Wednesday, November 27, 2024

Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

Oleh : Cindy Adams

Penerbit : Media Pressindo, 2014

Tebal : 432 halaman

Sosok Sukarno adalah maha pencinta, beliau mencintai negerinya, rakyatnya, perempuan, seni diatas segala-galanya melebihi dirinya sendiri.

Sukarno dilahirkan dengan bintang Gemini dengan lambang anak kembar, 2 sifat yang bertentangan, bisa lemah lembut bisa rewel, keras bagai baja atau puitis penuh perasaan, menjebloskan musuh-musuh negara ke penjara namun tidak tega membiarkan burung terkurung di sangkar.

Beliau dilahirkan dalam kemiskinan dan kemelaratan menyebabkan hati kecil menjadi sangat sedih. Ketika berumur 6 tahun Sukarno pindah ke Mojokerto dengan tinggal dalam pemukiman yang kumuh.

Penderitaan membuat bangsa Indonesia bersatu dan gagasan persatuan nasional mulai menyebar. Jakarta memang tempat lahir gerakan tersebut, namun sang bayi memulai langkahnya yang pertama di Surabaya.

Salah satunya adalah Cokroaminoto sebagai Ketua Sarekat Islam yang tinggal di Paneleh gang 7.

Saat berumur 20 tahun, sebuah ilham politik yang kuat datang kepada Sukarno. Yang semula merupakan benih pemikiran politik kemudian menjadi program dalam gerakan. Saat di selatan kota Bandung, di daerah pertanian yang padat, Sukarno melihat pak Marhaen, seorang petani yang sedang sibuk menggarap sawah.

Saat itu lah beliau namakan rakyatnya sebagai Marhaen.

Bung Karno, Bung Hatta dan Syahrir melakukan pertemuan untuk membahas taktik perjuangan. Meski diantara mereka pernah terjadi perselisihan yang dalam, tidak saling menyukai namun untuk merdeka mereka menghadapinya dengan bersama.

Mereka berikrar sebagai simbol Dwitunggal untuk bekerja berdampingan, tidak bisa dipisahkan sampai negeri merdeka sepenuhnya. Di permukaan secara terang-terangan dan di bawah tanah secara rahasia. Kekuatan Bung Karno adalah berhubungan dengan massa yang harus bekerja secara terbuka, sedangkan yang lain bergerak di bawah tanah dan mengorganisir seperti menangkap siaran radio dan gerakan rahasia lainnya.

Apakah Sukarno seorang komunis? 

Sukarno adalah seorang individualis, yang angkuh, dengan ego yang membakar-bakar, yang mengaku mencintai dirinya sendiri, sehingga tidak mungkin menjadi pengikut pihak lain, tidak mungkin tunduk paa dominasi kekuasaan lain, tidak mungkin menjadi boneka.

Seorang komunis menginginkan dunia terdiri dari satu bangsa, sedangkan Sukarno adalah seorang nasionalis revolusioner, seorang ultra-nasionalis, seorang supra-nasionalis.

Sehingga sangat berbeda secara ideologis.

Wednesday, November 20, 2024

Candide

Optimisme Dalam Hidup

Oleh : Voltaire

Penerbit : Iris, 2009

Tebal : 244 halaman

Voltaire seakan tak habis menentang arus gagasan pada masanya bahwa dunia diciptakan dalam bentuk terbaiknya. Candide yang naif, secara harfiah ditendang keluar dari rumah tempatnya menghabiskan masa kanak-kanak ketika secara tidak adil dituduh memiliki rasa kepada pujaan hatinya, Nona Cunegonde.

Namun Dr Pangloss, seorang filsuf berpendidikan, telah mengajarinya suatu pandangan positif bahwa semuanya terjadi demi yang terbaik.

Melalui pengalaman dan kemalangannya yang beraneka ragam, Candide meyakini kebenaran yang dipercayai Pangloss ini, bahkan ketika menghadapi contoh-contoh yang menggelikan tentang ketidakadilan, penderitaan, dan keputusasaan. 

Wednesday, November 13, 2024

The Riddler's Revenge

Oleh : Bob Kane & Bill Finger

Penerbit : DC Comics, 2016

Tebal : 18 halaman



Wednesday, November 6, 2024

Edgar Alan Poe

Oleh : Irwin Porges

Penerbit : Washington Square Press, 1972

Tebal : 146 halaman

Buku Edgar Allan Poe karya Irwin Porges memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan pribadi dan profesional salah satu penulis paling berpengaruh dalam sastra Amerika. Dengan menekankan aspek-aspek pribadi dan tantangan yang dihadapi Poe, Porges membantu pembaca memahami kompleksitas di balik karya-karya yang telah menjadi klasik dalam genre gotik dan horor.

Bagi para penggemar sastra dan peneliti, biografi ini menawarkan perspektif yang kaya dan mendetail tentang perjalanan hidup Edgar Allan Poe, serta konteks di mana karya-karyanya diciptakan.

Featured Post

Jelajah Jawadwipa

  Oleh : National Geograhic Penerbit : Kompas Gramedia, Desember 2013 Tebal : 13 halaman Candi Kalasan dan Candi Ratu Baka. Jejak Sejarah Ag...

Related Posts