut reksadana.
Alasan paling mendasar mengapa kita harus berinvestasi adalah karena nilai mata uang dan nilai tukar rupiah terus merosot. Dengan berinvestasi maka artinya kita berkomitmen menggunakan aset yang ada sekarang untuk mendapatkan keuntungan di masa depan.
Keuntungan reksadana adalah tidak membutuhkan modal besar. Modal ini akan diolah dan diatur oleh manager investasi ke dalam berbagai produk investasi seperti saham dan obligasi. Sehingga bagi kita yang awam mengenai saham dan obligasi merupakan langkah tepat jika kita berinvestasi pada reksadana.
Yang perlu diperhatikan bahwa terdapat beberapa kekurangan reksadana yaitu diantaranya adalah biaya sales, biaya tahunan, biaya jasa manager investasi, biaya jasa bank kustodian dan pajak capital gain.
Dalam reksadana ada konstanta yang perlu diperhatikan secara berkala, yaitu NAB atau Nilai Aktiva Bersih. Nilai Aktiva Bersih ini adalah nilai investasi setelah dikurangi semua biaya kewajiban kita, atau definisi lainnya adalah harega beli maupun harga jual dari unit penyertaan reksadana.
#sinopsisbuku
#resensibuku
#potretbuku
Belajar adalah sarana memperbarui diri, tanpa belajar kita akan terperangkap pada masa lalu
Saturday, July 4, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Featured Post
Kerajaan Tarumanegara
Oleh : Luki Mufti Fikri Penerbit : Pustaka Buana, 1996 Tebal : 99 halaman Buku Kerajaan Tarumanegara karya Luki Mufti Fikri membahas seca...
Related Posts
-
Oleh : Nia Kurnia Penerbit : Girimukti Pasaka, 1983 Tebal : 154 halaman Buku Kerajaan Sriwijaya karya Nia Kurnia mengajak pembaca mengenal ...
-
Oleh : Abdul Rasjid Penerbit : Departemen Pendidikan Nasional, 2000 Tebal : 90 halaman Buku Makasar sebagai Kota Maritim karya Abdul Rasj...
-
Oleh : R. Cecep Eka Permana Penerbit : Wedatama Widya Sastra, 2019 Tebal : 180 halaman Buku Jejak Peradaban Kemaritiman pada Gambar Cadas Nu...
-
Oleh : Richard Carlson, Ph.D dan Kristine Carlson Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2020 Tebal : 317 halaman Sebelum memulai petualangan be...
-
Oleh : PP Pemuda Muhammadiyah Penerbit : Graha Grafindo, 2011 Tebal : 138 halaman Islam yang berkemajuan, merupakan idiom atau istilah yang ...

No comments:
Post a Comment