Ketika Nusantara Menjadi Pengendali Pelabuhan Dunia
Oleh : Irawan Djoko Nugroho
Penerbit : Suluh Nuswantara Bakti, 2010
Tebal : 422 halaman
Buku Majapahit Peradaban Maritim: Ketika Nusantara Menjadi Pengendali Pelabuhan Dunia karya Irawan Djoko Nugroho menghadirkan perspektif segar tentang Kerajaan Majapahit yang selama ini lebih sering dipahami sebagai kekuatan agraris dan politik daratan. Melalui pendekatan sejarah maritim, buku ini menegaskan bahwa kejayaan Majapahit justru bertumpu pada kemampuannya menguasai jalur laut, pelabuhan, dan jaringan perdagangan internasional yang membentang luas di kawasan Asia Tenggara hingga Samudra Hindia.
Isi buku ini menguraikan bahwa Majapahit tidak sekadar menguasai wilayah secara teritorial, tetapi membangun sistem kendali atas pelabuhan-pelabuhan strategis Nusantara. Pelabuhan-pelabuhan tersebut berfungsi sebagai simpul ekonomi, logistik, dan diplomasi yang menghubungkan Majapahit dengan pusat-pusat perdagangan dunia seperti Tiongkok, India, Timur Tengah, hingga Afrika Timur. Dalam pandangan penulis, penguasaan pelabuhan inilah yang menjadikan Majapahit mampu mengatur arus komoditas, pajak, dan pengaruh politik di kawasan maritim Asia.
Irawan Djoko Nugroho juga menjelaskan bagaimana Majapahit membangun kekuatan laut sebagai fondasi utama peradaban maritimnya. Armada laut tidak hanya berfungsi sebagai alat pertahanan, tetapi juga sebagai sarana pengamanan jalur niaga dan penegasan kedaulatan. Buku ini menggambarkan laut bukan sebagai pemisah antarpulau, melainkan sebagai ruang pemersatu Nusantara, tempat berlangsungnya interaksi ekonomi dan budaya yang intens.
Aspek budaya maritim menjadi bagian penting dalam pembahasan buku ini. Majapahit digambarkan sebagai peradaban kosmopolitan yang terbuka terhadap pengaruh luar tanpa kehilangan identitas lokal. Pertemuan antara pedagang, pelaut, dan utusan dari berbagai bangsa melahirkan pertukaran gagasan, teknologi pelayaran, seni, dan sistem administrasi. Dalam konteks ini, laut menjadi medium utama penyebaran budaya dan pengetahuan, sekaligus sarana integrasi antarwilayah Nusantara.
Buku ini juga menantang narasi sejarah yang terlalu menitikberatkan pada konsep penaklukan darat. Menurut penulis, kekuasaan Majapahit lebih bersifat hegemonik-maritim, di mana kendali ekonomi dan pelabuhan lebih menentukan daripada pendudukan wilayah secara langsung. Melalui sistem aliansi, pengaruh dagang, dan pengawasan jalur laut, Majapahit mampu menciptakan stabilitas regional yang mendukung kejayaan ekonominya dalam jangka panjang.
Pada bagian akhir, Majapahit Peradaban Maritim mengajak pembaca untuk meninjau ulang identitas Indonesia sebagai bangsa bahari. Irawan Djoko Nugroho menegaskan bahwa kejayaan Majapahit memberikan pelajaran strategis bagi Indonesia modern tentang pentingnya laut, pelabuhan, dan konektivitas maritim dalam membangun kedaulatan dan kemakmuran nasional. Buku ini bukan hanya kajian sejarah, tetapi juga refleksi tentang masa depan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
No comments:
Post a Comment