Wednesday, February 4, 2026

Suma Oriental


Oleh : Tome Pires
Penerbit : IRCiSoD, 2025
Tebal : 378 halaman

Buku Suma Oriental karya Tomé Pires merupakan salah satu sumber paling penting dalam memahami kondisi Asia Tenggara dan Asia Timur pada awal abad ke-16. Ditulis sekitar tahun 1512–1515, karya ini lahir dari pengalaman langsung Tomé Pires sebagai apoteker dan utusan Portugis yang tinggal cukup lama di Malaka setelah wilayah tersebut dikuasai Portugis. Melalui buku ini, Pires menyajikan gambaran detail tentang dunia Timur sebelum sepenuhnya berada di bawah dominasi kolonial Eropa, menjadikannya dokumen sejarah yang sangat berharga.

Isi Suma Oriental memotret jaringan perdagangan maritim yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar dari Laut Merah hingga Tiongkok. Tomé Pires menggambarkan Malaka sebagai pusat perdagangan internasional yang menjadi simpul pertemuan pedagang dari Arab, Persia, India, Nusantara, dan Tiongkok. Dalam catatannya, Malaka bukan hanya pelabuhan dagang, tetapi juga ruang pertemuan budaya, bahasa, dan sistem ekonomi yang kompleks. Pires menekankan bahwa kekuatan wilayah-wilayah Timur terletak pada penguasaan jalur laut dan pelabuhan strategis.

Bagian penting buku ini membahas Nusantara secara rinci, termasuk Sumatra, Jawa, Maluku, Kalimantan, dan kawasan sekitarnya. Tomé Pires mencatat keberadaan kerajaan-kerajaan maritim seperti Samudra Pasai, Aceh, Majapahit, dan berbagai bandar dagang di pesisir Jawa. Ia menggambarkan Jawa sebagai pulau yang makmur dengan aktivitas perdagangan yang ramai serta struktur politik yang terorganisasi. Catatan ini menjadi salah satu sumber awal Eropa tentang kondisi sosial, ekonomi, dan politik kepulauan Indonesia sebelum era kolonial berkembang pesat.

Selain perdagangan dan politik, Suma Oriental juga memuat pengamatan tentang adat istiadat, agama, dan kehidupan masyarakat setempat. Pires menulis tentang penyebaran Islam di kawasan pesisir, peran para pedagang Muslim dalam jaringan niaga internasional, serta hubungan antara penguasa lokal dan komunitas dagang. Meski ditulis dari sudut pandang Eropa, pengamatannya menunjukkan kekaguman terhadap keteraturan sistem dagang Timur dan kecanggihan pelayaran masyarakat Asia.

Buku ini juga mengungkap ambisi dan strategi Portugis dalam memperluas pengaruhnya di Timur. Di balik deskripsi geografis dan etnografis, Suma Oriental mencerminkan kepentingan ekonomi dan politik Portugis, terutama dalam menguasai perdagangan rempah-rempah. Catatan tentang Maluku sebagai sumber utama cengkeh dan pala menjadi dasar bagi ekspansi Portugis lebih jauh ke wilayah Indonesia Timur.

Secara keseluruhan, Suma Oriental bukan sekadar laporan perjalanan, melainkan ensiklopedia awal tentang dunia Timur yang ditulis berdasarkan pengalaman langsung. Karya ini membantu sejarawan memahami dinamika Asia Tenggara sebelum kolonialisme Eropa mencapai puncaknya. Melalui buku ini, Tomé Pires secara tidak langsung menegaskan bahwa jauh sebelum kedatangan bangsa Barat, Nusantara telah menjadi bagian penting dari peradaban maritim dan perdagangan global.

Featured Post

Suma Oriental

Oleh : Tome Pires Penerbit : IRCiSoD, 2025 Tebal : 378 halaman Buku Suma Oriental karya Tomé Pires merupakan salah satu sumber paling pentin...

Related Posts